NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Lari Saat Hamil / Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:384.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Azzura

Elma Abigail, Wanita yang kehidupan nya begitu tragis, Kakak nya meninggal akibat pergaulan bebas bersama pacar nya hingga hamil, Di tambah kematian ayah nya yang menyebabkan harus menjadi tulang punggung keluarganya

Elma yang tak tau harus melakukan apa hingga memutuskan menjadi wanita pemuas.

Karena pekerjaan itu lah yang paling menjanjikan bagi nya, Demi untuk kehidupan ibu nya.

Dan suatu ketika, dia bertemu dengan John, Laki laki yang paling di benci nya di muka bumi ini, Laki laki yang telah menghamili kakak nya tanpa ingin mempertanggung jawabkan perbuatan nya, Hingga membuat kakak nya depresi dan memilih bunuh diri.

Hal itu lah yang membuat nya sangat membenci John dan berniat membalaskan dendam nya.

Dan inilah kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pindah

Edo sampai di apartemen tengah malam dengan keadaan acak-acakan. Rambut berantakan, pakaian sudah tidak rapi dengan beberapa kancing kemeja yang sudah terbuka, lengan di gulung setengah siku.

Bau rokok dan minuman beralkohol begitu menyengat di Indra penciuman orang yang ada didekatnya.

Saat sampai di ruang tengah, Edo bisa melihat dengan jelas sosok perempuan yang tertidur di atas sofa dengan tv yang masih menyala memperhatikan wanita itu.

Edo tersenyum menyeringai melihat penampilan Elma saat ini yang memakai pakaian begitu se ksi, dia hanya menggunakan kaus kebesaran berwarna putih tanpa bawahan hingga paha mulus nya terpampang indah di depan Edo.

Bahkan kulit putih Elma begitu nampak jelas karena bahan kaus yang dipakai Elma sangat tipis dan terlihat menerawang.

Seketika bola mata Edo terbuka lebar dengan wajah berseri-seri, sangat berbeda dengan tadi yang terlihat sangat kusut dan lah. Dengan langkah pasti Edo mendekati nya, lalu mencium aroma tubuh Elma mulai dari rambut leher lalu turun ke bawah.

Tanpa menunggu lama, Edo membawa Elma ke kamar dengan hati-hati karena tak ingin wanita nya terbangun lalu menggagalkan rencana nya.

Edo tak akan menunggu waktu lagi untuk mengeksekusi Elma, karena menurut nya kali ini adalah waktu yang sangat tepat.

Klek.

Edo membuka pintu penuh kehati-hatian lalu menutup nya dengan hati-hati pula karena takut apa yang diinginkan kali ini kembali gagal.

Dibaringkan nya tubuh Elma ke atas ranjang pelan-pelan seperti sebuah benda yang terbuat dari kaca dan takut pecah.

Tanpa menunggu waktu lagi, Edo langsung mulai mencumbu Elma mulai dari bibir dengan begitu rakus, seakan tak ada hari esok, nanti, atau lusa.

Sedangkan gadis dibawah nya yang bibirnya sedang dinikmati itu justru bermimpi sedang berciuman dengan idolanya yaitu boy band dari negeri ginseng yang sering di pajang di kamar.

Dalam mimpi nya, Elma begitu menikmati ciuman itu. Ciuman yang terkesan agresif dan memburu. Tak ingin kalah dari pria nya, Elma pun membalas nya tak kalah bus hingga mereka saling mema ngut bibir itu dengan penuh damba.

Saat tangan Edo mulai menjalar kemana-mana, Elma pun semakin merasakan tubuhnya dibuat melayang. Dia merasakan sensasi yang sengat berbeda, rasanya seperti saat Edo memainkan tubuh nya kemarin.

Elma sangat menikmati mimpi nya, bahkan jika bisa dia tak ingin terbangun dari mimpi sebelum dirinya merasa puas.

Edo yang sudah tidak tahan, langsung membuka seluruh kain yang menempel ditubuhnya maupun di tubuh Elma.

Setelah keduanya sama-sama polos, tangan Edo tak tahan untuk tidak memainkan benda kesukaan nya, setelah merasa puas dia kembali mencumbu tiap inci bagian tubuh Elma.

Setelah dirasa cukup melakukan pemanasan, Edo mulai mengarahkan senjata nya pada bagian inti Elma.

Saat mencoba memasukkan, Edo sedikit kesusahan karena merasa titik intinya sangat sempit. Sedangkan Elma yang masih berada dalam mimpi, tiba-tiba dia bermimpi bagian bawah nya digigit seekor ular dan ingin memasuki bagian bawah nya. Sebisa mungkin dia menghindar tapi ular itu terus mendesak semakin dalam. Elma yang tak tahan merasakan sakit langsung terbangun dari tidur sembari menjerit keras.

"Aaaa..!" Saat mantanya terbuka lebar, ternyata bukan ular yang ingin memasuki bagian bawah nya, tetapi Edo lah pelaku nya.

Baru saja terbangun dari mimpi buruk, tapi Elma kembali dikejutkan dengan fakta yang ternyata tubuhnya sedang di cum bu Edo.

