NovelToon NovelToon
The Power Of Mbak Jamu

The Power Of Mbak Jamu

Status: tamat
Genre:Janda / Diam-Diam Cinta / Chicklit / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Buna Seta

Tidak pernah terbersit di pikiran Mia, bahwa Slamet yang sudah menjadi suaminya selama lima tahun akan menikah lagi. Daripada hidup dimadu, Mia memilih untuk bercerai.

"Lalu bagaimana kehidupan Mia setelah menjadi janda? Apakah akan ada pria lain yang mampu menyembuhkan luka hati Mia? Kita ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Power Of Mbak Jamu. Bab 26

Kursi sofa berwarna pastel, Vano duduk menyilang kaki di sana. Dona yang baru turun dari tangga memandangi pria itu dari samping dengan bibir tersenyum, tanpa Vano tahu. Pria percaya diri tinggi itu yang selalu membuat Dona jatuh cinta.

"Untuk apa kamu datang kesini" ucap Dona ketus, kedua tangannya dia lipat di dada. Tetapi kali ini ketusnya hanya pura-pura karena dia yakin Vano akan mendekatinnya. Menggenggam tangan seperti biasa, lalu mengucap kata maaf.

Satu menit, dua menit, bukannya maaf yang Dona terima, tetapi tatapan mata tajam Vano membuat dadanya berdegup tak beraturan.

Yang Dona tunggu-tunggu pun akhirnya mendekat tetapi bukan membawa senyuman khas seperti biasa. Namun, otot mata Vano menegang dan alis tertarik ke bawah. Dona tahu jika Vano semakin marah.

"Van, kamu kenapa?" Dona pun akhirnya mundur. Namun, Vano menarik tangan Dona keluar rumah. Di depan garasi Vano melepas tangan Dona kasar.

"Masuk"

"Van, kenapa kamu kasar begini?" Dona pun akhirnya berteriak ketika Vano memaksanya masuk ke mobil.

Greeenggg...

Mobil melesat cepat, Vano menyetir dengan emosi penuh. Mungkin ini bentuk kekecewaan Vano dengan wanita yang selama ini dia puja tidak lebih dari seorang pembunuh.

"Van... berhenti Van! Aku belum mau mati Van" teriak Dona, sambil menjaga keseimbangan badanya yang membentur kanan kiri. Mobil pun melalui jalanan kecil dan semakin sepi.

Suasana gelap hanya terang karena sorot lampu mobil Vano mengerem mendadak.

Ciiiitttt....

Di hutan yang sepi Vano menghentikan mobilnya. Dia cengkram pintu mobil lalu lompat keluar, sebelum membukakan pintu untuk Dona. Dona yang hanya syok dengan apa yang Vano lakukan lagi-lagi ditarik ke luar.

"Van, untuk apa kita kesini Van..." Dona mengedarkan pandangan ke sekeliling tidak ada titik terang.

"Kenapa kamu takut Dona. Bukankah tempat seperti ini yang kamu inginkan? Malam ini kamu akan tidur di tempat ini, ditemani Ular, Macan, dan Singa yang akan menelan kamu hidup-hidup. Hahaha..."

"Van apa masutnya, aku mau pulang Van" Dona menubruk tubuh kekar Vano menenggelamkan wajahnya di punggung Vano. Tetapi Vano lepas tangan Dona.

"Kenapa kamu takut Dona, tidakkah kamu berpikir, bagaimana takutnya orang yang kamu sekap di dalam hutan, tetapi kamu tega melakukan itu.

"Apa maksudnya Van, aku nggak ngerti" Dona masih berusaha menyangkal, bahkan pura-pura memelas.

"Kemana kamu tadi siang Dona?" Tanya Vano membentak.

Dona terperangah, selama ini Vano selalu mengalah kepadanya bahkan tidak pernah membentak, tetapi kali ini berubah 180 derajat.

"Jawab Na! Kamu membayar bodyguard untuk menculik Mia, kamu menyuruh orang suruhan kamu untuk melecehkan Mia, bahkan kamu menyuruh membunuhnya bukan?!" Bentakan Vano menggema di tempat sunyi tersebut.

"Iya, dan ini gara kamu Van!" Dona tidak kalah membentak. Hal ini bukan membuat Dona introspeksi dan berusaha memperbaiki diri, tetapi justru semakin benci kepada Mia. Karena menurutnya, selama ada Mia perhatian Vano kepadanya berkurang.

"Aku benci kamu Vano... aku benci..." Teriak Dona sambil berjalan keluar hutan dengan pendar senter handphone.

