📌 Ambil hikmahnya jika ada... Tidak pun, jangan ditiru perilaku yang tidak baik dan melanggar norma...
Satu malam panjang, membawa Elea si gadis 18 tahun kepada hubungan yang tidak sama sekali dia sangkakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 [Tak ternilai]
Sedikit tergesa-gesa Elea turun dari SUV putih miliknya. Usai seharian penuh disibukan dengan cafe, malam ini Elea harus menemui klien WO.
Perempuan dengan jumsuit pendek bercorak batik hitam tersebut masuk ke restoran fine dining Eropa.
Elea cantik tampak energik dengan tatanan rambut di cepol, terlihat semangat juangnya begitu menyala-nyala setelah Baby Galaxy lahir ke dunia.
Sekedar mengingat, Baby Galaxy harus lahir di usia delapan bulan kandungan. Dan di saat itu pula Elea memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kuliahnya.
Elea lebih memilih mengikuti kursus di beberapa tempat; seperti membuat aneka minuman, cake, dan juga memperdalam ilmu make up artist beserta dekorasi pelaminan juga sebagainya.
Bermodalkan uang yang dia dapat dari mantan suaminya, semangat juang serta tekad bulat, tiga bulan lalu Elea berani membeli bekas cafe bangkrut yang dia dekorasi ulang dan dinamai Galaxy coffe shop.
Elea bersyukur, karena kepopulerannya di sekolah bisa dia manfaatkan setelah berbisnis. Cafenya selalu ramai dikunjungi setelah dia mengiklankan usahanya di group group yang dia ikuti.
Sebelumnya, Elea sudah merintis bisnis wedding organizer yang benar-benar dimulai dari nol kecil. Elea punya hobi, punya cita-cita, punya mimpi, dan ingin ia jadikan nyata.
Untuk penataan ruang, Elea punya selera yang bisa dikatakan sangat bagus. Tipe pebisnis muda yang bisa menyesuaikan gagasan imajinasinya dengan kemauan para klien.
Klien pertama merasa puas, kemudian klien tersebut merekomendasikan jasanya ke klien berikutnya. Dan begitu pula seterusnya, hingga kini jasa WO miliknya tak pernah sepi.
Terlebih, media sosial sekarang cepat mengviralkan sesuatu yang baru dan dirasa cukup layak untuk direkomendasikan.
"Reservasi atas nama Permana."
Elea bicara dengan salah satu waitress. Dan langsung disambut dengan baik. Ia diarahkan pada ruangan VVIP yang terbilang sepi, hanya ada satu meja yang terisi di ujung sana.
Wajah keramahan tak pernah surut. Elea bersemangat sekali.
Namun, ayunan kaki semangatnya harus terhenti untuk sesaat, karena tiba-tiba saja lututnya melemas, kepalan tangan bergetar melihat sepasang kekasih yang sangat ia kenali duduk bersanding di kursi yang dia datangi.
Elea tergagu. Rigie yang dia penjarakan rupanya sudah berkeliaran di alam bebas. Dan, lelaki yang berdiri dengan tatapan keterkejutannya itu, lelaki yang sama dengan lelaki yang dua tahun lalu menipunya dengan drama berpacaran lalu menikah karena cinta.
"Hai Elea..." Baru akan mengurungkan niatnya, wanita cantik bergaun hitam itu menyapa seraya mendekati dirinya.
"Kau di sini?" Terlihat juga bibirnya terperangah tersentak mendapatinya.
"Apa jangan-jangan kau yang akan menjadi perencana pernikahan kami?" Rigie menutup mulut dengan mata membulat, ia juga sempat menatap Ezra yang tak bicara.
"OMG, dunia sempit sekali. Setelah kemarin kau memperkarakan ku, lihat lah aku dan Eza ku sudah mau menikah." Senyum siasat Rigie mengembang.
Elea paham sekarang, tampaknya Rigie sengaja menghubungi dirinya atas nama Permana, hanya untuk menunjukkan ini padanya.
"Selamat untuk kalian. Aku rasa kalian pasangan yang sangat cocok." Elea menatap cemooh Ezra yang hanya bergeming di tempatnya.
Dalam batin dia berharap Galaxy cukup menuruni wajah Ezra saja, tidak dengan perilaku arogan dan manipulatif-nya.
"Ayok duduk Elea. Kita mulai saja. Tapi sebelum itu, kamu pesan dulu makanan." Rigie menarik tubuh Elea ke mejanya.
Elea menurut, sudah kadung sampai, Elea tak suka dipandang lemah. Dia duduk menghadap mantan suami dan pelaku tabrak lari ayah ibunya, dia juga segera memesan makanan sesuai kesukaannya.
"Jadi sekarang kau bekerja di..."
"Aku pemiliknya." Elea memotong pertanyaan Rigie secepatnya. Tampak ekspresi Ezra tak suka dengan kabar tersebut.
"Oh..." Rigie manggut-manggut. "Syukurlah kalau begitu, setidaknya kau tidak perlu lagi bekerja di kelab..."
"Rigie..." Ezra yang kali ini memotong kata sarkas Rigie. Ezra tahu, Elea tak bekerja di kelab untuk uang, tapi untuk Rangga.
Elea terkekeh, dia puas dengan tatapan Ezra dan Rigie yang mulai mendingin satu sama lain setelah kehadirannya. Mendadak, ia memiliki kepercayaan diri di sini.
"Tidak perlu mencemaskan Elea, Nona. Di mana pun saya bekerja. Saya baik-baik saja. Saya menikmati setiap yang saya kerjakan."
Ezra beralih menatap Elea. Ada sindiran halus yang dia tangkap dari ucapan mantan istrinya, tentu Elea juga terlihat sangat menikmati saat bersamanya meski tahu telah ditipunya.