"Sakiiiitttt...!!" Elma kembali menjerit saat Edo kembali melanjutkan aksinya.

Dan akhirnya dua manusia itu berhasil menyatu, Elma merasakan miliknya seperti terbelah menjadi dua, begitu sakit dan perih hingga tak bisa menghentikan air matanya yang tiba-tiba keluar karena sakit.

Edo masih diam dalam posisi sembari menunggu Elma tenang, diusapnya air mata Elma penuh sayang lalu memberi kecupan di kening.

"Terimakasih, sudah menjadi yang pertama untuk ku." Elma bahkan tak cukup memberi kecupan satu kali, tapi beberapa kali.

Elma yang tadinya sempat kecewa mendadak hatinya menghangat karena diperlakukan baik oleh nya.

Setelah dirasa tenang, Edo mulai melancarkan aksinya, hingga pergulatan buas itu tak bisa terelakkan. Mereka sama-sama berbagi keringat untuk meraih sebuah kenikmatan. Dua manusia itu seakan tak merasa puas hanya dengan permainan satu kali atau dua kali, hingga mereka melakukan nya sampai berkali-kali.

Setelah keduanya meraih puncak nya untuk yang kesekian kalinya, akhirnya tubuh Edo tumbang di sebelah Elma. Keduanya saling mendekap memeluk satu sama lain.

Jari-jemari Edo membelai rambut yang bercampur dengan keringat dengan penuh sayang.

"Tidur lah, baby. Terimakasih sudah memberikan warna dalam hidup ku."

Cup.

Elma tak menyahuti perkataan Edo karena saat ini yang ingin dilakukan nya hanya lah pergi ke alam mimpi. Setelah pergulatan tadi tubuhnya terasa begitu lelah, juga memang matanya sangat ngantuk karena tadi acara tidur nya di ganggu oleh sosok ular yang ingin mematuk bagian bawah nya.

"Kenapa semuanya menjadi serumit ini?" Gumam Edo dalam hati sembari menatap langit-langit setelah memastikan Elma benar-benar terlelap. "mau tak mau aku harus membawa Elma ke sana, aku tak mungkin bisa berpisah dari nya. Bahkan tubuh nya bagai nikotin untuk ku." lanjut nya dalam hati.

Tatapan Edo beralih menatap wanita yang sedang terlelap disampingnya, dia kembali membelai lembut rambut berantakan Elma penuh cinta sembari menatap sendu wajah teduh Elma.

"Maafkan aku, sayang. Jika keputusan yang ku ambil ini egois. Tapi aku tak bisa berpisah dari mu. Aku akan memindahkan Tante Aline ke Singapura bersama para perawat. Semoga kamu menerima."

Cup.

Edo kembali mendaratkan ciuman di bibir ranum itu yang terlihat sedikit membengkak karena ulahnya. Seperti yang dikatakan tadi, tubuh Elma bagai nikotin untuk nya, sangat membuat nya candu. Bahkan hanya dengan mencium bibir Elma, bagian tubuh yang lain menuntut nya untuk berbuat lebih. Begitu cepat nya tubuh Edo bereaksi saat menyentuh wanita nya.

Tapis sebisa mungkin Edo menahan karena tak ingin membuat Elma terlalu kelelahan. Apalagi besok mereka akan melakukan perjalanan jauh dan tak mungkin bila pergi dalam keadaan tak baik-baik saja.

Edo mengalihkan perhatian dengan memikirkan rencana yang akan dilakukan selanjutnya setelah sampai di kota kepindahan nya nanti. Tetapi ternyata hak itu tak membuat senjata nya jinak, hingga lama-lama justru semakin membuat nya pening.

Saat Edo benar-benar tak bisa menahan nya lagi, akhirnya Edo melakukan satu kali lagi tanpa melakukan pemanasan. Edo langsung melakukan kegiatan inti dalam posisi saling memeluk, tentu saja Elma yang sedang tertidur lelap itu kembali terbangun.

1
Nindy bantar
💪ini novel vote terbanyak dan like terkecil🤭
Linda Liddia
Kenapa ceritanya malah kayak gini gak sampe tuntas ceritanya tiba2 udah end..
Bikin ceritanya tp ending ngegantung
vera agresta
endingnya...
Evy
Endingnya kok begini...
SUSANTI SUTISNA
mana lanjutannya...hadeeeh nanggung dah
Riska Fatihica
hai... Thor aku mampir lagi nih ke karya author.... semoga author makin sukses terus ya buat karya nya 😍😍
Bunbun Oke
kok ga berlanjut gantung ceritanya
Ruang Tunggu
sukses selalu karya"nya..
Cica Kosmetik
Luar biasa
Anonymous
kereennn
Dewi Zahra
sabar ya Elma
Dewi Zahra
baru nyesal kamu Edo
Dewi Zahra
semangat Edo
Dewi Zahra
pasti ini kerjaa jonh
Dewi Zahra
harus nya Edo jujur
Dewi Zahra
semangat Elma
Dewi Zahra
jujur Sama istri nya Edo
Dewi Zahra
masa nggak nyadar Elma
Dewi Zahra
lanjut
Dewi Zahra
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!