Kayana Putri & Gavin Adhitama
Kayana terpaksa menerima perjodohan itu karena dia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kayana berusaha untuk menjadi isteri yang baik dan penurut, tapi usahanya tidak pernah di hargai oleh Gavin. Sampai pada suatu hari Gavin bertemu kembali dengan wanita di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.M Arti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menebus Kesalahan
"Dua Bayi?" Tanya Tuan Gavin dengan mata terbelalak kaget.
"Bayi kalian kembar. . ." Ujar Dokter Bayu tanpa ekpresi.
"Benarkah?" Tanya Tuan Gavin masih belum percaya.
"Beginilah kalau suami yang tak pernah perduli dengan istri, istri susah payah mengandung dua bayi sekaligus tapi setiap cek kandungan selalu datang sendiri." Ujar Bayu yang sengaja berkata seperti itu agar Tuan Gavin menyadari kesalahannya yang telah mengabaikan Kayana.
Ini memang salahku. . .Aku tidak bisa tegas dengan perasaanku sendiri. Harusnya aku sadar, aku sudah menikah, dan aku berusaha untuk menemuinya meski dia mengurung diri di kamar. Tapi aku justru mengabaikannya, dia tidak butuh harta yang aku miliki, dia hanya butuh perhatian dan pelukan dariku. Maafkan aku isteriku. . .
"Sudah selesai kan periksanya? Sana pergi, dan pesankan makanan untuk isteriku. Yang sehat jangan pakai formalin." Ujar Tuan Gavin.
"Aku bukan Agil yang bisa kau suruh-suruh seenaknya Tuan Gavin. . . " Ujar Bayu.
"Baiklah, aku akan membuat kau dipecat dari Rumah Sakit ini karena tidak memberikan kenyamanan pada Pasien dan juga keluarga." Ujar Tuan Gavin.
"Aiiihhh. . .. peraturan macam apa ini. Baiklah aku akan memesankan makanan untuk Nona Kayana. . .hanya untuk Nona. . ." Ujar Bayu mengedipkan mata Kayana seolah meminta persetujuan untuk mengerjai Tuan Gavin.
"Lekas pergi atau kau akan keluar dari ruang ini hanya tinggal nama?" Ujar Tuan Gavin.
"Aiiiissshhh. . .seram sekali. . ." Ujar Bayu pergi dengan melenggang.
Sekarang hanya ada mereka berdua di ruang ini, Tuan Gavin duduk di kursi. Kayana juga terdiam karena tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Tuan Gavin saat ini. Kayana menunggu Tuan Gavin membuka suara untuk memulai pembicaraan.
"Maaf aku sudah mengabaikanmu selama ini. Aku akan menebus semua kesalahanku. .Mulai sekarang sampai seterusnya aku akan selalu ada untukmu. Apa kau mau memaafkan aku?" Tanya Tuan Gavin.
"Tuan tidak salah. . .Ma. . maksudku anda tidak salah." Ucap Kayana.
"Aku suamimu, meski aku tak pantas kau sebut seorang suami. . aku tahu itu." Ujar Tuan Gavin.
"Tidak. . tidak seperti itu. . . A. .aku hanya belum terbiasa. . ." Ujar Kayana merasa bersalah pada Tuan Gavin.
Kayana
"Kau sudah memaafkan aku?" Tabya Tuan Gavin pada Kayana.
"Hmm. . ." Kayana menganggukan kepalanya.
"Kau minta apa? Selain makan. . . karena makanan sedang di pesan Bayu." Ujar Tuan Gavin lagi pada Kayana.
"Peluk. . " Ucap Kayana malu-malu.
"Hanya itu?" Tanya Tuan Gavin memastikan jika ada yang lain lagi.
"Hmm. . " Jawab Kayana lagi.
"Kemarilah. . .Aku akan selalu memelukmu. . .Aku janji akan menjagamu dan anak-anak kita." Ucapnya seraya merengkuh tubuh Kayana ke dalam pelukannya.
Kayana hanya diam merasakan kenyamanan saat berada dalam pelukan Tuan Gavin. Rasanya semakin nyaman setelah Tuan Gavin mengatakan jika dia tidak akan lagi mengabaikan Kayana dan juga kedua bayi yang saat ini ada di dalam kandungannya.
Tak berapa lama kemudian, Bayu masuk ke ruang rawat Kayana tanpa mengetuk pintu dan melihat pemandangan indah di depan matanya. Selama ini Bayu yang selalu menguatkan Kayana jika Kayana checkup kandungan.
Akhirnya kalian bisa berpelukan seperti teletubies, aku harap tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kalian setelah ini.. Isterimu gadis yang baik, dia tak memandang harta yang kau miliki saat ini. Dia hanya ingin di cintai dengan tulus hanya itu. . .
