NovelToon NovelToon
Pengantin Pria Yang Tak Terduga

Pengantin Pria Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:182k
Nilai: 4.8
Nama Author: Annami Shavian

Niat hati ingin dinikahkan dengan kekasihnya, Rania justru dinikahkan dengan Dave, ayah kekasihnya tanpa sepengetahuan nya.

Suatu hari. Pernikahan Rania hampir saja batal, sebab pengantin prianya kabur entah kemana. Ketika Dave meminta maaf pada keluarga Hamid Malik atas kelakuan putranya, Hamid justru memaksanya untuk menikahi Rania menggantikan putranya, Kevin.

Dave tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Hamid. Selain Hamid mengancam Dave akan menyebarkan scandal putranya dengan putrinya ke media, Dave pun tak tega pada Rania yang konon katanya sudah dirusak oleh putranya.

Lantas, kemana Kevin? Dan apakah Rania menerima pernikahan nya dengan pria tua yang seharusnya menjadi ayah mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annami Shavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok misterius

Kali ini, Dave berubah menjadi seekor binatang buas yang siap menerkam seekor mangsa yang sedang memohon ampun padanya untuk tidak dimangsa. Tak ada sedikit pun kata maaf maupun rasa iba di hati Dave, terlebih binatang menjijikan itu sudah membuat wanita yang diam-diam dicintai nya terluka.

Saat Dave bersiap melakukan eksekusinya, pria yang hendak dieksekusi langsung bersujud di kaki Dave." Ampun Tuan, ampun. Saya mohon jangan lakukan. Saya bersumpah tidak akan melakukan nya lagi. Saya bersumpah, Tuan," mohon pria itu, menangis meraung-raung.

Dave berdecak."Ck, apa kau pikir aku akan percaya?"

"Saya berani bersumpah. Saya mau mati tersambar petir kalau saya melakukan nya lagi."

Bukannya luluh, justru amarah Dave kian memuncak. Tanpa ampun, Dave menghempas bahu pria itu dari kakinya dengan kasar, sampai pria itu terjengkang kebelakang. Pria itu merintih kesakitan, memegang punggungnya yang terkena batu-batu kerikil.

Dave kembali menggerak gerak kan guntingnya diiringi tatapan nyalang nya serta senyuman menyeringainya. Permohonan pria itu sama sekali tidak mempengaruhi niat Dave yang tetap kekeh akan mengkebiri pusakanya.

"Om..." Tepat Dave hendak berjongkok, Rania memanggilnya. Dave kembali berdiri tegak, dan menoleh ke arah Rania. Rania geleng-geleng kepala sebagai isyarat agar Dave tidak melakukan nya. Sejenak Dave menghela nafas, lalu tersenyum pada Rania. Akan tetapi....

Bugh

Satu tendangan keras mendarat di perut pria itu. Rania melotot melihat aksi Dave. Pria itu langsung tersungkur dan merintih kesakitan. Dave pikir enak banget dilepas begitu saja. Setidaknya, dia harus memberikan bogeman terakhir sebelum melaporkannya ke polisi.

Kemudian, Dave merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah menunggu beberapa saat, dua orang pria bertubuh kekar pun datang.

"Kalian bawa bajingan ini ke kantor polisi."

"Baik, Tuan."

Dua pria itu langsung menyeret pria bajingan itu dengan paksa.

"Aku tidak mau, aku tidak mau. Jangan bawa aku ke kantor polisi, aku tidak mau. Tolong lepaskan aku." Bajingan itu mengamuk meronta-ronta menolak dibawa ke kantor polisi, sampai dua pria itu agak kesulitan membawanya.

Setelah bajingan itu berhasil dimasukan kedalam mobil, Dave menghampiri Rania.

"Saya bantu kamu berdiri." Dave mengulurkan tangannya pada Rania. Tapi, Rania malah diam saja, tak merespon uluran tangan Dave.

"Kenapa? Apa kamu bisa berdiri sendiri?"

Rania menggelengkan kepalanya.

"Lantas, kenapa tidak mau bangun. Lihat, malam sudah semakin larut. Apa kamu tidak takut berada disini?"

"Ka-kaki ku sakit," ucap Rania, menunduk.

Dave mengusap wajahnya. Kenapa dirinya tidak peka kalau istrinya itu sedang terluka.

Tanpa berkata apa-apa, Dave langsung mengangkat tubuh Rania. Perbuatan Dave yang tak terduga, sontak saja membuat Rania terkejut luar biasa. Bagaimana tidak, Rania yang dalam keadaan lengah, tidak menyangka akan di angkat oleh Dave ala bridal style.

"Jangan protes. Biar saya membawamu sampai ke mobil," ucap Dave. Rania yang menyadari kalau dirinya memang kesulitan berjalan pun pasrah, membiarkan Dave membawa tubuhnya.

Tanpa Dave dan Rania sadari, di bawah pohon besar yang nampak gelap gulita, sesosok tubuh manusia berdiri dengan sorot mata berkilat api amarah, serta kedua tangannya mengepal amat sangat kuat. Gigi-giginya pun saling bergemeletuk.

"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu hidup senang dan tenang. Kau harus membayar atas apa yang kau lakukan padaku, Rania," ucap sosok itu, tersenyum menyeringai.

Dave tak langsung membawa Rania ke rumah, melainkan membawanya ke sebuah klinik terdekat.

Tiba di sebuah klinik 24 jam, tubuh Rania kembali diangkat oleh Dave hingga masuk ke dalam klinik tersebut.

"Dokter, dokter!" teriak Dave menggema di gedung yang tidak terlalu besar dan nampak sepi itu.

Dari bawah, Rania memperhatikan wajah pria yang sedang mengangkatnya. Nampak kecemasan diraut wajahnya membuat hati Rania kembali berdesir. Apakah se-khawatir itu pria ini padanya?

