Berawal perkemahan yang diadakan oleh sekolah membuat anak-anak terpilih memiliki kekuatan aneh.
Saat perkemahan berlangsung mereka tersesat karena disebabkan oleh kejahilan seseorang dan hal itu membuat mereka menjadi masuk ke sebuah gua hanya untuk berteduh. Rasa penasaran mereka yang tinggi membuat mereka memasuki gua hingga bagian terdalam dan menemukan sebuah danau tersembunyi di dalam gua.
Karena sesuatu, mereka tak sengaja masuk ke danau dan secara tiba-tiba membuat mereka memiliki kekuatan
Mampukah mereka mengendalikan kekuatan itu? Atau malah sebaliknya, hal itu menjadi bumerang bagi mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyelir 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Ketika pulang sekolah, Nyx yang melihat 2 orang yang sedang duduk berdua dan membicarakan sesuatu.
"Kita harus segera beraksi lagi, Gus"
"Gue tau. Tapi kita harus nyari tempat buat beraksi. Tempat biasa udah nggak aman, lo tau" kesalnya
Nyx yang mendengarkan pembicaraan itu segera mengucapkan mantra dan membisikkan sihir hitam agar kedua orang itu patuh kepadanya. Kemudian, Nyx berubah menjadi ratu kegelapan bertepatan kedua orang itu hadir dan menunduk hormat kepadanya.
"Yang mulia ratu" ujar kedua orang itu
"Wahai pengikutku, para pengikut kejahatan. Aku akan memberikan kalian kekuatan untuk kejahatan" Kemudian aura hitam menyelimuti keduanya dan ratu kegelapan pergi dalam sekejap.
Kedua orang itu tersadar dan menyeringai sinis. Seolah telah mendapatkan keberanian dan kekuatan yang maha dahsyat dari kegelapan.
"Gus, apa yang terjadi ya?" tanya Jaka
Mereka seakan-akan tidak mengenal ratu kegelapan, meskipun mereka tadi baru saja menyembahnya. Namun, saat ratu kegelapan pergi, mereka menjadi lupa dengan ratu kegelapan itu sendiri.
"Gue gatau dan gue nggak peduli. Gue cuma ngerasa jadi lebih kuat. Itu yang penting" ujar Agus
Secara tiba-tiba Agus berubah menjadi angin. Jaka yang melihat itu terkejut.
"Agus, lo jadi angin. Lo terbang?" girang Jaka yang melihat kekuatan Agus
"Eh... kenapa bisa gini" Agus bertanya-tanya, kemudian terpikirkan bisikan yang ia dengar bahwa dia akan memiliki kekuatan daei kegelapan.
"Apa ini yang dimaksud bisikan tadi ya? kalau iya, gue bakal gabung sama kegelapan aja" pikir Agus
"Jak, lo coba pikirkan sesuatu deh. Kekuatan aoa yang lo inginkan" ujar Agus
Jaka yang mendengar itu langsung memikirkan kekuatan yang berasal dari film "Fantastic Four". Kemudian mencobanya dan hasilnya, wow
Dia bisa memanjangkan tangannya. Dan hal itu membuat mereka tercengang. Mereka tertawa, mereka senang melihat kemampuan yang mereka miliki saat ini.
Tak lama kemudian, mereka memikirkan cara agar aksi mereka berhasil. Apalagi dengan kemampuan baru mereka.
"Nanti malam, kita beraksi di Jalan Mawar. Tempat komplek orang kaya. Kita rampok di jalan itu aja" ujar Agus
"Oke aja sih. Kita pasti dapat hasil yang banyak dengan kekuatan ini" ujar Jaka. Kemudian mereka tertawa senang, setelah memikirkan tingkat keberhasilan mereka merampok akan tinggi dan hasil yang akan mereka dapatkan akan sangat banyak.
...****************...
Berita terkini. Terjadi perampokkan di Jalan Mawar. Kejadian ini sudah terjadi selama 4 hari berturut. Berdasarkan saksi mata perampok itu bisa memanjangkan tangan dan berubah menjadi angin. Meskipun itu terlihat mustahil, namun berdasarkan banyaknya saksi mata itu bukanlah sebuah karangan belaka. Mari kita dengarkan keterangan dari saksi mata.
Airin dan Aaron yang mendengarkan berita itu tercengang. Melihat video yang berhasil di rekam oleh salah satu warga. Merasa mustahil, namun itulah yang terlihat di dalam video itu.
"Jalan Mawar bukankah itu jalanan yang dekat dengan komplek kita" ujar Adit yang baru saja bergabung.
"Yap, dan sepertinya itu nyata deh bukan editan ataupun karangan belaka" pendapat Airin
"Tapi aneh aja, gimana bisa mereka jadi kayak gitu ya" lanjutnya
"Sudahlah, lebih baik kalian hindari jalan itu. Meskipun itu adalah jalanan terdekat ke komplek kita, lebih baik menghindar" nasihat Kalius yang baru saja duduk di dekat Airin
Adit dan si kembar hanya mengangguk mengerti. Mereka tidak ingin sang papa khawatir dengan mereka, dan lebih baik menghindar kan daripada terjadi apa-apa.
