NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Tuan Presdir

Istri Pengganti Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Pengganti / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: picisan imut

Arumi tercenung, bimbang antara harus mengikuti permintaan seorang sekretaris pribadi dari Andara Group. Atau tetap menjadi budak seumur hidup, untuk tinggal bersama ibu dan saudara tirinya.

Memiliki kemiripan wajah dengan mendiang wanita yang amat di cintai sang pewaris tunggal Andara Group mungkin bisa menjadi sebuah keberuntungan atau mungkin petaka di kemudian hari. Sebab Pria bernama Arga Sanjaya itu menganggapnya sebagai Alicia bukanlah Arumi. Pria arogan yang belum bisa menerima kematian sang kekasih memang tidak pernah kasar padanya. Namun, ia bisa melakukan apapun demi menyingkirkan orang-orang yang berkemungkinan akan melukainya. Lantas, sampai kapan Arum akan berperan sebagai Alicia, melayani sang suami sepenuhnya. Lalu, apakah ia akan tetap selamat saat Arga mulai tersadar bahwa Arumi bukanlah Alicia-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keinginan yang mengejutkan

"Kau sudah dewasa, tapi ucapanmu masih sama kasarnya!" Hunus Kakek Arman. Vero pun menunduk mengucapkan kata maaf dengan nada yang terdengar tidak ikhlas. "Seharusnya kau bisa lembut seperti Alicia. Agar cantikmu tidak luntur karena tabiatmu!"

Vero menghembuskan nafasnya kasar.

"Apa maksudnya dengan hembusan nafas itu, Hah?! Apa Kau tidak suka di nasehati?"

"Maaf–" ucapnya singkat.

"Cih! Dasar anak ini, ya!"

"Ayah sudah hentikan..." ucap Nessie yang mengkhawatirkan darah tinggi sang Ayah.

"Biarkan saja!" Menepis tangan anak perempuannya. "Kalau Pongki Narendra tidak bisa menasehatinya, maka aku yang akan menasehatinya!"

Hisssssshhhhh, cerewetnya tidak hilang-hilang! malah semakin menjadi. Kapan sih, Kakek Tua ini mati. Aku paling tidak suka sama mulutnya itu. (Veronica)

Kakek menoleh kearah Arum kemudian, dengan tatapan sama. Tidak berubah menjadi lunak sedikitpun.

"Kau jangan besar kepala ketika aku berkata seperti ini padanya. Semua ini bukan karena aku membelamu. Camkan ini baik-baik!" jelasnya sembari menunjuk wajah Arum dengan tongkat yang ia bawa kemana-mana. Wanita itu pun mengangguk-angguk. "Jangan hanya mengangguk saja, apa Kau tidak punya mulut untuk menjawab ucapan seseorang!!"

"I–iya, Kek," jawabnya halus dengan posisi masih menunduk.

Di sisi lain, Pak Ragil menerima panggilan telepon yang mengabarkan jika ia harus kedepan menghampiri Arga yang baru saja memasuki gerbang utama.

Tuan besar Arman Sanjaya langsung menyuruhnya keluar. Karena ia juga memiliki pelayan pribadinya sendiri, jadi tak begitu memerlukan Pak Ragil. Kakek itu pun melangkahkan kakinya menjauh dari tiga wanita beda generasi itu bersama asisten pribadinya.

Vero kembali menghunuskan pandangan tidak sukanya pada Arum. Membuat wanita itu sedikit tidak nyaman. Sejurus kemudian tersenyum manis mendapati pria tampan itu berjalan menghampiri mereka.

"Kakak!" Serunya ceria. Pria itu nampak menyunggingkan senyum. Menyambut Vero dengan pelukan hangatnya. Tak lupa sebuah ciuman di pipi Arga yang di berikan oleh gadis itu secara terang-terangan di depan Arumi dan ibu mertuanya. Membuat Arum semakin merasa tidak berharga.

"Kau kapan datang?"

"Sudah hampir satu jam yang lalu," jawabnya ceria, tangannya masih menggelayut mesra di pinggang Arga.

Sekretaris Tomi menyadari, tangan Arum yang mengepal kuat sembari memegangi tas biolanya. Membuat Ia menghela nafas pelan.

"Kakak, aku bawa hadiah. Semuanya ada di ruang kerja Kakak."

"Oh, ya?"

"Iya?" Vero melirik kearah Arumi. Memastikan ekspresi wajah wanita yang berstatus istri dari Pria yang masih memeluk lingkar pinggangnya itu.

