NovelToon NovelToon
SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Selingkuh / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:376.9k
Nilai: 5
Nama Author: LYTIE

"Nona Emma! Tuan Chris sudah pernah menikah."
"Tidak apa-apa. Duda lebih berpengalaman."

"Nona Emma! Tuan Chris sudah punya putra."
"Tidak apa-apa. Aku suka buy one get one."



Emma sengaja menjebak Christian agar menikah dengannya untuk menghindari pernikahan bisnis dengan tunangan yang berselingkuh.

Bagaimana perjalanan pernikahan Emma, nona muda Watson dengan suami sejati pilihannya? Apa lagi masa lalu kelam Christian menghantui disaat hubungan keduanya semakin dekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. Keputusan Chris

SYDNEY

***Kamar Chris dan Emma***

Pagi hari saat Chris ke dapur memasak sarapan pagi untuk Emma, gadis muda itu juga sibuk mempersiapkan satu setelan pakaian kerja untuk Chris.

Ketika berbelanja di Queen Victoria Bulding, Emma juga membeli pakaian untuk Chris dan mainan untuk Owen.

Sementara diatas tempat tidur mereka, Owen masih tidur dengan pulas. Baik Emma maupun Chris tidak membangunkan Owen. Mereka ingin Owen beristirahat lebih lama.

Dua puluh menit kemudian, Chris kembali ke dalam kamar tidur dan mandi di kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur.

"Terima kasih honey," kata Chris, saat melihat setelan pakaian kerja yang dipersiapkan Emma untuknya.

"Sama-sama Chris," jawab Emma.

***

Emma membantu memasangkan dasi di kerah kemeja Chris. "Perfect! Sangat tampan!" puji Emma.

"Ayo kita sarapan bersama," ajak Chris dan menggenggam erat tangan Emma.

Selesai makan pagi bersama, Emma mengantarkan Chris ke mobilnya. Sepasang pengantin baru itu saling berpelukan erat dan berciuman mesra sebelum Chris masuk ke dalam mobil.

Emma menuju kamar tidurnya untuk membangunkan Owen.

***

"Bangun Owen! Sudah pagi!" panggil Emma sambil memegang pipi chubby Owen.

Owen menguap dan membuka matanya perlahan. Senyuman lebar menghias di sudut bibir Owen saat melihat wajah close up Emma.

"Good morning Emma!" ucap Owen.

"Good morning Owen!" balas Emma.

Owen mengedarkan pandangan ke sekeliling. "Daddy di ruang makan?" tanya Owen.

"Daddy Chris ke kantor. Ada meeting penting," jawab Emma.

Emma melihat jelas sekilas wajah kecewa Owen. Emma tahu ikatan ayah anak antara Owen dan Chris sangat kuat sehingga pastinya Owen ingin menikmati hari minggu bersama Chris.

"Ayo cepat mandi dan sarapan pagi. Owen ikut aku ke airport jemput kakakku. Mau?" tanya Emma.

"Mau!" jawab Owen dengan semangat.

Owen melompat turun dari tempat tidur dan berlari kecil menuju kamarnya. Pengasuh Owen sudah mempersiapkan pakaian ganti dan juga perlengkapan mandi Owen di kamar mandi.

Tadi Emma meminta Pak Panca untuk memberitahukan pengasuh Owen mengenai rencana kepergian mereka hari ini.

Emma sendiri pun bersiap-siap untuk berangkat ke Bandar Udara Kingsford-Smith menjemput Dylan.

***Sydney Harbour Marriott Hotel***

Dylan dan Emma berada di restoran hotel untuk menikmati afternoon tea bersama, sedangkan Owen berenang di kolam renang hotel. Pengasuh dan bodyguard Owen berjaga di sana.

Semula Emma mengajak Dylan untuk menginap di rumah Chris, tetapi Dylan menolaknya dikarenakan Dylan harus bertemu rekan bisnis besok pagi.

Jarak rumah Chris ke tempat pertemuan lumayan jauh. Dylan sengaja menginap di Sydney Harbour Marriott Hotel karena dekat dengan tempat pertemuan besok pagi.

