NovelToon NovelToon
Pengasuh CEO Cacat

Pengasuh CEO Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:81.1k
Nilai: 5
Nama Author: Era Pratiwi

Membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatan orang yang sangat ia sayangi, membuat seorang Fiorella harus merelakan sebagian kebebasan dalam kehidupannya.
"Pekerjaannya hanya menjadi pengasuh serta menyiapkan semua kebutuhan dari anaknya nyonya ditempat itu, kamu tenang saja. Gajinya sangat cukup untuk kehidupan kamu."
"Pengasuh? Apakah bisa, dengan pendidikan yang aku miliki ini dapat bekerja disana bi?."
"Mereka tidak mempermasalahkan latar belakang pendidikan Dio, yang mereka lihat adalah kenerja nyata kita."
Akhirnya, Fio menyetujui ajakan dari bibi nya bekerja. Awalnya, Dio mengira jika yang akan ia asuh adalah anak-anak usia balita ataupun pra sekolah. Namun ternyata, kenyataan pahit yang harus Fio terima.
Seorang pria dewasa, dalam keadaan lumpuh sebagian dari tubuhnya dan memiliki sikap yang begitu tempramental bahkan terkesan arogan. Membuat Fio harus mendapatkan berbagai hinaan serta serangan fisik dari orang yang ia asuh.
Akankah Fio bertahan dengan pekerjaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Era Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PCC. 26.

"Fio, Fio." Suara yang begitu keras terdengar dari luar pintu rumah sederhana itu.

"Iya sebentar."

"Siapa ya, pagi-pagi buta kayak gini sudah datang ke rumah orang." Fio melirik ke arah jam dinding, masih menunjukkan pukul lima pagi.

Dengan mengomel, Fio yang baru saja selesai membersihkan rumahnya serta bersiap untuk pergi bekerja dan terdengar suara sumbang memangil namanya. Bergegas ia meletakkan semua peralatan yang ia pegang kala itu, berjalan menuju pintu rumahnya dan membukanya.

"Siapa?" Belum terdengar suara balasan.

Klek!

"Aaaaa." Teriak Fio yang kaget.

Mengusap dadanya yang berdetak tidak karuan, betapa kagetnya Fio melihat orang yang kini berada didepan pintu rumahnya.

"Kalian g*la ya, ini masih gelap." Gerutu Fio.

"Biar surprise kali Fi, ayo masuk yok." Vivi menarik tangan Sovia untuk masuk ke dalam rumah.

Tidak hanya mereka berdua, masih ada dua pria lagi yang ikut serta kesana. Siapa lagi kalau bukan Fariz dan Rio, mereka sengaja mengunjungi Fio. Kerena sahabatnya itu kaget, karena mendengar Fio mengundurkan diri dari tugas akhirnya.

"Lu beneran Fi, mogok?" Rio mendaratkan tubuhnya di kursi.

"Pasti gara-gara tu dosen, kenapa nggak ganti pembimbing saja? Sudah tahu tu bapak nggak waras, masih aja lu pertahanin." Sovia geram akan berita tersebut.

Semua sahabatnya itu ikut merasakan apa yang kini Fio alami, namun mereka semuanya belum mengetahui jika Fio sudah mendapatkan penggantinya.

"Fi, gue ambil minum ya. Haus, ni orang pada ngejemput anak orang nggak pada mikir. Masih ngiler, dibangunin." Fariz mengeluarkan Omelan nya.

"Ambil saja, tadi aku juga sudah masak nasi goreng." Ujar Fio.

"Nah gitu, itu baru namanya anak baik." Fariz kocak langsung menuju dapur.

"Ish tu anak, malu-maluin. Jadi gimana Fi, kamu beneran istirahat dulu?" Sovia menanyakan kembali tujuannya untuk datang kesana.

"Awalnya si memang, aku sudah memutuskan untuk istirahat dulu. Kalian tahu sendiri kan bagaimana pak Ferdy? Tapi," Fio mengantung ucapannya.

Semua sahabatnya menunggu kelanjutan dari ucapan Fio, bahkan Fariz ikut menunggu sambil mengunyah makanannya.

"Lah, lama banget ngomongnya. Lanjut Napa." Rio manyun menunggu.

"Hhmm, aku tidak jadi istirahat nya. Karena, tuan ditempat aku kerja itu. Memberikan makalah dan judul baru untuk aku kerjakan, dan hari ini aku sudah harus mengerjakan tugas itu." Fio menatap sahabatnya dengan senyuman manis.

"Lalu?" Vivi menunggu kelanjutannya lagi.

"Lalu apa?" Fio mengkerutkan keningnya.

"Ya ampun, ni anak. Ya lalu, lu ambil tu tugas dimana? Siapa pembimbingnya?" Geram Rio yang ikut menunggu.

Dengan senyuman dipaksakan, Fio menatap semua sahabatnya. Ia nampak ragu untuk menjawabnya, karena tidak akan ada yang percaya jika pemilik kampusnya sendiri yang menjadi pembimbing nya. Dan yang paling mengejutkan untuk mereka, karena pembimbingnya itu adalah tuan dari tempat Fio juga bekerja.

"Eee, yang jadi pembimbingnya itu adalah tuan Elio Satya Malik dari Mega Satya." jelas Fio.

"Apa!!" Semuanya berteriak kaget.

