NovelToon NovelToon
CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NONA GINCU MERAH

Pernah denger nggak ada mitos yang bilang kalau dua orang yang wajahnya mirip itu berarti jodoh ? dan itu yang dialami nadin, di hari pertama dia menginjakkan kaki di SMA Garuda dia bertemu dengan pria yang wajahnya mirip dengan nadin namanya Gavin. Sejak saat itu mereka selalu jadi pasangan yang sering mendapatkan "ciye ciye" oleh satu sekolah, Padahal yang sebenarnya Nadin dan Gavin tidak pernah akur sama sekali.

8 Tahun kemudian Nadin mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Nadin yang sangat mencintai uang memiliki misi untuk memacari salah satu petinggi di perusahaan itu. Tapi imajinasi nya akan boss yang tampan dan kaya luntur seketika saat dia mendapati kalau orang yang menerimanya sebagai sekretatis tidak lain adalah Gavin, musuh abadinya.

Dengan seringai jahat gavin berkata " ingat, gue boss lo ! gue gak terima kata tidak !"

Dan sejak saat itu nadin merasa kalau neraka ada di depan matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NONA GINCU MERAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Nadin dan gavin duduk berjauhan di ujung tempat tidur sebelah kiri dan kanan. Mereka diam saja tanpa ada yang mau membuka suara lebih dahulu. Masih terbayang oleh mereka saat pertama kali masuk ke kamar yang di tujukan untuk pengantin baru itu.

Wangi bunga mawar melesak masuk di indra penciuman mereka, bagaimana tidak wangi, sejak menginjakan kaki di pintu masuk sampai ke tempat tidur, kelopak bunga mawar merah terhampar di mana-mana.

Lilin kecil yang berjejeri di sisi ruangan seolah melengkapi susana romantis yang tercipta di kamar yang memang di peruntukkan untuk pasangan yang ingin berbulan madu.

Gavin bahkan sempat merinding melihatnya, dia berfikir kalau kamar ini lebih mirip kuburan baru dari pada kamar pengantin. Di tambah ada nya lilin lengkap sudah ruangan ini di jadikan lokasi pesugihan.

"lo duluan aja vin mandi nya " akhirnya nadin membuka suara, mau sampai kapan mereka berdiam diri. Sampai mereka berdua kena masuk angin ? Tidak kan.

Gavin mengangguk."lo nonton tv aja dulu nad "

Gavin melesat masuk ke kamar mandi setelah mengambil handuk yang di taruh tidak jauh dari pintu kamar mandi. Nadin celingukkan mencari sesuatu yang bisa menggantikan pakaiannya yang nyaris basah kuyup akibat hujan yang datang tanpa permisi itu.

Tapi sejauh yang dia temukan hanya bathrobe dan selimut tebal yang mungkin bisa membalut tubuh nya yang mulai menggigil akibat baju basah di tambah AC yang berhembus di ruangan tersebut.

Nadin membalut tubuhnya dengan bathrobe kemudian  ditambah selimut tebal yang tadi penuh dengan kelopak bunga mawar, dia kibaskan sampai bunga cantik itu berhamburan di lantai. Nadin berguling di tengah selimut, membuat dirinya terbungkus bagaikan kepompong.

Setengah jam kemudian pintu kamar mandi terbuka, entah apa saja yang di lakukan gavin di dalam sana sampai membutuhkan waktu selama itu hanya untuk mandi doang. Nadin jadi berfikir aneh-aneh, mulai dari gavin yang ketiduran di closet, mules karena masuk angin dan yang terparah gavin.... Hem sudah tidak usah di sebutkan 🤐

Gavin keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, dengan menggunakan handuk lelaki itu mengeringkan rambut nya sambil sesekali mengibaskan rambutnya ke kiri dan ke kanan. Menciptakan efek slow motion di mata nadin seperti melihat oppa di drama korea.

( awas nad mimisan )

Nadin terperangah menatap gavin yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Membuat pemandangan roti sobek yang tadi sempat nadin bayangkan menjadi benar-benar nyata. Untung saja nadin cepat-cepat mengendalikan diri, sebelum air liur nya menetes melihat pahatan sempurna yang tercipta di badan gavin.

"sana gih mandi " perintah gavin, lelaki itu masih mengusap kepala nya dengan handuk sambil berjalan mondar mandir di ruangan.

