NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 : Permaisuri Selingkuh?

Lantai kayu Paviliun Teratai berderit protes saat beban berat menghantam permukaannya untuk kesekian kalinya. Lin Yue terengah, peluhnya menetes deras dari ujung dagu, membasahi lantai hingga menciptakan genangan kecil. Di hadapannya, Han Shuo berdiri tegak dengan napas yang bahkan tidak memburu sama sekali.

​"Lagi," tantang Lin Yue. Suaranya serak, matanya yang mulai terlihat lebih lebar karena lemak di wajahnya sedikit menyusut, menatap tajam ke arah lawan tandingnya.

​Han Shuo tidak memberikan ampun. Sebuah tendangan rendah meluncur cepat, menyasar pergelangan kaki Lin Yue. Dengan refleks yang mulai terasah, Lin Yue tidak menghindar. ia justru memutar tubuhnya, membiarkan lemak di pahanya meredam hantaman itu sambil mengirimkan sebuah pukulan hook kiri yang bertenaga ke arah rusuk Han Shuo.

​Bugh!

​Han Shuo menangkisnya dengan lengan bawah, namun ia sempat terdorong mundur dua langkah. Ada kilat kekaguman yang tersembunyi di balik tatapan dingin pria itu. Kekuatan murni wanita ini benar-benar tidak masuk akal.

​"Kau mulai bisa menggunakan berat badanmu sebagai senjata, bukan lagi sebagai beban," komentar Han Shuo pendek. Ia melirik ke arah timbangan batu di sudut ruangan. Dalam dua minggu terakhir, transformasi Lin Yue mulai terlihat. Pipinya tidak lagi sebulat sebelumnya, dan garis rahangnya mulai samar-samar muncul dari balik lipatan kulit.

​Lin Yue menyeka bibirnya yang pecah. "Ini belum cukup. Aku masih merasa seperti gajah yang mencoba menari. Tapi setidaknya, aku sudah bisa melihat kakiku sendiri saat menunduk."

***

​Di saat yang sama, suasana di luar paviliun justru semakin mencekam. Selir Ning tidak lagi bermain-main dengan racun makanan. Ia tahu Lin Yue telah menghentikan semua asupan makanan dari luar. Kali ini, ia menggunakan senjata yang lebih mematikan yaitu fitnah tentang kehormatan.

​Dua hari sebelum upacara peringatan, sebuah kabar burung sengaja disebarkan di antara para pelayan istana oleh Bi Er atas perintah Selir Ning. Kabarnya, Permaisuri Lin Yue diam-diam memelihara pria simpanan di paviliunnya—seorang pengawal yang sering masuk ke kamarnya saat malam tiba.

Malam hari,

​"Kaisar harus tahu," bisik Selir Ning sambil membelai rambut Long Wei di peraduan malam mereka. "Kasihan sekali martabatmu, Yang Mulia. Seorang permaisuri dari bangsa yang kalah, bertubuh menjijikkan, namun masih berani menodai kesucian istana dengan pria lain. Apa kata dunia jika mereka tahu?"

​Long Wei, yang harga dirinya sangat rapuh, langsung terbakar amarah. "Jika itu benar, aku akan memenggal kepala pria itu di depan matanya dan membuang Lin Yue ke kolam buaya!"

Selir Ning tersenyum licik. Ia berpura pura sedih. " Andai saya bisa memberi anda keturunan, anda tak perlu---"

Long Wei mengusap kepala Selir Ning. " Ini bukan kesalahan mu." Tenang nya ke wanita itu.

***

​Keesokan siangnya, tanpa peringatan, serombongan pengawal berbaju besi mengepung Paviliun Teratai. Long Wei masuk dengan langkah lebar, wajahnya merah padam. Ia tidak sendirian. Selir Ning mengekor di belakang dengan wajah yang dibuat-buat cemas, seolah-olah ia merasa sangat sedih atas kejadian ini.

​"Geledah setiap sudut tempat ini! Temukan pria haram itu!" teriak Long Wei.

​Lin Yue keluar dari kamarnya dengan tenang. Ia hanya mengenakan jubah sederhana. Meski tubuhnya masih besar, cara ia berdiri kini memberikan aura dominasi yang berbeda. Ia tidak lagi terlihat seperti gundukan daging yang gemetar, melainkan seperti tembok karang yang kokoh.