Fio pun ikut kaget atas apa yang dilakukan para sahabatnya, mereka mendengar nama dari perusahaan besar yang begitu sukses. Siapa yang tidak mengenalnya, hanya saja terembus kabar jika CEO dari perusahaan tersebut mengalami kecelakaan dan lumpuh. Dikhianati wanitanya sendiri dan kini, perusahaan itu terabaikan.

"Lu, lu tahu nggak tu perusahaan apa? Itu perusahaan besar Fio, dan isu yang beredar. Tu pemiliknya lumpuh, jadinya malu buat datang ke perusahaan." Cerca Vivi dengan pengetahuan yang ia tahu.

"Fi, lu serius penelitian disana? Jangan-jangan lu di bohongi." Rio yang memastikan kebenaran akan kabar tersebut.

"Iya Fi, lu sudah cari kebenarannya?" Sovia ikut memastikan.

Anggukan kepala Fio, menjawab semuanya. Kali ini, Fio pun mengatakan jika tuan ditempat ia bekerja juga adalah orang yang sama.

"Dan, tuan dari tempat aku bekerja. Dia, dia adalah orang yang sama dengan pemilik dari Mega Satya."

"Apa!!" Fariz sampai tersedak mendengarnya.

"Beneran Fi?!" Rio yang sangat mengetahui siapa pemilik Mega Satya, tidak akan bisa menduga jika sahabatnya ini akan berhubungan dengan perusahaan besar itu.

Menceritakan semuanya yang sudah ia alami, Fio bahkan tidak bisa berpikir lagi atas apa yang ia dapatkan dari perusahaan besar itu. Karena ia sempat berpikir untuk berhenti sejenak dari tugas akhirnya, akan tetapi nasib berkati lain.

"Akhirnya, lega juga mendengarnya. Selamat ya say, semoga kita semuanya bisa bareng selesainya." Sovia memeluk Fio dengan begitu bahagianya.

"Eh, mau ikut lah. Masa kalian wanita saja yang pelukan. Kita kan juga mau." Fariz ingin ikut seperti sahabat wanitanya yang berpelukan.

Plakh!

Dengan tangannya, Rio memukul kepala Fariz. Memang sahabatnya satu ini agak berbeda jika bercanda, semuanya ikut bahagia atas apa yang Fio dapatkan. Mereka pun akhirnya sarapan bersama dan mereka juga menghantarkan Fio menuju perusahaan besar itu, namun sayangnya Fio menolaknya.

"Aku harus ke mansion tuan Elio dulu, kalian tahu kan tugasku yang lain?" Fio bukan menolak niat baik sahabatnya.

"Iya ya, ya sudah kita anterin Fi. Sekalian biar bisa tahu rumah CEO itu dan ajak ni anak jalan-jalan." Rio mengambil keputusan.

"Sip, mantap." Fariz mengacungkan jempolnya.

Mereka pun pergi bersama, mengantarkan Fio untuk bekerja sekaligus penelitian tugas akhir. Saat mobil itu berhenti tepat didepan sebuah mansion mewah, semua mata mereka melebar dan mulutnya berbentuk huruf O.

"Buset, ini rumah apa istana dalam mimpi ya?" Vivi menatap bangunan itu dengan begitu takjub.

"Iya ya, Vi. Kalah tu lapangan bola, wah besar banget ini." Sovia tak kalah takjubnya.

"Ya elah, bangunan gini doang." Cibir Rio.

"Mulai mulai ini anak satu, bilang aja lu juga kaget. Tadi, iler lu sampai netes ke bawah." Fariz mematahkan ucapan Rio.

Mendapati semua sahabatnya saling berdebat dengan rasa kagumnya masing-masing, Fio memilih menghentikan nya.

"Sudah sudah, kalian berisik. Terima kasih sudah dianterin, kalian pergi sana." Fio turun dari mobil dan mengusir para sahabatnya untuk segera pergi.

"Entah Fi, mata ini masih ingin memandangi bangunan ini. Siapa tahu kan nanti bisa punya, minimal punya dalam mimpi nggak apa-apa dah." Fariz semakin memperdalam tatapannya.

Semuanya pun juga ikut-ikutan seperti Fariz, tanpa disadari. Dari balik gerbang besar itu, seseorang yang sudah menunggu kehadiran Fio berada disana.

"Kalian ini, pulang sana. Hush hush hush, malu-maluin tahu nggak." Kepala Fio sudah pusing menghadapi kelakuan para sahabatnya.

Lalu pintu gerbang besar itu terbuka sendiri, mereka pun kembali kaget. Bahkan Fio pun ikut kaget, melihat siapa yang berada disana. Siapa sangka jika seseorang itu masih menggunakan pakaian tidurnya, dan itu membuat Fio menepuk keningnya.

"Tuan Elio!" Ucap Fio pelan.

1
try astuti
cerita bagus
Akos
yuk mampir "MENGEJAR CINTA CEO TUA" . mengisahkan kisa seorang gadis yang berjuang mendapatkan pria kaya dingin demi balas dendam kepada orang tuanya dan orang-orang yang telah menyakitinya.
Umiie'ne Naza
knp vio ga bantu ellio sih tor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thir
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
rayyy
BALAS DENDAM FIO OMELIN AJA ELIONYA 3 HARI😠
rayyy
parahh lu elioooooooooooo, jahat bgt dijatohin gitu😠
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Abiyan Malikrafaza
lanjut Thor bagus ceritanya..
Reni Anjarwani
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!