Rupanya Dia benar-benar hanya sebatas boneka lilin hidup yang berbentuk Kak Alicia saja! Kasian... –cibir Veronica dalam hati.

Sementara Arumi nampak tak berani mengangkat kepalanya. Ia sendiri juga bingung ingin melakukan apa. Sebab Arga yang sama sekali tak memanggilnya, bahkan sebatas melirik pun tidak.

"Ayo kita lihat oleh-olehnya, Kak!"

"Sebentar..." Arga melepaskan pelukannya, lalu melonggarkan dasinya sembari berjalan mendekati Arumi. "Angkat kepalamu," titahnya kemudian.

"Hemmm..." Arum mengangkat kepalanya.

"Apa ini sambutan hangat yang biasa kau berikan?"

"Ah, maafkan aku, Sayang. Tapi, aku baru pulang," jawabnya. Khawatir ia masih bau keringat maka akan membuat Arga tidak nyaman.

"Berikan pada pak Ragil benda yang di tanganmu itu," tegasnya. Arum pun menuruti. Ia menyerahkan tas biola kepada Pak Ragil lalu memeluk lingkar leher Suaminya, menatap mata dingin itu dengan lekat.

Entah mengapa, Aku justru semakin sulit melakukannya. Dan kesal...

"Ucapanmu?!" Hentaknya pelan. Namun mampu membuat wanita di dekatnya terhenyak.

"Se– selamat datang, Suamiku. Sungguh, aku sangat merindukanmu..." Wanita itu berjinjit lalu mencium singkat bibirnya satu kali, dengan ekspresi wajah yang lesu.

Arga menarik separuh bibirnya sinis. Sebelum memajukan wajahnya mencium Arumi lebih lama.

Nessie nampak senang melihatnya, berbeda dengan Veronica yang gusar karena itu.

Setelah beberapa detik, Arga melepaskannya. "Temani aku mandi," bisiknya kemudian pada Arum yang hanya mengangguk saja sekali.

"Emmm, Vero kau istirahat dulu. Aku mau bebersih sejenak."

Gadis itu mengulas senyum. "Iya, Kak."

"Kau juga Tomi, bereskan beberapa file di tempat kerja. Nanti kita bertemu di ruang itu lagi."

"Baik, Tuan."

Arga melepaskan pinggang Arumi lalu berjalan lebih dulu, di susul Pak Ragil dan juga Arumi kemudian.

–––

Sehabis mandi. Arga dan Arum saling memunggungi satu sama lain. Wanita itu masih menggunakan jubah mandinya. Memilih-milih baju dengan gerakan lambat. Sementara Arga sudah menggunakan busana santainya.

Lalu duduk di kursi rias. "Keringkan rambutku."

"Ah... iya." Arum bergegas mendekati. Walaupun rambutnya juga masih basah, ia harus mendahului suaminya itu.

Kini alat pengering rambut sudah di tangan, bergerak rata ke seluruh bagian rambut yang basah.

Arum nampak serius melakukan pekerjaannya. Walaupun agak gugup dengan tatapan mata Arga yang tajam itu. Dapat ia lihat dari bayangan cermin di depannya.

Mengobati luka kehilangan, harus dengan cara menghadirkan cinta yang baru. Anda harus benar-benar mendapatkan cinta dari pasangan Anda yang sekarang, begitu pula sebaliknya. (Suara Dokter Aska dalam ingatan Arga.)

Sekejap meraih pergelangan tangan Arum. Wanita di belakangnya nampak terkejut, dan buru-buru mengoff-kan tombolnya.

Kenapa dia menatapku setajam itu? Apa aku berbuat kesalahan? – Arum membatin. Belum lagi saat Arga merebut alat pengering rambut di tangannya, dan meletakkannya di atas meja.

Arga beranjak, namun setelahnya memegangi bahu Arumi. Membawanya untuk duduk di atas meja rias itu. Ke-dua tangannya mengungkung tubuh itu.

Gleeekk... Arum menelan saliva-nya. Sebab wajah yang berjarak amat dekat darinya.

"Aku ingin Kau mencintaiku mulai sekarang?"

A–apa? Kenapa, Dia tiba-tiba bicara seperti ini, apa mungkin Tuan Arga? –Arum bergeming, dalam ketidakpercayaannya tentang apa yang baru saja ia dengar dari mulut suaminya.

"Berikanlah cintamu itu padaku. Agar semua hal bisa berjalan dengan natural. Karena aku melihatmu semakin kesini semakin tidak natural melakukannya. Kau tahu aku bosan, Alieee...."

