NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Pria Beristri

Mengandung Benih Pria Beristri

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Citraleka yang sedang berjuang untuk kesembuhan neneknya dikejutkan dengan sebuah penawaran dari seorang pria kaya yang memintanya untuk melahirkan seorang anak untuk pria itu dengan imbalan biaya untuk perawatan neneknya yang sedang menderita penyakit komplikasi.

"Berikan aku seorang anak, maka aku akan membiayai pengobatan nenekmu. " - Davidson fernandez.

Citra tak habis pikir bagaimana bisa seorang pria beristeri yang memiliki image baik bisa mengucapkan kata-kata itu dengan mudah dan akankah ia menerima tawaran sang pria yang memiliki istri seorang supermodel itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Ngomong- ngomong, kau sedang ngobrol dengan siapa? "

Kala mendengar itu, bagi citra seolah ada godam besar yang menghantam dadanya, sesak, kaget tentu saja, lalu tak sengaja matanya terangkat untuk menatap David lantas kemudian tertunduk kembali ketika tahu David sedang menatap nya dengan lekat.

Citra lantas teringat dengan ucapannya di perpisahan mereka waktu.

"Tuan tenang saja, kelak jika kita bertemu lagi dalam sebuah kebetulan, saya yang akan menghindar lebih dulu. "

Wajah citra berubah menegang, ia segera tersadar akan hal itu. Bagaimanapun dia harus menepati janji yang telah di buatnya, tanpa berpikir panjang citra segera berniat pergi dari sana.

"Maaf, aku buru- buru, " katanya sambil menunduk baru saja melewati Zergan, naasnya karena dia yang berjalan terlalu terburu-buru membuat citra tidak melihat ke depan yang mana ada sebuah batu kerikil yang membuat nya sontak tersandung.

Citra refleks menutup mata, dalam hatinya sudah mengira dirinya akan jatuh ke atas aspal jalan dan siap menanggung malu, namun yang di rasakan nya dia justru seperti melayang, lalu saat memberanikan diri untuk membuka mata, ternyata dirinya tidak terjatuh dan ia merasakan sebuah tangan besar sedang menahan perutnya, saat matanya turun ke bawah barulah dia menyadari ternyata tangan David yang menahannya dari belakang agar tak jatuh.

"Ceroboh," sindir pria itu setengah berbisik di sertai dengan tatapan sinis, mereka sempat bertatapan selama beberapa saat sebelum akhirnya citra tersadar dan dirinya yang kaget lantas buru- buru berdiri, citra yang gelagapan segera menyingkirkan tangan David dari nya, dan di situlah Zergan baru menghampiri nya.

David berdeham lalu membetulkan letak jasnya yang sedikit berantakan.

"Mesha, kau enggak apa- apa. "

Citra menggeleng pelan. "Enggak, apa- apa kak. "

"Syukur lah, " kata Zergan, menghela napas lega lalu kemudian menatap ke arah David.

"Terimakasih Dav, sudah menyelamatkan nya. "

David mengangguk samar, wajahnya tampak acuh tak acuh. "Bukan masalah. "

"Kamu juga, kenapa buru- buru sekali. " Lalu Zergan baru menyadari satu hal, David selalu memandang ke arah citra namun adiknya itu selalu menunduk setiap David menatapnya.

"Apa, kalian... saling mengenal sebelumnya? " tanya Zergan yang asal menebak.

Citra yang lebih dulu panik, ia segera mengangkat tangannya membentuk tanda silang. "Enggak kak, kami gak saling mengenal. "

Tanpa sadar, tangan David terkepal erat di samping celana nya, rahangnya tampak mengeras. "Dia benar, mana mungkin aku mengenal nya? " kata di sertai sindiran itu ia layangkan untuk citra tapi tatapan matanya tak beralih pada Zergan seolah David tak ingin menatap citra.

"Oh, begitu rupanya, tadinya ku pikir kalian saling mengenal. "

"Makanya tadi ku tanya, kau sedang mengobrol dengan siapa? "

"Hahaha, kau benar. " Zergan tertawa sambil menggaruk kepala belakangnya.

