NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:273.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Habis magrib, Elang baru meninggalkan rumah Ilona, ibunya sudah pulang sekitar 30 menit yang lalu. Hujan belum sepenuhnya reda, masih meninggalkan gerimis yang entah kapan akan benar-benar berhenti. Jalanan basah, wiper terus bergerak, menyeka air pada kaca depan mobil agar tidak mengganggu pandangan.

Sepanjang perjalanan, ia senyum-senyum sendiri, sesekali menyentuh bibir yang mengingatkan pada momen yang bikin jantung berdebar. Hampir sepanjang hari, ia menghabiskan waktu bersama Ilona. Gadis itu memasak untuknya, bersikap manis, dan...mereka berciuman.

Tin Tin Tin

Bunyi klakson kendaraan di belakang saling bersahutan, gara-gara Elang yang melamun, tak sadar jika traffic light sudah menyala hijau.

"Dasar, gak sabaran banget."

Elang kembali menjalankan mobilnya ke arah rumah. Saat melewati belokan rumah Alisya, ia seketika teringat gadis itu. Alisya, apa kabarnya dia sekarang? Terakhir yang ia dengar, dia datang ke kafe Kenan.

Hari ini, saat belum resmi putus dengan Alisya, ia telah menghabiskan seharian bersama wanita lain, bahkan sampai ciuman. Muncul rasa bersalah di dadanya. Ia selingkuh, ia mengkhianati Alisya.

Putar balik. Itu yang dilakukan Elang. Ia putuskan ke rumah Alisya malam ini juga. Semua harus segera diakhiri.

"Ada Mas Elang di depan, Non." Bi Ari memberi tahu Alisya yang ada di kamar.

"Elang." Senyum Alisya mengembang. Ia sangat merindukan laki-laki itu setelah hampir sebulan tidak bertemu maupun bertukar kabar via telepon. "Suruh tunggu bentar, Bi." Ia mengganti baju, merapikan rambut, memoles bedak dan lipstik, dan tak lupa menyemprot parfum.

Dengan langkah ringan dan penuh semangat, Alisya menuruni tangga. Namun langkahnya tiba-tiba berhenti di dekat ruang tamu. Dua hari lagi, batas akhir masa break antara mereka. Jangan-jangan, Elang datang untuk...

Ia diam-diam menatap Elang dari balik tembok. Laki-laki itu masih terlihat sama, masih seperti Elang yang membuat ia jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu di acara perkumpulan mahasiswa di Jerman. Tapi...laki-laki yang masih terlihat sama itu, sepertinya hatinya sudah tidak sama lagi. Sudah bukan dia yang mengisi hatinya. Ia meremat rok, menahan rasa sesak di dada yang membuat nafasnya terasa tercekat. Satu bulan ini terasa berat tanpa Elang, dan selanjutnya, ia tak bisa membayangkan jika sampai mereka berakhir. Semoga saja, Elang datang bukan untuk mengakhiri semuanya.

"Alisya." Elang berdiri melihat Alisya keluar. Wanita itu seperti biasanya, selalu terlihat cantik.

Alisya melangkah pelan, dengan gerakan sedikit hati-hati, duduk di sofa yang berbeda dengan Elang. "Kenapa gak bilang kalau mau kesini?" Ia memperhatikan baju Elang yang sedikit basah.

"Orang tua kamu gak ada di rumah?" Tadi Elang sudah diberi tahu ART soal itu.

"Mereka ada di Magelang, mengunjungi Kak Dena." Alisya meremat pinggiran sofa, perasaannya makin tidak enak saat Elang menanyakan soal orang tuanya. Tatapannya tertuju pada jemari Elang. Cincin pertunangan mereka, sudah tidak ada lagi disana.

"Permisi Mas Elang, silakan." Bi Ari menyajikan satu botol air mineral dan setoples camilan ke atas meja. Ia sudah kenal dengan Elang, sudah terbiasa kesini, tahu jika cowok itu tak mau minuman manis, lebih suka air putih.

"Makasih, Bi." Elang mengambil air mineral, membuka tutupnya lalu meneguknya hingga setengah botol.

"Mau ngobrol disini, di luar, atau belakang?"

