NovelToon NovelToon
MENGHAPUS JEJAK

MENGHAPUS JEJAK

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta Murni / PSK / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:164.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

S 2. Novel "Jejak Luka"

Alangka baiknya membaca Novel tersebut di atas, sebelum membaca Novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'rudapaksa yang dialami oleh seorang gadis bernama Enni bertahun-tahun.

Setelah berhasil meloloskan diri dari kekejaman seorang pria bernama Barry, Enni dibantu oleh beberapa orang baik untuk menyembuhkan luka psikis dan fisiknya di sebuah rumah sakit swasta.

"Mampukah Enni menghapus jejak trauma masa lalu dan berbahagia?"

Ikuti kisahnya di Novel "Menghapus Jejak"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia selalu. ❤️ U. 🤗


Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. MJ

...~•Happy Reading•~...

Cara dan nada suara Bagas yang rendah membuat Enni tidak tahan untuk melihatnya. Apa lagi nada suara Bagas ikut berubah.

Enni mengalihkan perhatiannya dengan merapikan duduk dan kembali melipat kakinya di bawah selimut dan merapikan selimut. Sikap Bagas yang sangat berubah dari saat meminta keterangan sebagai pengacara, membuat Enni jadi grogi dan tidak bisa berpikir dengan baik.

"Gimana? Sekarang sudah tidak berniat buat pulang dari sini?" Bagas tetap bertanya sambil terus melihat Enni. Ia sedang menunggu respon Enni sebelum bicara dengan dr Kirana, agar Enni diizinkan pulang.

"Mau pulang, Pak. Sangat." Enni berkata cepat, sebelum Bagas berubah pikiran untuk mendukungnya untuk keluar dari rumah sakit.

"Kau tahu artinya jika keluar dari sini? Lingkungan tempat tinggalmu tidak sesempit ini lagi." Bagas menunjuk luas kamar tempat Enni di rawat dengan tangan yang dibuka. Dia mau menggambarkan situasi yang akan dihadapi Enni di luar rumah sakit.

"Kau akan bertemu dengan orang berbeda setiap waktu. Entah itu wanita atau pria, anak-anak, dewasa atau orang tua. Mungkin mereka akan bersikap atau berkata tidak seperti yang kau bayangkan atau harapkan." Bagas mengingatkan, sebab Enni seakan dari dunia lain dan ditempatkan pada lingkungan yang berbeda dari saat dia masih kuliah.

"Iya, Pak. Saya mengerti. Saya akan belajar, cepat. Trima kasih sudah ingatkan." Enni jadi terharu dengan sikap Bagas padanya. Bisa menjelaskan dengan cara yang tidak pernah Enni alami selama ini.

"Baik. Kau harus belajar dengan cepat, sebab kita tidak tahu kasus ini akan bergulir cepat atau lambat setelah kita menggugat." Bagas mengingatkan lagi tentang rencana penuntutan.

"Apa lagi kau sudah memberikan keterangan dan memastikan tentang orang yang lakukan tindakan itu bernama Barry dan juga gambarnya. Kami akan segera mengetahui identitas orang itu dan lakukan penuntutan." Ucap Bagas pelan, tapi serius. Enni mengangguk kuat untuk meyakinkan Bagas.

"Letakan tanganmu di sini." Bagas yang masih membungkuk dan meletakan lengannya di pinggiran ranjang, membuka tangan kirinya ke arah Enni.

Enni segera meletakan tangan kanannya di atas tangan Bagas. Dia menyadari, Bagas sedang mengujinya untuk bersentuhan dengan orang lain. Dia harus belajar dari orang terdekat dan akan mendampinginya saat berhadapan dengan Barry.

Melihat respon Enni yang cepat memberikan tangannya, Bagas tersenyum dalam hati. Enni cepat mengerti dan mau belajar apa yang dia katakan.

"Jika di luar nanti, ada tiba-tiba bersentuhan dengan orang lain, terutama laki-laki, anggaplah seperti ini. Tidak akan menyakitimu." Bagas berkata sambil menggoyang tangan Enni.