Vano segera masuk ke mobil, dia pun akhirnya meninggalkan hutan tersebut mengendara dengan kecepatan sedang, tetapi sepanjang jalan kecil yang dia lalui tidak menemukan Dona.

Malam sudah larut, tiba di rumah, Vano menanyakan Mia kepada bibi. Bibi mengatakan bahwa Mbak Jamu sudah pulang dengan ojek jam sembilan tadi.

Vano hanya mengangguk lalu masuk ke kamar. Dia banting bokongnya di sofa menyugar rambutnya gusar. Kini dia merasa kesabarannya kepada Dona sudah hilang.

Mungkin hanya sampai disini perjalanan cintanya dengan Dona. Vano lalu ke kamar mandi sebelum akhirnya mengistirahatkan tubuhnya.

Kokok ayam dari kejauhan seakan berbisik ke telinga Vano. Pria itu pun akhirnya duduk terbangun. Di keheningnya malam yang sudah memijak pagi, Vano ambil air wudhu. Dia gelar sadjadah mengucap takbir menjalankan shalat istikharah. Dia minta petunjuk Nya, akankah Dona memang jodohnya? Jika iya, Vano hanya bisa menengadahkan tangan memohon kepada sang pencipta agar jalan hidup Dona yang sudah melenceng jauh bisa kembali lurus.

Dia biarkan begitu saja sadjadah di lantai, karena shalat subuh tak akan lama lagi. Vano pun membungkus tubuhnya dengan selimut melanjutkan tidur yang tertunda.

.

Hujan begitu deras, seorang pria menembus derasnya hujan. Badan basah kuyup dia masukan kedua tangan dalam saku jaket. Namun, rupanya tubuhnya tak kuat menahan dinginnya air hujan hingga menggigil kedinginan ketika tiba di rumah.

"Astagfirullah... Mase... Mase. Kalau tidak kuat kena air hujan itu tidak usah sok-sok-an main hujan-hujanan" Sambil ngomel-ngomel Mia menggosok kepala Vano dengan handuk. Setelah pakaian yang basah ia lucuci, lalu mengganti dengan kaos dan celana kolor. Mia balurkan minyak kayu putih ke dada dan telapak kaki.

Dengan mata terpejam, Vano menikmati sentuhan tangan lembut Mia.

"Sekarang sudah hangat kan, ini diminum teh jahe nya supaya badan Mase hangat dan tidak masuk angin"

Vano menatap teh di tangan Mia, dia ragu untuk meminumnya karena belum pernah yang namanya minum jamu.

"Jangan ragu Mase, tidak saya racun kok"

Vano ambil air jahe hangat tersebut lalu meneguknya. Dia merasakan nikmat dan hangat menyebar ke seluruh tubuh.

"Saya mau lagi Mia..." pinta Vano tetapi tidak ada jawaban.

"Mia..." Vano bangun dari tidurnya. Matanya mengerling ke seluruh kamar, tidak ada siapapun di tempat itu.

"Kenapa jadi Mia yang muncul dalam mimpiku?" Tanya Vano dalam hati. Vano turun dari tempat tidur lalu ke dapur. Suara blender yang awalnya samar-samar kini semakin terdengar.

"Bi, ada jahe nggak?" Tanya Vano, sudah berada di belakang bibi.

"Ada Tuan. Tuan mau minum teh jahe?" Tanya Bibi yang di angguki oleh Vano. Bibi membuat jahe yang sudah di ajarkan oleh Mia tadi malam.

"Saya antar ke kamar Tuan" Bibi ambil cawan meletakkan cangkir di sana.

"Biar saya bawa sendiri bi" Vano ambil minuman tersebut hendak membawa ke kamar.

"Bi, Mbak Jamu pagi ini ada rencana kemari tidak?" Vano yang sudah melangkah pun berhenti.

"Saya tidak tahu Tuan" Bibi bingung, hanya memandangi Vano yang sudah masuk ke ruang kerja untuk apa menanyakan Mbak Jamu.

Tak

Vano letakkan teh jahe di meja kerja, kemudian menyeruput sedikit. Dia rasakan jahe tersebut apakah sama seperti yang dia minum dalam mimpi tadi. Walaupun tidak sama, tetapi perutnya terasa hangat. Vano menyalakan komputer di temani teh jahe akan mengurangi pekerjaan. Namun, konsentrasi Vano pun menghilang. Bayangan Mia yang menggosok rambutnya dengan handuk dalam mimpi satu jam yang lalu seolah nyata.

