NovelToon NovelToon
Telepati Cinta Sang Mafia

Telepati Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Pulau Terpencil
Popularitas:301
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

di temukan

langit mulai terlihat terang, tapi dua insan manusia yang berbeda jenis itu, masih terlelap dalam pelukan hangat satu sama lainnya,

Davin membuka matanya namun ia merasa tubuh nya berat , matanya melirik ke samping dan ternyata Aurora tertidur pulas di pelukannya, sudut bibirnya sedikit tertarik,lalu mengusap lembut kepala gadis yang ada di sampingnya , perlahan mata gadis itu pun terbuka Davin pun langsung berpura pura terpejam kembali , Aurora tersadar dan langsung kaget

" loh kok saya ada di ,,,,,"

Aurora melirik ke arah Davin yang terlihat masih terpejam

" iiihhhh , kenapa kamu peluk peluk saya" kesal Aurora

Davin pun kaget ketika tubuhnya di dorong oleh Aurora

" awww,, kenapa kamu dorong saya sih?"

" suruh siapa kamu peluk peluk saya begitu"

" semalam kamu itu kedinginan , makanya saya peluk"

" modus baget sih "

" saya serius"

" yaudah yuk kita cari makanan yang bisa di makan,saya lapar" ucap Aurora

" yaudah yuk" Davin pun berdiri

" kita cari ke sana aja yuk siapa tahu di sana ada sungai" tunjuk Aurora

" ke sana aja" Davin menunjuk ke arah berlawanan

" saya yakin di sebelah sana ada sungai "

" saya yakinnya di sebelah sana sungai nya" ucap Davin

" ke sana " tunjuk Aurora

" kesana "

" yaudah kita suit aja" ucap Aurora

dan tak lama mereka pun suit ,dan ternyata yang menang Aurora

" kan kata saya juga apa"

" yaudah saya ngalah deh"

" harus itu" jawab Aurora

" perempuan memang selalu seperti itu" gerutu Davin

" apa kamu bilang?

" eh nggak ,yuk kita ke arah sana , sesuai arahan kamu ya"

Mereka pun pergi ke arah yang di tunjukan oleh Aurora

tak lama terlihat sungai kecil mengalir di sana "

" yeaahhh sungaaai" teriak Aurora

" waah beneran sungai " ucap Davin

" kita cari ikan yuk"

" ayok Ra"

Mereka mendekati sungai itu di sana airnya sangat jernih dan terlihat ikan 🐟 pun berenang berlalu lalang

" waah ikan nya banyak banget pak"

Davin menatap Aurora

" apa kamu bilang?"

" ikan nya banyak " ulang Aurora

" bukan yang itu"

" yang mana?" Aurora tak mengerti maksud Davin

" pak,bapak " ulang Davin

" astaga ,emang kenapa kalau saya panggil bapak ,kan pak Davin emang bapak bapak "

" sembarangan kamu bilang,saya ini masih ABG,belum tua tua amat"

Aurora menggelengkan kepalanya sambil tersenyum

" apa senyum senyum?"

" gak apa apa , emang salah senyum doang"?

" salah"

" gaje " ucap Aurora

" sudah ayok iih ,kapan nangkep ikan nya ini, kalau kamu ngajak saya berdebat terus "

" ya udah ayok"Davin hendak menghampiri ikan nya namun di halangi oleh Aurora

" hussst ,jangan sampai ada suara , nanti ikan nya kabur " ucap Aurora

" iya ,ini saya pelan pelan"

" tapi mau tangkap ikan pake apa?" bingung Aurora

" iya juga ya, " jawab Davin

" aah , sebentar ,saya cari bambu panjang dulu" ucap Davin

Tak lama Davin mendapatkan sebuah bambu kecil dengan sedikit runcing

" pake ini " ucap Davin

" oke sekarang kamu ambil ya ikan nya ,tapi pelan pelan "

" gampang itu mah ," perlahan Davin mendekat ke arah ikan dan langsung melempar tombak nya ,dan akhirnya tombak itu langsung tepat sasaran

" yeaahh dapat ikan " teriak aurora

" nih ,pegang dulu"Davin menyerahkan ikan itu pada Aurora

" kurang gak" ucap Davin

" cukup deh kaya nya"

"yaudah yuk"

