Aku terlibat satu malam panas dengan calon adik iparku, hingga aku harus mengandung benih lelaki itu.
Tentang Kiara, yang di benci oleh semua keluarganya karena di tuduh menggoda calon suami adiknya hingga mengandung.
semenjak malam itu hidup Kiara berubah, kini dia dan anaknya harus menerima kebencian dari seluruh keluarganya. Semua menyalahkan Kiara atas kejadian malam itu. padahal, ada rahasia di balik malam panas Kiara bersama calon adik iparnya.
akankah Kiara mampu menghadapi tekanan yang di berikan oleh keluarganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadar dari koma
Tubuh Kiara diam membeku ketika melihat lelaki yang paling dia benci ada di depannya. Kebencian Kiara semakin menjadi-jadi ketika melihat raut wajah ayahnya yang menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Sungguh, rasanya Kiara ingin sekali menghancurkan lelaki di depannya ini, lelaki yang tidak pernah adil sedari dulu.
"Ki-Kiara," panggil Ken dengan terbata, lelaki itu hampir saja maju berniat memeluk putri pertamanya.
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Kiara dengan sinis.
"Bukankah kau sudah mendengar dari anak bungsumu jika ingin meminta maaf, susul Heana ke akhirat!" Setelah mengatakan itu, Kiara langsung menutup pintu dengan sangat keras, bahkan sangat keras.
Setelah menutup pintu, Tangan dan tubuh wanita itu gemetar. Kiara tidak akan lupa bagaimana perlakuan ayahnya padanya selama ini, dan sungguh dia benar-benar akan memutuskan hubungan dia dan keluarganya, toh selama ini dia juga hidup sendiri.
Keesokan harinya.
Kiara mematut diri di cermin, memastikan tampilannya sudah rapi. Hari ini dia tidak pergi ke kantor, dia izin cuti karena tidak enak badan. Sepertinya pertemuan Kiara dan Ken semalam memberikan pengaruh yang luar biasa untuk Kiara, karena sedari semalam dia tidak bisa tertidur. Wanita itu terus bernostalgia dengan rasa sakitnya di masa lalu. .
Dia tahu ketika dia cuti pasti besok dia akan menghadapi amarah yang luar biasa dari mantan suaminya, tapi Kiara tidak peduli, dia berpikir dia harus menenangkan mentalnya terlebih dahulu sebelum dia lepas kendali.
Kali ini, dia memutuskan untuk olahraga dan menikmati udara pagi di taman.
Satu jam kemudian.
Semenjak datang ke taman, Kiara langsung berlari. Wanita itu seolah melepaskan amarahnya dengan berlari sangat kencang, hingga akhirnya setelah satu jam berlari dia menghentikan aktivitasnya karena merasa lelah.
Kiara memutuskan untuk duduk di sisi taman. Wanita itu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, dia berusaha menetralkan napasnya. Sialnya, Kiara lupa membawa minum karena tadi niatnya hanya berjalan-jalan santai saja di taman.
Ketika Kiara sedang melamun, tiba-tiba ada seseorang yang memberikan botol minum ke hadapannya, hingga Kiara yang sedang duduk langsung mengangkat kepalanya. Seolah belum selesai rasa sakit yang dirasakan oleh Kiara karena pertemuan dia dengan ayah dan adiknya, sekarang dia harus merasakan sakit lagi ketika ternyata yang berada di depannya adalah Ane.
Rupanya, dari tadi Ane mengikuti kakaknya. Ane tidak tahan berdiam diri, jadi dia memutuskan untuk berbicara pada Kiara.
Kiara bangkit dari duduknya kemudian dia menatap Ane dengan tatapan permusuhan. Ini sungguh terbalik. Dulu, Ane yang menatapnya dengan penuh permusuhan, tapi sekarang dialah yang menatap adiknya dengan penuh kebencian.
"Mau apa kau menemuiku?" tanya Kiara.
"Kiara, ak—""
"Matilah Ane susul anakku ke akhirat dan minta maaf padanya. Oh ya, jangan temui aku lagi dan bilang pada keluargamu jika sampai kalian berani menghampiriku atau menampakan diri kalian, maka kebencianku akan semakin bertambah."
Setelah mengatakan itu, Kiara pun langsung pergi, tapi Ana dengan cepat menarik tangan kakaknya.