"Lebih baik kalian tidur sekarang" ujar Kalius sambil mengelus rambut Airin dengan sayang
"Baik pa, lagian Arin udah ngantuk banget" manja Airin. Dirinya membenamkan wajahnya di lengan sang papa.
"Ya udah sana masuk kamar..."
Kemudian Airin, Aaron dan Adit berpamitan dan mengucapkan salam selamat malam pada sang papa. Kalius yang melihat itu tersenyum senang dan terus berdoa agar keluarga akan terus harmonis seperti ini.
Saat akan tidur, Airin melihat ada sesuatu yang terus mengetuk jendelanya. Airin yang penasaran pun membuka jendela dan terlihat burung merpati yang sedang membawa secarik kertas di paruhnya. Setelah memberikan kertas yang dibawanya, burung itu pergi entah kemana. Airin yang penasaran pun membuka kertasnya.
HATI-HATI! RATU KEGELAPAN TELAH DATANG DAN BERAKSI.
DIA TELAH MEMILIKI PENGIKUT BARU
Tulisan itulah yang tertulis dalam kertas itu. Tak lama ponselnya berdering. Terdapat notifikasi pesan dari grup yang hanya berisikan dirinya, Aaron dan Riko.
Setelah melihat pesan itu, Airin lebih memilih tidur. Namun, tanpa di sadari ada seseorang yang berada di luar pagar rumahnya sedang mengawasinya.
...****************...
RASYA POV
Malam ini, malam yang cukup tenang bagi seorang Rasya. Tak ada bentakan yang terdengar di rumahnya. Malam yang tenang ini, ia habiskan dengan membaca buku untuk materi selanjutnya. Saat sedang fokus, dirinya merasa hawa dingin masuk melalui jendela yang terbuka dan terlihat seekor burung yang terbang masuk ke dalam kamarnya. Burung tersebut menjatuhkan secarik kertas, kemudian pergi keluar dari kamar Rasya.
Saat membuka kertas itu, terkejutlah dirinya dengan tulisan yang ada di sana
HATI-HATI! RATU KEGELAPAN TELAH DATANG DAN BERAKSI.
DIA TELAH MEMILIKI PENGIKUT BARU
Tak lama kemudian sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya. Terlihat pesan dari Camelia. Rasya hanya diam, tak menanggapi pesan itu.
Rasya memandangi surat yang di kirim oleh burung merpati. Dirinya penasaran, siapakah yang mengirimkan surat peringatan tentang ratu kegelapan itu. Dirinya memikirkan, banyak hal yang berubah setelah perkemahan waktu itu.
Kemudian memandang bunga kertas yang tidak tau siapa pengirimnya. Dia merasa dengan melihat bunga itu, dia merasa tenang dan aman. Akhirnya Rasya lebih memilih beristirahat sebelum ketenangan ini menghilang.
RASYA POV END
...****************...
Di ruang OSIS, Rasya sibuk dengan melakukan persiapan untuk agenda yang telah disusun yaitu adanya pameran teknologi yang akan diselenggarakan 2 bulan lagi. Saat sibuk membaca proposal dan susun acara yang telah dibuat serta dana yang dimiliki, Camelia tiba-tiba membahas mengenai kasus perampokan yang dilakukan oleh orang yang aneh.
Rasya mendengarkan segala cerita yang diutarakan Camelia, namun hal yang mengejutkan adalah Camelia ingin menangkap penjahat itu bersama dengan Anggi. Camelia sudah membuat rencana bahwa malam ini dia dang Anggi akan ke Jalan Mawar untuk melihat dan menangkap perampok itu.
Rasya yang awalnya tidak ingin ikut campur masalah itu, harus ikut karena khawatir dengan keselamatan mereka berdua.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi perbincangan mereka di dengar seseorang. Saat merasa akan ada yang keluar, orang itu segera pergi dan bersembunyi.
Melihat Rasya dan Anggi sudah pergi, orang itu segera pergi agar tidak ketahuan.
...****************...
Airin dan Aaron yang sedang di kantin merasa terganggu dengan perundungan yang dilakukan oleh T4 dan Beauty Bee. Ingin sekali mereka memukul kepala mereka agar mereka sadar tentang jati diri. Di atas langit masih ada langit, mereka harusnya mengerti arti pepatah tersebut.
Riko yang baru saja masuk area kantin, segera melihat sekeliling mencari keberadaan Airin dan Aaron. Melihat posisi dimana Airin dan Aaron, Riko berteriak memanggil keduanya.
Airin merasa malu melihat Riko berteriak seperti itu, apalagi semua orang melihat ke arah mereka.
"Guys, gue punya kabar penting" ujarnya sambil terengah-engah.
Melihat Riko yang kelelahan, Airin memberikan sebotol air agar dapat menenangkan Riko.
Perilaku yang dilakukan Airin ke Riko dilihat oleh Rasya yang baru saja datang. Tangan terkepal erat, melihat Riko dan Airin nampak dekat. Cemburu, itulah yang sedang dirasakan oleh seorang Rasya yang terkenal sebagai Ketos dingin.
