Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kontrakan
"Itulah lo goblok banget menurut gue. Istri gue aja yang suka berpenampilan terbuka masih bisa menjaga keperawanannya sampai kami menikah. Apalagi si Perlita yang kita tahu lah dia perempuan seperti apa. Asal lo tahu kalau perempuan yang dengan mudah menyodorkan tubuhnya ke laki-laki itu bukanlah perempuan baik-baik. Sebajing-bajingannya seorang laki-laki pasti akan mencari seorang perempuan yang baik untuk di jadikan istrinya. Lah lo malah kebalikannya, nggak habis pikir gue sama lo."
Vito terdiam mendengar ucapan teman-temannya.
"Apakah saat lo ngelakuin itu sama Ariana dia masih perawan? Kalau gue tebak pasti si Ariana udah nggak perawan kan?" tanya teman Vito yang lain.
"Kok lo bisa tahu kalau Ariana nggak perawan saat kami pertama kali lakuin itu?" tanya Vito sembari menaikkan alisnya.
"Ha, cuma laki-laki bodoh yang nggak tahu akan hal ini. Ada satu rahasia istri lo yang mungkin lo nggak tahu. Gue harap lo bisa cari tahu sendiri. Satu lagi, saat anak lo lahir nanti, lo jangan lupa lakukan tes DNA." Kata temannya lagi.
"Maksud lo apa? Jangan main teka-teki seperti ini dong Bro! Kan gue jadi bingung."
"Cari tahu aja sendiri jawaban dari ucapan gue tadi. Mending lo cari tahu sendiri semua kebenarannya."
"Jadi menurut lo anak yang di kandung istri gue belum tentu anak gue begitu?" tanya Vito lagi dengan mata melebar.
"Makanya nanti saat anak lo lahir, sebaiknya lakukan tes DNA secara diam-diam."
Vito langsung terdiam mendengar ucapan temannya. Dia jadi meragukan akan kehamilan istrinya yang belum tentu anaknya. Vito jadi menduga-duga kalau Ariana tidak hanya melakukan hubungan badan dengan dirinya saja selama mereka menjalin hubungan.
°°°°°°°°°°°°°°
"Akhirnya aku bisa kembali menikmati hidup ini, walaupun harus kehilangan mobil dan perhiasan aku. Tapi nggak apa-apa, setelah ini aku bakal usahain punya perhiasan dan mobil lagi."
Ariana memasuki kamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang. Beberapa menit kemudian dia bangkit dari rebahannya dan menuju ke kamar mandi untuk berendam. Dua hari di penjara membuat Ariana tidak mandi selama berada di sana. Melihat kamar mandi yang ada di penjara saja sudah membuatnya jijik. Selesai mandi Ariana memakai pakaian santainya dan mengaktifkan kembali ponselnya.
Ariana mencari kontak suaminya dan langsung menghubungi sang suami.
"Halo, sayang kamu ada di mana sekarang?"
"Kamu sudah bebas sayang. Maaf yah, aku nggak bisa jemput kamu di penjara. Soalnya orang tua kamu mengusir aku dari rumah mereka," terang Vito dari seberang telepon.
"Terus sekarang kamu ada di mana? Biar aku samperin ke sana." Tanya Ariana lagi.
Ariana sudah tahu alasan Mama dan Papa nya mengusir Vito dari rumahnya. Ariana tidak mungkin berpisah dengan Vito saat ini karena dirinya tidak mau melahirkan tanpa suami. Kalau itu sampai terjadi dia akan merasa malu karena bercerai di saat umur pernikahannya dengan Vito baru hitungan hari.
"Kalau begitu akan aku kirimkan alamatnya lewat chat yah."
Begitu panggilan berakhir, Ariana bersiap untuk menemui suaminya. Dia tidak mungkin hidup terpisah dari sang suami.
"Kamu memang cantik Riana, apalagi body kamu yang sangat menggoda. Semua pria pasti selalu tergoda melihatmu," gumam Ariana melihat pantulan dirinya di cermin.
Dia mengambil tas selempangnya dan memesan taksi online untuk mengantarkan dirinya menuju alamat yang dikirimkan oleh suaminya.
Beberapa menit kemudian Ariana sampai di alamat yang dia tuju.