"Gila, gila, gila..." gumamnya lalu keluar membuka pintu depan. Dia pakai sepatu olahraga, kemudian jalan-jalan di komplek. Yakni joging yang tidak direncanakan pun menambah kesibukan Vano pagi ini.

Sejauh mata memandang jalanan komplek yang mulai ramai banyak pejalan kaki yang sedang mencari keringat. Pandangan mata Vano tertuju kepada seorang wanita yang sedang menggendong jamu sambil menjinjing ember pun melintas.

"Mia..." Vano pun akhirnya berlari mengejar Mbak Jamu.

...~Bersambung~...

1
Jumi Eko
Bagus
ceuceu
Novel judul akan kurebut suami demi putriku hilang ya Thor?
Buna Seta: Karena tidak sesuai harapan NT jadi dihapus Kak
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah happy ending Mia vano.
Sri Jaka jg berjodoh,happy ending semua/Heart/
ceuceu
mia hatinya luas memaafkan orang yg hampir membunuhnya.
LENY
SDH BACA BAGUS 👍
LENY
WAH SDH TAMAT SELALU HAPPY ENDING SUKA SAMA CERITA AUTHOR. ORANG2 YG TADI NYA TDK BAIK AKHIRNYA SADAR DAN JD BAIK HUBUNGAN KEKELUARGAAN TERJALIN BAIK HARMONIS. LENGKAP SEDIH SENANG TERHARU JD SATU. TETAP BERKARYA THOR❤🙏💪
LENY
BIKIN KHAWATIR VANO AJA AMPUN DEH SI MIA
LENY
LEBAY NIH MIA YA WAJAR LAH ELYA SAMA ORANG TUA KANDUNGNYA KUMPUL LAGI BUKAN SENANG MALAH NGAMBEK KEBANGETAN. SEDIH BOLEH TAPI GAK GITU JUGA KALI. ELYA PASTI SENANG KUMPUL SAMA MAMA PAPA KANDUNGNYA WALSUPUN DIA SAYANG JG SAMA VANO DAN MIA. JD GREGETAN LIHAT MIA INI.
LENY
KASIHAN ELYA MSH KECIL DIA GAK TAHU MAMANYA SDH BERBUAT SANGAT KEJAM SAMA TANTE MIA YG MERAWATNYA PENUH KASIH SAYANG😥
LENY
VANIA BELUM TENTU SDH BERUBAH TSKUTNYA MAKIN JAHAT
LENY
SYUKURLAH MAYA SEMPAT MINTA MAAF SAMA MIA SEBELUM MENINGGAL KRN PERLAKUAN NYA SANGAT JAHAT SAMA MIA. SUKA CERITA AUTHOR TOKOH YG JAHAT SETELAH DPT KARMA LGSG TOBAT DAN BERUBAH JD BAIK SEPERTI RANTI❤
LENY
IBU MAYA IBU SLAMET BENAR2 DPT KARMA DARI TUHAN DULU MIA SELALU DIHINA DIBILANG MANDUL EH TERNYATA ANAK KANDUNGNYA SLAMET YG MANDUL. MIA SEKARANG MALAH HAMIL ALHAMDULILLAH KARUNIA TUHAN DOT SUAMI DAN MERTUA YG SANGAT BAIK KAYA RAYA LAGI😊.
ITULAH BALASAN TUHAN UNT UMATNYA YG BAIK DAN TAQWA🙏❤
LENY
VANIA ITU SDH SEHARUSNYA DIHUKUM BERAT PERBUATAN NYA SDH KETERLALUAN. MAMA PAULINA SDH TERLALU BAIK DAN TERLALU LEMBUT KESAN NYA LEMAH SAMA VANIA YG GAK TAHU DIRI😡
LENY
KAMU GAK PANTAS DITOLONG VANIA PERBUATANMU BENAR2 BIADAB. HAMPIR MIA MENINGGAL.
LENY
PASTI DONA SI JALANG JAHAT 😡
LENY
PARAH BENER MIA KEJAM SEKALI VANIA SEPERTI BUKAN MANUSIA LBH DARI BINATANG NYIKSA ADIK IPAR.😡😡
LENY
VANESSA MEMANG HATINYA BAIK VANO JG NURUT IBUNYA.
LENY
PASTI BUKAN KAKAK KANDUNG VANI INI KELAKUAN SEPERTI IBLIS😡😡
LENY
YA ALLAH JAHATNYA YG NYURUH DONA SAMA KK VANO BUKAN YA WANITA IBLIS. SMG MIA SELAMAT
LENY
DUH DONA WANITA JAHAT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!