​"Mencari sesuatu, Yang Mulia?" tanya Lin Yue datar.

​"Tutup mulutmu, wanita jalang!" bentak Long Wei. "Aku tahu kau menyembunyikan pria di sini. Selir Ning melihat pengawal bayangan masuk ke kamarmu setiap malam!"

​Lin Yue melirik ke arah Selir Ning yang langsung menunduk pura-pura takut. Oh, jadi ini permainanmu, batin Lin Yue sinis.

Para pengawal menggeledah kamar, lemari, hingga ke kolam pemandian.

Namun, mereka tidak menemukan siapapun. Han Shuo, dengan keahliannya sebagai pemimpin pengawal bayangan yang asli, telah menghilang lebih cepat daripada embun pagi.

​"Tidak ada siapapun, Yang Mulia," lapor kepala pengawal dengan bingung.

​Selir Ning terperangah. "Mungkin... mungkin dia bersembunyi di balik atap! Aku yakin melihatnya!"

​Lin Yue melangkah mendekat ke arah Selir Ning. Setiap langkahnya terasa sangat menekan. "Selir Ning, apakah penglihatanmu terganggu karena terlalu banyak memakai pemerah mata? Atau mungkin kau terlalu rindu pada pria hingga mulai berhalusinasi melihat pria di paviliunku?"

​"Kau—!"

​"Cukup!" potong Long Wei. Ia merasa dipermalukan karena penggeledahan itu sia-sia.

​Lin Yue kemudian menatap Long Wei. "Yang Mulia, fitnah adalah pedang bermata dua. Jika Anda meragukan kesetiaanku hanya karena ucapan seorang selir yang cemburu, bukankah itu berarti Anda meragukan intelijen istana Anda sendiri? Di mana harga diri kaisar jika dia bisa dipermainkan oleh gosip dapur?"

​Long Wei terdiam. Kata-kata Lin Yue menusuk tepat ke egonya.

​"Tapi..." Lin Yue menjeda kalimatnya, matanya berkilat licik. "Karena Anda sudah di sini, mengapa tidak melihat hasil 'pertobatanku'? Upacara lusa akan sangat menarik. Saya harap Anda menyiapkan hadiah yang besar untuk kemenangan yang akan saya tunjukkan."

​Long Wei mengerutkan kening. "Hadiah? Untuk apa?"

​"Untuk keberhasilan simbol kekalahanmu dalam membungkam mulut semua orang yang meremehkannya," jawab Lin Yue dengan nada yang menggantung dan penuh teka-teki.

​Long Wei pergi dengan rasa penasaran yang bercampur benci, sementara Selir Ning gemetar karena marah. Ia merasa kendalinya atas kaisar mulai goyah.

​Malam itu, Han Shuo muncul kembali di jendela Lin Yue. Ia membawa sebuah kotak kecil berisi belati perak.

​"Kau hampir tertangkap tadi," ucap Han Shuo.

​Lin Yue mengambil belati itu, mengamati pantulan matanya di bilah yang tajam.

"Hampir bukan berarti sudah. Dan Han Shuo... lusa, saat upacara dimulai, pastikan kau berada di dekat Long Wei. Aku ingin kau melihat wajahnya saat dia sadar bahwa dia baru saja membangunkan monster yang salah."

​Lin Yue menatap keluar jendela, ke arah istana pusat yang megah. "Permainan sesungguhnya dimulai dalam empat puluh delapan jam. Dan aku akan memastikan Selir Ning adalah orang pertama yang merasakan tajamnya duri mawar ini."

​Han Shuo menatap profil samping Lin Yue. Ada sesuatu yang bergejolak di dadanya—rasa haus akan keadilan yang selama ini ia pendam sendiri, kini terasa lebih ringan karena ada orang lain yang berjalan di jalur api yang sama dengannya.

​"Lin Yue," panggil Han Shuo pelan saat ia hendak pergi.

​"Apa?"

​"Teh pahit yang kau minum setiap pagi... jangan berhenti. Itu satu-satunya hal yang membuat jantungmu tetap berdetak saat kau menghadapi mereka nanti."

​Lalu, ia menghilang.

***

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih banyak❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!