"Kau akan berada di lingkungan yang berbeda dari sebelumnya. Sebagaimana kau bilang bisa rasakan niat buruk iparmu, aktifkan itu lagi. Tenangkan hati dan berpikir positif, kau akan mengetahui siapa yang beniat baik atau buruk padamu."

"Kami tidak selamanya menjadi pagar pengamanmu. Dirikan kembali pagar pengamanmu, agar sebelum kami tiba, kau sudah bisa mengamankan diri sendiri." Bagas berkata dengan tegas dan serius sambil melihat Enni.

Sangking serius, tanpa sadar Bagas menggenggam tangan Enni yang diletakan pada telapak tangannya. Lalu menepuk tangan Enni dalam genggaman dengan tangan kanannya.

"Sekarang kita maju sedikit untuk membahas rencana yang akan kita lakukan. Namun sebelumnya, ada yang mau saya bicarakan selain kasus hukum, dan ini harus kau putuskan sendiri."

"Jika kasus ini bergulir, namamu akan terekspos. Dengan begitu, bisa merusak nama baikmu. Jadi pikirkan lagi baik-baik. Sekarang kita masih bisa mundur. Tapi tidak bisa mundur lagi, jika tuntutan sudah kita layangkan pada orang itu." Bagas berkata serius, lalu melepaskan tangan Enni dari genggamannya.

Enni menarik tangannya lalu menggengan kedua tangannya sambil menunduk. Dia mengerti maksud Bagas tentang profesinya sebagai wanita penghibur, walau Bagas tidak menyebut itu secara terang-terangan.

"Tidak apa-apa, Pak. Tetap maju saja, jika bapak tetap bersedia membela saya. Ini bukan buat saya saja, tapi mungkin ada wanita lain yang mengalami seperti saya. Tapi mereka tidak seberuntung saya, ada yang percaya dan mau menolong saya." Enni berkata pelan sambil menunduk. Air matanya mulai mengalir, sangat terharu memikirkan yang dialaminya.

Mendengar ucapan Enni, Bagas yang sudah berdiri, menepuk pundaknya untuk menenangkan hati Enni. "Baik. Jika itu pilihanmu secara sadar dan bukan karna emosi, kita akan bersiap-siap."

"Sekarang saya tidak bisa makan malam di sini, lain kali baru kita makan bersama. Saya mau bertemu dr Kiran untuk membicarakan rencana pulangmu." Bagas kembali menepuk pelan punggung Enni, lalu menunduk untuk ambil tas kerjanya.

"Iya, Pak. Trima kasih." Enni berkata cepat, saat melihat Bagas telah menjinjing tas kerja dan hendak meninggalkan ruangan. Bagas mengangkat tangan dan membentuk tanda 'OK' dengan jarinya ke arah Enni, lalu keluar dari ruangan.

...~▪︎▪︎▪︎~...

Tidak lama kemudian, Bagas menuju ruangan dr Kirana setelah menghubungi dan membuat janji untuk bertemu.

"Selamat sore, dr Kiran. Trima kasih sudah luangkan waktu untuk bertemu saya." Sapa Bagas saat dipersilahkan masuk oleh Kirana ke ruangannya.

"Selamat sore, Pak Bagas. Silahkan duduk." Kirana berdiri dan mempersilahkan Bagas duduk.

"Maaf, saya lumayan sibuk belakangan ini, jadi ngga sempat kontak. Gimana, Pak." Tanya Kirana saat melihat Bagas sudah duduk.

"Dr Kiran sudah tahu yang terjadi dengan Enni tadi pagi?" Bagas tahu Kirana sibuk, jadi langsung bicarakan tujuannya.

"Oh, iya, Pak. Saya sudah tahu dari suster jaga. Tapi saya tidak buru-buru ke ruangan Enni untuk cek. Sebab menurut suster, ada Pak Bagas dengan polisinya. Jadi saya berpikir, mungkin bagian dari pelaporan dan persiapan penuntutan." Kirana menjelaskan yang dipikirkan dan terhalang kesibukan yang membuat dia belum ke ruangan Enni.

"Iya, dok. Saya hanya membuat persiapan untuk penuntutan. Enni bisa diizinkan pulang saja, Dok. Biar dia belajar dan lebih mudah adaptasi dengan banyak orang di luar."

"Yang saya mau minta tolong sekarang, tentang persiapan Enni sendiri. Tadi dia bilang sudah siap, tapi mungkin dokter bisa membantunya sebagai sesama wanita." Bagas melanjutkan dengan permintaannya.

"Tadi saya sudah berikan sedikit gambaran dan memastikan dia tidak berubah pikiran, setelah kami meneruskan pelaporan pada tingkat berikutnya. Sebab jika kami sudah ajukan penuntutan, dia tidak bisa mundur lagi."

"Ketika itu terjadi, dia akan berhadapan bukan saja dengan penjahat kelamin itu, tapi juga dengan hujatan publik tentang profesinya. Dokter mengerti maksud saya, kan?" Bagas bertanya serius kepada Kirana.

"Iya, Pak Bagas. Saya mengerti. Publik akan mengetahui siapa dia dan profesinya akan diperbincangkan dan dikuliti oleh publik." Kirana berkata serius sambil berpikir tentang apa yang dikatakan Bagas.

"Trima kasih sudah pikirkan dan pertimbangkan itu. Kadang emosi untuk menghajar bisa mengabaikan banyak norma dan perasaan seseorang yang terabaikan."

"Kalau saya yang ditanya untuk proses ini, pasti akan langsung minta dituntun seberat-beratnya. Tapi saya harus pikirkan perasaan Enni, sebab profesinya akan berpengaruh buruk untuk peroleh empati publik padanya." Kirana berkata sambil berpikir tentang apa yang terlintas di pikirannya tentang profesi Enni dan respon publik pada kasusnya.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

1
siapa saja
ini ceritanya bagus banget, penulisan bagus, emosinya tersampaikan, dan pesan atau moral dalam cerita juga bisa didapat.... sukses selalu author🙏
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Amin 🙏

Waaah.. 👍🏻❤️ Makasih dukungannya Kak. Smg selalu sehat & bahagia di mana pun berada 🙏😍🤗
total 1 replies
Sheety Saqdiyah
terimakasih banyak² buat author, yg telah menyajikan cerita yg bukan hanya sekedar menghibur saja, tp jg memberikan pesan² kehidupan yg luar biasa.. /Good//Good//Good//Good//Good/
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah . 🤭👍🏻❤️ Makasih dukungannya Kak. smg sehat & bahagia sllu. 🙏😍🤗
total 1 replies
Betty
bagus jg menguras air mata & emosi.
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: wuaaaah 🤭👍🏻❤️
Makasih dukungannya Kak ..🙏😍🤗
total 1 replies
sukensri hardiati
/Pray//Ok//Good//Heart//Rose//Gift/
sukensri hardiati
alhamdulillah.....makasiiih...../Heart/
sukensri hardiati
/Sob//Sob//Heart/
sukensri hardiati
baru nemu ini setelah selesai baca kualitas mantan...
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Oh iya Kak. makasih dujungannya.🙏❤️😍🤗

itu novel lanjut dari "Jejak Luka" 🙏
total 1 replies
Agus Tina
Baguus sekali ceritanya ....serasa benar2 ikut dlm persidangan Enni
Gendhis
saking lama nya di sekap oleh berry, untuk di jadikan budak pemuas nafsu,
Gendhis
yuhhhhh🙈🙈🙈🙈 berfungsi lagi gak tuh joni nyaa 🤣🤣🤣
☠ႦαRAkudA
lanjuuut
☠ႦαRAkudA
berdoa lah, Krn usaha tanpa doa bagai sayur tanpa garam
☠ႦαRAkudA
semoga hari pembalasan buat si durjana segera tiba
☠ႦαRAkudA
cerdas sekali kau dokter..
☠ႦαRAkudA
bener2sadis yg nyiksa ya...sereem
☠ႦαRAkudA
kabur yg jauuuuh en, yang gak mungkin ditemukan oleh orang2 tak berhati itu
Bambut That
woiiiii.... keren thor... makasih banyak banyak ya thor... kisah nya buat ku meleleh
Bambut That
bisa meleleh dibuatnya
Bambut That
Emily jadian sama Bram saja
Bambut That
cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!