Nadin mendengus sebal, ingin rasanya nadin protes pada gavin. Kenapa juga lelaki itu harus jalan mondar-mandir di ruangan, dia fikir lagi peragaaan busana.

Gavin tidak tahu apa kalau kelakuan nya itu betul-betul menguji iman nadin, ini nih yang di sebut di lihat dosa gak di lihat mubazir. Tapi mengagumi ciptaan tuhan kan gak salah dong, yang salah itu kalau habis di kagumi eh malah ngebayangin yang iya iya.

"stop vin !"nadin mengulurkan tangannya sambil menutup mata, bahaya kalau terus menerus di suguhi pemandangan seperti itu.

Gavin menghentikan langkahnya, kemudian berjalan ke arah nadin. Nadin mulai panik, iya gimana gak panik kalau pahatan patung yunani ini semakin mendekat, nadin takut khilaf tuhan.

"ngapain lo kayak kepompong gini ? Takut ya gue apa-apa in ?"gavin mengeluarkan seringai jahilnya, lucu melihat nadin yang terbalut selimut dan hanya menyisakan kepalanya saja.

"nggak "nadin menggeleng.

Masalahnya bukan nadin yang takut gavin apa-apa in dia, justru sebaliknya. Nadin takut penyakit setan perawan ganjen nya kumat dan langsung menerkam gavin. Kalian pasti faham dong kalau berhadapan dengan makhluk yang menyerupai dewa yunani ini, pasti kalian akan jadi liar juga. Astaga mikir apa nadin.

"gue nggak kuat dingin "kilah nadin mencoba untuk mengalihkan pandangan nya dari badan gavin.

"alesan, bilang aja lo takut "

"terserah lo mau mikir apa "nadin menggeliat ke kepala tempat tidur dengan masih berbalut selimut.

Gavin mengambil remote tv, kemudian dia mencari-cari saluran yang menarik. Acara musik, masak, sinetron,berita kartun. Tidak ada satupun tayangan yang gavin pilih. Dia hanya memencet-mencet remot mengganti saluran tv yang di dominiasi oleh tayangan luar negeri.

"akhirnya kering juga "gavin mengibaskan kaus yang baru saja dia keringkan dengan hair dryer kemudian memakainya.

Nadin menghembuskan nafas lega, akhirnya penderitaan nya berakhir juga.

"nad.. Lo baik-baik aja dengan gaya kepompong begitu ?"

"sangat baik malah"

"iya tapi gue nya yang gak baik "jawab gavin.

Alis nadin mengeryit."kenapa emang "

"soalnya..... "gavin sengaja menggantungkan kalimatnya, dia ingin melihat reaksi nadin seperti apa jika dia goda lagi.

"gue jadi mikir kita kayak lagi beneran honeymoon "gavin terkekeh, sebuah bantal langsung melayang mengenai kepala lelaki itu.

"kampret lo vin "

"kok jadi malah gue di katain ? Harusnya lo aminin dong. Siapa tau jadi beneran "

Nadin diam saja , malas menanggapi godaan gavin yang menurutnya gak lucu. Apa gavin nggak nyadar, di balik kata-kata yang dia lontarkan itu terdapat perempuan yang bener-bener ngarep. Awas aja kalau gara-gara ini semua nadin jadi semakin baper, gavin harus tanggung jawab.

Kriuk....

Nadin dan gavin sama-sama menoleh ketika mereka mendegar suara yang tidak asing di telinga mereka. Sejurus kemudian mereka tertawa bersama , menertawakan nasib mereka yang kelaparan.

"enak nya makan apa ya nad ? Mau pesen di resto bawah ?"tawar gavin.

Nadin menggeleng.

"pesen room service aja deh "saran gavin.

"makanan apa yang paling cocok saat kondisi begini ?"tanya nadin.

Gavin nampak berfikir begitupun dengan nadin.

"indomie !!"jawab gavin dan nadin secara serempak, setelahnya mereka melakukan high-five sambil tertawa.

Gavin segera menyambar ponsel yang berada di samping tempat tidur, kemudian panggilan langsung terhubung dengan room service. Nadin hanya menatap punggung gavin sambil diam-diam tersenyum.

