Tentang seorang menantu yang tidak di perlakukan baik oleh keluarga suaminya.
Setiap hari nya harus menahan diri dan memendam sakit hati.
Lalu di tengah kesuksesan yang baru di reguknya, rumah tangganya di terpa badai pengkhianatan.
Akankah dirinya mampu bertahan dengan rumah tangganya?
Cerita ini belatar kehidupan di daerah Sumatera, khusunya suku Melayu. Untuk bahasa, Lebih ke Indonesia supaya pembaca lebih memahami.
Jika tidak suka silakan di skip, dan mohon tidak memberi penilaian buruk.🙏
Silakan memberi kritik dan saran yang membangun🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Sari
Usai kericuhan tadi, mereka semua memutuskan pulang. Rahmah dan Rahmi juga sudah pulang ke kampung.
Sampai rumah, Sari membawa Yati ke kamar anaknya. Anak-anaknya akan tidur di luar bersamanya dan Sarimah. Ramdan tidur sendiri di kamar mereka.
“Kau istirahat lah dulu, aku ke dapur kejap ya?’’ Sari mengelus bahu adik iparnya. Yati hanya mengangguk saja.
Semenjak pulang tadi, dirinya hanya berdiam diri. Shock dengan kenyataan pahit yang baru di terimanya. Sedangkan Sarimah sudah bisa tenang, hanya sedih melihat anaknya terluka begini.
Sari kembali ke kamar, membawa teh hangat untuk Yati.
“Ini diminum dulu. Biar sedikit tenangkan pikiran.’’ mengulurkan gelas berisi teh.
“Terima kasih kak’’ jawabnya pelan, mengambil gelas di tangan Sari, meminumnya sedikit.
“Sekarang kau bawa tidur ya jika bisa. Kalau tidak bisa juga, tidurlah bersama kami di luar. Kami biasanya tidur dini hari, asik nonton.’’ ujar Sari bercanda. Yati hanya sedikit tersenyum.
Setidaknya, di tengah kesedihannya ini, dia di kelilingi orang yang menyayangi nya. Jika saja dia di kampung, tentu Iya lebih terpuruk.
“Apa ini karma aku, karena dulu tak sukakan kak Sari?’’ Yati malah teringat salahnya dahulu.
“Itu tidak ada sangkut pautnya Yat. Ya sudah, bawa tidur dulu. Besok baru kita pikirkan jalan penyelesaian masalah ini.’’ Sari kamar.
“Macam mana keadaan adik kau?’’ tanya Sarimah.
“ Tentu dia terguncang Bu. Tapi, biarlah dia sendiri dulu, mengeluarkan sedih dan sesaknya di hati nya. Sehingga esok dah bisa mengambil macam mana keputusan Dia.’’ ucap Sari.
“Aku minta maaf. Seharusnya sebagai Mak, aku lah yang ngurus dia dengan kesedihannya tu. Ni malah kau pula yang susah dan mengurusnya.’’ ujar Sarimah.
“Bu, kita ni keluarga. Yati juga adik Sari, tentu saja Sari ikut bertanggungjawab dengannya. Sebaiknya Ibu bawa tidur. Besok kita pikirkan masalah ni lagi.’’ Sari menyelimuti mertuanya.
Melihat mertuanya telah tidur, Sari membuka ponselnya. Terlihat beberapa pelanggan nya mengucapkan Selamat hari lebaran. Ada satu nomor yang tidak di kenal mengirim sebuah foto. Ternyata telah masuk kemarin, tapi tertimbun pesan baru.
“Foto apa ini?’’ batin Sari.
Segera di buka nya. Sari kaget bukan main, ternyata foto mesra sang suami dengan wanita, terlebih melihat cincin sama bentuknya dengan cincin dari foto di kirimkan oleh nomor tak di kenal waktu itu.
Jadi macam gini kau di sana bang? pantas saja ponsel kau sangat susah di hubungi. Apa jangan-jangan kwitansi saat itu?’’ gumam Sari.
Setelah lelah bermain ponselnya, Sari memutuskan untuk tidur.
.
.
***
**
*
Siang setelah mereka pulang dari sholat idul Fitri, mereka semua telah saling bermaaf-maafan. Kedua anak dan ibu itu, meminta maaf kepada Sari. Mengingat ketika di kampung mereka sangat keterlaluan terhadap Sari. Sari pun demikian, dirinya juga meminta maaf, karena sebagai manusia tentu Dia juga punya kekhilafan.
“Bu, selamanya jadi menantu ibu, mungkin Sari banyak melakukan kesalahan dan kekurangan lainnya. Untuk itu Sari mohon maaf lahir dan batin ya Bu.’’ Sari bersimpuh dan mencium tangan mertuanya.
“Kau sempurna, hanya aku saja yang tidak tau bersyukur. Aku juga minta maaf jika selama ni selalu marah-marah pada mu, baik sengaja atau pun tidak.’’ Balas Sarimah mengusap airmata nya. Setelahnya kedua wanita itu berpelukan. Sesekali terdengar Isak tangis pelan.
Setelahnya giliran Yati yang minta maaf dan rasa bersalahnya pada ibunya. Sebenarnya dulu Sarimah sempat tidak merestui pernikahan nya dan Wira. Karena asal usul orang tuanya ini kurang jelas. Tapi melihat Yati yang begitu bahagia, Akhirnya Dia merestui Yati dan Wira.
.
Setelah acara bersalaman, kini mereka sedang di ruang tv. Menonton sambil mencicipi ketupat dan gulai ayam serta makanan lainnya. Tak ketinggalan Ramdan juga bersama mereka.
