NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Sambung Sahabatku

Menjadi Ibu Sambung Sahabatku

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: AgviRa

Seorang gadis yang terpaksa menikah dengan ayah dari sahabatnya sendiri karena sebuah kesalahpahaman. Apakah dirinya dapat menjalani kehidupannya seperti biasanya atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AgviRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengikhlaskan

Tak lama, ayah Leo kembali ke ruang inap anaknya.

"Yah, darimana saja?" Ucap bunda Wulan.

"Ada urusan tadi, bun." Ucap ayah Leo menghampiri istrinya yang masih setia menunggui putri kesayangannya yang sedang terbaring lemah.

Ayah Leo mengelus bahu istrinya seakan mengisyaratkan semua baik-baik saja.

"Kamu, saya kecewa denganmu mantu." Ayah Leo menunjuk papa Damian yang sedari tadi masih diam mematung di sofa.

Pikiran papa Damian bercabang kemana-kemana. Takut dengan hubungan istrinya nantinya akan bagaimana setelah menjelaskan semuanya ke kedua orang tua istrinya.

"Maafkan saya, ayah mertua. Saya patut disalahkan. Saya memang tak berguna." Ucap papa Damian yang masih saja menyalahkan dirinya sendiri.

"Om, semua bukan murni kesalahan papa, tolong jangan menyalahkan papa, papa hanya dijebak, om. Papa sangat mencintai mama, tolong jangan marahi papa. hiks hiks. Jadi, papa tidak mungkin ada niat menyelakai mama, apalagi kalau papa tahu mama sedang mengandung. Saya juga bersamanya waktu itu. Tolong maafkan papa." Ucap Dina yang tak mau papanya disalahkan dengan sudah tak mampu menahan air matanya untuk jatuh.

"Sayang," Ucap papa Damian lirih. Dia haru karena anaknya begitu membelanya. Papa Damian pun memeluk anaknya yang sedang menangis.

"Yah," Bunda Wulan menggenggam tangan suaminya.

"Ayah kecewa, bunda pun kecewa. Tapi, apa ayah lupa siapa yang memberi kita kehidupan? Semua sudah takdir Tuhan, yah. Dan, mungkin memang belum rejeki mereka. Menantu kita memang tak sepenuhnya salah. Bukannya benar jika dia mengabari putri kita untuk ikut datang dengannya? Menantu kita juga tak tahu jika akan dijebak oleh karyawan ayah bukan? Hanya saja waktu yang membuat mereka menjadi salah paham dan mengakibatkan putri kita terbaring lemah disini. Benar kata Dina, tak mungkin menantu kita berniat membuat putri kita sakit. Dia pun juga sedih, yah. Tolong dengarkan apa yang bunda katakan. Jangan menambah beban pikiran menantu kita." Ucap bunda Wulan panjang lebar.

Hhaahhh

Ayah Leo membuang nafas kasar.

"Astaghfirullah, maafkan ayah, bun. Ayah tak bisa berfikir dengan jernih. Damian. Maafkan aku!" Ucap ayah Leo yang kini lebih tenang.

Ayah Leo lalu menghampiri papa Damian dan merangkulnya.

"Maafkan saya!!" Ucap ayah Leo.

"Saya pun minta maaf, ayah mertua. Saat ini saya sedikit lega. Hanya, bagaimana nanti saya akan menjelaskannya pada istri saya." Ucap papa Damian yang merasa beban dalam pikirannya sedikit berkurang.

"Nanti akan bunda bantu jelaskan." Sahut bunda Wulan.

"Terima kasih, bunda."

"Kalau begitu kami pamit pulang dulu, besok kita kesini lagi, biar kamu juga bisa istirahat. Dan, lebih baik Dina ikut kami, nanti kami antarkan dia pulang ke rumah. Besok kita gantian berjaga. Dan satu lagi, urusan Johan dan anaknya, biar aku yang menanganinya. Jadi, percayakan saja semuanya pada saya." Ucap Ayah Leo.

"Benar, biarkan Dina ikut kami pulang. Besok kita akan menjemputnya dan kita akan membawakan ganti untuk kalian." Ucap bunda Wulan yang membenarkan kata suaminya.

"Baiklah, terima kasih, ayah mertua." Ucap papa Damian menyetujui apa yang mertuanya katakan. "Sayang, ikutlah pulang bersama kakek dan nenek, besok bisa kesini lagi." Ucap papa Damian.