Ting nong

Gavin melesat menuju pintu saat mendengar bunyi bell. Sudah dapat di pastikan itu room service yang mereka pesan untuk membelikan mereka indomie. Awalnya mas-mas room service itu menolak, dengan alasan menu itu tidak ada di daftar makanan yang di sediakan pihak hotel.

Tapi berkat mulut manis gavin yang pandai bernegosiasi dan ditutup dengan 3 lembar uang seratus ribu, membuat si mas room service menyetujui permintaan aneh dari salah satu tamu di hotel ini.

"enakkk "nadin menyeruput mie yang masih setengah panas dalam satu tarikkan, entah mengapa rasa mie ini sangat amat enak hari ini.

"pelan-pelan nad makan nya "gavin tersenyum melihat tingkah laku nadin yang seperti anak kecil.

"indomie emang paling the best ya vin. apalagi rasa kari ayam , duh satu kurang 2 kebanyakan " nadin menyeruput kuah mie di mangkuknya langsung, gavin di buat terperangah dengan cara makan nadin yang tidak ada jaim-jaim nya. Tapi gavin suka.

"maaf nad "

"maaf buat apa ? Belum lebaran juga "

"maaf kencan kita berantakan, hujan deras, terpaksa nginep di kamar yang lebih mirip kuburan baru ini, dan sekarang malah makan indome "

Gavin bersidekap di atas meja, menaruh dagu nya di atas meja tersebut. Sejujurnya nadin gemas sekali dengan sikap gavin yang seperti itu, membuat lelaki itu lebih terlihat seperti anak laki-laki berumur 5 tahun.

"gue baru pertama kali makan indomie seharga 300 ribu"nadin terkekeh, berusaha menghibur gavin yang sudah manyun di tempat duduknya.

"lo nyindir apa muji sih nad ?"

Nadin menyentuh punggung tangan gavin. "it's okay.. Bagi gue ini kencan teraneh yang pernah gue alami"

"tuh kan "gavin mendengus kesal, gagal deh rencana buat menaklukan hati nadin.

Padahal gavin sudah menyiapkan budget yang tidak sedikit, gavin tahu kalau nadin sangat amat menyukai uang. Jadi demi menarik perhatian nadin gavin rela deh jika dia harus membobol habis saldo di ATM nya supaya nadin suka padanya.

Tapi kalau seperti ini, jangan kan buat nadin terkesan dan kembali menyukai nya. Pasti nadin akan illfill dan kapok jalan bersama gavin. Gagal deh niat PDKT, kalah sebelum perang ini sih.

"tapi juga... Jadi kencan terbaik buat gue " ucap nadin dengan sangat amat lembut di dekat wajah gavin.

"Makasih Gavin "nadin tersenyum tulus, dia sungguh merasa bahagia hari ini.

"serius ? Ini lo gak lagi menghibur doang kan nad ?"gavin menggengam erat jemari nadin tanpa sadar.

Nadin yang merasakan tangannya di genggam oleh gavin, mendadak jadi salah tingkah. Wajahnya mulai memerah bahkan dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Hanya bisa mengangguk membenarkan perkataan gavin.

"yes ! Jadi gue berhasil dong "gavin tersenyum lebar masih dengan menggenggam tangan nadin.

"berhasil apa ?"

"berhasil membuat lo terpesona sama gue "

Nadin melepaskan genggaman gavin, lelaki ini sudah terlalu jauh membuat hatinya melambung hanya dengan kata-katanya saja.

"gak usah bercanda deh vin, kalau gue baper emang lo mau tanggung jawab "nadin mengalihkan perhatiannya dengan meminum cola, bahaya kalau gavin tahu dia sedang GR setengah mati.

"gue siap kok bertanggung jawab kalau lo baper "

Byur !!!!!

"nadin lo udah gila !!!"gavin mengeram menahan emosi, baru saja dia di hadiahi semburan cola dari nadin.

"vin vin maaf gue gak sengaja"nadin langsung membersihkan wajah gavin dengan kain yang dia temukan di atas meja.

"nadin !! Udah udah lo ngapain bersihin muka gue pakai taplak meja !!"

Nadin mengangkat kain yang sejak tadi dia gunakan untuk membersihkan wajah gavin, dia baru menyadari kalau kain yang dia gunakan itu memang benar taplak meja.

