Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.
Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.
Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.
Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.
Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Sudah tiga bulan lama nya Mawar bekerja di pabrik itu, dan gaji nya juga lebih besar dari karyawan pada umum nya. Kini Mawar sudah membeli motor sensasi dengan hasil keringat nya, walaupun dia harus mencicil nya setiap bulan, tapi bagi nya itu tidak masalah karena sekarang dia punya gaji sendiri.
Begitu pula dengan Farhan, kini dia bisa menabung untuk masa depan nya sendiri. Dia bahkan sudah berhasil membeli sebidang kebun dari hasil kerja nya, kebun itu akan dia garap sendiri jika dia sudah malas dan tidak ingin bekerja lagi di pabrik.
Kini Farhan tidak memberikan gaji nya 100 % pada ibu nya, dia hanya memberi sebagian kecil saja. Sisa nya dia simpan sendiri di rekening nya. Kebutuhan rumah mereka juga di bantu oleh Mawar sekarang. Tapi sikap bu Munah dan Indah semakin menjadi, semenjak Mawar bekerja tidak pernah sekalipun bu Munah menggunakan uang pemberian Farhan untuk memenuhi kebutuhan rumah mereka.
Semua uang itu di berikan pada Indah dan di gunakan oleh Indah untuk berfoya - foya, sehingga semua kebutuhan rumah mereka kini di tanggung Mawar. Tapi Mawar tidak pernah protes, hati nya masih berharap semoga semua yang dia lakukan bisa menumbuhkan rasa kasih sayang di hati bu Munah untuk diri nya.
"Semoga saja ibu mau berubah, semoga mata hati ibu akan terbuka!" Mawar hanya bisa berharap di dalam hati.
Kini Mawar harus bangun sebelum subuh, setelah memasak dia harus mencuci dan memberes kan rumah terlebih dahulu. Bu Munah tidak mengizin kan Mawar pergi bekerja jika pekerjaan rumah nya belum selesai. Ketika pulang dari bekerja, Mawar kembali di sibuk kan dengan urusan memasak untuk makan malam mereka.
"Bu, aku mau liburan ke Yogyakarta sama teman - teman aku, minta uang dong bu!" Pada suatu malam Indah suatu malam.
"Ibu tidak punya uang nak, untuk pergi ke sana butuh uang banyak!" Bu Munah memang saat ini tidak memilik uang, karena semua uang nya memang sudah di berikan pada Indah.
"Bu, ibu bisa kan minta sama Mawar. Jika ibu yang meminta nya, maka aku yakin dia pasti akan memberikan nya!" Indah membujuk ibu nya.
"Bagai mana jika Mawar tidak mau memberikan nya?" Bu Munah bertanya pada Indah.
"Ya ibu paksa aja dia, pasti bakal di berikan kok! Lagian kan aku ke sana cuma 2 minggu, gak lama kok!" Ujar Indah dengan enteng nya.
"Berapa uang yang kamu butuh kan?" Tanya bu Munah lagi.
"Minimal 15 juta lah bu, atau ibu bisa minta uang sama Mawar 20 juta. Aku pengen naik pesawat bu, aku belum pernah ngerasain naik pesawat terbang!" Indah membujuk ibu nya kembali.
Bu Munah terdiam sejenak, dia tidak mampu menolak keinginan putri bungsu nya.
"Bu, ibu harus adil dong. Lihat Mawar di sekolah kan hingga jadi sarjana, sedang kan aku tidak. Coba ibu hitung sendiri, berapa banyak uang yang di habis kan oleh Mawar hingga dia jadi sarjana. Lebih dari 20 juta bu, masa aku cuma butuh 20 juta aja gak di kasih!" Indah mengeluarkan jurus andalan nya agar keinginan nya di penuhi.
"Ya udah, besok itu minta sama Mawar, ini sudah malam pasti dia udah tidur!" Bu Munah menuruti keinginan anak nya.
"Makasih bu!" Indah pun memeluk tubuh ibu nya dan setelah itu dia bergegas pergi ke luar karena malam ini sedang ada pesta pernikahan teman nya.
Setelah Indah pergi, Bu Munah pun tampak berfikir keras. Dia tidak ingin mengecewakan Indah, tapi bagai jika Mawar menolak memberikan uang sebanyak itu. Untuk meminta pada Farhan tidak mungkin, Farhan tidak akan mungkin memberikan uang tersebut pada Indah hanya untuk bersenang - senang.
"Bagai mana jika Mawar menolak memberikan uang itu? Minta pada Farhan tidak mungkin, dia tidak mungkin akan memberikan nya. Dia bahkan sangat tidak suka dengan sikap Indah!" Batin bu Munah di dalam hati.
