NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 DI KEDIAMAN SELIR SOFIA

Kediaman selir Sofia...

Tampak Ruhama dan Fatima berjalan mengendap-endap mengitari area tembok pagar luar di tempat tinggal selir Sofia.

Sengaja dua dayang suruhan Layla memilih lewat jalur luar, mereka bermaksud masuk ke dalam kediaman selir Sofia dengan memanjat tembok pagar.

Ruhama serta Fatima mulai melancarkan aksinya seraya memilin tali tampar yang mereka bawa dari gudang istana sebelum datang ke kediaman selir Sofia.

"Cepat, Ruhama !"

"Ba-baik, sebentar..."

"Kita tidak punya banyak waktu keburu ketahuan penjaga nanti !"

"Iya, Ruhama, aku sekarang naik !"

"Cepatlah sedikit, kakiku sudah kesemutan, Fatima !"

"Iya, ya, bersabarlah sebentar, Ruhama !"

Fatima berusaha keras menaiki tali tampar yang mereka lemparkan ke dalam halaman kediaman selir Sofia sedangkan Fatima telah menunggu di bawah Ruhama.

"Tap !"

Fatima berhasil mencapai ujung tembok pagar namun tangannya terpeleset sehingga dia tergelincir jatuh ke bawah dan menimpa Ruhama yang ada di bawahnya.

"YEAAAAAY... !"

"BRUUUK... !!!"

Dua dayang kepercayaan Layla sama-sama tersungkur jatuh di bawah.

"Ugh... ?!"

Fatima mengerang kesakitan ketika wajahnya mengenai badan Ruhama sedangkan Ruhama sendiri tidak bergeming dari posisinya menelungkup ke bawah.

Terburu-buru Fatima beringsut turun dari atas punggung Ruhama, dia agak cemas ketika melihat sahabat karibnya tertimpa dirinya.

"Ruhama, kau baik-baik saja ?"

Tidak ada suara jawaban terdengar dari arah Ruhama yang tergeletak menelungkup diam.

Fatima semakin cemas saat dia melihat kondisi Ruhama yang mengkhawatirkan itu sebab sahabat karibnya hanya terdiam tanpa berucap sepatah kata pun padanya.

"Ru-Ruhama !"

Fatima menggoyangkan punggung Ruhama yang menelungkup diam.

Berulangkali Fatima mencoba membangunkan Ruhama namun sahabat karibnya itu tetap terdiam.

"Ru-Ruhama, kau kenapa Ruhama ???"

Fatima tidak berani menggeser tubuh Ruhama karena dia takut terjadi sesuatu pada rekan satu profesinya itu.

"Ruhama..."

Panggil Fatima sekali lagi karena dia tidak dapat menahan rasa penasarannya terhadap kondisi Ruhama sehingga Fatima memaksakan dirinya sendiri membangunkan Ruhama.

"SRET... !"

Fatima menarik tubuh Ruham sehingga berbalik menghadap kepadanya.

Alangkah terkejutnya Fatima ketika dia melihat kondisi Ruhama yang lebam serta tak sadarkan diri.

"Ruhama..., bangun, Ruhama !"

Fatima berusaha menyadarkan Ruhama agar dia sadar kembali akan tetapi Ruhama tetap terdiam tak merespon.

Berulangkali Fatima menepuk pelan pipi Ruhama agar dia tersadar cepat.

Tiba-tiba terdengar teriakan dari arah depan, tampak seorang penjaga yang tak sengaja melintasi bagian samping tembok pagar luar melihat dua dayang utusan Layla.

"Hai, kalian, sedang apa disana !!!"

Seketika itu juga, Fatima menyeret Ruhama yang masih tak sadarkan diri, dia berusaha melarikan diri dari kejaran penjaga.

"Ampun, Ruhama, kau merepotkan saja !"

Fatima terus menarik tubuh Ruhama yang masih saja pingsan dengan sekuat tenaga agar mereka bisa lolos dari kejaran penjaga disini.

"Bangun, Ruhama !"

Perlahan-lahan kedua mata Ruhama terangkat naik, dia tersadar pelan sembari melirik ke arah samping kanan dan kiri bergantian.

"Apa yang terjadi... ?" pikir Ruhama tak mengerti walaupun tubuhnya ditarik paksa oleh Fatima.

Terdengar lagi suara teriakan keras dari arah lain sehingga menyadarkan Ruhama.

"Ada penjaga yang mengejar kami…."

Ruhama segera beranjak bangun seraya menoleh ke belakang, dilihatnya Fatima sedang menarik paksa dirinya sembari berlarian cepat.

"Fa-Fatima, hentikan ini, kau membuat punggungku sakit tergores lantai !"

"Kalau begitu sadarlah dan segeralah kabur denganku, Ruhama ! Jangan hanya berbaring saja !"

"Aku sudah sadar sekarang lantas kenapa kau masih saja menarikku, Fatima ?"

"Kalau begitu larilah bersamaku dari kejaran penjaga itu !"

"Ya, ya, ya, tapi lepaskan dulu pegangan tanganmu dariku agar aku bisa bangun dan berlari sepertimu, Fatima !"

"Baiklah, aku akan melepaskanmu, Ruhama !"