Saat itu juga tawa nadin pecah, membuat ruangan yang tadinya sepi menjadi ramai. Gavin hanya bisa manyun di tempatnya sambil melihat nadin yang tidak juga berhenti tertawa.

"bahagia kan bisa bully boss sendiri"sindir gavin.

"haha sumpah vin gue nggak sadar kalau itu taplak meja, eh tapi emang wajah lo pantas sih di hadiahi taplak meja"

"maksudnya ? "

"hm.. Soalnya .... Lo hampir aja buat gue mengira kalau tadi lo lagi merayu gue "gumam nadin dalam hati.

"ah udah deh kapan-kapan aja di bahas. Gue ngantuk "nadin berjalan ke arah tempat tidur, sejujurnya dia memamg sudah mulai mengantuk karena kekenyangan.

"nad.. Jangan tidur ! Nasib gue gimana ?"gavin berjalan mengekor di belakang nadin.

"ini maksudnya apa ?"nadin mengernyit saat mendapati gavin ikut duduk di sisi tempat tidur.

"gue.. Boleh gak bo..."

"NGGAK !! lo emang bos gue ! tapi bukan berarti lo bisa macem-macem sama gue ! Tuh ada sofa. tidur disana "nadin melempar bantal, gavin dengan sigap langsung menangkap nya.

"wanita jahat emang !"

"biarin, terserah lo mau mikir gue jahat atau mau ngatain gue nenek sihir sekalian , minggir gue mau hibernasi "nadin mendorong tubuh gavin,nyaris saja pria itu terjatuh ke lantai jika dia tidak berpegangan pada tiang tempat tidur.

Gavin masih dengan wajah cemberutnya, dengan terpaksa berjalan ke arah sofa. Pada akhirnya laki-laki akan selalu takut pada wanita, apalagi kalau model wanita nya macam nadin ini, yang setiap ngomong selalu tarik urat.

"nad... "

"hmm tidur udah malem "

"gue gak bisa tidur nad, kita ngobrol aja yuk "bujuk gavin dengan mata puppies nya, padahal posisi tidur nadin sedang membelakanginya otomatis nadin tidak melihat wajah memohon yang gavin pasang.

"gue ngantuk vin, besok aja deh "

"ayolah, kita nostalgia masa sekolah gimana"bujuk gavin

"hmmm"ujar nadin, matanya mulai terasa berat.

"ngobrolin kerjaan deh "

"lo aja sendiri"

"ngobrolin hubungan kita deh "

"hmmm "mata nadin sudah terpejam, tapi dia masih bisa mendengar suara gavin walau samar-samar.

"nad"panggil gavin.

"......."

"makasih ya, buat hari ini. Gue Harap ini bukan kencan kita yang terakhir, dan makasih juga udah nolong gue tadi. Good night nad "

Gavin merapatkan selimutnya sampai ke atas dada, sambil tersenyum dia mulai memejamkan mata. Malam ini gavin merasa dia betul-betul akan merasakan apa yang orang-orang sebut dengan tidur nyenyak.

Nadin Almira Queen

Sial, Gue mendadak terbangun dari tidur nyenyak gue akibat panggilan alam. Setelah selesai dari kamar mandi gue berniat kembali ke tempat tidur. Gue melirik jam di ponsel yang gue letakkan di atas nakas, jam 4 dini hari.

Gavin sedang tidur pulas di atas sofa. Sungguh gue ini karyawan yang kurang ajar, membiarkan bos gue tidur di atas sofa dengan posisi yang kurang nyaman. Sofa yang kekecilan membuat gavin tidur sambil meringkuk, siapa suruh dia punya tinggi badan yang mirip tiang listrik.Pelan-pelan gue berjalan menghampiri gavin.

Gue berjongkok di depannya, memperhatikkan wajah yang nampak damai saat tertidur itu. Tanpa sadar sudut bibir gue terangkat ke atas, mengulas senyum bahagia. Di dorong rasa iseng yang tiba-tiba muncul, gue beranikan diri menyentuh alis gavin yang tebal itu.

Gavin menggeliat saat gue menyentuh alisnya, langsung buru-buru gue tarik jari-jari yang tadi dengan nakal nya menari-nari di atas alis gavin. Pria itu kembali terdiam, sepertinya sudah mulai kembali ke alam mimpi setelah tadi sempat gue usik karena ulah jahil gue.