"Eh, iya, kita sudah menjadi kakek dan nenek ya buat Dina. Ya Allah, kebiasaan sampai lupa kalau Dina adalah anak mantu dan anak kita." Ucap bunda Wulan dan ayah Leo pun mengangguk membenarkan.

"Kalau begitu mulai sekarang panggil kami kakek dan nenek ya, sayang. Jangan om tante lagi." Sambung bunda Wulan.

"I-iya kek, nek." Dina pun mengangguk menyetujui hal itu.

"Kalau begitu kita langsung pamit aja, jaga diri baik-baik. Nanti, kalau Zaazaa sudah siuman tolong kabari kami." Ucap ayah Leo.

"Iya ayah mertua. Kalian hati-hati." Balas papa Damian.

"Assalamu'alaikum,"

"Wa'alaikumussalam wa rahmatullah,"

Setelah kedua mertua dan anaknya pergi, papa Damian mendekati istrinya.

"Sayang, lekaslah sadar." Ucap papa Damian yang menggenggam dan mengecup tangan istrinya.

Lama kelamaan papa Damian pun tertidur dengan posisi duduk di samping tempat tidur istrinya dan masih menggenggam tangan istrinya.

.........

Di lain tempat, Pak Johan bersama anaknya Sinta sedang berada di perjalanan pulang. Mereka tadi dari Hotel langsung pergi ke sebuah restoran untuk makan. Mereka yang tadinya panik, saat ini seperti orang yang tak merasa bersalah sedikit pun. Justru yang ada dalam pikiran mereka adalah jika istri dari Damian nantinya sakit hati dan pergi meninggalkan Damian, maka peluang mereka akan semakin besar. Selama di perjalanan mereka tertawa bahagia dengan segala bayangan-bayangan yang akan mereka dapatkan nanti.

Mereka tak tahu saja, kehancuran sedang menunggu mereka.

Ketika mereka sampai di rumah. Sebelum mereka masuk ke dalam. Tiba-tiba ada mobil yang datang dan menyeret Pak Johan dan Sinta untuk masuk ke dalam mobil dan akan mereka bawa kepada bos mereka.

"Heh, siapa kalian, berani-beraninya memperlakukan saya seperti ini? Siapa yang menyuruh kalian?" Ucap pak Johan pada keempat orang yang sudah menangkapnya.

"DIAM ATAU KUHAJAR KAU SAMPAI MATI" Ucap salah satu orang yang menculik mereka.

Seketika pak Johan pun diam. Sedang Sinta yang sedari tadi takut juga hanya diam membisu.

Mereka adalah suruhan ayah Leo, Pak Johan dan Sinta akan dibawa ke suatu tempat yang mungkin tak akan ada yang tahu keberadaannya.

......

Pagi pun datang menyapa. Papa Damian yang masih tertidur pun terbangun ketika merasakan gerakan pada tangan istrinya.

"Sayang, sayang kau sudah sadar?" Ucap papa Damian dan bangkit mengelus pucuk kepala istrinya.

"Ha-us" Hanya itu yang Azalea ucapkan

"Kamu haus, sayang? Sebentar, sayang." Ucap papa Damian dan segera mengambil air minum untuk istrinya. Lalu papa Damian memberikan minum kepada istrinya.

"Pelan-pelan, sayang."

Papa Damian pun langsung memencet tombol yang menghubungkan ruangan itu dengan perawat.

"Mas, kenapa aku ada disini?" Ucap Azalea yang bingung kenapa dia berada di ruang serba putih dan terdapat infus di tangannya.

Sebelum papa Damian menjawab, tiba-tiba pintu diketuk dan seorang dokter dan perawat datang.

"Anda sudah siuman, nona? Apa yang Anda rasakan?" Ucap dokter yang memeriksa keadaan Azalea.

"Sedikit pusing, dok. Dan, perut saya terasa keram." Ucap Azalea singkat.

"Saya tensi dulu ya, non?" Seorang perawat mengecek tekanan darah Azalea dan dibalas anggukan oleh Azalea.

