NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Malam hari melingkupi Mansion Utama Vale-Knight dengan kemewahan yang tenang.

Di dalam ruang makan bernuansa klasik modern, lampu gantung kristal memancarkan cahaya keemasan yang hangat, memantul di atas meja kayu mahoni bertatahkan ukiran perak.

Aroma hidangan lezat—mulai dari wagyu steak yang lembut, sup krim jamur truffle, hingga aneka hidangan penutup yang menggugah selera—memenuhi udara. Ini adalah suasana makan malam yang begitu hangat dan megah, sesuatu yang belum pernah dirasakan oleh Rossi seumur hidupnya.

Selama belasan tahun hidup terisolasi di pedesaan, makan malam bagi Rossi hanyalah proses mengenyangkan perut dengan sisa bahan makanan yang ia masak sendiri di dapur belakang vila yang dingin. Tidak ada tawa, tidak ada taplak meja bersih, dan tidak ada kehangatan keluarga.

Namun malam ini... semuanya berbeda.

Rossi duduk anggun di kursi berlengan yang empuk. Di sebelah kirinya, Nyonya Suzzy sibuk menata piring dan memilihkan potongan daging terbaik untuk diletakkan di piring Rossi.

Di ujung meja, Kaelor Vale-Knight—Daddy dari Rowan yang berwibawa tinggi—tersenyum ramah, menyambut kedatangan Rossi dengan kehangatan seorang ayah yang bijaksana.

Dan tepat di hadapannya... duduk Rowan Vale-Knight.

Pria tegap itu mengenakan kemeja santai berwarna abu-abu gelap dengan lengan digulung hingga siku. Tatapan mata hitam Rowan terus terarah pada gadis di depannya. Sesekali, saat Rossi sedang mengunyah makanan atau meminum jus jeruknya, Rowan mencuri-curi pandang dengan tatapan yang teramat dalam dan intens.

Pria itu menatap bibir Rossi yang merona, mengingat kembali bagaimana bibir itu mendesahkan namaya semalam di kamar mandi penthouse.

Puk!

"Aduh!" Rowan meringis pelan saat merasakan ujung sepatu hak tinggi menghantam tulang kering kakinya di bawah meja.

Rowan menoleh cepat ke arah ibunya. Suzzy sedang memegang sendok supnya dengan santai, namun matanya menatap Rowan dengan pandangan menajam yang dipenuhi peringatan gila.

"Mata itu, Rowan... tolong dijaga," tegur Suzzy dengan nada suara yang sengaja dibuat manis namun sarat akan ancaman seorang ibu. "Kau menatap Rossi seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup di depan piring sup ini. Sopan sedikit di depan Daddymu!"

Kaelor terkekeh pelan di ujung meja, meminum anggur merahnya. "Biarkan saja, Sayang. Lagipula Rowan sudah terlalu lama menjadi patung es. Baguslah kalau sekarang matanya ada kehidupan."

"Tidak bisa, Kaelor!" potong Suzzy mantap, memukul pelan meja makan dengan lap kain. "Anak ini harus diberi batasan! Sebelum surat perceraian dengan Cathez resmi ketok palu dari hakim pengadilan, aku tidak akan membiarkan Rowan bersikap sembarangan lagi pada Rossi!"

Wajah tegap Rowan merona tipis, namun pria itu mencoba mempertahankan wajah datarnya. Ia berdehem keras, mencoba mengalihkan pembicaraan. "Mommy, aku hanya melihat apakah Rossi menyukai makanannya."

"Alasan!" sahut Suzzy tertawa mengejek. Suzzy lalu berbalik sepenuhnya menghadap Rossi, memegang kedua tangan gadis itu dengan raut wajah super serius—sebuah ekspresi gila yang membuat Rossi menahan napas panik.

"Rossi, dengarkan Mommy baik-baik," kata Suzzy tegas, matanya berbinar penuh rencana. "Nanti malam, kalau pria kaku ini menyelinap keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamarmu... jangan pernah bukakan pintu!"

"Mommy!" potong Rowan dengan suara baritonnya yang meninggi, matanya membelalak tak percaya pada kebingungan ibunya.

Suzzy mengabaikan protes putranya dan melanjutkan instruksinya pada Rossi. "Kalau dia terus memaksa masuk atau mencoba merayumu dengan wajah tampannya itu... kau cukup katakan kalimat ini padanya: 'Maaf Rowan, aku dilarang Mommy!' Ingat itu, Rossi! Katakan kau dilarang Mommy!"

Rossi yang polos dan belum pernah merasakan kehangatan keluarga yang penuh canda tawa seperti ini, seketika tersedak air liurnya sendiri. Wajah mulusnya berubah menjadi merah padam sampai ke ujung telinga.

"I-iya... Mommy," jawab Rossi terbata-bata, tidak tahu harus merespon apa selain menurut.

"Bagus!" Suzzy tersenyum puas, memuji kepatuhan calon menantu kesayangannya. "Biar pria nakal ini belajar menahan diri sedikit!"

