Alesha sudah menabung untuk pernikahannya bersama dengan Kekasihnya, Devano, tapi semua itu harus batal saat kekasihnya, Devano malah menikahi wanita lain yang merupakan sahabat Alesha.
Sakit hati, Alesha bertemu dengan Bossnya, Ion, yang ternyata merupakan Ayah dari Sahabat Alesha sekaligus Mertua Devano.
Ion memiliki masalah pernikahan yang sama dengan istrinya yang membuat hubungan diantara keduanya semakin dekat dan dimanfaatkan Alesha, untuk balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Selangkah Didepanmu
Alesha terdiam sejenak, orang yang dia takutkan benar-benar ada didepannya, dia adalah sosok Daniel, sosok dari masa lalunya.
"Kamu Alesha kan," Daniel berjalan ke arah Alesha dan berusaha memeluk Alesha, tapi hal itu membuat Alesha menolak.
"Kenapa?"
"Gabisa, kamu gabisa nyentuh aku Niel,* jawab Alesha yang membuat Daniel mendelik.
"Kamu udah berubah yah semenjak kabur dari rumah, apalagi itu, ngapain kamu pakai hijab segala, rambut kamu itu cantik," Daniel berusaha meraih lengan Alesha yang membuat Daniel kembali mendelik.
"Gak penting Niel, kamu datang kesini untuk urusan pekerjaan kan, aku Presiden Direktur disini, CEOnya adalah suami aku, aku udah menikah," ucap Alesha yang membuat Daniel kembali tertegun.
"Hah! Gabisa gitu dong, kamu itu masih Tunangan aku, dan saat kamu kabur kita belum putus kan? Dan tiba-tiba aja kamu bilang kamu udah nikah!" Daniel tampak berbicara dengan nada tinggi.
Alesha melirik ke kanan dan ke kiri karena takut Darion sudah datang dan mendengarkan percakapan mereka, Alesha tidak ingin Daniel membuat keributan disini.
"Eh denger yah, Ayah kamu lagi sakit keras, semenjak kamu pergi, dan kalau kamu tetep maksa buat gak nikah sama aku, dia bisa aja meninggal!" ancam Daniel yang membuat Alesha sudah tahu tabiat asli Daniel.
"Gabisa Niel, kita udah gaada hubungan apa-apa lagi, kamu gabisa ngancam aku, apalagi aku udah punya suami!" ujar Alesha berusaha memberikan penjelasan.
Daniel tidak bergeming, dia berjalan mendekat ke arah Alesha lagi yang membuat Alesha melangkah mundur sampai akhirnya Alesha harus terpojok di sudut tembok.
"Oh, aku gak peduli, kamu gak inget saat keluarga aku malu pas kamu kabur, aku juga malu, tahu gak, dan asal kamu tahu, selama itu Ayah kamu sudah menjaminkan semua aset keluarga kalian karena bangkrut dan memiliki sisa utang ke aku, kalau kamu ga mau Ayahmu masuk penjara karena aku tuntut dan keluarga kamu hidup luntang-lantung, aku cuma minta satu hal!" jawab Daniel memberi jeda. "Ceraikan suami kamu, kembali ke rumah keluarga kamu dan kita menikah, lupain deh impian kamu jadi wanita karir segala, strata wanita itu selamanya akan menjadi ibu rumah tangga, kamu gausah sok-sokan merasa jadi Presdir disini."
Alesha mengangkat alisnya. "Kamu ngancem aku, dari dulu kamu gak berubah yah!"
"Aku cuma pengen main pintar yah! Kalau kamu gamau ikut aku, jangan salahin aku nekat," jawab Daniel kembali, Daniel kemudian berjalan mondar-mandir didepan Alesha. "Sha, mudah banget ketemu kamu yah, dunia itu emang sempit."
Alesha menatap Daniel tajam kemudian mengangkat tangannya. "Denger yah, Daniel, aku gak akan ikut apapun rencana kamu! Apapun itu!"
"Gampang, dalam waktu tujuh hari selama itu aku akan buat keluarga kamu menderita dan selama itu juga kamu punya kesempatan buat menerima tawaran aku!"
Daniel dan Alesha, masih bersitegang, sampai akhirnya Darion datang ke ruangan itu yang membuat keduanya bersikap biasa saja.
"Eh Pak Daniel, selamat pagi, bagaimana Pak sudah bisa kita bahas, kebetulan saya sudah membawa proposalnya."
Daniel tersenyum. "Tidak usah Pak, saya setuju memberikan investasi ke perusahaan bapak, ini berkat ist- ah maksud saya Presdir Bapak, dia memiliki ingatan yang bagus dan cukup nekat memberikan tawaran."
Daniel melirik licik Alesha yang membuat Alesha membuang wajah.
"Ah, Dia memang hebat, kalau begitu, apa ada yang ingin Pak Daniel tanyakan?"
"Tidak ada, sepertinya saya akan pergi saja karena ada urusan lain, kalau begitu saya permisi Pak, dan Bu Alesha, tampaknya kita akan cukup sering bertemu."
Sementara itu di tempat lain, Vina tampak memegang sebuah amplop berisikan sebuah hasil lab yang dia sengaja cek rutin bulanan, Vina memiliki kehidupan yang liar walaupun sudah bersuami, dan dia sangat rutin cek penyakit yang biasa menyerang untuk oknum-oknum dengan kehidupan liar ini.
Tapi tampaknya kali ini, Vina tidak beruntung, dia gemetar menatap hasil lab itu. "Saya HIV dok, bagaimana bisa saya kan bersih?"
"Bisa saja, kalau pasangan ibu yang menularkan."
"Devano!" batin Vina sangat kacau.
•
•
•
Azab ga tuh -_
Assalamualaikum
bc judul crita karyamu yg opo to judule sih thor. ..mpe bingung.
kyk gk asing nama iki lhoo
tp krn mungkin yg nm nya folos ma bego tuh beda tipis x yeee...😄😄😄