NovelToon NovelToon
Maya Dan Cangkulnya

Maya Dan Cangkulnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Romansa pedesaan
Popularitas:243
Nilai: 5
Nama Author: R.Fahlefi

Sebuah karya yang menceritakan perjuangan ibu muda.
Namanya Maya, istri cantik yang anti mainstream

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.Fahlefi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam mimpi

Tapi bukan cuma bulu ketek Maya, bulu kuduknya juga meremang seperti ditiup oleh angin dari pemakaman umum. Pertanyaan Sari itu bagai sebuah batu besar, yang jika dibiarkan akan melindas rumahnya, jika ditahan akan membuatnya terlindas.

Maya terdiam, ia menatap plafon rumah yang bisu sambil menyiapkan jawaban yang masuk akal.

"Ibu, gimana? Jadi kan kita pergi? Sari hari ini kan udah menerima raport." Desak Sari dengan mata polos yang menusuk jantung Maya.

Maya menghirup udara dalam-dalam. Yang terasa hanyalah aroma dari rumah mereka, aroma ikan asin yang digoreng tadi, juga aroma uang 45 juta yang menguar.

"Sar...," ucap Maya, hampir berbisik.

Sari menunggu, dahinya mengerut melihat ibunya berpikir layaknya ilmuwan yang sedang kehilangan rumus penelitian.

"Maaf nak, mama juga sebenarnya pengen kesana, tapi Jepang itu jauh..."

Sari menunduk, "Jadi kita nggak boleh pergi?"

Maya mengelus pucuk kepala Sari, "Kita perginya didalam mimpi saja ya?"

Sari kembali menatap ibunya, "Mimpi?" Tanyanya memastikan kalau ibunya masih waras.

Maya mengangguk, "Iya, nanti malam kita mimpi sama-sama ya?"

Sari pun menghela nafasnya, tapi tetap ia berusaha ceria dan menyembunyikan rasa kecewa.

"Iya bu, gak apa-apa."

Setelahnya, Sari pun pergi ke sekolah. Dia diantar oleh Maya. Karena hari ini menerima raport, semua orang tua pun berkumpul disana.

Maya duduk di barisan para orang tua. Beberapa orang yang ia kenal disapa, juga yang nggak dikenal tetap disapa demi menjaga tradisi ramah tamah.

Seperti sudah menjadi langganan, Sari mendapat juara 1. Tidak ada keterkejutan. Maya senang, Sari juga senang. Hadiah juara lumayan untuk membeli buku-buku baru dan tas baru.

Setelah acara pembagian raport selesai, seorang laki-laki berwajah tidak asing memanggil Maya dari belakang.

"Maya!"

"Maya!"

Maya menoleh, suara itu... Seperti dikenalnya.

Laki-laki itu melambaikan tangan, mata Maya memicing, sepertinya orang itu tidak asing.

"BARTO?!" Jawab Maya terkejut.

"Maya, kau masih kenal aku kan? Hahaha nggak nyangka bisa ketemu kau lagi. Oh ya anakku juga sekolah disini, namanya Berto," kata laki-laki itu sambil memperkenalkan seorang bocah laki-laki yang ada disampingnya.

"Oh ya? Nama kalian hampir sama," Maya tertawa sedikit, "Udah lama banget ya, terakhir kita jumpa pas aku datang ke rumahmu memberikan undangan, ya kan?"

Laki-laki bernama Barto itu diam sejenak, mengangguk pelan, menjawab 'Iya' dengan setengah hati.

Hening sesaat, ada rona tidak nyaman yang terlihat dari wajah Maya saat laki-laki itu memperhatikan wajahnya terlalu lama.

"Kau masih kayak dulu, masih..."

"Oh ya udah dulu ya, aku mau antar Sari pulang, udah kelamaan, ayahnya nunggu soalnya," Potong Maya.

Barto yang terlihat masih ingin mengobrol pun tak bisa menahan Maya, karena Maya sudah langsung pergi.

Sari menatap kebelakang, Barto masih memandangi mereka sampai mereka berbelok di ujung jalan.

"Bu, orang itu siapa? Kok aneh banget?"

Maya melangkah tergesa, "Mantan." Katanya singkat.

Dahi Sari mengerut, "Santan? Dia manusia loh bu."

"Mantan!! Udah, nggak usah dibahas," kata Maya.

Sari memutuskan diam saja, ia tahu ibunya tidak ingin membahas laki-laki aneh itu.

Saat malam tiba, saat bintang-bintang bersinar indah di kejauhan, Maya tersedak udara sendiri ketika Sari menceritakan kejadian siang itu pada Gilang.

"Jadi ibumu bertemu mantan?" Tanya Gilang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!