"Baiklah ku kenalkan padamu David, ini Mesha, adikku, "

"Dan Mesha, ini David, dia adalah sahabat yang pernah ku ceritakan waktu itu. "

David sedikit tercengang saat Zergan memperkenalkan wanita yang di ketahui bernama citra itu menjadi Mesha.

"Sejak kapan dia merubah namanya? " batin David.

"Adikmu? " satu alis David terangkat, Citra menatapnya dengan terkejut. karena terlalu banyak melamun dia baru tersadar Zergan yang memperkenalkan dirinya sebagai adik pria itu.

"Ya, " kata Zergan dengan senyuman yang sangat bangga. Seolah-olah dia ingin dunia tahu jika citra adalah adik nya.

"Aku tak pernah tahu kalau kau mempunyai adik, bukankah kau anak yatim-piatu? "

Kata "anak yatim-piatu" sengaja David ucapkan dengan melihat ke arah citra, seolah ia memang menujukan kata- kata itu untuk citra sebagai sarkas.

Citra tentu menyadari nya, dan tahu sekarang betapa pria itu sudah sangat membencinya.

Zergan tersenyum sebelum menjawabnya. "Sebenarnya bukan adik kandung, aku dan citra tumbuh di panti asuhan yang sama dan aku sudah menggangap nya seperti adik kandung ku sendiri, " katanya sambil menatap citra dengan lembut dan citra membalasnya dengan senyuman.

Dan melihat interaksi diantara mereka berdua itu, membuat darah David kembali mendidih, dia tak suka melihat citra tersenyum pada pria lain, sedangkan kepadanya saja gadis itu tak pernah tersenyum.

"Baiklah, kalau begitu lanjutkan pembicaraan kalian berdua, aku pergi dulu."

Zergan mengangguk. "Oh ya, jangan lupa nanti malam ya Dav, " serunya yang membuat David menoleh padanya.

"Ke pesta reuni nanti malam, " lanjut Zergan mengingatkan dan David hanya mengangguk sebagai balasan.

"Oh ya citra, kamu mau pulang kan? ayo sekalian kakak antar. "

Citra menggeleng, pelan. "Enggak usah kak aku bisa sendiri lagian udah deket, " katanya menolak halus lalu dia sengaja menoleh untuk menatap David yang terakhir kali yang tanpa dia sadari David juga sedang melirik nya dengan ekor matanya. David dapat melihat wajah citra yang sendu lalu gadis pergi dengan langkah yang sedikit terburu- buru.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ketika sampai dirumah, Citra langsung merebahkan dirinya ke kasur, sekedar menghilangkan penat untuk hari ini. Ia tidak menyangkal akan bertemu dengan David kembali dan dalam waktu yang sesingkat itu. Apakah dunia ini sempit? terlebih ternyata David adalah sahabatnya yang Zergan maksud, ia rasa memang tidak bisa sepenuhnya terlepas dari pria itu.

Tring!

tring!

Tiba-tiba ponsel nya berbunyi, pertanda sebuah pesan masuk. Citra lantas langsung mendudukkan dirinya di atas ranjang, dan ketika di lihat ternyata pesan dari nomor Siska.

Merasa angin segar datang menerpa nya, Citra dengan cepat membuka pesan itu.

(Citra, berita bagus untuk mu. Kau sudah boleh masuk ke tempat kerja, nanti malam.)

(Nanti malam jam 8, kau bisa langsung bekerja)

Citra segera mengetik balasan, senyumnya terkembang.

[Benarkah? ]

Tak lama kemudian sebuah pesan masuk lagi.

(Iya, dan kau tak perlu membawa persyaratan apa- apa, kau langsung keterima karena kau akan menggantikan seorang pekerja yang cuti.)

Mata citra semakin berbinar kala membaca balasan itu.

[Baik kalau begitu kak, aku akan bersiap- siap.]

Pesan baru masuk.