"Apa Vito ngontrak di sini yah?" Gumam Ariana ketika turun dari taksi. Dia mengedarkan pandangannya melihat rumah petak yang tersusun rapi. Kawasan rumah petak tersebut memiliki pagar. Sehingga rumah petak tersebut terlihat lebih aman dari lingkungan luar.
Ariana melangkahkan kakinya dan masuk ke kawasan rumah kontrakan tersebut. Rumah kontrakan yang dihuni oleh Vito terlihat rapi dan bersih juga. Walaupun ukuran setiap rumahnya kecil.
"Sayang."
Vito Melambaikan tangannya ke arah Ariana dan Ariana pun mempercepat langkahnya menuju rumah yang ditempati oleh Vito.
"Sayang, aku kangen." Kata Vito yang kemudian membawa Ariana ke dalam pelukannya dan Ariana juga membalas pelukan sang suami.
"Ayo masuk."
Ariana pun masuk ke dalam rumah kontrakan Vito. Rumah kontrakan tersebut memang bersih tapi sayangnya ukurannya kecil menurut Ariana. Dengan satu kamar di dalamnya, ruang tamu kecil, bagian dapur, dan kamar mandi.
Ruang tamu hanya ada satu buah tikar plastik yang bergambar karakter yang digelar oleh Vito.
"Sebaiknya duduk dulu sayang! Hanya rumah ini yang mampu aku sewa saat ini."
Ariana pun ikut duduk di tikar plastik tersebut.
"Serius kamu tinggal di sini sayang? Apa kamu bisa tidur dikontrakkan sekecil ini?"tanya Ariana sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah kontrakan suaminya.
"Iya sayang. Mau bagaimana lagi, aku juga terpaksa tinggal di sini. Ini aja sewa perbulannya udah dua juta. Mana sanggup aku menyewa rumah lebih besar dan mewah lagi dari ini,"terang Vito dengan jujur.
"Kalau kamu mau tinggal bareng sama aku ya sudah kita tinggal di sini."
Ariana langsung mengalihkan pandangannya ke arah Vito.
"Kenapa, kamu keberatan yah? Kalau kamu merasa keberatan maka aku juga nggak bakalan memaksa kok. Wajar sih kalau kamu keberatan, soalnya biasanya kamu tinggal di rumah dan kamar yang besar, tapi tiba-tiba malah tinggal di kontrakan kecil seperti ini."
"Aku hanya kaget sayang. Biasanya aku tinggal di rumah yang besar tapi sekarang rumah ini mungkin nggak sampai seukuran kamar aku deh."
"Mau bagaimana lagi kan. Untuk sementara ya harus dipaksakan buat tinggal di sini. Aku juga baru pertama kali tinggal di rumah seperti ini. Tapi itu terserah kamu saja. Aku nggak bakalan maksa kamu sayang."
"Kenapa kamu nggak tidur di apartemen milik keluargamu?"tanya Ariana sembari menatap Vito.
"Apartemen itu baru saja dijual oleh Papa dan uangnya untuk membayar hutang-hutang mama."
"Atau nggak coba minta bantuan sama Pak Nathanael, dia kan kakak sepupu kamu. Aku yakin dia pasti bakalan mau kok bantu kamu. Minimal kamu pinjam satu unit apartemen nya aja. Aku dengar-dengar kalau Pak Nathan ini punya usaha properti juga, dan salah satunya adalah gedung apartemen dekat rumah sakitnya itu sayang. Kan kita berangkat kerjanya jadi dekat kalau tinggal di apartemen itu," ujar Ariana yang memang tahu kalau Nathan yang merupakan anak pemilik Rumah Sakit tempat mereka bekerja adalah sepupunya Vito.
"Nggak deh sayang, yang ada nanti aku bakalan diomelin sama Kak Nathan. Dia itu orangnya tegas dan aku yakin nggak bakalan semudah itu kak Nathan meminjamkan aku apartemennya. Secara kan itu salah satu bisnisnya. Bisa rugi dia nanti."
Vito memang merasa sungkan dengan Nathan yang dari mereka kecil sangat irit bicara dan sekalinya bicara terkadang suka menyakiti hatinya.
"Yah sayang banget dong kalau punya saudara kaya raya tapi kita nggak ikut menikmatinya."
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu