NovelToon NovelToon
Rain In The Winter

Rain In The Winter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Kebangkitan pecundang / Masalah Pertumbuhan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Adult Action Romance
Novel ini mengandung adegan kekerasan dan unsur dewasa. Mohon kebijakan Anda dalam membaca Novel ini.

Rain memilih mendekam dalam penjara agar dia bisa melupakan cinta pertamanya, cinta yang tak akan pernah bisa dia dapatkan kembali. Setelah 5 tahun menahan dirinya, dia dihadapkan dengan situasi dimana dia harus menyelamatkan dirinya sendiri dan juga seorang wanita yang tak sengaja dia temui di penjara.

Keputusannya untuk menjaga wanita itu karena sebuah janji nyatanya menyeretnya ke masalah yang lebih besar. Belum lagi dosanya dimasa lalu belum juga tuntas tertebus.

Apakah Rain bisa menghadapi semua orang yang ingin menjatuhkannya? bisakah dia menjadi dirinya yang baru atau kembali menjadi dirinya yang lama? ataukah dia bisa kembali mencinta?

---
Warning! 21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26.

Rain melihat goresan di wajahnya dari kaca hias yang ada di dinding kantornya, luka itu tak sakit, menyisakan bintik darah yang juga tak terlalu terlihat.

"Tuan, ini obat Anda, apakah harus saya panggilkan dokter?" tanya Ken setelah meletakkan P3K yang lengkap di sana.

"Panggilkan saja dokter, ada yang ingin aku tanyakan," perintah Rain sambil duduk di kursi kerjanya, luka seperti ini tentu tak berpengaruh apapun padanya, bahkan dia tak berminat untuk mengobatinya, baginya luka kecil ini jauh dari nyawa.

Tak butuh waktu lama Ken kembali dengan dokter yang diminta oleh Rain.

"Selamat malam tuan Rain," ujar dokter itu sopan.

Rain menatap pria itu, membuat dokter tadi sedikit agak salah tingkah.

"Jelaskan padaku tentang kondisinya," ujar Rain yang baru sempat bertanya tentang keadaan Bianca pada dokter ini, selain kemarin dia cukup kaget dengan keadaan Bianca, dia juga tak ingin membuat pengawasan dokter terpecah karena hal yang ingin dia tanyakan maka dari itu dia membiarkan dulu dokter untuk melakukan tugasnya dan mencari waktu yang tepat agar dia bisa bertanya dengan dokter yang menangani Bianca.

"Seperti yang Anda ketahui kemarin Nona Bianca seperti terkena serangan histeria, selain itu sepertinya juga Nona Bianca mengalami hal yang begitu traumatis hingga membuatnya mengalami gejala depresi berat, hal itu bisa dilihat dengan kecendrungan dirinya untuk bunuh diri," kata Dokter itu menjelaskan pada Rain yang sama sekali tak melihatnya, matanya lurus wajahnya tampak berpikir.

"Apa bisa disembuhkan?" tanya Rain.

"Tentu, saat ini nona Bianca harus meminum anti depresannya, selain itu harus dibantu dengan lingkungan yang baik pula, dia tak boleh terlalu tertekan, karena tekanan berlebih bisa membuat mentalnya akan terganggu lebih parah selain itu dia harus diawasi dengan baik karena kecendrungan dari orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri, dia akan melakukannya lagi," ujar dokter itu.

Saat Dokter itu mengatakan bahwa Bianca mungkin melakukan percobaan bunuh diri kembali, Rain baru melihat ke arah Dokter itu.

"Dia akan melakukan bunuh diri lagi?" tegas Rain.

"Biasanya mereka akan mengulanginya lagi, makanya saya mengatakan bahwa Nona Bianca butuh pengawasan, dia butuh seseorang yang selalu ada untuknya agar mencegah dirinya kembali melakukan hal itu," ujar dokter itu lagi.

"Baiklah, terima kasih, kau bisa kembali ke pekerjaanmu," ujar Rain melirik dokter, dia sudah mengerti apa maksud dokter itu.

Dokter itu mengangguk mengerti, lalu dia segera keluar dari ruangan itu. Hening sejenak di dalam ruangan kerja yang hanya meninggalkan Rain dan Ken.

"Tuan, aku rasa Anda harus melepaskan Nona Bianca," Suara Ken akhirnya terdengar, Rain melihat ke arah Ken dengan kerutan dahinya, Ken memang adalah asisten utama Rain, dia juga berhak memberikan saran untuk Rain. Rain hanya menatap Ken dengan tatapan bertanya apa maksud pertanyaan Ken?

"Kita sudah merawat Nona Bianca dan nyawanya sudah selamat, aku rasa akan sangat merepotkan jika tetap mempertahankannya di sini, jika Anda Tetap ingin menghukum Beliau hasilnya Beliau akan kembali depresi, mentalnya akan tertekan dan Beliau bisa jadi gila atau malah bunuh diri di sini, itu sangat tidak menguntungkan bagi kita, kita hanya seperti mendapatkan ampas dari ulah orang lain, selain itu Drake bisa kembali menjadikan Beliau alasan untuk menjebak kita," kata Ken menjelaskan hal yang memang masuk akal bagi Rain. Jika Rain tetap bersikukuh menghukum Bianca, yang ada dia bisa terkena batunya lagi.

"Apa mereka masih mencari Bianca?" tanya Rain.

"Menurut berita yang saya dapat, ya, mereka masih terus mencarinya, bahkan melimpahkannya pada polisi," ujar Ken.

Rain tak perlu takut untuk Masalah hukum, selama Bianca dan dirinya ada di pulau ini, maka hukum negara mana pun tak akan berlaku untuknya, sayangnya dia tak mungkin selamanya ada di pulau ini, begitu juga Bianca, mereka tak boleh terlihat bersama di luar dari pulau ini.

Otak Rain tentu setuju dengan jalan pikiran Ken, Bianca hanya merepotkan dan membiarkan Bianca lebih lama di sini hanya akan membahayakan dirinya, tapi sekali lagi, sebuah sifat Rain yang sebenarnya dia benci, Rain tak bisa melepaskan hal itu, rasanya ada sesuatu di perasannya yang menolak membiarkan wanita itu pergi begitu saja.

Kali ini Rain yang harus bertarung dengan dirinya sendiri, apakah mengikuti logika, atau kah perasaannya?

"Jika dia dilepaskan ...?" kata Rain mencoba menganalisa.

"Maka dia bukan lagi tanggung jawab kita, bahkan jika dia ditemukan meninggal bunuh diri, maka dia bukan lagi masalah kita," ujar Ken yang entah bagaimana merasa Bianca pasti melakukannya lagi.

Mendengar hal itu dan langsung membayangkannya Rain langsung merasa tak setuju, dia mengingat kesedihan Bianca dan juga ingat bagaimana ngerinya dia melihat luka di pergelangan tangan Bianca, entah kenapa malah dia yang merasakan sakitnya, Tidak, dia tak rela dan tak akan membiarkan wanita itu mati sia-sia.

"Aku tak bisa melepaskannya, aku masih ingin dia bisa membayarnya," kata Rain, hanya itu satu-satunya alasan yang masih masuk akal kenapa perasaannya tetap ingin mempertahankan Bianca.

"Lalu, apakah Anda ingin memasukkan beliau ke penjara bawah tanah?" tanya Ken yang merasa masukannya tak akan diterima oleh Tuannya jadi dia tak memaksakannya lagi.

"Tidak, berikan dia sebuah kamar untuk pelayan, Jadikan dia pelayan di sini, katakan itu adalah hukuman dariku, berikan dia seorang yang mengawasinya dan melaporkan tentang keadaannya, katakan untuk berpura-pura menjadi pelayan juga," kata Rain, dia rasa itu akan membuat Bianca merasa Rain sedang menghukumnya sekaligus Rain tetap bisa mengawasi wanita itu.

"Baik Tuan," kata Ken lagi.

"Katakan juga padanya bahwa dia dilarang berbicara dan juga mendekatiku, dia tak boleh membantah apapun perkataanku," kata Rain lagi menatap Ken tajam.

"Baik Tuan."

"Siapkan helikopter aku akan kembali ke ibukota besok pagi, dan besok pagi kau sudah harus memberikanku laporan tentang ini," kata Rain lagi.

"Ya Tuan, saya akan laksanakan sekarang, Saya mohon izin," kata Ken tegas.

Rain hanya mengangguk, ketika Ken sudah keluar dari sana Rain kembali tampak berpikir, kenapa dia harus begitu peduli dengan wanita itu? apakah karena dia juga pernah dalam posisi itu dulu saat tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan Ibunya, apalagi Rain mendengar racauan Bianca tentang ibunya yang terbunuh, perasaan senasib sepenanggungan itu muncul begitu saja.

Rain nyatanya tak bisa tidur karena memikirkan wanita itu, dia bahkan kembali ke ruang rawat Bianca. Dia tak langsung menunjukkan dirinya secara gamblang melainkan menatap wanita itu dari kaca pengamatan.

Lama Rain berdiri di sana memandangi wajah cantik itu, dia menaikkan sedikit sudut bibirnya, selalu saja bisa tidur begitu tenang di mana saja, sama seperti saat mereka terperangkap dulu.

Pandangan Rain kembali jatuh di pergelangan tangan Bianca yang sudah terlilit kasa saat Bianca tiba-tiba berganti posisi, perasaan ngilu di pergelangan tangannya sendiri tiba-tiba saja muncul begitu saja, Rain menatap bingung dirinya yang sedikit terpantul di kaca, bagaimana bisa dia merasakan apa yang dirasakan oleh wanita yang bahkan sama sekali tak dikenalnya ini? dan bagaimana wanita asing ini bisa membuatnya begitu peduli?

Rain tak bisa mendapatkan jawabannya walau dia berpikir keras hingga akhirnya menyerah dan memutuskan pergi dari sana untuk mencoba menenangkan dirinya sendirian, tapi nyatanya satu malam itu, dia hanya memikirkan salju yang tanpa sadarnya justru mencairkan hatinya.

1
khair
the best pokoknya
khair
nadia ama William gk ada😍
Nusa thotz
cewek gendeng.. kalau pengen mati ngapain lari dari Drake..kan gak usah makan di bawah tanah udah pasti mati?🤣🤣🤣
Nusa thotz
kasian othor .../Whimper/
khair
kirain mirip Aksa gayanya di SP
ternyata mirip Jared, Johan dalam mencintai. tulus
Akbar Razaq
harisnya perjanjian itu kau musnahkan rain bukankah Ia mendapatkan dg cara licik
Akbar Razaq
ya jelas bencilah bian emang kau mengharqp apa sama laki yg sdh membantumu tp kau fitnah.sekalipun kau py alasan ttg ibumu
Akbar Razaq
drake satu langkah lebih maju ketimbang Rain.Bahkan hal ini sdh d perhitugkan oleh mereka bahkan lagi Rain tak tahu jk ia masuk jebakan Drake dam Sienna.
Akbar Razaq
bian bodoh dan.lemah tidak tahu sj bahwa smua mmg sdh d setting Drake.
hah....
Akbar Razaq
harusnya kau pikirkan kakekmu bukan malah ketagihan ingin bersama.
Akbar Razaq
benar benar gadis manja.nasibmu Rain
Akbar Razaq
dasar bian tak tahu diri masih main drama lagi.
pantathitam Bergetar
ganteng amat si rain..
woilahh buat gue ajaa/Shy/
annisya yulianti
udh pasti anaknya Rain deh, paling penyakit keturunan, dahlah gak usah tes DNA 😅
annisya yulianti
Aku adalah Yuri, Keenn 🤬
Siti Amalia
Masya Allah novelnya kerennnnnnnn banget thor
Tya Afat
kok namanya ken walker? bukannya Kendrik?
Tya Afat
wkwkwk....Drake tudk tahu siapa Marka.
Tya Afat
sedddddiiihh
R2bya
mampir lagi baca novel mu yg lain thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!