"Disini saja, di luar masih gerimis. Kamu paling gak bisa kena air hujankan." Elang meletakkan kembali botol ke atas meja.

Alisya tersenyum kecut. Elang masih hafal kebiasaannya, masih ingat semua tentangnya, tapi perasaan, entah masih seperti dulu atau tidak.

"Sya." Elang menatap Alisya yang terlihat gelisah. "Aku...mau minta ma_"

"Enggak, aku gak mau!" Potong Alisya cepat sambil menggeleng. Matanya berkaca-kaca. "Udah sejauh ini, Lang," suaranya tercekat.

"Tapi akan semakin sakit jika lebih jauh lagi."

"Itu hanya menurut kamu." Alisya bangkit, berpindah duduk di sebelah Elang. "Aku gak bisa tanpa kamu, Lang." Ia menggenggam erat kedua tangan Elang, menatap matanya.

"Kamu pasti bisa, Sya. Kamu berhak mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari aku."

Alisya menggeleng cepat, air matanya mulai luruh. "Apa salahku, Lang? Apa salahku hingga kamu setega ini sama aku?"

Elang menggeleng cepat, menarik tangan dari genggaman Alisya, menyeka air mata gadis itu. "Kamu gak ada salah, aku yang salah, Sya."

"Kalau memang begitu, aku maafin kesalahan kamu. Kita kembali kayak dulu lagi. Aku gak mau putus."

Elang menunduk, membuang nafas berat. Ia semakin merasa bersalah.

"Wanita itu, apa kelebihan dia dariku, kenapa kamu lebih memilih dia? Kita udah bersama lama, ini gak adil jika kamu ninggalin aku untuk orang baru. Aku gak terima, Lang. Katakan Lang, apa kelebihan dia sehingga kamu lebih milih dia daripada aku?"

"Gak ada, Sya." Elang menatap mata Alisya, memegang kedua bahunya. "Jangan pernah berfikir seperti itu. Kamu wanita yang hebat, wanita baik, wanita yang bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik daripada aku. Tidak ada kekurangan di diri kamu, hanya saja, kita memang gak bisa bersama. Lupain aku, Sya."

"Enggak, aku gak bisa. Kita udah lama, Lang. Kita juga udah terlalu jauh." Ia menunjukkan cincin tunangan di jarinya. "Kita bahkan sudah tunangan."

Elang mengusap wajah dengan kedua telapak tangan. Ini memang berat untuk Alisya, tapi memaksakan diri melanjutkan hubungan ini, malah akan lebih menyakitinya nanti. Alisya berhak mendapatkan laki-laki yang tulus mencintainya, yang semua perhatian, waktu, dan prioritasnya, hanyalah dia.

"Maafin aku, Sya. Aku gak bisa melanjutkan hubungan kita." Ia tertunduk dalam.

"Kamu jahat, Lang." Alisya memukuli bahu dan dada Elang. "Kamu bilang akan selalu mencintaiku, ada untukku, menjagaku, tapi kamu ingkar janji."

"Kadang kalanya, sesuatu berjalan tak seperti yang kita mau. Sekali lagi, aku minta maaf." Elang bangkit dari duduknya. "Saat orang tuamu sudah datang nanti, aku akan kesini untuk meminta maaf pada mereka dan mengakhiri semua ini."

Alisya tidak menjawab apapun, ia menutup wajah dengan kedua telapak tangan, menangis sesenggukan.

"Maaf jika telah menyakitimu, tapi ini yang terbaik untuk kita berdua. Kamu pasti akan segera mendapatkan gantiku, yang jauh lebih baik. Aku pergi dulu."