Kalian tau, dengan jarak sedekat ini bisa aja gue dengan gila nya menerkam pria tampan jelmaan ji chang wook ini. Fikiran gue langsung berkhayal kemana-mana, seandainya aja setiap hari gue bisa lihat wajah damai gavin seperti ini, alangkah sempurna nya hidup gue.

Tapi pada akhirnya gue harus menelan mentah-mentah khayalan gue itu. Gue cukup tahu diri untuk tidak berharap pada pria di hadapan gue ini. Gue perempuan yang tidak akan pernah gavin sukai, ya sekeras apapun gue berusaha.

Cukup memandang gavin yang sedang tidur itu secara diam-diam, gue merasa bahagia.

Gue lega melihat gavin yang tidur dengan sangat damai, sedikit banyak kejadian di lobi tadi membuat gue khawatir pada gavin. Hal yang paling gue takutkan adalah gavin kembali mengkonsumsi obat tidur lagi.

Fikiran gue kembali terbayang akan kejadian itu.

Flash Back 

" betah banget ya nad peluk-peluk gue gini " suara gavin membuat gue gue melepaskan pelukkan gue.

ah elah gavin gue kan masih betah, gak faham banget situasi sih. Tunggu kok gue jadi seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan ya ? . Buru-buru gue  menyadarkan diri dari fikiran gue yang sudah nglentur kemana-mana.

mata gue menyapu ke sekeliling, melihat apakah pasangan itu masih berada di sana atau tidak. Aman mereka sudah pergi, gue bisa bernafas lega.

"lo kenapa sih celingukkan gitu ? nyari siapa ? ji chang wook ada di hadapan lo gini masih aja tuh mata jelalatan kemana-mana " gavin ngedumel sendiri membuat gue ingin memplester saja mulut nya itu.

"gue tadi ngeliat .. temen kantor kita iya betul, bahaya kan kalau mereka bikin gosip "

"haha ya elah nad, bukan nya kita pernah punya pengalaman jadi bahan gosip satu sekolah ya , jadi lo gak usah khawatir "

"jelas khawatir lah, cukup sekali gue di gosipin sama lo ! gak mau dua kali !"kilah gue yang semakin membuat gavin tertawa, dimana lucu nya sih.

"nad nad.. kalau sampai dua kali bukan gosip lagi dong namanya " 

"terus apa ?"

"ibarat kata moto salah satu akun gosip di IG , gosip adalah fakta yang tertunda jadi kalau dulu kita di gosipin berarti sekarang jadi fakta "

"teori dari mana sih vin "gue menggelengkan kepala heran melihat kelakuan gavin yang terkadang sering nggak jelas.

"teori dari gavin lah, kan gue yang barusan ngomong sama lo "

"jayus. udah ayo ke kamar gue udah capek mau rebahan "

"buru-buru banget sih beb, nggak sabar ya mau ..." gavin menaik turunkan alisnya.

Pria itu merapatkan jarak di antara kami dan tanpa gue duga tangan nya sudah melingkar d bahu gue. Sontak gue hanya bisa diam merasakan nafas gavin yang berhembus di pipi kanan gue. 

Irama jantung gue semakin tidak beraturan saat gavin perlahan semakin mendekat sehingga wajah lelaki itu hanya berjarak satu centi dari wajah gue. Kemudian tanpa gue duga dia berkata.

"gak sabar ya sayang mau punya gavin dan nadin junior , hayuk kita cicil "

Kalian tahu apa yang gue lakukan setelah gavin mengucapkan itu ? tentu saja tanpa aba-aba gue injak kaki gavin dengan sekuat tenaga. Lelaki itu mengaduh sambil memegangi kaki nya yang baru saja gue injak.

Beberapa pasang mata melihat ke arah kami, sehingga kami bagaikan tontonan gratis di siang hari ini. Gavin tentu saja ngedumel sendiri sambil sesekali mengumpat ke arah gue. 

Tanpa memperdulikan gavin yang masih ngedumel, gue mengambil kunci kamar dari si mba receptionis yang tercengang melihat kelakuan kami.

"biasa mbak, suami saya sedikit gila emang " ucap gue sesaat setelah mengambil kunci kamar dari si mbak receptionis.