"Tekanan darah masih sedikit rendah ya, pak. Karena pasien juga baru saja terbangun jadi wajar saja kalau masih begitu rendah dan pasien mengalami pusing. Nanti, setelah sarapan dan minum obat biar suster mengeceknya lagi. Dan untuk perut pasien yang terasa keram itu mungkin efek kuterase kemarin, nanti akan saya beri obat pereda nyeri." Ucap dokter tersebut.

"Sebentar, dok. Dokter tadi bilang apa barusan? Kuretase? Apa itu kuretase?" Ucap Azalea yang tak paham dengan ucapan dokter.

Degh!!

Seketika jantung papa Damian berpacu sangat cepat. Mendadak dia keringat dingin.

"Sayang, -" Papa Damian melirik dokter dan memberikan isyarat untuk memberikan waktu padanya. Papa Damian nantinya yang akan menjelaskannya. Dokter pun yang paham dengan sorot mata memohon pun mengerti.

"Ada apa, Mas? Kenapa mas menatao dokter seperti itu?" Azalea penasaran dengan tingkah suaminya.

"Ah tidak sayang," Ucap papa Damian singkat.

"Kalau begitu kami pergi dulu, pak. Semangat untuk, nona." Ucap dokter dan berlalu dari ruangan Azalea.

"Tapi, dok. Pe-"

"Sayang, lihatlah mas." Ucap papa Damian yang seketika memotong kalimat Azalea.

"Mas, kenapa? Ada apa sebenarnya? Mas belum menjawab pertanyaanku. Kenapa aku ada disini?" Ucap Azalea meminta sebuah jawaban dari suaminya.

Hhuhhh,,,

Papa Damian membuang nafas sebelum menceritakan apa yang telah terjadi.

Mau tak mau papa Damian pun menceritakan semuanya dari awal sampai istrinya dirawat.

Tess,,,

Seketika Azalea mengeluarkan air mata.

"Mas,"

"Maafkan, mas, sayang. Mas salah, mas memang tak berguna. Kamu boleh menampar, memukul, meluapkan amarahmu asal jangan membenci dan meninggalkan, mas. Maafkan, mas." Ucap papa Damian meminta maaf pada istrinya.

Azalea hanya diam. Merasa tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Sepertinya cobaan selalu saja datang menghampirinya.

Azalea hanya bisa menangis. Papa Damian pun memeluk istrinya.

"Maafkan, mas. Mas janji akan lebih menjagamu lagi." Ucap papa Damian yang merasa pasrah.

"Mas, anak kita, bahkan aku belum mengetahuinya, mas. Ya Allah, maafkan hambamu ini yang tak bisa menjaga titipanMu." Ucap Azalea yang juga merasa bersalah karena tak menyadari jika dirinya telah berbadan dua.

Mereka sama-sama menyadari akan kesalahannya. Memang belum rejeki mereka. Harus lebih introspeksi diri lagi. Mereka pun akhirnya menerima dan ikhlas. Keduanya akan menjalani kehidupan dengan lebih hati-hati. Kini mereka berdamai dan percaya dengan sang Maha Pencipta. Karena hal ini membuat hubungan mereka semakin kuat.

1
nana supriyatna
Luar biasa
Ani
tidak Zahra.. karena Itu adalah sudah bagian mu..

kecuali kamu meminta yang bukan menjadi hak mu
Ani: bener itu kak

karena saudara saudaranya yang lain juga udah ada bagiannya masing masing
AgviRa: Jadi, bener ya, Kak.
total 2 replies
Ani
tunggu kehancuranmu Dewi dan Arkan 😠😠😠😠
AgviRa: Iya, ditunggu ya, Kak.
total 1 replies
Ani
aku baru ngeh ternyata Riko ini adiknya Azalea 😣😣😣😣.. bener bener faktor U ini
Ani: heemmm
AgviRa: sebentar lagi tamat, Kak.😅
total 4 replies
Ani
cih sombong amat kita lihat dan saksikan siapa yang bakal ngemis ngemis nantinya...
Ani: harus itu udah geregetan pengen nimpuk kepala mereka berdua
AgviRa: Iya, kita lihat nanti ya, Kak.😅🙏
total 2 replies
Ani
loh babnya kok diulang kak??
Ani: pantesan
AgviRa: kemarin gagal, ternyata dobel..🙏
total 4 replies
Ani
ceritanya menarik
peran pria dan wanitanya juga tegas
AgviRa: Terima kasih, Kak.😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!