Dylan merasa senang melihat wajah ceria Emma. Dylan tahu adik kesayangannya melewati hari-hari di Sydney dengan bahagia.

Lagi pula Owen bukanlah anak yang susah diatur dan sangat patuh dengan perkataan Emma sehingga Dylan yakin Emma akan menetap lebih lama di Sydney.

Dylan melirik sekilas kemeja kerah tinggi yang dipakai Emma hari ini. Sebagai pria normal, Dylan bisa menebak apa yang sedang disembunyikan oleh Emma agar tidak terlihat oleh orang lain.

"Tidak lama lagi, papa akan mendapatkan cucu," batin Dylan.

"Emma. Di mana Chris?" tanya Dylan.

"Di perusahaan. Tadi pagi ada meeting intern," jawab Emma sambil mencicipi macaron di piringnya.

"Meeting intern? Mungkinkah…?" batin Dylan.

Emma meletakkan garpu dari tangannya dan menatap intens Dylan yang terlihat memikirkan sesuatu dengan serius.

"Ada apa Kak Dylan?" tanya Emma.

Emma berfirasat Dylan berpikir serius, pasti mengenai sesuatu hal yang berhubungan dengan Chris.

"Chris tidak bilang apa-apa?" tanya Dylan untuk memastikan.

"Tidak!" jawab Emma sambil menggelengkan kepala.

"Aku mendapat kabar William membuat proyek kerja Chris di Bali batal!" ucap Dylan.

"Apa? Dasar Will gila!" ucap Emma dengan geram.

Emma sangat yakin William memusuhi Chris karena keputusannya menikah dengan Chris, tetapi Emma tidak menyangka William menggunakan cara kotor dalam berbisnis.

"Beberapa proyek perusahaan Chris di sini juga diincar William. Aku yakin Chris meeting intern karena hal itu," lanjut Dylan.

"Kak Dylan bisa membantu Chris?" tanya Emma.

"Tentu saja! Chris terlibat kesulitan juga dikarenakan Keluarga Watson. Papa juga sudah setuju membantu jika Chris meminta," jawab Dylan.

"Makasih Kak Dylan. Aku akan memberi kabar setelah menanyakan semuanya ke Chris nanti," ucap Emma.

"Tidak perlu terima kasih, Emma. Chris suamimu berarti Keluarga Watson juga. Aku tidak akan membiarkan Will menghancurkan kebahagiaanmu," kata Dylan sambil membelai kepala Emma.

"Kak Dylan is the best!" ucap Emma.

Emma dan Owen makan malam bersama Dylan di restoran hotel sebelum pulang ke rumah besar Chris. Chris lembur di Perusahaan Christian hingga jam sembilan malam.

***Kamar tidur Chris & Emma***

Chris menutup pintu kamar dengan pelan, lalu berjalan menuju tempat tidur. Chris tersenyum kecil melihat Emma sudah tertidur pulas sambil memeluk Owen.

Chris mengambil baju tidur dari lemari pakaian sebelum masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Dua puluh menit kemudian, Chris keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar. Rasa capek disebabkan seharian bekerja di kantor menjadi berkurang.

Chris menggendong Owen dan meletakkannya di bagian Owen tidur semalam. Chris berbaring di bagian tengah.

Ketika Chris ingin memeluk tubuh Emma, Emma sudah memeluk Chris terlebih dahulu seperti koala memeluk induknya.

Chris tertawa kecil. "Belum tidur, sayang?" tanya Chris.

Emma mengangkat kepalanya sehingga bertatapan langsung dengan Chris.

"Baru bangun," jawab Emma jujur.

Chris mengecup kening Emma, lalu membelai rambut gadis muda itu.

"Mau mengobrol?" tanya Chris.

"Iya," jawab Emma.

Chris menggendong Emma turun dari tempat tidur dengan mudah dan membawanya ke sofa, yang berada di kamar.

Chris tidak mau Owen terbangun karena suara percakapannya dengan Emma. Emma pun sependapat dengan Chris.