Rowan memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri.

Di hadapannya, Rossi melirik Rowan sekilas lalu menunduk, menyembunyikan senyuman tipisnya yang mengembang manis. Untuk pertama kalinya dalam hidup Rossi, rasa takut dan bayang-bayang penderitaan masa lalu sirna sepenuhnya, digantikan oleh rasa damai dan kehangatan yang meletup-letup di dalam dadanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sekitar pukul sepuluh malam, suasana mansion utama mulai hening. Lampu-lampu koridor diredupkan, menciptakan nuansa hangat yang menenangkan.

Rossi baru saja selesai mandi dan mengenakan piyama sutra longgar berwarna merah muda lembut pemberian Suzzy. Kamar tamu VIP di sayap timur ini sangat luas, dilengkapi dengan tempat tidur berukuran king-size yang sangat empuk, karpet bulu yang tebal, dan aroma terapi lavender yang menenangkan jiwa.

Rossi mendudukkan dirinya di tepi ranjang, meregangkan tubuhnya. Rasa damai yang ia rasakan malam ini begitu nyata. Tidak ada Mariella yang berteriak menyuruhnya membersihkan kandang kuda, tidak ada dinding vila yang dingin, dan tidak ada ketakutan akan masa depan. Di sini, ia dicintai, diberi pakaian indah, dan disajikan makanan lezat.

Tok... tok... tok.

Ketukan halus di pintu penghubung yang membatasi kamarnya dengan kamar utama Rowan terdengar.

Jantung Rossi berdesir pelan. Rossi bangkit dari ranjang, berjalan pelan mendekati pintu tersebut lalu membukanya sedikit.

Di balik pintu, berdiri Rowan. Pria itu sudah melepaskan jas kerjanya dan hanya mengenakan kaos hitam polos serta celana kain santai. Rambut hitamnya yang sedikit basah jatuh di dahinya, memberikan kesan tampan yang teramat acak-arakan dan menggoda.

"Kau belum tidur?" bisik Rowan dengan suara seraknya yang dalam, menatap Rossi dari atas ke bawah dengan pandangan lapar yang tertahan.

"Belum... baru selesai mandi," jawab Rossi pelan, menyandarkan tubuhnya di daun pintu.

Rowan melangkah maju satu langkah, berniat melewati ambang pintu untuk masuk ke dalam kamar Rossi. Kehangatan tubuh pria itu menguar, membuat udara di sekitar mereka mendadak terasa panas.

Namun, sebelum kaki tegap Rowan sempat menginjak karpet kamar Rossi, gadis itu teringat akan janji dan instruksi gila dari Mommy Suzzy di meja makan tadi.

Rossi dengan cepat menyilangkan kedua tangannya di depan dada, memasang wajah polos paling serius yang bisa ia buat, lalu menatap lurus ke mata Rowan.

"Berhenti di situ, Rowan!" tegur Rossi dengan nada sok tegas.

Rowan tertegun, menaikkan sebelah alis tebalnya dengan bingung. "Ada apa, Rossi?"

Rossi menarik napas dalam-dalam, lalu mengucapkan kalimat sakti yang diajarkan ibu mertuanya:

"Maaf Rowan... aku dilarang Mommy!"

Hening.

Dunia Rowan seolah berhenti berputar seketika.

Pria bertubuh jangkung itu membeku kaku di tempatnya. Matanya berkedip beberapa kali, memproses kalimat konyol yang baru saja keluar dari bibir manis istrinya.

"Kau... apa?" tanya Rowan tak percaya, rahangnya sedikit terbuka.

"Aku dilarang Mommy bercinta atau disentuh olehmu malam ini!" ulang Rossi dengan polosnya, menyampaikan pesan Suzzy tanpa disaring sedikit pun. "Mommy bilang kau harus menahan diri sampai surat perceraianmu selesai. Jadi, Tuan Besar... silakan kembali ke kamarmu sendiri!"

BAM!

Tanpa memberi kesempatan pada Rowan untuk membela diri, Rossi dengan cepat menutup pintu penghubung tersebut dan menguncinya dari dalam!

Di balik pintu yang tertutup rapat, Rowan berdiri mematung di koridor kamarnya sendiri. Pria tegap itu menatap pintu kayu yang terkunci dengan raut wajah paling merana dan tidak berdaya yang pernah ada.

"Mommy..." gumam Rowan frustrasi, mengusap wajahnya kasar sembari menghela napas panjang yang amat berat.

Di dalam kamar, Rossi menyandarkan punggungnya di pintu yang terkunci.

Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun hidup dalam kesedihan, Rossi tertawa lepas—sebuah tawa renyah dan bahagia yang keluar murni dari dasar hatinya.

Hidup dengan damai, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, dan memiliki suami yang bisa ia goda seperti ini... ternyata adalah perasaan terbaik di seluruh dunia. Rossi melompat ke atas ranjangnya yang empuk, memeluk bantal hangat, dan memejamkan matanya dengan senyuman paling bahagia yang mengiringi tidurnya malam itu.

1
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!