"Kiara aku tahu kita semua bersalah, tapi ini semua berawal dari Hazel."
"Ya, ini semua berawal dari Hazel, tapi seharusnya kalian percaya padaku. Aku ini keluarga kalian, bertahun-tahun hidup dengan kalian!" Pada akhirnya, emosi Kiara meledak. Dia langsung berteriak di hadapan Ane, bahkan teriakan Kiara begitu kencang membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka.
"Jangan menampakkan dirimu lagi di hadapanku, Ane! Belajarlah untuk tahu malu sedikit." Setelah mengatakan itu Kiara pun langsung berbalik kemudian pergi meninggalkan Ane, sedangkan Ane tidak berani mengejar kakaknya. Kiara benar, kenapa semuanya tidak percaya pada kakaknya dan malah percaya pada Hazel?
Ane menghela napas kemudian mengembuskannya. Pada akhirnya dia memutuskan untuk membiarkan kakaknya tenang terlebih dahulu. Dia yakin kakaknya hanya perlu dibujuk untuk memaafkan semua keluarganya, begitulah pikir Ane tanpa dia sadari bahwa Kiara sudah sangat terluka.
***
Keesokan harinya.
Kiara memejamkan matanya ketika hazel melempar berkas ke tubuhnya. Lemparan berkas itu begitu keras hingga Kiara meringis, karena ujung map yang ada besinya terkena tangannya.
"Bisa-bisanya kemarin kau cuti di saat genting-gentingnya perusahaan!" teriak Hazel, benar seperti dugaan Kiara dia akan langsung disemprot oleh mantan suaminya.
Seperti biasa, Kiara hanya tertunduk. Entah kenapa setelah bertemu dengan keluarganya kemari, Kiara malah merasa mati rasa. Biasanya dia akan merasa nyeri jika diperlakukan seperti ini oleh Hazel, tapi sekarang rasanya biasa saja.
"Kau dengar aku tidak?!" teriak Hazel dengan emosi hingga Kiara mengangkat kepalanya, kemudian mengangguk.
"Aku mendengarnya, Tuan. Baik, aku akan memperbaiki semuanya."
Hazel menatap tak percaya pada wanita di depannya ini. Biasanya dia melihat Kiara yang ketakutan, tapi sekarang Kiara malah lebih tenang?
"Lupakan itu, siapkan meeting untuk nanti," kata Hazel hingga Kiara mengangguk. Wanita itu berbalik kemudian keluar dari ruangan bosnya yang juga ruangan mantan kekasihnya.
Setelah sampai di ruangannya, Kiara langsung membereskan bahan-bahan untuk meeting.
***
Suasana di dalam ruangan meeting begitu hening. Semua fokus dengan pembicara yang sedang menerangkan kerja sama, dan tak lama semua menoleh ke arah Kiara ketika ponsel Kiara berdering membuat mata Kiara membulat.
Kiara dengan cepat merogoh sakunya kemudian mengambil ponselnya. Ketika tahu siapa yang menelponnya, Kiara menoleh ke arah Hazel yang juga sedang menoleh ke arahnya, karena orang yang menelponnya bukan orang sembarangan dan jika orang itu menelponnya, pasti ada sesuatu yang terjadi.
Kiara langsung mengangkat panggilannya kemudian keluar dari ruangan meeting membuat semua orang menatap aneh pada Kiara, sedangkan Hazel mengepalkan tangannya karena Kiara membuatnya malu.
"Halo, Annet?" panggil Kiara dengan suara gemetar.
"Kiara, cepat datang ke sini! Heana sudah sadar dari komanya."
Kiara menjatuhkan ponsel yang dia pegang ketika mendengar ucapan Annet. Tanpa menunggu waktu lagi, wanita itu pun langsung bergegas untuk pergi ke luar kota di mana selama ini Heana dirawat.
Ya, Heana tidak meninggal, Heana hanya koma. Ada alasan tersendiri kenapa Kiara menyebutkan pada semua orang bahwa putrinya sudah meninggal, alasan itu karena ....
Flashback nya bsok yaa, besok update lagi kok malem ya , karena kondisiku udh baikan
jamuran nungguin... terpikir niat gak yach nulis nya... coz gak jelas upnya kapan...
kasih konfirmasi donk Thor....
lm x lah up nya ya 🤦♀️
smg kali ini kiara bahagia