"Sret... !"

Fatima melepaskan genggaman tangannya dari Ruhama lalu berlari kencang tanpa menoleh kembali.

Dan meninggalkan Ruhama sendirian di tengah-tengah jalan.

"Loh, kenapa kau tinggalkan aku, Fatima !!!!"

"Kau sendiri yang memintanya, Ruhama !"

"Tunggu aku, Fatima !"

"Aku tidak bisa melakukann jika aku mengikuti saranmu maka aku bisa tertangkap, Ruhama !"

"Fatima, tunggu aku !"

"Larilah, Ruhama !!!"

Ruhama segera beranjak bangun, tanpa berpaling lagi, dia mulai berlari sedangkan penjaga kediaman selir Sofia masih membuntuti mereka bahkan hampir mendekati Ruhama.

Tanpa banyak kata Ruhama terus berlari cepat, dia terbirit-birit dari kejaran penjaga dan hampir saja tertangkap.

Dengan sekonyong-konyongnya, Ruhama menyalip Fatima yang berlari di depannya lalu meninggalkan sahabatnya itu di belakang.

Terjadilah acara kejar-kejaran antara dua dayang kepercayaan Layla dengan penjaga kediaman selir Sofia.

"Srek... ! Srek... ! Srek... !"

Ruhama segera bersembunyi di balik semak-semak hijau lalu disusul oleh Fatima yang ikut bersamanya.

Tampak dari balik semak-semak hijau, seorang penjaga melintas cepat, dia tidak mendapati Ruhama dan Fatima yang bersembunyi di semak-semak itu.

"Syukurlah, kita tidak ketahuan oleh penjaga kediaman selir Sofia..."

"Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum ketahuan mereka, Ruhama."

"Tunggu sampai situasi aman terkendali, baru kita pergi dari sini, Fatima !"

"Terserah mana baiknya menurut pendapatmu saja, aku hanya mengikuti saranmu, Ruhama."

"Hmmm..."

Ruhama mengangguk setuju lalu menundukkan kepalanya serta bersembunyi kembali di balik semak-semak hijau.

...***...

Terlihat ibu pengasuh Saba belari tergesa-gesa bersama seorang laki-laki di sampingnya.

"Ayo, cepat menteri, kita temui selir Sofia, jangan sampai kita kecolongan lagi !"

"Iya, ya, ibu Saba, aku tahu itu."

"Apa yang kau ketahui bahwa sekarang ini keadaan selir Sofia terancam bahaya bahkan kita tidak tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya pada dia, menteri Rayan."

"Memangnya apa yang terjadi pada selir Sofia, coba kau katakan padaku, ibu Saba ?"

"Aku tidak bisa mengatakannya saat ini bahkan di luar sini sebab dinding selalu memiliki telinga, menteri Rayan."

"Baiklah, aku mengerti, ibu Saba."

"Nanti kita bicarakan masalah ini dengan selir Sofia tapi kita tunggu sampai kita berhasil menemuinya, baru kita bahas tentang permasalahan selir Sofia."

"Baik, baik, aku mengerti..."

Ibu pengasuh Saba terus berjalan cepat, dia menuju ke ruangan terdalam di kediaman megah milik selir Sofia ini.

Tepat di salah satu ruangan luas, ibu pengasuh Saba segera berhenti di depan pintu berukuran besar yang ada di hadapannya kini.

Tanpa banyak bicara, ibu pengasuh Saba segera mengetuk daun pintu itu.

"Tok... ! Tok... ! Tok... !"

Terdengar suara pintu dibuka dari dalam ruangan lalu muncul selir Sofia yang membuka pintu itu sendiri.

"Kriiieeet... !"

Tampak selir Sofia terkejut kaget ketika dia melihat kehadiran ibu pengasuh Saba yang ada di hadapannya.

"Ibu Saba..."

Ibu pengasuh Saba segera memeluk erat tubuh selir Sofia, dia mencurahkan rasa simpatinya terhadap Sofia.

"Syukurlah, kau selamat, Sofia..."

"Apa maksud ucapanmu, ibu Saba ?"

"Aku akan mengatakannya setelah kita berada di dalam ruangan ini karena aku takut kalau perkataanku nantinya di dengar oleh orang lain, Sofia sayang..."

"Tapi hanya ada kita bertiga disini, ibu Saba ?!"

Sofia melirik pelan ke arah menteri Rayan yang bersama ibu pengasuh Saba, dia tidak mengerti akan maksud kehadiran menteri paling terpercaya dari Istana Alhambra ini.

"Silahkan masuk, ibu Saba !"

"Terima kasih, Sofia..."

Sofia mengangguk halus lalu tersenyum ramah kemudian dia berkata pada menteri Rayan.

"Silahkan masuk, menteri Rayan !"

"Baik, selir Sofia, terima kasih..."

"Sama-sama..."

Sofia mempersilahkan duduk kepada ibu pengasuh Saba beserta menteri Rayan setelah mereka masuk ke dalam ruangan pribadinya yang ada di kediaman tinggalnya yang terletak di tepi bagian barat dari Istana Alhambra ini lalu ikut duduk sembari menatap serius.

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!