Gue berjalan dengan santainya tanpa perduli gavin yang memanggil - manggil nama gue . Biarkan saja sesekali lelaki itu yang mengejar gue, masa gue terus yang ngejar dia, capek dong.

eh kok gue jadi salah fokus.

"kalian di sini juga ?"sebuah suara yang tidak asing membuat gue menghentikan langkah lalu berbalik badan.

Disana gue menemukan dia sedang berdiri menatap kami dengan binar bahagia, iya dia ariska. Wanita yang menjadi alasan kenapa gue tiba-tiba saja memeluk gavin. 

"kalian di sini ngapain ?"ariska berjalan semakin mendekat ke arah gavin , gawat gue merasakan hawa-hawa serangan ulet bulu . 

Buru-buru gue menarik tangan gavin untuk mendekat ke arah gue, bisa gawat kalau sampai si ulet bulu ariska nempel-nempel sama gavin.

"nad kenapa sih ?"

"stt diem aja , gue lagi nyelametin lo dari virus mematikan "gue berbisik di telinga gavin.

"ngomong ap..."

"kamu disini vin " suara bariton itu membuat gue terpaksa melepaskan genggaman gue pada gavin.

Christopher hadinata berdiri di hadapan kami dengan santai nya seolah apa yang kami lihat merupakan hal yang wajar, otomatis ariska berjalan mendekat ke arah beliau. Heran gue sama ariska kok jadi cewek serakah banget mau sama bapak nya eh anak nya juga .

Gavin tersenyum sinis." harus nya aku yang bertanya sama papah, surat cerai belum terbit kok bisa-bisa nya ya tanpa tahu malu jalan sama anak ABG " 

"oh kalau gitu papah tanya balik, untuk apa pasangan yang belum menikah berada di dalam satu kamar hotel ?" 

Gavin menahan amarah sampai giginya bergemeretak, refleks gue menggengam tangan gavin. Beharap melalui genggaman tangan gue gavin jadi tahu kalau dia tidak sendirian menghadapi situasi ini.

"kita pergi aja nad " gavin menarik tangan gue untuk mengikuti langkah nya menuju kamar.

"ingat baik-baik gavin christopher, kamu masih anak papah anak christopher hadinata. jangan sampai kamu bikin malu nama baik papah, semua mata melihat kamu " 

Baru saja gue berniat kembali ke tempat tidur gue, padahal baru satu langkah gue berjalan, gue merasakan lengan gue di cengkram seseorang.

Bruk

"vin lepasin !!!"gue meronta mencoba membangunkan gavin yang baru saja menarik gue jatuh di atas dada bidang nya itu.

"hm.. "gavin hanya bergumam, dia malah semakin mengeratkan pelukkannya, astaga dia fikir gue guling !

"vin gue nggak bisa nafas ini "

"hem... Bik itu kucing tetangga siram aja, berisik banget !"racau gavin.

Hell no, gavin itu mimpi apa sih kenapa bawa-bawa kucing tetangga. Dan lebih parah kenapa gue yang jadi korban. Gue nyaris nggak bisa nafas, bukan karena di peluk gavin seerat ini, tapi jantung gue yang udah mulai jumpalitan, membuat aliran darah yang mengalir di tubuh gue jadi nggak normal yang mengakibatkan gue jadi susah nafas.

Oke penjelasan gue tadi kelewat panjang.

Tapi serius, tuhan pokoknya kalau ada hal-hal iya iya yang terjadi, semua dosa di tanggung gavin ya. Dia yang mancing duluan, dia yang main peluk-peluk anak perawan orang sembarangan, dia juga yang mancing setan perawan ganjen di tubuh gue muncul.

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~ 🐱🐱\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

"good morning nad"gue merasakan sebuah kecupan mendarat di kening gue, sebuah senyuman lebar ala iklan pasta gigi langsung terbit di bibir gue.

"10 menit lagi ya , aku masih capek "gue kembali mengeratkan pelukkan gue pada pria yang baru saja mengecup kening gue.

Pria yang pelukable itu tertawa kecil di telinga gue, menimbulkan sensasi aneh yang membuat gue terpaksa membuka mata.

"tapi aku laper "suara sexy khas orang bangun tidur itu kembali terdengar.

