seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.
Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.
bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Saat Tiffany membuang pandangannya ke arah pintu kamarnya, ia melihat Ratu, Putri Nagia, dan juga Cindy yang datang dan langsung masuk ke dalam kamar begitu saja. Dengan wajah kesal, ia menatap ketiga wanita yang menghampirinya itu.
"salam, Ratu," sapa Tiffany dengan memberi hormat.
"Hm?" gumam Ratu sambil mengangkat satu alisnya.
"Tenanglah, Nagia. Biarkan ibu yang berbicara dengannya," ucap Ratu, maju selangkah lebih depan dari Putri Nagia dan mulai mendekati Tiffany.
"Sayang, Nona Tiffany, akhirnya kami menemukanmu. Saya terkejut saat mengetahui bahwa kamu sudah tidak berada lagi di kamar pertamamu. Kenapa kamu ingin pindah?" tanya Ratu, dengan memancarkan senyumannya di hadapan Tiffany.
"Maaf, tapi ini bukan keinginanku. Melainkan keinginan Ashan. Aku bahkan bingung kenapa aku dipindahkan ke kamar yang lebih besar lagi. Dia mengatakan bahwa kamar ini akan menjadi kamarku dan kamarnya," ucap Tiffany sambil lebih mengeraskan suaranya agar Cindy mendengarnya.
"Pft, hahahahaha! Begitukah? Ibu... ucapan wanita ini semakin lancang. Apakah kita lebih baik memberikan dia pelajaran?" seru Putri Nagia, menertawakan ucapan Tiffany, begitu juga dengan Cindy yang ikut tertawa kecil.
Melihat ia ditertawai, tentu saja Tiffany yang memiliki jati diri wanita yang sangat menjujung tinggi harga diri tidak terima akan perlakuan tersebut. Ia pun menatap sinis ke arah kedua wanita yang menertawakannya itu dan mengatakan:
"Aku tidak sedang melakukan komedi di sini. Apa yang lucu, ha!?" sentak Tiffany ke arah mereka berdua, membuat Putri Nagia melototi nya dengan tidak percaya.
Karena selama ia hidup, Putri Nagia hanya mendapatkan tatapan tertunduk dari orang-orang. Tidak ada yang berani menatap tajam seperti itu kepadanya, terkecuali adiknya sendiri.
Dengan menelan rasa marah dan berjalan mendekati Tiffany dengan wajah yang begitu datar, dan tanpa menunggu Tiffany untuk siap, Putri Nagia sudah terlebih dahulu meraih rambut hitam nan panjang milik Tiffany, membuat Tiffany langsung berteriak kesakitan:
"Aaa! Lepas!!!" jerit Tiffany kesakitan, sambil mencoba memberontak agar tangan Putri Nagia terlepas dari rambutnya.
Namun nyatanya, tenaga Putri Nagia ternyata lebih kuat daripada Tiffany. Tiffany tidak bisa melepaskan tangan Putri Nagia dengan mudah dari kepalanya, sampai harus membuat Tiffany juga membalas rasa sakit tersebut dengan menendang kuat kaki Putri Nagia.
Membuat Putri Nagia berjingkrak kesakitan hingga menangis di pelukan sang Ratu.
"Berani sekali kamu menyakiti putriku, Nona Tiffany!" sentak sang Ratu.
Menatap penuh amarah ke arah Tiffany yang sedang merapikan kembali rambutnya sehabis ditarik oleh Putri Nagia.
"Prajurit!!! Prajurit!!! Kemari kalian semua!!!" teriak sang Ratu memanggil beberapa prajurit istana yang selalu bersiap siaga di setiap tempat di dalam istana.
Mereka yang mendengar seruan sang Ratu, lantas berlari menuju sumber suara tersebut. Ada sekitar 7 prajurit dengan senjata lengkap pun masuk ke kamar Tiffany.
Tiffany pada saat melihat bahwa ia sedang dalam bahaya tidak takut sama sekali. Ia mempercayai bahwa Ashan akan datang dan menyelamatkannya.
"Tangkap wanita ini, dan kurung dia ke dalam penjara! Ia berani sekali memukul seorang Putri dari kerajaan Al-Khansa! Cepat!!!" teriak Ratu dengan wajah yang sudah merah karena marah.
Mendengar perintah yang begitu mendadak, prajurit tidak lagi berpikir panjang. Mereka dengan cepat menahan Tiffany dan menariknya keluar. Cindy yang melihat Tiffany meringis kesakitan dan berteriak untuk dilepaskan, membuatnya sangat bahagia. Ia diam-diam tersenyum kepada Tiffany, menunjukkan wajah kemenangan.
*Sialan! Sebenarnya mereka mau apa sih? Datang-datang tanpa permisi langsung menarik rambutku dan menarik ku ke penjara! Apa mereka waras?!*batin Tiffany merasa kesal sambil mengumpati ketiga wanita yang dia anggap tidak waras itu.
...----------------...
"Percepat perjalanan kita!" teriak Ashan kepada semua tentara bawah, dengan lebih mempercepat kudanya.
*Apa yang terjadi? Kenapa perasaan saya tidak enak? Apa terjadi sesuatu kepada wanita saya, Tiffany? Bagaimana dengan keadaannya sekarang?*batin Ashan dengan raut wajah khawatir. Tiba-tiba memikirkan keadaan Tiffany saat ia tinggalkan begitu saja di istananya. Walau ia mencoba untuk tetap tenang, tidak beberapa lama ia langsung menghentikan kudanya, diikuti oleh semua tentara bawah.
"Apa yang terjadi, Pangeran?" tanya Sait.
"Kirimkan pesanku kepada Yamin, perintahkan dia untuk mengabari keadaan Nona Tiffany saat ini. Saya ingin mengetahuinya secepat mungkin," perintah Ashan kepada Sait.
"Baik, Pangeran!" jawab Sait tanpa bertanya lagi.
...----------------...
Pada saat ini, para pemberontak yang berhasil masuk ke dalam istana, yang sudah mengetahui kabar bahwa Pangeran tidak ada di dalam istana, mulai berkumpul dan merencanakan penyanderaan keluarga istana sebagai senjata ampuh untuk mengalahkan kerajaan Al-Khansa.
"Bagus! Tuhan sedang berpihak kepada kita sekarang. Para wanita, kalian harus bisa mengabuli wanita istana untuk ikut bersama kalian di tempat sepi. Dan pada saat itu, kami akan menangkap Ratu beserta wanita Pangeran yang lain," ucap seorang pria berwajah kotor.
"Diamlah! Kamu sangat enak meminta kami mengabuli Ratu. Bagaimana bisa kami membawa mereka semua ke tempat sunyi sekaligus? Kita harus memikirkan rencana dengan baik jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian!" ketus seorang pelayan wanita, mulai memarahi pria berwajah kotor tersebut.
Saat ini mereka yang sedang berada di gudang perabotan istana, mulai merencanakan sesuatu cara untuk bisa menculik keluarga istana tanpa ketahuan.
...********BERSAMBUNG*******...
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
lanjut up lagi thor
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