Deg! Arumi semakin di tusuk sembilu. Apakah tidak cukup baginya hanya mengharapkan ia berakting? Sekarang meminta cintanya pula demi memuluskan fantasi tidak normalnya itu?

"Kenapa tidak menjawabnya? Seharusnya kau bisa menjawab itu dengan mudah. Karena aku pasti akan menambah uang kompensasinya. Dan apapun yang kau mau, aku akan menuruti itu." Tersenyum angkuh terkesan meremehkan wanita di hadapannya.

Arum yang amat geram sangat ingin mendorong dadanya itu keras lalu memakinya. Sebab, semakin kesini Pria itu semakin tidak bisa di tebak keinginannya.

Anda benar-benar serakah, Tuan! –batin Arumi amat geram. Mata Arum bergerak-gerak. Serasa ingin terjatuh air matanya saat itu juga.

Ia pun mencoba mengangkat dagunya. Menantang tatapan penuh penghinaan dari Arga. Mencengkram kedua kerah Arga semakin menarik pria itu lebih mendekat ke wajahnya.

Terlihat Arga sedikit terkejut. Namun sejurus kemudian senyum sinis-nya tersungging.

"Aku akan memberikan itu. Berusaha untuk mencintaimu. Asal dengan satu syarat..."

"Apa?" Tanyanya. Sementara Arum masih bertahan pada posisinya, menatap lekat kedua mata emerald milik Arga Sanjaya.

Kau mungkin bisa memberikan apapun. Namun, apa kau masih bisa bicara angkuh saat aku meminta hal yang mungkin lebih berharga dari seluruh hartamu. Karena tubuhku sudah basah, jadi aku akan sekalian menyelam ke laut dalam.

"Hentikan, suntikan penunda kehamilan itu. Baik aku ataupun Kau! Karena aku menginginkan hasil dari cinta yang sudah ku berikan. Yaitu keturunan darimu." Tegasnya, tanpa menggeser sedikitpun tatapannya itu. Walaupun bola mata Arga nampak melebar saat mendengarnya.

1
RIMAWATI
keren alur ceritanya
RIMAWATI
/Sob//Sob//Sob//Sob/.. yaallah kasiannyelh.. akhirnya bisa menyatu cinta mereka????
Lin
Luar biasa
Zulaihah Abidin
ternyata Alicia di bunuh adiknya sendiri
Dhika Ahmad
karya author satu nih tak pernah gagal,rekomendasi banget
Dhika Ahmad
wadawww. jadi curhat nih author satu
Dhika Ahmad
serasa disindir aku tuh
Sastri Dalila
👍👍👍
Runik Runma
jngn mau pulang
Runik Runma
enteng bnget ngomong nya y
Runik Runma
KLO aku ogah balik LGI .udh di usir dn di permalukan
Runik Runma
/Sob/
Runik Runma
jahat egois jde suami
afifah aefa 🇲🇾💜🇵🇸
Luar biasa
Shifa Burhan
kebodohan wanita dalam berpikir
*semua pria lain yang menyukai akan dianggap lelaki baik2 dan cinta nya dinggap tulus dan harus diperlakukan sangat lembut dan baik2
*sedangkan semua wanita lain yang menyukai sang suami akan dianggap wanita pelakor murahan, menjijikan harus diperlakukan kasar, kejam dan dibinasakan

fakta novel mu cerminan pola pikirmu bagaimana pola pikir mu akan bisa dilihat dari novel mu

sampai disini paham akan

polah pikir bodoh kayak gini akan menunjukkan betapa egoisnya nya kalian
Shifa Burhan
pola pikir bodoh wanita
jika ada pria lain yang menyukainya maka dia akan anggap cinta pria itu tulus, dan akan memperlakukan pria itu secara lembut dana akan menolak dan menjelaskan secara lembut
tapi saat ada wanita lain yang menyukai suami otomatis wanita itu adalah wanita murahan, menjijikan pelakor, harus diperlakukan kasar dan harus dibinasakan

dengan pola pikir ini kalian berkarya novel maka jadi novel kayak gini yang begitu lembut memperlakukan pebinor

miris
Sunarti Sunarti
🤭🤣🤣🤣😂😂😂😂
Mami Pihri An Nur
Huuu, klw aku g mau lg, biarin dia tu merenung dn menyesali, tp si arumi malah ky murahan
inda kurniati
gimana tidak gugup

klu di hati tuan muda cuma Alicia 🥺
solihin 78
cerita yang sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!