Tak selang lama, seorang wanita muda tergopoh-gopoh menghampiri Dave sambil membenarkan letak hijabnya yang menceng sana-sini. Selain itu, wanita itu pun mengusap-usap muka bantalnya.

"Ma-maaf, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita itu.

Sesaat, Dave memperhatikan penampilan wanita itu dari atas hingga kakinya.

"Anda dokter?" Tanya Dave, datar tanpa ekspresi.

"Bu-bukan, Tuan. Saya cuma perawat di klinik ini."

"Dimana dokter mu?"

"Di rumahnya, Tuan."

Mata Dave menyipit." Bukan kah klinik ini klinik 24 jam?"

"Benar, Tuan."

"Lantas, kenapa dokter mu ada di rumah nya?"

"Beliau akan datang lagi besok, Tuan. Kalau malam dokter kami tidur dirumahnya, bukan disini."

"Istri ku terluka. Apa kami harus menunggu dokter mu itu sampai esok hari?"

Wanita itu garuk-garuk belakang kepalanya. Baru kali ini, dia kedatangan calon pasien yang begitu cerewet.

"Maaf, Tuan. Apa luka istri anda parah?"

"Kau ini..."

Rania menepuk dada Dave, agar pria itu bisa menahan emosinya menghadapi seorang perawat yang nampaknya masih mengantuk. Seketika itu pula, Dave memutus ucapan nya.

"Hanya kakiku yang terluka. Apa mba bisa bantu mengobati kakiku?" Tanya Rania pada perawat itu.

"Tidak, tidak. Kita cari rumah sakit yang lebih terjamin saja," tolak Dave.

"Oomm...." Ucap Rania mendayu, sambil menatap lekat manik mata Dave. Dave yang melihat tatapan istrinya, jakun nya naik turun.

"Biarkan aku diobati sama mba perawat ini saja. Lagi pula luka nya ku rasa tidak terlalu parah."

Permintaan lembut Rania itu seolah menyihir Dave. Tidak ada kata tidak, Dave akhirnya mengiyakan saja permintaan Rania.

Setelah Dave menyetujui keinginan Rania, perawat itu meminta Dave untuk membawa Rania ke sebuah ruangan. Setelah berada di ruangan yang dituju, Rania diturunkan di atas sebuah ranjang pasien.

"Cepat obati, istriku!" titah Dave pada perawat yang hanya diam menatap.

"Ba-baik, Tuan." Perawat itu langsung bergerak kesana kemari mencari peralatan medisnya.

"Celananya harus digulung ke atas dulu, Nyonya," kata si perawat. Rania mengangguk. Dan dengan bantuan si perawat, Rania menggulung celananya yang penuh dengan darah hingga melewati dengkul. Nampak, di tengah kaki mulus dan jenjang Rania, terdapat luka menganga lebar tepat dibawah dengkul. Dave meringis melihat luka itu.

"Luka mu luka serius. Harus di tangani oleh dokter yang sudah ahlinya. Kita ke rumah sakit saja."

Mendengar ucapan pria dewasa namun gagah, dan terkesan meragukan kemampuan dirinya, seketika perawat tadi menunduk.

Rania tak enak hati pada perawat yang nampak bersedih pun langsung berkata," ayok mba, teruskan saja. Aku percaya kok, mba pasti bisa mengobati luka ku."

Dave hanya diam menatap Rania dengan benak tanda tanya, apakah ini sifat asli istrinya? Tak disangka, dibalik sikapnya yang jutek serta cueknya ternyata ada sisi baiknya dari seorang Rania.

Drrtt

Tepat saat Dave memperhatikan Rania, telpon nya bergetar.

"Sebentar," ucap Dave. Kemudian menjauhi Rania dan perawat itu.

"Bagaimana?" Tanya Dave pada seseorang di seberang telpon.

"Tuan, kami sudah menyelidiki. Ternyata, Tuan Kevin tidak ada di cafe itu. Dan foto-foto yang di kirim oleh misterius itu, bukan gambar tuan Kevin malam ini melainkan beberapa waktu silam."

"Jadi, seseorang telah sengaja menjebak Rania ke tempat itu untuk mencelakainya? Tapi kenapa dan siapa? Apa Rania punya musuh?"

1
Lea
Ga ad niatan lanjutin rania nich kak
Rumaisha Alaa
thor kapan lanjutannya ditunggu
Nenden Lasminingsih
kapan up lagi thor,,,ditunggu lanjutannya
RizQiella
lanjut kk
RizQiella
🤣🤣🤣🤣 kasihan gatot
RizQiella
temen2 toxic gitu
RizQiella
Kevin bukan anaknya
RizQiella
wkwkkw makanya jangan So🤣
RizQiella
🤣
RizQiella
kasian di blokir 😂
RizQiella
jangan jangan sama si kep kep
RizQiella
Rania Rania😁
Lea
Buntu nich thor di anggurin aja ga di lanjuutt
Annami Shavian: hehe keasikan ma rubi🤦🤦🤦tunggu rubi ketemu Rexa dulu ya kak😬🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
RizQiella
wah kasihan
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Kak author cantik..., bagaimana kisah Dave dan Rania selanjutnya? masih lanjut atau sudah tamat?
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я: hehehe 🤭😂😂
total 3 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lea
Di gantung nich ceritanya mak , ga di selesain
Lea
Hilang fokus thor , fakum lama bgt si dave
Diah Elmawati
Kapan Thor lanjutannya. Aku berharap Thor memberikan hukuman yang setimpal buat Renata yang sudah membunuh kedua sahabatnya dan sekarang menculik Rania
💝F&N💝
kak, kenapa ini kok gak ada konfirmasi lagi.
ayo up lagi, kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!