1
Azda Syafril
buktikan klo cinta dg illona.. dn buktikan klo qm TDK takut msuk penjara... jgn menyesali keputusanmu msuk pnjra Lang... LBH baik berpikir logis dg jalur damai illona mau memaafkan mu tp qm hrus menjauh itu LBH baik Lang...💪
Indra Reza Zulkifli
sedikit cerita dulu saudara saya juga ada yg ketabrak motor kakinya cedera,,dengan gentle tuh yg nabrak buat tanggung jawab biaya berobat dan mau nikahin saudara saya takut gak bisa jalan dngn normal,, saudara sayanya gak mau, Alhamdulillah kakinya gak cedera parah bisa normal... ternyata ada yg lebih gentel d dunia nyata daripada dunia pernovelan🤭😄
yutantia 10: kirain tawaran nikah, cuma ada di novel, ternyata di dunia nyata juga ada
total 1 replies
Rahmawati
skrg aja bilang mau nyerahin diri ke polisi, km mau bikin ilona merasa bersalah ya
BundaneAyaFitri
akankah Ilona bakalan luluh, setelah melihat elang semalaman berada diluar, ditemani derasnya hujan serta petir yg menggelegar hehe kayak di pilm India jadul deh 😁😁😁sok teu aku Thor..... hadeeehh kasian kamu Lang, nikahannya batal sayang duitnya,mana duit hasil jual mobil pula,... bakal beneran ngenes deh kamu kalo ditambah masuk bui pula😢😢😔😔😔 gimana endingnya ya Thor? masih panjangkah? terserah Thor dah gimana kelanjutannya 🙏🙏🙏
memei
mati saja kamu elang biar yg membencimu puas 🤣🤣🤣🤣🤣
Sari Kumala
maafin aja lah yg namanya manusia pasti punya kesalahan
Ummah Intan
semua org berhak mendapatkan kesempatan kedua dan jg semua org bs berubah lebih baik lg meski pernah berbuat kesalahan yg besar,Tuhan sj maha pengampun
enungdedy
gk bisa komen apa2lah...krn elang memang salah🥹
klo pun elang hrus dipenjara semoga hub elang dan ilona bisa membaik
Hani Ekawati
Mau kasian sama Elang tapi lebih kasihan lagi ke Ilona, kejadian yang menimpanya benar benar menghancurkan hidupnya dan disaat mulai menerima takdir tapi kenapa harus bertemu dengan pelaku tabrak lari itu bahkan Ilona jatuh cinta pada laki laki itu. 😭
Hani Ekawati
Sekarang aja kamu ngomong kaya gitu setelah tau keadaan Ilona. Lah dulu mana ada rasa itu 🙄
Hani Ekawati
Tapi sekarang Ilona sudah jatuh cinta sama kamu, mana mungkin tega melihat orang yang di cintainya mendekam dipenjara🙄
Pinter kamu Lang, ngedeketin Ilona biar dia jatuh cinta sama kamu padahal kamu sendiri entah mencintai Ilona secara tulus atau karena rasa iba, entahlah.🙄
Hani Ekawati
Jangankan Ilona, akupun sebagai reader sangsi akan pengakuanmu yang selalu bilang mencintai Ilona
Retno Wulan
nangis aku sedihhhh
Kustri
mirip karya sblh, awal'a anak" kecil yg main ditaman, tanpa sengaja anak laki" jatuh, menimpa anak perempuan, lalu jatuh br2...malah berlalu 15 th yg menyababkan kelumpuhan kaki 2-2nya pd siwanita✌
yutantia 10: Sekarang ada event lomba dengan tema orang disabilitas, jadi kemungkinan beberapa karya ngambil tema yang sama
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak
Sugiharti Rusli
semoga apapun nanti keputusan Ilona, dia bisa berpikir jernih dan melihat dari sisi lain seorang Elang, dia salah besar iya tapi dia mau bertanggung jawab penuh pada dirinya kelak, entah apa akan sepadan😔😔😔
Oma Gavin
itu keputusan yg benar meskipun terlambat menyerahkan diri ke polisi dan bertanggung jawab perkara illona memaafkan atau tidak itu urusan pribadi illona dan keluarganya tugas mu hanya satu pertanggung jawabkan perbuatanmu yg dulu itu saja
Sugiharti Rusli
bahkan Elang sudah meninggalkan semuanya demi mengejar Ilona, mungkin pengorbanannya dianggap belum cukup yah bagi Ilona,,,
Sugiharti Rusli
tapi bahkan sekarang Elang sudah menanggalkan kenyamanannya yang mungkin bagi orang lain tidak seberapa, itu berat bagi seorang yang hidupnya terbiasa serba ada,,,
Sugiharti Rusli
mungkin Elang sangat salah dulu dan juga dia tidak bertanggung jawab sama sekali pada Ilona korbannya saat itu😔😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!