NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Nadira untuk Sabiru

Nadira mulai menyadari sesuatu tentang Ages Sabiru memiliki,satu kelemahan terbesar bagi Ages yaitu putranya,Kalandra.

Selama ini, hampir setiap percakapan mereka selalu berakhir dengan nama anak itu.Tentang sekolahnya,atau hobinya,atau tentang kebiasaannya.

Tentang bagaimana Kalandra membuat Ages khawatir.Dan bahkan ketika mereka sedang membicarakan pekerjaan, ponsel Ages selalu menjadi hal yang menarik perhatian pria itu.

Jika Kalandra mengirim pesan, Ages akan langsung membacanya.Jika Kalandra menelepon, Ages akan segera mengangkatnya.Dan jika Kalandra membutuhkan sesuatu Ages akan meninggalkan apa pun yang sedang ia kerjakan.

Nadira menyadari hal itu.Dan semakin lama, hal tersebut mulai membuatnya kesal. "Kala lagi..Kala lagi.." gumamnya.

"Kala lagi liburan?" Tanya Nadira sambil duduk di hadapan Ages.

Ages mengangguk. "Iya."

"Sudah berapa hari?"

"Tiga hari."

"Pak Ages tidak merasa khawatir?"

Ages mengerutkan kening. "Kenapa harus khawatir?"

"Karena dia pergi cukup jauh."

"Dia bersama Sean."

Nadira tersenyum kecil. "Sean yang abangnya itu?"

"Iya."

"Berarti Pak Ages bisa lebih santai." Tanya nya sedikit berbinar.

Ages mengangguk. "Benar."

Nadira memperhatikan wajah Ages.Pria itu terlihat begitu tenang.Padahal beberapa hari lalu, Kalandra selalu mengirimkan pesan kepadanya.

Nadira tahu Ages sebenarnya sangat memperhatikan putranya.Bahkan terlalu memperhatikan.

Nadira masih ingat dimana malam itu,Nadira duduk sendirian di dalam mobilnya.Ponselnya berada di tangannya,Ia membuka kembali percakapannya dengan Ages.

Tidak ada pesan yang istimewa.Namun, beberapa minggu terakhir, ia merasa hubungan mereka semakin dekat.

Ages mulai lebih sering berbicara dengannya.Mau makan siang bersamanya,mau mendengarkan ceritanya.Dan beberapa kali bahkan tertawa karena leluconnya.Namun, ada satu hal yang selalu mengganggu.

Seorang Kalandra....

Setiap kali Nadira merasa mendapatkan perhatian Ages,Kalandra akan kembali muncul.Dengan sebuah pesan atau telepon.Atau hanya sekadar cerita kecil yang membuat perhatian Ages beralih.

Nadira menghela napas.Kalau begitu...Ia tersenyum tipis.Harus ada cara lain

Nadira kembali menatap Ages,pikirannya sudah di penuhi tentang Ages dan dirinya yang akan hidup bahagia jika bersama.

Dan kali ini, ia tidak hanya membawa makanan tapi ia juga datang dengan sebuah rencana.

"Pak Ages."

Ages mengangkat wajahnya."Ya?"

"Saya ingin membicarakan sesuatu."

"Silakan."

Nadira meletakkan sebuah dokumen di atas meja."Bagaimana kalau kita mempercepat proyek ini?"

Ages membuka dokumen tersebut."Mempercepat?"

"Iya."

"Kenapa?"

"Karena ada kesempatan besar yang bisa kita ambil."

Ages membaca dokumen tersebut dengan serius.

"Kalau kita berhasil menyelesaikan tahap ini lebih cepat, kita mungkin harus melakukan beberapa pertemuan tambahan." Lanjutnya

Ages mengangguk. "Berapa banyak?"

"Mungkin cukup sering."

"Di luar kota?"

"Beberapa kali."

Ages terdiam.

Nadira memperhatikan reaksinya."Apakah akan menjadi masalah?"

Ages menggeleng."Tidak."

"Pak Ages memiliki kesibukan lain?"

Ages menutup dokumen."Putra saya."

Nadira tersenyum."Kala masih di desa, kan?"

"Iya."

"Dia pasti baik-baik saja."

Ages tidak menjawab.

Nadira kemudian tersenyum lebih lembut."Pak Ages sudah membesarkan putra Anda selama hampir tujuh belas tahun."

Ages menatapnya.

"Jadi, mungkin tidak apa-apa jika sesekali Bapak memikirkan diri sendiri."

Ages terdiam.

Kalimat itu terdengar sederhana.Namun, Nadira tahu betul bagaimana cara mengucapkannya. "Anda terlalu banyak bekerja."

Ages menghela napas. "Saya memang harus bekerja."

"Saya tahu."

Nadira tersenyum."Tapi bukan berarti Bapak tidak boleh menikmati hidup."

Ages tidak langsung menjawab.

Nadira kemudian mengambil ponselnya."Bagaimana kalau setelah meeting nanti sore, kita makan malam dulu?"

Ages melihat jam tangannya. "Sepertinya bisa."

Nadira tersenyum.Rencana Nadira dimulai dari hal-hal kecil.Ia mulai mengatur pertemuan pada waktu yang biasanya digunakan Ages untuk makan bersama Kalandra.

Rencananya nanti ketika Ages hendak pulang lebih cepat,Nadira akan mengirimkan pesan tentang pekerjaan penting.

Ketika Ages ingin menghubungi Kalandra Nadira akan membuka pembicaraan baru.

Dan ketika Ages sedang bersama Kalandra melalui telepon,Nadira akan selalu muncul dengan alasan yang terlihat penting.

Dan seperti mendapat durian runtuh,tepat saat makan siang selesai.Telpon Ages berbunyi,ada nama Kalandra yang tertera di layar.

Ages langsung mengangkatnya tanpa pikir panjang membuat Nadira kesal.

"Pak Ages, maaf."

Ages menoleh. "Ada apa?"

"Saya baru menerima kabar dari pihak perusahaan."

Ages langsung mengakhiri panggilan teleponnya sepihak.

"Nanti papa hubungi lagi."

Sedangkan di seberang telepon Kalandra yang baru saja mendengar suara Ages menjadi diam.

"Pap?"

Namun, panggilan sudah berakhir.Kalandra menatap layar ponselnya.Kemudian menghela napas.

Kalandra duduk di teras rumah Kakek tangannya masih memegang ponselnya.Di sampingnya, Sean memperhatikan wajah sang adik.

"Kenapa?"

"Enggak."

"Telepon sama Om Ages?"

"Iya."

"Terus?"

"Di tutup."

"Kenapa?"

Kalandra mengangkat bahunya membuat Sean mengerutkan kening.

"Sibuk kerja?"

Kalandra menggeleng."Mungkin."

Sean tidak langsung menjawab.Ia tahu Ages memang seorang pengusaha.Namun, ia juga tahu betapa pentingnya Kalandra bagi adiknya.

"Dek."

"Hm?"

"Lo yakin Om Ages cuma sibuk kerja?"

Kalandra langsung menoleh."Maksudnya?"

"Enggak ada." Sean mengurungkan ucapannya.Ia tidak ingin membuat Kalandra berpikir terlalu jauh.Namun, di dalam hatinya Sean mulai merasa ada sesuatu yang berbeda.

Sementara itu, di kantor...

Nadira duduk di hadapan Ages. "Pak Ages."

"Hm?"

"Jangan lupa lusa kita ada pertemuan dengan klien."

Ages mengangguk."Jam berapa?"

"Siang."

Ages melihat kalender di mejanya.

"Lusa saya sebenarnya sudah berjanji akan menjemput Kalandra."

Nadira terdiam sejenak.Kemudian tersenyum. "Kalau begitu, kita bisa memindahkan pertemuannya."

Ages menatapnya. "Kapan?"

Nadira membuka kalender. "Tapi seperti hanya bisa lusa."

Ages mengerutkan kening. "Tapi saya sudah bilang—"

"Pak Ages." Nadira menatapnya dengan lembut. "Ini pertemuan penting."

Ages terdiam.

"Kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali." lanjutnya

Ages menatap kalender lalu menatap dokumen di hadapannya.Beberapa detik kemudian, ia mengambil ponselnya.

✉️ Dek, maaf.Lusa papa tidak bisa menjemputmu.

Ages menunggu beberapa menit tapi masih belum ada balasan,padahal ia melihat sang anak sedang online.

Setelah hampir sepuluh menit,akhirnya balasan masuk.

✉️ Iya.

Ages menatap pesan yang di kirim Kala.Entah mengapa, balasan singkat itu membuat dadanya terasa tidak nyaman.

Nadira memperhatikan wajah Ages. "Kenapa?"

Ages menggeleng. "Enggak apa-apa."

Nadira tersenyum.Namun, di dalam hatinya ia merasa menang.Sedikit demi sedikit.Waktu Ages bersama Kalandra mulai berkurang.Dan waktu Ages bersamanya semakin banyak.

Nadira menyandarkan tubuhnya ke kursi.Ia yakin jika terus seperti ini suatu hari nanti, Ages akan terbiasa menjalani hidup tanpa selalu memikirkan Kalandra.

Dan ketika hari itu tiba Nadira akan menjadi satu-satunya orang yang paling dekat dengan Ages Sabiru.

Namun, Nadira melupakan satu hal bahwa Kalandra bukanlah anak kecil yang akan terus menunggu tanpa menyadari perubahan pada sang ayah.

.......

.......

.......

...♡Sabiru♡...

🦋 Jangan lupa tinggalkan jejak readersku..🦋

1
Puji Hastuti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Puji Hastuti
kala sabar yaa
Puji Hastuti
ayo kala, bangun.
Nurgusnawati Nunung
seruuuu... ramai... saling menghargai yaaa
Nurgusnawati Nunung
Kalandra.. jadi sedih yaaa
Nurgusnawati Nunung
Ampun... se tengil itu namanya Kalandra. hahaha
Nurgusnawati Nunung
Mamanya Kalandra bakal hadir..
Nurgusnawati Nunung
hadir.. kompak ya papa sama anak..
Puji Hastuti
kala kamu harus kuat
Puji Hastuti
gue kecewa ama lu ages
Puji Hastuti
Nadia, kampret lu
Puji Hastuti
keluarga yang solid
Danny Muliawati
bagus cerita nya
Puji Hastuti
tapi up nya jangan lama lama
Puji Hastuti
sukaaaa AQ ceritanya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!