NovelToon NovelToon
SOUL POWER MANIFESTASI

SOUL POWER MANIFESTASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: vheindie

Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.

Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.

Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.

Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Turnamen Bela Diri

Hari yang dinantikan seluruh penduduk kota Lin Fei telah tiba, dimana pembukaan turnamen beladiri yang selalu diadakan sepuluh tahun sekali akan segera dimulai. Bukan hanya penduduk setempat saja yang datang menonton, melainkan para pelancong yang sengaja datang dari berbagai penjuru kerajaan Serena pun ikut memeriahkan turnamen.

"Pasang taruhannya sebelum kami tutup sebentar lagi," teriak bandar yang sibuk menarik para gamer.

"Artefak pertahanan tingkat! Berguna untuk menahan senjata tajam dan pukulan energi dari kultivator body strength tingkat enam!"

"Poison penguat tubuh! Bisa meningkatkan daya tinju kalian, yo siapa cepat dia dapat!" Para pedagang tak mau kalah menawarkan julan mereka. Mungkin bagi kultivator biasa barang-barang terebut sangat menarik perhatian mereka, tapi tidak bagi kultivator yang sudah mengetahui barang-barang yang dijual di lapak dadakan merupakan barang kw.

"Hey... Lihat!" Seru salah seorang penonton ketika melihat para peserta mulai masuk arena, sorak sorai menggema sampai ke gerbang kota.

"Haha... Sambut lah wahai penduduk kota Lin Fei, aku pasti akan dengan mudah melaju ke babak berikutnya dan akan membuat kejutan di turnamen kali ini," tawa girang Wira saat memasuki arena lima.

"Bos lihat!" Si jambul menunjuk ke arah Vincent yang naik lebih dulu ke atas arena.

"Hehe... Waktunya memberi pelajaran pada si bocah brengsek yang berani mengabaikan kita dua hari yang lalu," ujar Wira.

Vincent mengabaikan tatapan kelompok Wira. Ia lebih tertarik pada deretan kursi utama. Dimana diantara sepuluh kursi kehormatan, ada seseorang yang cukup ia kenal yaitu ketua sekte Radit sang pemimpin sekte kabut. Ia adalah Orang yang membawanya ke sekte namun setelah di sana Vincent diabaikan bahkan terkesan membuangnya hanya karena soul ranting yang dianggap tidak berguna.

"Selamat datang untuk para peserta turnamen beladiri," ujar perdana mentri Hector membuka sambutannya.

"Terimakasih telah bersedia mengikuti turnamen yang selalu diadakan setiap sepuluh tahun sekali dengan hadiah besar yang selalu menanti bagi setiap petarung yang memenangkanya. Kalian pasti bertanya-tanya kemana penguasa negeri kita tercinta, Sang Raja Ryuji. Saya mohon maaf untuk saat ini beliau masih berada di pengasingan, namun ada kemungkinan beliau akan hadir dalam acara puncak nanti. Jadi untuk pembukaan turnamen kali ini beliau menugaskan saya sebagai perwakilannya."

"Saya hanya bisa berkata pada anda semua, selamat bertanding dan jadilah orang yang mencatatkan dirimu dalam sejarah kerajaan Serena sebagai pemenang turnamen ini," ujar perdana mentri Hector menutup pidato pembukaannya.

"Huh... Tidak ada sejarahnya selama turnamen beladiri kerajaan Serena diadakan orang biasa yang menembus enam belas besar, mereka hanyalah pemanis turnamen." ketua sekte Marcus penguasa tertinggi sekte bintang. Sekte terkuat di kerajaan Serena, ia menatap bosan pada sekumpulan orang yang berada di arena.

"Haha... Anda benar ketua sekte Marcus, mereka ini hanya tumpukan uang bagi kota yang terpilih menjadi penyelenggara turnamen ini." Ketua sekte Hao Beng membenarkan perkataan ketua sekte bintang. Sebenarnya kedua pemimpin sekte tersebut enggan menghadiri acara pembukaan turnamen karena bagi keduanya sangatlah membosankan menyaksikan pertarungan pembuka.

"Jangan terlalu jumawa mungkin tahun ini akan ada kejutan diantara mereka," timpal ketua sekte Radit yang terus memandang ke salah satu arena.

"Oh... Iya kah? Kukira kejutan akan terjadi di sekte anda, bukankah dalam tiga bulan terakhir kekuatan sekte kabut telah naik secara signifikan."

"Haha... Ketua sekte Marcus benar, sejak sekte kabut menemukan gunung perak. Kultivasi murid-murid anda semakin kuat saja, mungkin tahun ini salah satu murid dari sekte kabut akan masuk empat besar. Apalagi kali ini perhelatan digelar di wilayah anda," timpal ketua sekte Hao Beng.