"Maaf. . aku tidak lihat. . .Tapi jangan kalian anggap aku tidak ada, anggap saja aku tidak melihat kalian. . ." Ujar Bayu melenggang masuk dan meletakkan dua bungkus makanan diatas meja dan juga minuman untuk Kayana dan Tuan Gavin.
Bayu memesan dua bungkus Yakiniku untuk Tuan Gavin dan Kayana. Bayu juga menyiapkan semuanya sampai mereka berdua tinggal makan tanpa harus mengeluarkan tenaganya untuk membuka bungkusan makanan dan juga minuman.
"Makanan sudah siap, Tuan dan Nona. . selamat menikmati. Pelukan di lanjutkan nanti saja." Ujar Bayu dengan suara yabg sedikit lebih keras agar Tuan Gavin dan Kayana melepas pelukannya.
"Apa kau tidak melihat? Isteriku ingin di peluk. . jangan jadi se*** diantara kami." Ujar Tuan Gavin.
"Haiiihhhh . . Terserah kalian saja. . . Aku akan pergi. . Nona jangan lupa makan. . tidak perlu diet, anda sudah cantik tanpa perlu perawatan Nona." Ujar Bayu menggoda agar Tuan Gavin kesal.
Dan benar saja Tuan Gavin melempari remot AC yang langsung Bayu tangkap dengan kedua tangannya. Kayana hanya tersenyum melihat kelakuan Bayu yang selalu memancing emosi Tuan Gavin dan secara terang-terangan menggodanya.
Di Sisi Lain. .
Tindakan operasi telah selesai dari dua jam yang lalu, Agil mengirim informasi dengan meminta bantuan para staffnya untuk menyumbangkan sedikit darahnya untuk Ricko. Karena tidak mungkin Agil menghubungi Billy dan keluarganya yang lain.
Agil tertidur di Sofa yang berada di ruang rawat Ricko. Dia begitu kelelahan, terlebih saat Claudia membuat masalah dengan membawa Kayana dan Ricko ke atas bukit yang jauh dari kota.
Perlahan Ricko membuka matanya, dilihat sekelilingnya berwarna putih. Perutnya terasa sakit karena dia baru saja menjalani operasi besar. Kepalanya terasa pusing, efek dari obat bius.
Ricko melihat ke sebelah kiri, terlihat Agil yang sedang tidur disana. Ricko memandangi sekitarnya untuk beberapa kali karena merasa asing dengan tempatnya.
"Syukurlah aku masih hidup. . .bagaimana kondisi kak Kayana saat ini? Apakah dia baik-baik saja?" Ujar Ricko bergumam sendiri.
"Kau sudah sadar?" Tanya Agil pada Ricko.
"Tuan, Maaf. Apakah saya mengganggu waktu tidur anda?" Tanya Ricko.
"Tidak, apa yang kau rasakan sekarang? Aku tidak menghubungi keluargamu karena tidak ingin membuat keluargamu khawatir, mereka masih dalam suasana bahagia." Ujar Agil pada Ricko.
"Tidak apa Tuan, Terimakasih sudah membawa saya ke Rumah Sakit dan rela tidur di atas Sofa." Ujar Ricko.
"Tidak apa. . kalau kau perlu sesuatu. katakan padaku. . " Ujar Agil.
"Apakah aku boleh minum? Aku haus." Ujar Ricko memegang tenggorokannya.
"Tentu saja. . ." Ujar Agil tak bergeming.
"Terimakasih . . " Ujar Ricko merasa lega.
"Tapi beaok pagi. . sekarang tidurlah. Kau masih harus puasa, karena ususmu robek, jangan kau basahi dulu ususmu sebelum jahitan kering" Ujar Agil sekenanya.
Usus mana bisa kering, kalau begitu buka saja perutku untuk mengeringkan organ tubuhku. . .
"Kak Yana. . . Bagaimana kondisinya? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Ricko pada Agil.
"Nona Kayana baik-baik saja. Dia bersama Tuan Gavin. Kau tidak perlu khawatir. Kau harus cepat pulih supaya bisa melihat Nona secepatnya." Ujar Agil pada Ricko.
"Baik Tuan. Terimakasih." Ujar Ricko.
Ricko kembali terdiam menatap langit-langit ruangan yang putih. Lampu di kamarnya telah dimatikan supaya bisa tidur dengan nyaman. Dan terlihat Agil telah tertidur kembali diatas sofa.
Aku yakin, Tuan Gavin juga sebenarnya baik, karena terlihat dari Tuan Agil. Tidak mungkin jika atasan jahat tapi asisten baik. . .Aku harap Kak Yana sedang tersenyum saat ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf masih ada typo yang bertebaran.
Ditunggu kritik dan sarannya 🙏🙏
Mohon tinggalkan jejak untukku (Like, Komen, rate 🌟🌟🌟🌟🌟, vote juga boleh) 😄😄🙏🙏
Terimakasih 🌹🌹🌹🌹**
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya