Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah.
"Buka pakaianmu dan nikmati tubuhku ini sayang!" Ucap Dewi siluman.
"Maafkan aku Dewi, bukan aku tak mau melayani kau. Aku tidak bisa, aku bukan pemuda seperti itu yang gampang tergiur tubuh cantik dan mulus. Aku punya prinsip hidup. Berjanjilah, bahwa kau tidak melakukan kejahatan lagi, dan segera bertobat kembali kejalan benar. Apakah kau bisa!"
Ucap Tio Buki seraya mengambil jarak dan mundur beberapa langkah. Kalau dia menyerang Dewi siluman secara diam diam dari tadi, pasti wanita itu akan menemui ajalnya. Tapi dia tidak mau jadi pria pengecut bermain curang. Itu bukan prinsipnya.
"Aku tau kamu tidak berpengaruh dengan ilmu pemikat Sukma. Siapakah dirimu wahai pemuda tampan dan gagah?" Tanya Dewi Siluman terlihat matanya kembali normal.
"Aku hanyalah pemuda bernasib malang Dewi, hidupku ini menapaki setiap lorong waktu dan entah kapan waktu itu berhenti. Hehehe" Jawab Tio Buki cengengesan.
"Hahaha. Aku tau, kau pemuda yang sangat luar biasa. Aku juga tau, kau yang dijuluki pendekar aneh yang akhir akhir ini sangat heboh, kan..! Apakah tebakanku ini benar kan..Pemuda tampan dan gagah?" Ucap Dewi siluman mengulas senyum memikat seraya tertawa.
Hahaha. Hahaha. Dewi pandai bercanda Ach! Aku tidak sehebat yang kau bayangkan. Aku cuma punya sedikit kepandaian cakar kucing untuk melindungi diriku, itu tidak lebih, malahan" Jawab Tio Buki Tertawa terbahak-bahak.
"Hehehe. Kau memang pemuda aneh, tapi aku suka itu. Aku suka apapun dari kau, apapun itu. Tetapi, apakah kau mau jadi kekasihku jika aku menuruti keinginanmu itu?"
"Aduh, aduh duh duh. Jantungku deg degan rasanya mendengar permintaanmu itu, Dewi! Terimakasih. Aku menghargai kejujuranmu itu. Tapi aku mempunyai prinsip hidup. Hatimu tidak sejalan dengan ucapanmu itu. Maaf, aku tidak suka perempuan seperti itu"
"Jadi kau menolaknya? Baik, baik! Karena kau sudah bisa membaca isi hatiku, sekarang bersiaplah. Mungkin aku tidak dapat menikmati tubuh yang perkasa itu, maka nanti aku akan menghisap tubuhmu sampai kering menjadi mayat" Ucap Dewi Siluman terlihat matanya berubah jadi merah darah karena marah. Hasratnya tidak terpenuhi.
"Bersiaplah Pemuda tampan, aku ingin melihat ilmu mu apa sanggup menandingi ilmu ku" Ucap Dewi Siluman lagi.
Lalu tangannya berubah berwarna merah darah dan baunya mengeluarkan keharuman yang memabukkan. Itulah Ilmu Siluman penjerat mangsa.
Dengan sekali hentakan, cahaya merah berbau harum itu melesat kearah Tio Buki.
Tio Buki juga tidak tinggal diam saja, di tangan kanannya keluar ilmu petir dan ditangan kirinya keluar ilmu api ungu dan juga dilesatkan kearah depan.
Tiga ilmu saling beradu di udara, mengeluarkan dentuman keras dan terjadi goncangan yang sangat hebat. Tempat itu mau runtuh.
Blarrrrr.....
Boooom!
Tubuh keduanya terlempar kearah belakang. Dewi siluman berhenti menabrak dinding yang ada dibelakangnya dan begitupun Tio Buki.
Keduanya segera berdiri kembali, Tio Buki melihat tempat itu akan runtuh. Dengan cepat dia berlari dari tempat tersebut.
Melihat lawannya kabur melarikan diri, dia tidak tinggal diam saja. Dengan cepat mengejar kearah Tio Buki.
Disaat dia tiba di luar pintu. Tempat kediamannya Runtuh dan pohon besar itu lenyap dalam seketika, tidak meninggalkan jejaknya.
Melihat tempat kediamannya telah hilang, Dewi siluman jadi murka.
Segera saja dia berbalik menatap kearah Tio Buki dengan sorot mata membunuh.
Ahhhh! Bagus bagus. Kau telah menghancurkan tempat kediamanku, maka kau harus segera mati" Ucap Dewi Siluman berteriak marah.
Segera saja Dewi siluman berubah jadi sosok makhluk bertelinga panjang, tubuhnya berwarna merah, dan mempunyai ekor panjang.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, tubuhnya bergerak sangat cepat menerjang dan ekornya dikibaskan.
Melihat itu, Tio Buki bergerak menghindar menggunakan ilmu langkah Dewa Badai. Tubuhnya menghilang dari tempatnya berdiri.
Boom!
Terdengar suara ledakan ditempat Tio Buki berdiri akibat kibasan ekor milik Dewi Siluman tidak menemui sasaran.
Bersambung ke episode selanjutnya....