Davin mengajak Aurora untuk membakar ikan nya

Ikan ikan yang mereka dapatkan pun kini sudah berada di atas kobaran api unggun

Tak lama ikan pun sudah matang ,mereka menikmati sarapan pagi dengan Ika. mas yang mereka dapatkan,

" enak juga ya" ucap Davin

Aurora hanya mengangguk

Tak lama suara kapal mendekat ke arah mereka

" ada kapal pak" seru Aurora

" oh iya ,itu kaya raka deh "

" maksudnya ,pak Raka teman kamu itu"

" iya ,Raka aspri saya , sekaligus sahabat saya"

" rakaaaaa saya di siniii" teriak Davin

" tolllonggg ,,kita di sini" teriak Aurora

tak lama suara tembakan terdengar dari arah lain

Dorrr!!

Dorrr!!

Dorrr!!

" pak, kenapa ada suara tembakan?" Aurora panik

" kamu tenang ya "

saat Raka hendak menghampiri mereka sebuah peluru hampir saja mengenai kepala nya ,Raka pun langsung berlari menghampiri mereka

" pak Davin" teriak Raka

" Raka, ada apa ini ,suara apa itu,kenapa bisa ada suara tembakan"? Tanya Davin

" tadi saat kami hendak ke pulau ini bersama polisi dan tim SAR ,mereka melihat ada segerombolan orang yang bertransaksi penyelundupan senjata ilegal " ucap Raka

" ya ampun" ucap Aurora

" pak Davin gak apa apa kan?"

" saya gak apa apa ," mereka pun berpelukan

" pak untung saja bapak dan mbak Aurora gak kena begal mereka" ucap Raka

" dari kapan mereka di sini"?

" dari semalam kaya nya pak" jawab Raka

tak lama kapal feri yang di Kendarai Narendra pun tiba

" Davin ,kamu gak apa apa kan" Narendra langsung memeluk anak nya

" papa , kenapa papa ada di sini?"

" papa sengaja cari kamu ,tadi papa dengar saat di kapal ada keributan di sini , maka nya papa khawatir kamu ada di sini"

" aneh sekali ," ucap Davin

" Raka , kenapa kalian bisa tahu kami di sini?"

" semalam kami dapat informasi , kalau kemungkinan pak Davin dan mbak Aurora terdampar di pulau di daerah sini ,dan di sini cuma ada satu pulau ,ya , pulau ini " jelas raka

"papa sendiri?"

" ngapain di sini?"

" papa sengaja cari kamu nak"

" aneh ,sejak kapan papa perduli dengan. Saya" ketus Davin

" papa ini papa kamu, jangan ber bicara seperti itu,

tak lama dua orang turun dari kapal ,

" Aurora " teriak seseorang

" mika ,Adam " ucap nya

Mika pun langsung menghambur memeluk Aurora

" ya ampun Ra ,lho gak apa apa kn?"

" gak apa apa gue aman,loh ,kok pada ke sini , bukan nya harusnya kalian ada di lokasi bencana alam ya?"

" kita tuh khawatir banget sama kamu ,makanya kita ikut ke sini"

" iya kamu gak apa apa gak Ra" ucap Adam langsung memeluk Aurora

" gak apa apa kok dam"

" aku takut banget kamu kenapa Napa Ra" ucap Adam masih memeluk Aurora

" eh ,sudah sudah peluk nya ,itu Aurora gak bisa napas" ucap mika

" sorry " Adam langsung melepaskan pelukannya

Davin yang melihat pun terlihat masam

"Davin ,kamu pulang ya , kerumah kita" ucap Narendra

" kita bicarakan itu nanti saja ,"

Tak lama Basarnas pun datang dan langsung mengajak mereka untuk naik ke kapal

" permisi semuanya ,sebaik kita tidak boleh terlalu lama di sini , takut nya berbahaya , karena polisi masih mengejar salah satu tersangka " ucap Basarnas

" bodoh mereka , kenapa harus transaksi di sini" batin Narendra

" ekhmmm,,Davin kamu ikut kapal papa ya , sekalian kita ke kantor Gilbert "

" pa,,papa urus urusan papa sendiri dan saya akan urus apa yang harus saya urus"

" kamu memang keras kepala,papa cuma mau kamu akur dengan Gilbert"

" pergilah pa" usir Davin

" baiklah nak ,papa pergi,tapi kapanpun jika kamu mau pulang, pintu rumah selalu terbuka lebar buat kamu.

Narendra pun berjalan pergi meninggalkan mereka

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!