"kamu kan bisa masak sendiri, nggak kasian apa sama aku "gue merajuk, sungguh badan gue terasa remuk, setidaknya 10 menit kembali tidur mungkin bisa membuat gue lebih baik.

"ayolah, masa aku masak sendiri. Biasanya kan kita.... "

"oke aku bangun, kamu rese ya kalau laper "gue memelototi pria yang dengan santainya masih memeluk pinggang gue. Katanya laper !

Pria itu langsung duduk manis di samping gue, persis seperti anak SD yang bahagia karena baru dapat mainan baru. Dia bahkan bertepuk tangan saat gue turun dari tempat tidur sambil mengenakan bathrobe. Sungguh ingin rasanya gue cubit itu pipi yang nggak ada chuby-chuby nya.

Gue berjalan menuju dapur, pria itu mengekor di belakang gue sambil sesekali bersiul.

"mau sarapan apa ?"gue membuka kulkas mencari bahan apa saja yang bisa gue olah untuk sarapan.

"hm terserah kamu"

"aku nggak terima kata terserah !"gue mendelik kesal ke arah pria yang sudah duduk manis di bangku pantry, jadi begini rasanya mendapat jawaban terserah, ada rasa-rasa mau nabok tapi gak tega.

"okey, aku mau scrumble egg dan ..."

"kopi hitam tanpa gula, right "

Pria itu mengangguk."kamu emang paling tahu selera aku "

"jelas dong, makanya kamu nikahin aku kan "

Pria itu membentuk finger heart." jet' aime my wife "kemudian mengerlingkam sebelah matanya.

Gue hanya bisa terkekeh, terkadang sikap romantis yang pria itu tunjukkan membuat gue mual dan bahagia di saat yang bersamaan.

"jadi hari ini rencana kamu apa ? Shopping ? Arisan ? Atau kumpul bareng geng sosialita kamu "cerocos pria itu saat gue baru saja menaruh sepiring scrumble egg kesukannya.

"jadwal aku hari ini ya... Kayaknya mau habisin duit kamu deh "gue terkekeh melihat pria di hadapan gue yang dengan sigap langsung mengamankan dompetnya.

"lintah darat dasar kamu "

"tapi kamu nikahin lintah darat ini hahaha"

"iya juga sih, kayaknya kamu main dukun ya sampai aku jadi tergila-gila gini sama kamu "

"ini ceritanya kamu lagi gombalin aku atau ngomong serius ?"

"dua-dua nya lah "

"oh "

"kok oh doang ?"

"kamu mau tau aku pakai apa ?"

Pria itu mengangguk."buruan bilang, aku bakal terima apapun jawaban kamu "

Sebuah seringai jahil terbit di wajah gue, lucu juga nih kalau pria ini gue buat kesal pagi-pagi.

"oke jadi aku pakai...."

Pria itu masih menunjukkan ekspresi serius, menunggu apa yang akan gue katakan sebentar lagi.

"pakai...."

Apa salah dan dosaku, sayang

Cinta suciku kau buang-buang

Lihat jurus yang kan ku berikan

Jaran goyang, jaran goyang

Sayang, janganlah kau waton serem

Hubungan kita semula adem

Tapi sekarang kecut bagaikan asem

Semar mesem, semar mesem

Gue bergoyang sambil mengacukan dua jempol gue ke udara. Mengkhayati setiap bait lagu yang memang asik kalau untuk bergoyang. Pria itu nampak shock melihat tingkah gue, tentu aja gue tidak kuat untuk tidak tertawa melihat ekspresi nya.

Gue mengakhiri nyanyian dangdut yang sedang populer di Indonesia itu dengan gelak tawa. Gue tahu perisis pria di hadapan gue ini sangat anti dengan yang namanya lagu dangdut, jumawah sekali dia memang.

"nadin !!!! Aku udah serius malah kamu nyanyi dangdut !!"pria itu berteriak dengan lantang persis seperti dugaan gue.

"ya habisnya kamu bawa-bawa pelet, aku kan nggak bisa di pancing. Lagian.. Liat kamu ngedumel begitu bikin aku seneng "gue kembali tergelak.

"oh.. Bahagia ya liat aku ngedumel.. Seneng kan ?"pria itu berjalan mendekat ke arah gue, gawat gue merasakan alarm bahaya gue berbunyi.