“Jam berapa kau balik malam tadi Ramdan?
tanya Sarimah. Dia sedang menyuapi si bungsu Atika.
“Jam 1!’’
“Jam 11!’’
Jawab serentak keduanya, tapi beda jawaban.
“Yang mana yang betul nya?’’ Sergah Sarimah.
“Jam 1 lewat Bu, malam tadi Sari belum tidur jam segitu’’ jawab Sari.
Ramdan hanya diam saja. Dirinya beranjak menuju kamarnya.
“Memang kurang ajar betul ku tengok Dia sekarang ni.’’ Sarimah begitu kesal dengan anaknya. Bukannya sungkeman di hari IdulFitri ini, Dia malah masuk kamar.
Sari beranjak menuju keluar karena dapat telpon dari orang tuanya di seberang.
*
“Bang Ramdan kenapa Mak? Sekarang ni berubah betul’’ Yati pun merasakan perubahan sikap Abangnya.
“Aku rasa Ramdan kembali berhubungan dengan wanita gila itu’’ ucap Sarimah pelan sambil melihat keluar. Takut bila Sari tiba-tiba masuk rumah.
“Apa?!... Siapa maksud Mak? Dahlia?’’ Pekik Yati tidak bisa lagi menahan keterkejutannya.
Plakkkk...
“Aku bukan main bicara pelan macam semut, kau malah cakap nama betina itu kuat-kuat. Sekalian saja pakai toa sana.’’ sinis Sarimah kesal.
“Heheeee... Maaf Mak. Lupa saking terkejutnya. Tapi bagaimana pula Mak cakap macam tu? Mak punya buktikah?’’ tanya Yati penasaran.
Ketika Sarimah akan berbicara, Sari terlihat masuk rumah, sehingga gagal lah Dirinya untuk bercerita.
.
****
.
Dahlia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Sore hari nya, Dia memutuskan ke rumah Ramdan. Melihat sang kekasih bergeraknya lamban. Dia berinisiatif sendiri untuk membongkar hubungan mereka pada Sari.
Saat Dahlia tiba di halaman rumah, Sari, anak dan lainnya sedang duduk di teras. Mereka melihat ke arah mobil. Merasa heran akan mobil yang datang ini.
Saat si pemilik keluar barulah mereka mengenalinya. Sari sudah tidak terkejut lagi, karena Dia sudah bisa menebak hubungan suami nya dan wanita ini. Hanya saja dirinya belum tahu tentang Dahlia ini adalah mantan suaminya.
Sementara Yati sangat tercengang. Tidak menyangka calon ipar nya yang gagal itu kini ada di hadapan mereka. Berani sekali Dahlia datang ke sini, pikirnya.
“Untuk apa kau datang ke sini betina tidak tahu diri?’’ tanya Sarimah yang tidak bisa lagi menahan emosi nya.
“Berbaiklah sedikit Bu, ini kan hari raya.’’ balas Dahlia santai.
Sarimah tidak jadi membalas ketika Sari membuka suaranya.
“Apakah kau mau menemui suami sah ku?’’ tanya Sari telah. Menekan kata suami SAH ku. Menunjukkan betapa menjijikan hubungan perselingkuhan itu. Dahlia menggenggam erat jemarinya menahan kesal.
“Suami ku juga’’ balas Dahlia tak mau kalah.
“Betulkah? Berartinya hanya sirikan? Tentu tidak bisa bebas kemana-mana. Tetap saja tersembunyi.’’ Sari bersedekap dada.
Meskipun dirinya kaget mendengar jika mereka sudah menikah siri, tapi Dia bisa menguasai keterkejutannya. Sakit hati nya sebisa mungkin dirinya tahan. Jika saja dia masih gadis dahulu, tentu saja Dahlia ini sudah di hajarnya.
Ramdan keluar kamar saat mendengar keributan. Dia terkejut bukan main melihat Dahlia berada di halaman rumahnya. Seketika dirinya pucat. Dia belum siap untuk menceritakan kepada keluarganya tentang pernikahan keduanya.
.
“Aku akan segera mengurus perceraian kita. Tak usah Abang risaukan, aku tak akan minta biaya sepeserpun!’’ sembur Sari saat melihat Ramdan keluar rumah.
“Cih!, sombong sekali kau. Macam banyak betul duit mu tu!’’ Ucap Dahlia sombong.
“Diam kau Dahlia! Biar ini jadi urusan ku. Sebaiknya kau pulang dulu, Jangan buat suasana makin panas macam gini.’’ geram Ramdan.
“Kau mengusirku bang? Tega kau mengusir calon ibu dari anakmu ni?’’ Dahlia mulai berakting. Memelas sambil mengelus perut ratanya.
Mereka yang ada di situ semua kaget mendengar kenyataan baru ini. Sarimah tersulut mundur. Untung saja ada Yati yang menahan tubuh tua nya yang hampir limbung. Bagaimana tidak, baru saja mendengar anaknya telah menikah lagi, kini mendapat kenyataan baru lagi. Bertubi-tubi sekali cobaan keluarga mereka. Sari juga demikian, sekuat tenaga menahan air matanya.
.
.
Minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir batin🙏🙏
Maaf ya guys, Beberapa hari ini jarang up. Di tempat author lagi ada rombongan. Satu dusun itu mengadakan silaturrahmi. Jadi agak sibuk.
Semoga kalian masih betah dengan karya ku ya🤗❤️
.
Jangan lupa like subscribe dan vote nya.