BERAWAL DARI SALAH KIRIM NOMOR, BERAKHIR DI PELAMINAN?!
Demi tes kesetiaan pacar sahabatnya, Dara (22) nekat kirim foto seksi sambil ngajak "kawin". Sayangnya, nomor yang dia goda itu BUKAN nomor pacar sahabatnya, tapi Antonio (32), Oom-nya Acha yang dingin, mapan, tapi... diam-diam sudah lama suka sama Dara!
Dara kabur ke pelosok desa, tapi Nio justru mengejar. Dara mencoba membatalkan, tapi Nio justru malah semakin serius.
Mampukah Dara menolak Om-om yang terlalu tampan, terlalu dewasa, dan terlalu bucin karena salah chat darinya ini?
Novel komedi tentang cinta yang beda usia 10 tahun. Yuk, gas dibaca. Biar tahu keseruan hidup Dara-Nio yang serba gedabak-gedebuk ini 🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ame_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Orang Lama
Mata Nio masih menatapnya dengan bertanya-tanya. Jika benar istrinya hamil, maka artinya dia akan menjadi seorang ayah. Kalau dia akan menjadi seorang ayah, itu artinya...
'Dara akan jadi Ibunya anak-anakku,'
Nio tersenyum. Dia menatap langit-langit, mulai membayangkan barang-barang apa saja yang harus dia beli. Baju hamil untuk Dara, susu hamil, baju bayi, ranjang bayi, popok, stroller, botol susu, dan—
"Eiiitttsss!"
Dara mengangkat tangannya ke atas udara. Dia tahu—suaminya itu pasti sudah mengkhayal kemana-mana.
"Aku enggak hamil, Mas." kata Dara.
Nio menatapnya, nge-freeze.
Dara yang melihat itu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Nio.
"Mas, oi! Mas, ih kok bengong?"
Nio akhirnya menggelengkan kepalanya kuat. Dia kembali menatap istrinya.
"Jadi, kamu enggak..."
Dara menunjukkan testpack yang baru saja dia pakai. Garis satu.
"Tuh, negatif." katanya.
Bahu Nio turun. Agak kecewa dengan hasilnya, sebenarnya. Meskipun dia juga tahu bahwa kemungkinan Dara hamil sangat kecil—sebab dia selalu memakai helm setiap kali mereka bersama, tetapi untuk sejenak dia benar-benar berharap bahwa Dara sedang hamil saat mendengar Acha mengatakan hal itu.
"Oh, begitu. Yaudah enggak apa-apa." katanya.
Dara melihat suaminya itu yang berjalan agak lemas menuju ranjang, lalu duduk disana. Dia mendekatinya.
"Mas, kenapa?" tanyanya.
Nio tersenyum padanya, menggeleng.
"Enggak ada apa-apa, Sayang. Hanya lelah saja."
"Mau aku ambilin minum?"
Nio kembali menggeleng. Dara jadi bingung, ada apa dengan suaminya itu?
Sementara itu, Acha menggigit jari. Ikut geregetan, sebenarnya.
'Oom gue minta dedek bayi itu, Dar! Masa kagak paham, sih?' batinnya.
***
Sebulan kemudian, urusan wisuda akhirnya selesai. Mereka akhirnya resmi menjadi Sarjana.
Hari ini Acha mengajak Dara untuk ketemuan di kafe langganan mereka. Besok, dia akan mulai bekerja di kantornya Nio. Jadi bisa dibilang, ini adalah hari terakhir Acha bisa nongki-nongki cantik dengan status penganggurannya, karena besok dia akan mulai menjadi pekerja.
"Dar,"
"Hm,"
"Lo kenapa enggak kerja di kantor Oom aja, sih? Kenapa sibuk cari kerjaan di tempat lain?" tanya Acha.
Dara menyedot jus miliknya dengan santai terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Dara.
"Enggak, lah. Enggak enak diliat yang lain. Masa suami istri kerja satu kantor." katanya.
"Lah, apa salahnya? Lagipula itu perusahaan punya keluarga kita juga, kok. Oom juga pastinya seneng-seneng aja nerima lo kerja di kantor kita."