(Oke, aku kirim alamatnya ya. Jangan sampai telat. "

Lalu tak lama denah lokasi dikirim kan Siska padanya.

Citra merasa sangat senang, tak henti- hentinya ia berucap syukur, akhirnya ia bisa mendapatkan kerja di tengah keadaan mencari pekerjaan adalah hal yang sulit.

[Oke, sekali lagi terimakasih ya, kak. ]

Ceklis satu, tak ada balasan. Citra berpikir mungkin Siska sedang sibuk, lantas tanpa berlama-lama citra bangkit untuk mandi karena di luar langit jingga sudah mulai memudar.

Saat di depan, ia berpapasan dengan bik Farida, tanpa berbasa-basi Citra menghampiri bik Farida dengan wajah berseri-seri.

"Bik, alhamdulilah bik aku sudah dapat pekerjaan. "

Bik Farida yang mendengar nya tampak ikut senang. "wah alhamdulillah neng, ternyata cepat juga. "

Citra mengangguk terharu."iya bik, ini juga berkat doa bibi. "

Bik Farida tersenyum bangga. "bibi juga ikut senang. Oh ya ngomong- ngomong kerja di mana. "

"Aku akan mulai bekerja sebagai di sebuah tempat karaoke sebagai pelayan, nanti malam. "

Bik Farida tampak terkejut tapi tak urung membuyarkan kebahagiaan di wajahnya. "karaoke? apa itu pekerjaan yang baik dan aman, neng? neng harus tetap hati- hati ya. "

Citra mengangguk. "Bibi tenang saja, aku hanya akan menjadi pelayan bagian bersih- bersih di sana. InsyaAllah aku akan berhati-hati, aku juga akan bekerja dengan baik. "

Bik Farida mengangguk mengiyakan. "Semoga ya neng, bibi selalu mendoakan yang terbaik buat neng. "

******

1
Muna Junaidi
Thor aku hadir😘😘
Rusmini Mini
thankyou thor,semoga bisa berjumpa lagi di karya berikutnya 🙏🙏💪💪♥️♥️
Rusmini Mini
saatnya bertemu mertua 💪💪💪 Citra semoga nyonya Gracia bisa menerimamu sbg menantu 💪💪💪
Rusmini Mini
ah persetan dgn omongan Arthur dah jgn dengerin kata kata pecundang
Rusmini Mini
maaf apa Citra dah Bilang ke David kalo dirinya hamil...
Rusmini Mini
akhirnya Marlon dpt jodoh Utari semoga langgeng ya
Rusmini Mini
iba ngelihat akhir dr kelakuannya sendiri ,karma sdg terjadi menyesal lah sebelum terlambat
Rusmini Mini
siap siap dgn pasal berlapis Leticia
Rusmini Mini
knp pistolnya di buang jauh David kan bisa jd barbuk alias barang bukti
Rusmini Mini
antara Citra dan David kok menurutku gak ada chemistry dan terlalu di paksakan harusnya dr awal mrk menikah mulai ada rasa yg terpaksa berhenti krn cerai ya dan bisa di bandingkan antara Flora dan Citra sbg istri.... btw bisa menghibur lah
Rusmini Mini
😂😂😂😂😂 syukur rasain lu
Rusmini Mini
makanya aq gaj mau di ajak ke party nya Horang Kaya,sungguh tak beretika
Rusmini Mini
panic gak panic gak ....
Rusmini Mini
lekas minta maaf agar masalah cpt selesai Hans /Chuckle//Chuckle/
Rusmini Mini
mo kasihan apa geli pada Leticia.... geli aja ah masuk jebakanmu sendiri 😂😂😂
Rusmini Mini
yeayy akhirnya ketemu flash disc nya
Rusmini Mini
ngomong jg kalo kamu lg hamil
Rusmini Mini
ulah Leticia ...dasar biang kerok
Rusmini Mini
apa gak ada cowok lain selain David
Rusmini Mini
hayo mo ngomong apa... jgn ngomongin
aq ya hehehe /Grin//Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!