Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 SOFIA DAN BAYI YANG DIKANDUNGNYA DALAM BAHAYA
Rashid dan Nenek Mira terus membuat rencana untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya. Mereka tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak sendirian.
Sementara itu, Jabez Ezaz sedang memantau situasi, menunggu kesempatan untuk menyerang. Ia tidak akan membiarkan Sofia dan bayi yang dikandungnya melarikan diri.
"Aku harus mendapatkan Sofia dan bayi itu," kata Jabez Ezaz kepada dirinya sendiri. "Aku tidak akan membiarkan mereka melarikan diri."
Jabez Ezaz kemudian memerintahkan anak buahnya untuk meningkatkan pengawasan dan menunggu kesempatan untuk menyerang.
Di tempat lain, Sofia yang telah terbangun dari tidurnya merasa sedikit lebih baik. Ia tahu bahwa ia tidak sendirian dan bahwa Rashid dan Nenek Mira akan melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
"Aku harus kuat," kata Sofia kepada dirinya sendiri. "Aku harus melindungi bayi ini dan membuat dia aman."
Sofia kemudian meminta Rashid untuk memberitahu dia tentang rencana mereka untuk melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya. Rashid menjelaskan bahwa mereka memiliki rencana untuk membawa Sofia ke tempat yang aman dan bahwa mereka akan melakukan segala cara untuk melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Sofia mengangguk, merasa sedikit lebih tenang. Ia tahu bahwa Rashid dan Nenek Mira akan melakukan yang terbaik untuk melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Tapi, di luar sana, Jabez Ezaz sedang menunggu kesempatan untuk menyerang. Ia tidak akan membiarkan Sofia dan bayi yang dikandungnya melarikan diri.
Rashid dan Nenek Mira memutuskan untuk membawa Sofia ke tempat yang aman, jauh dari kejaran Jabez Ezaz. Mereka mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk perjalanan itu, termasuk pakaian dan obat-obatan untuk Sofia.
Sofia merasa sedikit lebih baik ketika ia melihat Rashid dan Nenek Mira mempersiapkan segala sesuatu. Ia tahu bahwa mereka akan melakukan yang terbaik untuk melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Ketika mereka siap untuk berangkat, Rashid meminta Sofia untuk mengikuti dia. "Ayo, Sofia, kita harus pergi sekarang," kata Rashid.
Sofia mengangguk dan mengikuti Rashid. Nenek Mira memimpin jalan, membawa mereka ke tempat yang aman.
Mereka berjalan dengan cepat dan hati-hati, berusaha untuk tidak menarik perhatian. Jabez Ezaz memiliki banyak mata-mata dan anak buah yang siap untuk menangkap Sofia dan bayi yang dikandungnya.
Ketika mereka sedang berjalan, Sofia tiba-tiba merasa sakit perut. Ia memegang perutnya dan terhenti. "Aku merasa sakit," kata Sofia, suaranya penuh dengan rasa sakit.
Rashid dan Nenek Mira langsung berhenti dan memandang Sofia dengan khawatir. "Apa yang terjadi?" tanya Rashid.
Sofia tidak bisa menjawab. Ia hanya bisa memegang perutnya dan mencoba untuk bernapas.
Nenek Mira langsung memeriksa Sofia dan menemukan bahwa bayi yang dikandungnya sedang mengalami kesulitan. "Kita harus membawanya ke tempat yang aman sekarang juga," kata Nenek Mira.
Rashid mengangguk dan membawa Sofia ke tempat yang aman. Mereka berzakar untuk membawa Sofia ke tempat yang aman.
Tapi, Jabez Ezaz telah mengetahui rencana mereka. Ia telah memantau situasi dan menunggu kesempatan untuk menyerang.
Rashid membawa Sofia ke tempat yang aman, sementara Nenek Mira berusaha untuk menenangkan Sofia dan membantu bayi yang dikandungnya. Jabez Ezaz dan anak buahnya telah mengejar mereka, dan mereka tahu bahwa mereka harus berhati-hati.
Ketika mereka tiba di tempat yang aman, Nenek Mira langsung memeriksa Sofia dan bayi yang dikandungnya. "Kita harus membawanya ke dokter," kata Nenek Mira. "Bayi ini membutuhkan perawatan medis yang tepat."