Dara tersenyum saja mendengar itu.
'Lo kagak tahu aja, Cha. Oom lo aja bela-belain pulang ke rumah kalau istirahat buat ngajak ngewe, padahal perjalanan dari kantor ke rumah lumayan jauh. Apalagi kalau kami kerja sekantor. Auto dipanggil mulu ke ruangannya nanti.' batin Dara.
"Gue udah ada panggilan buat interview juga, sih. Minggu depan." kata Dara.
"Oh, ya? dimana?"
"Agency MCN," katanya.
Acha mulai mengerutkan kening.
"Ngelamar apa lo disana?" tanyanya penasaran
"Hm, gue kan ilkom, ya. Jadi gue mau daftar posisi sebagai Live Streamer Specialist disitu," katanya dengan bangga.
Tapi bukannya mendapatkan respon yang bagus, Acha yang mendengar itu malah jadi syok.
"Maksudnya host live, gitu?"
Dara mengangguk.
"Gila lo, Dar! Oom gue udah tajir melintir gitu, buat apa lo malah jadi host live segala? kalau pun lo pingin bikin brand sendiri, pasti dimodalin sama Oom gue, yakin deh." katanya.
"Tapi kan gue enggak mau terlalu bergantung sama Oom lo. Makanya gue cari kerjaan sendiri."
"Ya tapi enggak jadi host live juga dong, Dara. Lo kan tahu alasan kenapa Oom gue enggak ngadain resepsi pernikahan besar-besaran dan mamerin lo ke semua koleganya. Itu karena dia enggak pingin orang-orang tahu siapa istri dia. Bukan karena pingin jadiin lo simpanan, dia cuma enggak pingin orang-orang ngusik hidup lo. Tapi kalau gini, lo yakin enggak akan ada yang tahu siapa lo?"
Dara berpikir sejenak.
"Ah, lagian siapa sih yang bakal ngusik hidup gue? Gue tuh cuma setitik debu diantara ribuan manusia—enggak penting sama sekali."
"Itu menurut lo. Menurut yang lain belum tentu gitu. Buktinya Oom gue cinta mati sama lo. Lo cuma duduk santai di rumah juga Oom gue enggak akan permasalahin, Dar. " kata Acha.
Dara memikirkan ucapan sahabatnya itu. Dia tahu ucapan Acha benar. Tapi, mencari pengalaman juga bukan hal yang salah, kan? Lagipula dia bisa keluar kapan saja kalau dia merasa tidak nyaman.
Malam itu, sepulang dari kafe, Dara bicara pada suaminya. Nio sebenarnya tidak ingin istrinya bekerja disana. Tapi melihat mata istrinya saat sedang memohon... Nio tidak tahan. Akhirnya dia mengizinkan—asalkan Dara tidak ambil jam malam, jika dia benar-benar bekerja sebagai host live disana.
Dan begitulah, akhirnya Dara benar-benar diterima di sana. Setelah menandatangani kontrak kerja, dia kemudian dibawa berkeliling untuk melihat-lihat studio live yang estetik. Tapi, saat kakinya sedang melangkah, dia tiba-tiba mendengar suara yang sangat familiar dari salah satu studio.
Dara berhenti di depan studio kaca tersebut. Disana, dia melihat seorang pria yang sedang asik berjualan sambil tersenyum manis ke arah lensa.
"Nah, Dara. Itu Arkan. Dia Star Host kita disini. Kebetulan brand kecantikan yang bakal kamu pegang minta konsep 'Couple Live'. Jadi, kamu bakal sering duet sama dia."
Dara agak syok saat mendengar itu. Sebenarnya dia sudah tahu ada hal-hal seperti ini, tapi masalahnya—
Arkan itu cinta pertamanya, saat SMA dulu.
***
Nah, udah ada bumbunya ini cerita 🤣
Biar kagak ngehaluin si Mas Nio mulu authornya 🤭
Hihi, segitu dulu pertemuan kita hari ini. Jangan lupa like, komen, dan subscribe nya.
Bye-bye~