"Bodoh amat lah, aku akan paksa Mawar untuk memberikan uang nya. Dia kan takut pada ku, aku ancam saja dia jika dia tidak mau memberikan uang tersebut pada Indah!" Bu Munah pun tersenyum di dalam hati.
Bu Munah segera pergi tidur, besok pagi dia harus bicara pada Mawar tentang keinginan Indah. Saat ini Mawar pun sudah tertidur dengan nyenyak nya, dia sangat kelelahan. Setelah seharian bekerja di pabrik, dia juga harus mengerjakan semua pekerjaan rumah setelah pulang. Tidak hanya itu, dia harus bangun lagi sebelum subuh agar bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah yang lain nya.
*****
Alarm di ponsel Mawar berbunyi, sudah jam 4 dini hari. Lantunan ayat suci Alquran yang ada di masjid dekat rumah nya begitu syahdu terdengar, seperti itulah biasanya suara rekaman orang mengaji di putar sebelum adzan subuh.
Mawar mengikat rambut nya, dia pun bergegas ke belakang untuk mencuci muka nya. Setelah itu dia langsung memasak nasi, sekaligus menyiapkan bahan makanan yang akan dia masak pagi ini. Suara Adzan subuh yang sudah berkumandang, membuat Mawar meninggal kan sejenak pekerjaan nya.
"Lebih naik aku sholat subuh dulu, setelah itu batu lanjut kan lagi masak nya!" Mawar pun bergegas mengambil air wudhu dan segera sholat di kamar nya.
Setelah selesai sholat subuh, Mawar kembali melanjutkan tugas memasak nya. Nasi yang tadi dia masak di dalam rice cooker sudah matang, dan sayur serta lauk nya pun juga sudah siap. Mawar pun melanjutkan pekerjaan nya dengan menyapu dan mengepel lantai.
Setelah semua nya selesai, Mawar langsung mandi dan bersiap. Ketika dia sedang bersiap, bu Munah pun masuk ke dalam kamar nya.
"Ibu, ada apa bu?" Tanya Mawar dengan heran karena selama ini sang ibu tidak pernah masuk ke dalam kamar nya.
"Mawar, ada sesuatu yang mau ibu bicarakan pada mu!" Bu Munah pun duduk di tepi ranjang milik Mawar yang sangat empuk.
Semenjak Mawar bekerja, dia mengganti ranjang reyot yang ada di kamar nya dengan ranjang yang lebih bagus dan mahal. Tentu saja hal itu membuat Indah semakin iri pada Mawar.
"Ibu butuh yang 20 juta Mawar, Indah mau pergi berlibur le kota Yogyakarta!" Bu Munah berkata pada Mawar.
Mawar yang sedang memakai hijab nya mendadak urung menyelip kan jarum pentul di bawah dagu nya, dia melihat ibu nya dengan tatapan terkejut.
"Aku tidak punya uang sebanyak itu bu!" Jawab Mawar lirih.
"Mawar, Indah itu adik mu. Apa kau tidak kasihan pada nya? Dia cuma minta 20 juta, bukan 100 juta!" Bentak Bu Munah dengan kasar.
"Bu, aku memang tidak punya uang sebanyak itu. Nanti aku tanya sama kakak!" Mawar berusaha membuat agar ibu nya tidak marah.
"Tidak perlu Mawar, aku minta pada mu bukan pada Farhan. Kau tidak boleh memberi tahu Farhan, awas saja kau akan tahu akibat nya jika kau memberi tahu Farhan!" Ancam bu Munah dengan tatapan tajam.
Seketika Mawar terdiam mendengar ancaman ibu nya, Mawar bahkan tidak berani menatap mata ibu nya. Mawar hanya bisa menunduk kan kepala nya saja.
mungkin Dr kecil di buli mkne otaknya gk jalan jd bego.
coba km punya sedikit pinter pasti kau hajar adikmu itu. sayangnya km in oon.
baik tp bodoh buat apa ya buat di injak injak dan di jadikan sapi perah.
dan lgi" sll mawar harus jdi org bodoh...
🤣🤣🤣🤣. jelek banget novel nya.
ah tp terserah othor aja ngikutin alur sampe mana mawarnya di buat bodoh
djadiin babu gratisan dan diperas hasil krjamu
coba jd wanita elegant pinter gk mudah di tindas gk tolol bin bulol pasti juga gk akn di tindas.
Ya krn km wanita yg mudah di manfaat kan, 😄🤣. baik sih hatimu tp baik nya tu baik baik bodoh.