Lagi pula Emma paling suka digendong oleh Chris sehingga merangkulkan kedua tangan di leher Chris.

Chris duduk di sofa dengan Emma di pangkuannya. "Ada apa sayang?" tanya Chris.

Semenjak menjadi suami istri, Chris selalu memperhatikan saksama kebiasaan-kebiasaan kecil Emma.

Sama seperti yang pernah Rocky katakan sebelumnya, Emma hanya akan bangun sendiri dari tidur pulasnya jika merasa lapar.

Chris tahu seharian ini Emma dan Owen bersama Dylan, pastilah Emma tidak akan pernah kelaparan sehingga satu-satunya alasan mengapa Emma bisa terbangun pastilah ada hal yang mengganggu pikiran gadis muda itu.

"Kak Dylan bilang proyek kerja sama mu di Bali cancel karena Will," jawab Emma.

"Ternyata masalah ini. Kak Dylan pasti mengetahui masalah di perusahaan juga," batin Chris.

"Tidak apa-apa, Emma. Aku bisa mengatasinya," kata Chris.

"Kak Dylan dan Papa bisa membantumu jika ada kesulitan. Jangan lupa, kamu anggota Keluarga Watson sekarang," kata Emma.

"Tentu saja aku ingat. Istriku nona muda Watson yang cantik, pintar, dan menawan," canda Chris.

Chris tahu Emma mengkhawatirkan keadaannya sehingga bercanda untuk membuat suasana menjadi rileks.

"Emma! Aku terima niat baik Papa dan Kak Dylan, tetapi aku ingin mengatasinya sendiri. Kamu percaya kemampuanku kan?" tanya Chris.

"Aku percaya seratus persen," jawab Emma.

Mereka saling berpelukan dalam waktu yang lama. Chris sangat menyukai harum tubuh Emma, sedangkan Emma menyukai aroma maskulin dan kehangatan dari tubuh Chris.

***

"Emma!" panggil Chris.

"Iya," jawab Emma.

Mereka berdua meregangkan pelukan agar bisa bertatapan satu sama lain.

"Aku memutuskan memindahkan perusahaan ke Bali setelah menyelesaikan semua kekacauan yang ada saat ini," ucap Chris.

"Benarkah?" tanya Emma.

Chris tersenyum kecil melihat sepasang mata jernih Emma yang berbinar-binar.

"Iya. Aku ingin berada di sisimu setiap saat. Aku tahu kamu lebih menyukai tinggal di Bali," jawab Chris.

"Aku juga ingin bersamamu setiap saat," ucap Emma.

***

Selamat malam readers. Yeay Chris mau pindah ke Bali. Tentu saja Chris akan membalas perbuatan Will

Bagaimana reaksi crazy Will saat tahu Chris pindah ke Bali?😂

Sampai ketemu di bab besok.

HAPPY WEEKEND ALL

TERIMA KASIH

SALAM SAYANG

AUTHOR : LYTIE

1
awesome moment
😄😀😄😀😄😀😄😀😄😀
awesome moment
ttp hrs pake perjanjian
awesome moment
modelan chris modelan gentleman. jd pasti g akan meminta seblm usaha maximal pe mentok dlu
awesome moment
smg chris tdk oleng krn william
awesome moment
wkwkkwk...jujur bgts tu owen
awesome moment
🤩🤩🤩
Ika Maimunah
Pasangan yang maniiissss😍
awesome moment
bnr2 bikin nagih
awesome moment
beda bgts c n orkay. g tll julid
awesome moment
ketdksengajaan yg manis
awesome moment
hdh...
awesome moment
wkwkkwkwk...mana bisa sampah naik kelas. sampah y ttp sampah
awesome moment
whoah...pacaran halal n critanya
awesome moment
bisa y? ayah emma cinta mati sm ibu emma. bnr2 panutan
awesome moment
menikah kek mo beli kacang
awesome moment
dasar n emma. chris udh kaya ish
awesome moment
pengawalan ketat n
awesome moment
wkwkkwk...salimg ngulik
awesome moment
wkkwkwk...untg cantik
awesome moment
kebetulan yg bikin ngabrut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!