"Gue tadi ngehack CCTV sekolah. Nah, nggak sengaja gue lihat CCTV ruang OSIS. Gue denger Rasya, Camelia, Anggi mau beraksi malam ini. Kita ikuta ya?" ajak Riko
Airin memandang Aaron. Semua keputusan ada pada Aaron. Jika Aaron ikut, otomatis Airin tentu saja akan ikut.
"Ikut, tapi kita sembunyi" ujar Aaron yang kemudian pergi keluar. Riko yang mendengar itu mengikuti Aaron untuk memastikan lagi.
Airin yang melihat itu hanya bisa mengikuti mereka di belakang. Dia merasa heran, Aaron yang biasanya pendiam dapat bertingkah saat bersama Riko.
Rasya memandang kepergian Airin. Dirinya ingin bersama Airin, namun dirinya tak tega meninggalkan Camelia sendirian. Akhirnya memilih diam dan kembali meminum minuman yang di pesannya.
Csmelia yang melihat perilaku Rasya sejak awal masuk kantin hanya diam. Dirinya tau bahwa Rasya tadi sedang cemburu dengan Riko dan saat ini ingin bersama Airin. Namun dia memilih egois, dirinya ingin Rasya bersamanya. Karena itulah dia sejak tadi diam dan tak berkomentar.
...****************...
Malam ini, sesuai kesepakatan Rasya, Camelia dan Anggi sedang mengamati Jalan Mawar. Mereka ingin melihat perampokan itu terjadi dan membatu para polisi untuk menangkap perampok itu.
Tanpa mereka sedari tadi sejak tadi mereka di awasi oleh beberapa orang.
Airin, Aaron dan Riko mengamati gerak gerik Rasya, Camelia, Anggi dari atas pohon. Namun ada orang lagi yang mengawasi mereka di balik bayangan rembulan.
"Eh rin, rencana lo aman kan?" tanya Riko memastikan keamanan
"Tenang, jalanan ini udah di blokir sementara waktu dan nanti yang melaju itu orang suruhan gue. Pengawal keluarga." jelas Airin
"Jadi tenang aja, tidak ada warga yang jadi korban. Lagipula pengawal itu tidak akan berani bertanya." jelas Aaron. Riko mengangguk dengan strategi yang dibuat mereka.
"Baiklah, mari kita mulai operasinya"
Kemudian, Airin menelepon pengawalnya dan segera menyamar sebagai orang biasa.
Rasya yang sejak tadi mengamati merasa ada yang janggal, namun dirinya tidak memikirkan hal itu. Tak lama, hembusan angin kencang datang. Sebuah mobil mewah melintas tepat di depannya.
Rasya dan yang lainnya membelalak terkejut setelah melihat ala yang terjadi. Seorang pria sedang mengejar mobil menggunakan angin sebagai tumpangannya. Angin yang bergerak spiral terlihat jelas di mata mereka.
Camelia segera menghentikan waktu dengan kekuatannya sedangkan Rasya dan Anggi mencoba membawa pengendara itu keluar dan menyelamatkan pengendara beserta hartanya.
Namun hal itu gagal, seseorang datang menggagalkan aksi mereka. Dia memanjangkan tangannya dena memukul Camelia.
Camelia terjatuh, membuat kekuatannya tak stabil sehingga waktu kembali seperti semula.
Pria yang sedang mengendarai angin segera menyerang mereka dengan kekuatan anginnya. Menghempaskan mereka dengan kencang. Melihat ada kesempatan, mereka kabur.
Rasya yang melihat itu ingin mengejar, namun melihat pengendara mobil itu pingsan dan teman-temannya kesakitan membuat Rasya urung dan lebih memilih menolong yang lain.
"Rasya, besok kita harus menangkap mereka" tekad Camelia
Rasya dan Anggi yang melihat tekad api membara Camelia hanya terdiam. Mereka hanya ingin membantu keinginan Camelia. Apalagi bagi Rasya, Camelia adalah teman terbaiknya.
"Gue bales kalian besok" batin Camelia
Airin yang mendengar tekad Camelia hanya tersenyum.
"Kenapa lo tertawa, Rin?" tanya Riko hang melihat Airin tertawa sendiri
"Mereka ingin berusaha menangkap perampok itu dan berencana besok kembali berusaha. " ujar Airin
"Tapi sayang sekali, kemungkinan besar besok orang itu tidak akan beraksi" ujar Aaron
Riko mengernyit bingung mendengar ucapan Aaron. "Darimana lo tau kalau mereka besok nggak bakalan ada disini."
"Lihat aja besok malam, lo bisa pantau lewat CCTV yang udah gue sama Airin pasang. Mereka datang atau nggak besok"
Aaron turun dari atas pohon dan segera pergi diikuti oleh Airin. Riko yang melihat itu segera mengikuti si kembar dengan keadaan masih bertanya-tanya.
Dan perhatikan tanda baca dalam dialog ya.
kalo ada cerita dr tokoh lain, di luar tokoh utama, saranku kamu letakkan dipaling belakang.
perhatikan tanda baca dalam dialog ya
semangat kak