"ampun ampun jangan bales dendam please "gue berjalan mudur berusaha menghindari pria yang sebentar lagi akan mengamuk ini.

"minta di kelitikkin ya kamu hem.. "pria itu semakim mendekat, dan sialnya gue semakin terpojok.

"please.. Jangan di kelitikkin apa aja asal jangan itu"gue berusaha memohon dengan mata puppies andalan gue, sungguh posisi gue sudah benar-benar terpojok sekarang.

Pria itu sudah mengurung gue di sudut ruangan, gue sekarang tahu rasanya jadi tikus yang tersudut di dalam perangkap. Bahkan jurus mata puppies pun tidak mempan kali ini, argh tolong gue !!

"panik kan panik kan"pria itu nampak menyeringai, bahagia karena sudah berhasil menangkap buruannya.

"tuh ada miranda kerr "gue menunjuk ke arah belakang pria itu.

"mana "dengan cepat pria itu langsung berbalik, yes gue berhasil.

Tanpa mau membuang kesempatan, gue langsung berlari meninggalkan pria itu sebelum pria itu sadar kalau gue kibulin. Lagian siapa suruh dia polos banget percaya sama omongan gue, mana mungkin miranda kerr tiba-tiba ada disini.

"nadin !!!"pria itu memekik, tuh kan bener dia baru sadar kalau gue kibulin.

Gue berlari sambil menghadap ke belakang, menjulurkan lidah karena berhasil lepas dari pria yang nyaris membuat gue mati lemas akibat kelitikkan mautnya.

Gedebuk

"aw... "gue meringis memegangi bokong gue yang baru saja mendarat di lantai dengan tidak mulus. Sebuah kulit pisang tergeletak tidak jauh dari TKP gue jatuh. Siapa sih yang baruh disitu !!!

"kulit pisang sialan !!!!"gue berteriak memaki benda kuning yang tergeletak tak berdosa itu.

"nad nad "gue merasakan sebuah tepukkan di pipi gue.

Gedebuk

"aw... "gue kembali meringis sambil memegangi bokong gue yang terasa seperti habis terjatuh dari sofa.

"nad are you ok ? "suara yang nampak familiar itu kembali terdengar.

Gue mengerjapkan mata berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk dari celah tirai. Gue berusaha mengembalikkan kesadaran gue, saat gue mulai yakin nyawa gue sudah terkumpul semua barulah gue menyadari jika...

Bersambung

 

 

1
TRI UTAMI
lucuu
Akugabutt
cung yang dari lapak sebelah👆
Sary Leha
Arwah ruben masuk ke tubuh hans paling
Capricorn 🦄
keren
Baihaqi Sabani
duh rumityaaa kehidupan aurora..jd deg2 n jgw2 nnti gavin ma aurora...huft...
Anonymous
lawaklah novel nya, ceritanya receh yg asik2...ada scene minum2 tp ga menonjolkan adegan ++ nya...kissing tipis2 ada siy...
Anonymous
bukit Teletubbies
Laili Maslinani
aq pun merasa sebodoh itu 😭
Tiwi Rahayu
langsung kenak mental tuh pak bos...
Endang Anwar Rahmawati
Lis Manda Cel
katax ahli fashion kok gk tau kidaran harga cincin kwn yg limitited edition🤔🤔🤔
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet kayak benang kusut cerita mu Thor
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet
Adil Adil
Pelajaran buat yg jadi org tua, punya anak pinter memang bangga. Tapi biarkan mereka ikut umur nya, baik itu pendidikan mau pun lingkungan sosial nya. Dalam case si Jerry ini, mungkin dia di bully Dan gak bisa menyesuaikan lingkungan baru dgn usia sebenar nya. Dan ortu gak aware akan hal ini. So anak jadi korban.
Dewi Rose
Kereen bgt...sukaaa skli...ceritanya bagus bgt Thor...trm ksh ya Thor...sekses sll dg karya2 terbaikmu....selamat berkarya, Tuhan Memberkati🥰🥰
Intan Suci
hihihi
Intan Suci
lanjut ...
Reni Rahmawati
cerita seru....so sweet...
Zuni Tree
takut jadi pembunuh itu makannya nangis
emak @l ahsan
sebenarnya klo bag pov g usah pake lo gua...pasti lebih asyik....karna tiap masuk dialog itu,aku suka.......😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!