Kedua kepala sekte seakan memuji perkembangan sekte kabut, namun nyata nya mereka masih saja meremehkan sekte terlemah diantara tiga sekte pelindung. Apalagi pada perhelatan turnamen beladiri terakhir kali, murid-murid sekte kabut gagal masuk ke empat besar setelah dikalahkan oleh prajurit muda dari kesatria bulan.

"Cih... Kita lihat saja nanti," ketua sekte kabut tampak kesal. Kemudian ia mengalihkan pembicaraannya pada penguasa kota Lin Fei.

"Tuan kesatria, siapa pemuda yang membawa pedang itu?" Tanya ketua sekte Radit menunjuk ke arah pria yang memegang pedang bersarung hijau.

"Jadi anda juga menyadarinya ya?" Kesatria bintang tingkat delapan sang pemimpin prajurit kerajaan di kota Lin Fei tersenyum mendengar pertanyaan dari ketua sekte kabut tersebut.

"Menurut laporan prajurit yang bertugas menerima pendaftaran, dia berasal dari distrik Umanda. Anda pasti tertarik dengan senjatanya kan?"

"Bukankah distrik itu berada di perbatasan antara kota Jinsi dan Zolford? Yang berarti distriknya tidak jauh dari distrik Durma," ujar ketua sekte Radit. Ia cukup senang mendengar kenyataan pemuda tersebut masih berada di wilayah perlindungannya.

"Oh... Menarik juga ya anak itu, auranya seakan menyatu dengan energi pedang miliknya." Ketua sekte Marcus menatap orang yang sejak tadi membuat rekannya tertarik.

"Andai saja dia berada di sekteku, mungkin potensinya akan lebih baik dari saat ini. Apa aku rekrut saja setelah turnamen selesai?" Ketua sekte Hao Beng mengungkapkan ketertarikannya juga.

'Sial... Dasar tua bangka tak tau diri, apa dia tidak mendengar asal anak itu?' gumam ketua sekte kabut dengan ekspresi dongkol.

"Kita lihat saja nanti, sekarang kita lihat saja apakah dia bisa melewati fase ini? Kalau benar kemampuannya cukup layak, meski dia tidak masuk dalam delapan besar. Mungkin kita bisa menawarkan proposal perekrutan padanya," timpal komandan kesatria yang sepertinya juga tertarik dengan bakat yang dipancarkan oleh pemuda pembawa pedang spiritual tingkat tiga yang tidak lain adalah Adrian.

"Kesatria Liu Feng benar. Kita tidak tau apakah ia masih bisa selamat atau tidak di arena ini," timpal perdana mentri Hector yang juga tertarik mendengar pembicaraan para ketua sekte dengan kesatrianya.

***

"Dari sekian banyak orang di arena, kenapa mereka hanya satu mengijinkan satu orang saja yang lolos dibabak ini. Bukankah ini tidak adil untuk kita yang telah membayar mahal untuk ikut turnamen ini," ujar salah satu peserta yang mendapatkan arena paling akhir dikartunya yakni arena enam belas.

"Baiklah... Mari kita mulai pertandingannya!" seru tetua kota Lin Fei. Teriakan garang penuh semangat menggema disetiap arena yang masing-masing berjumlah tiga puluh orang.

Kelompok Wira yang memang telah mengincar Vincent dari awal, mereka langsung menyerang secara bersama ke arahnya. Bagai kelompok serigala yang menerkam buruannya, tekanan luarbiasa terpancar dari setiap bawahan Wira. Andai yang dikeroyoknya orang lain, mungkin akan membeku dalam kegugupan. Namun berbeda dengan Vincent. Ia malah tersenyum menanggapi tinju yang mengarah padanya.

"Vedevah kecil!" Teriak Wira yang menganggap senyuman Vincent sebagai ejekan baginya.

Suara Ledakan

"Hehe..." Senyum kemenangan terdengar. Namun diantara serpihan debu tak ada bayangan Vincent disekitarnya, hal tersebut membuat Wira dan keempat anak bawahannya bingung.

"Cari siapa kawan? Aku di sini loh!" Terdengar suara dari belakang. Namun mereka tidak sempat menoleh, karena Vincent langsung memukul tengkuknya dengan keras sebelum dilempar ke luar arena.

"Satu bandit keluar," ucap Vincent dengan seringai mengejek.

1
angin kelana
pengunaan istilahnya kek kurang masuk ke dunia kultivasi pakai istilah inggris.
vheindie19: Terimakasih kak untuk masukannya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!