Tak lama mereka berbincang, pesanan mereka datang, pelayan sempat salah mengira bahwa pesanan Elea adalah pesanan Rigie. Tanpa direncanakan, pesanan Elea dan Ezra sama; steak wagyu barbeque.
Rigie mulai paham, dari kapan Ezra menyukai steak barbeque. Rupanya makanan itu juga makanan yang disukai Elea.
Lebih kesalnya lagi, Ezra mengerat steak miliknya hingga menjadi potongan-potongan kecil, lalu menukarnya dengan milik Elea.
Tentu Ezra perlu menatap Rigie yang mengintimidasi dirinya. "Sepertinya milik kami tertukar. Aku tidak suka yang terlalu juicy, Sayang."
Rigie berkerut kening. Jadi artinya Ezra tahu selera Elea yang lebih menyukai steak sapi bertekstur juicy.
Elea terdiam. Ini kebiasaan yang sama, yang dulu sering mereka lakukan saat memakan steak bersama.
Selalu Ezra yang mengiris dagingnya, menyuapkan untuk dirinya, lucu bukan, dia bahkan masih terpana oleh penipu terhebat dalam hidupnya.
Diliputi rasa yang macam-macam jenisnya, Elea, Ezra, dan Rigie menyelesaikan makan malam bersama. Usai makan, segera mereka melanjutkan tujuan sebenarnya, mereka mulai berdiskusi, Elea menunjukkan desain-desain yang belum pernah dipakai klien mana pun.
"Aku percayakan saja padamu. Pokoknya, kami mau yang terbaik untuk pernikahan terakhir kami." Rigie tersenyum sembari menjatuhkan kepalanya pada pundak Ezra.
Pundak yang dulu menjadi pengantar tidur Elea, menaungi Elea, memberikan rasa aman dan nyaman Elea. "Kalau begitu Elea permisi. Terima kasih atas kepercayaannya," pamitnya.
,.'--'.,,.'--'.,,.'--'.,.
...,.'--'.,,.'--'.,,.'--'.,....
^^^,.'--'.,,.'--'.,,.'--'.,.^^^
Perjalanan malam Ezra dan Rigie cukup dingin. Wajah sengit keduanya mengiringi setiap putaran roda mobil mereka.
Di sepanjang makan malam. Rigie terus siaga mengawasi mata Ezra yang tak pernah luput dari wajah Elea, bahkan Ezra terlihat tak suka saat layar ponsel Elea menampilkan panggilan dari kontak bertuliskan Sayang.
Dia kecewa, rencana malam ini tak sesuai ekspektasinya. Dia yang sengaja mengatur makan malam ini, tapi dia sendiri yang merasa tidak puas dengan acara malam ini.
"Elea tahu semua yang kau suka? Termasuk desain pernikahan impian mu, Za." Tanpa beralih dari jalanan, Rigie tiba-tiba terkekeh.
Ezra melirik sekilas wanita itu, tapi tak punya niat untuk menimpali kata-katanya. Jelas Rigie mulai mencari perkara lagi dengannya.
"Jadi selama menjalani hubungan palsu, kau sangat dekat dengan Elea?"
Ezra tersenyum getir, untuk kesekian kalinya, ia merasa disudutkan. "Kami pernah menikah, tentu saja kami pernah sangat dekat."
"Kau menyukainya?" Rigie menatap tajam lelaki itu. Tak ada raut rasa bersalah seperti yang dia inginkan dari kekasihnya.
"Kau sadar, Za! Malam ini kamu menyakitiku karena dia, Za! Kau terus menatapnya seolah kau sangat merindukannya!" Air mata mulai mengucur ke pipi.
"Dari sekian banyak orang, kau mengundang Elea!" Tanpa menatapnya, Ezra tak kalah memekikkan suaranya.
"Itu karena aku mau dia tahu, aku sudah bebas dan akan menikah dengan mu, setidaknya dia sadar diri, dia paham, kita tidak akan bisa terpisahkan sekalipun dia meliciki aku dengan memenjarakan ku!"
Tersulut emosi, Ezra menghentakkan kakinya pada rem dalam-dalam. Keduanya sampai harus terperosok ke depan karena ulahnya.
"Elea memenjarakan mu karena kesalahan mu, Rigie. Orang tuanya meninggal karena mu!" Ezra berteriak histeris.
"Kamu membelanya?"
"Aku lelah!" Lelaki itu mengusap kasar kepalanya. Wanita yang di sisinya hanya bisa menangis tiada henti.
"Kau tahu benar aku tidak akan meninggalkan mu, Rigie. Kau tahu aku tidak mungkin mengingkari janji ku, padamu! Seharusnya kau tidak perlu lagi melibatkan Elea!"
"Hanya sebatas janji?" tukas Rigie. "Lalu Bagaimana dengan perasaan mu?" teriaknya.
Ezra bergeming. Jauh sebelum Elea masuk dan menduduki singgasana hatinya, ia sudah lebih dulu berjanji akan menikahi wanita itu.
Karena dirinya, Rigie berani menggugat cerai suaminya. Dan karena dirinya pula Rigie dan keluarganya harus bermasalah dengan Danu.
"Bilang kau masih Sayang padaku. Elea tidak lebih baik dariku. Dia perempuan matre kan? Dia memanfaatkan mu untuk uang!"
Persetan dengan uang. Jika Elea meminta hak warisnya pun akan Ezra berikan dengan suka rela. Baginya, Elea wanita yang tidak bisa dinilai dengan apa pun.
📌 Yang penasaran gimana Baby Galaxy, pantengin terus yaaa... Jangan nabung bab... Dan thanks, kalian dah setia...❤️💋