Rashid mengangguk dan membawa Sofia ke dokter yang dipercaya oleh Nenek Mira. Dokter itu memeriksa Sofia dan bayi yang dikandungnya, dan memberikan perawatan yang tepat.
Sementara itu, Jabez Ezaz dan anak buahnya telah menemukan tempat yang aman itu. Mereka mengepung tempat itu dan menunggu kesempatan untuk menyerang.
"Aku akan mendapatkan Sofia dan bayi itu," kata Jabez Ezaz kepada dirinya sendiri. "Aku tidak akan membiarkan mereka melarikan diri."
Tapi, Rashid dan Nenek Mira telah siap. Mereka telah mempersiapkan rencana untuk menghadapi Jabez Ezaz dan anak buahnya.
Ketika Jabez Ezaz dan anak buahnya menyerang, Rashid dan Nenek Mira langsung bertindak. Mereka melawan Jabez Ezaz dan anak buahnya dengan gigih, berusaha untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya.
Pertempuran itu sengit, dengan kedua belah pihak saling menyerang dan bertahan. Tapi, Rashid dan Nenek Mira tidak akan menyerah. Mereka akan melakukan apa saja untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya.
Ketika pertempuran antara Rashid dan Nenek Mira dengan Jabez Ezaz dan anak buahnya semakin sengit, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari luar. Semua orang berhenti dan memandang ke arah suara itu.
Tiba-tiba, sebuah tim polisi yang dipimpin oleh seorang polisi yang tampaknya memiliki kekuasaan besar muncul di tempat itu. "Tangkap mereka!" teriak polisi itu, menunjuk ke arah Jabez Ezaz dan anak buahnya.
Jabez Ezaz dan anak buahnya terkejut dan berusaha untuk melawan, tapi mereka tidak bisa mengalahkan tim polisi yang terlatih dan dilengkapi dengan baik. Mereka semua ditangkap dan dibawa ke penjara.
Rashid, Nenek Mira, dan Sofia merasa lega dan bersyukur. Mereka telah berhasil melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya dari kejaran Jabez Ezaz.
Polisi yang memimpin tim itu kemudian mendekati Sofia dan mengatakan, "Kami telah memantau situasi ini dari jauh. Kami tidak bisa campur tangan sebelumnya karena kami ingin memastikan bahwa kami memiliki bukti yang cukup untuk menangkap Jabez Ezaz dan anak buahnya."
Rashid dan Nenek Mira mengangguk, memahami situasi itu. Mereka berterima kasih kepada polisi itu dan mengucapkan rasa syukur mereka karena Sofia dan bayi yang dikandungnya telah aman.
Sofia sendiri merasa lega dan bahagia. Ia telah berhasil melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya dari kejaran Jabez Ezaz. Ia tahu bahwa ia masih memiliki banyak hal yang harus dihadapi, tapi ia merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.
Dan dan apa yang terjadi dengan Rashid dan Nenek Mira?" tanya Sofia.
Rashid tersenyum dan mengatakan, "Kami akan selalu ada di sampingmu, Sofia. Kami akan selalu melindungi dan mendukungmu."
Nenek Mira mengangguk dan memeluk Sofia. "Kami semua akan selalu ada di sampingmu, Sofia. Kamu tidak sendirian."
Jabez Ezaz memang putra raja di kerajaan Alhambra, dan ayahnya tidak akan membiarkan dia dipenjara begitu saja. Raja Alhambra memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar, dan dia tidak akan ragu untuk menggunakan kekuasaannya untuk melindungi putranya.
Raja Alhambra memerintahkan pasukan diplomatiknya untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah setempat untuk membebaskan Jabez Ezaz. Ia juga mengirimkan utusan khusus untuk membantu Jabez Ezaz dan memastikan keselamatannya.
Utusan khusus itu tiba di tempat kejadian dan langsung menemui Jabez Ezaz. "Pangeran, saya diutus oleh ayahanda Anda untuk membawa Anda pulang," kata utusan itu.
Jabez Ezaz mengangguk, merasa lega dan bersyukur atas bantuan ayahnya. Ia tahu bahwa ayahnya akan selalu ada di belakangnya, dan bahwa dia tidak akan pernah menyerah.
Tapi, Sofia dan bayi yang dikandungnya masih dalam bahaya. Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.