NovelToon NovelToon
Menikahi Paman Kecil Pacarku

Menikahi Paman Kecil Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Pernikahan Kilat / Diam-Diam Cinta / Cinta setelah menikah / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Menikah dengan pria usia matang, jauh di atas usianya bukanlah pilihan Fiona. Gadis 20 tahun tersebut mendadak harus menerima lamaran pria yang merupakan paman dari kekasihnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terang

"Saya sudah meletakkan uangnya di tempat yang kalian tadai, sekarang katakan di mana anak saya?" ucap Fiona begitu mengangkat telpon. Dia yakin yang menelepon adalah kawanan penculik yang telah menyandera anaknya.

"Kami tidak bodoh, kami melihat orang-orang yang diam-diam mengikuti anda di belakang!" suara laki-laki serak dan berat menggelegar di telinga Fiona.

Fiona menoleh, tidak ada pihak-pihak lain yang terlibat. Bahkan satu polisi pun tidak ada yang diberitahu.

Masih sambil menoleh ke belakang dan mengamati sekeliling, ia tahu kalau sedang dipantau dari jauh.

"Tidak! Kami tidak menghubungi siapapun. Saya bersumpah!" ucap Fiona penuh keyakinan.

Namun, nyatanya memang ada beberapa orang berpakaian serba hitam, seperti agen khusus yang mengamati Fiona dari jauh. Jelas itu orang-orang Arga. Mana mau dia mengambil resiko dengan membuatkan Fiona keluar sendiri begitu saja. Cukup Azka yang dalam bahaya, dia tak mau Fiona juga masuk ke lubang yang sama.

"Sekarang tinggalkan tempat ini, pertukaran hari ini batal!"

Tut Tut Tut

Fiona panik, dia hola halo pada ponsel yang sudah mati sambungan telponnya itu. Matanya sudah berkaca-kaca, bingung harus bagaimana. Dia berputar-putar seperti mencari sesuatu. Namun, hanya gedung-gedung kosong tanpa penghuni.

Sampai akhirnya Fiona sadar, di bagian atap gedung terdapat bayangan hitam dengan laras panjang. Ia tahu, ini pasti perintah Arga. Alhasil, negosiasi dengan penculik pun gagal. Karena mereka ketahuan melibatkan pihak luar.

Dengan lesu, Fiona mengambil lagi uang yang tadinya untuk tebusan. Ia kembali ke mobil dan langsung menangis saat melihat Arga menunggu dan berdiri di sebelah mobil menunggu nya.

Arga memeluknya, dari informan yang tersambung ke headset yang dikenakannya, ia tahu. Negosiasi batal.

...****************...

Malam itu Fiona dan Arga kembali ke apartemen, keduanya tidak banyak bicara. Fiona jadi lebih banyak diam. Sesekali ia usap tisu di pipinya yang tiba-tiba basah.

"Makanlah ... Kamu juga harus tetap sehat."

Arga menyodorkan makanan, beberapa menu yang tak disentuh sejak pulang tadi.

"Aku tidak lapar," Fiona bangun dan hendak pergi ke kamar.

"Tenanglah, aku dan orang-orang ku pasti menemukan jejak Azka." Arga mencoba menenangkan istrinya.

"Sekarang, makanlah ... Sedikit saja. Jangan biarkan perutmu kosong."

Fiona berbalik, menatap nanar pada sang suami.

"Makan??? Bagaimana aku bisa makan? Sementara aku tidak tahu apakah di luar sana anakku sudah makan atau belum? Apakah dia sakit atau tidak? Apakah dia kedinginan? Apa dia ketakutan???" Fiona kembali emosional.

Emosinya meletup-letup, sambil berkaca-kaca dia meluapkan apa yang mengganjal di hatinya. Mana bisa dia mengunya makanan selagi belum tahu anaknya sudah makan atau tidak.

"Aku tahu kamu sangat khawatir .. Tapi kamu juga harus peduli pada tubuhmu juga."

Fiona menggeleng, "Tidak, kamu tidak mengerti bagaimana perasaanku saat ini!"

"Aku paham! Sangat paham. Aku juga ayahnya!" sentak Arga. Bukan karena marah pada sang istri. Dia juga sangat. Frustasi atas apa yang terjadi.

Masalah di perusahaan, anak hilang dan diculik, semuanya membuat Arga merasa tertekan dan stres. Bahkan kalau tahu di mana posisi sang anak, dia sendiri yang akan maju dan menghajar penculik-penculik itu. Sayangnya, jejak yang ada sangat minim. Dia harus sabar menunggu penculik itu kembali menelpon.

Setelah perdebatan singkatan antara keduanya, Fiona memutuskan ke kamar. Bahkan sempat membanting pintunya dengan kencang. Sementara itu, Arga hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar dan mengumpat frustasi.

...----------------...

Di sebuah gudang tua

Azka terbaring dengan alas terpal usang yang bau dan kotor. Anak kecil itu sepertinya ketiduran setelah kelelahan menangis dan meronta-ronta minta ketemu mama nya dan mau pulang.

"Bos, selanjutnya bagaimana?" tanya salah satu anak buah yang lengannya penuh tato.

"Tunggu besok, orang tua anak ini terlalu meremehkan ancaman dari kita. Kamu foto sekarang dan besok kirimkan foto anak ini!" perintah sang bos sambil memegangi sebotol minuman.

......................

Pukul 9 pagi

Fiona berteriak keras pada Arga, dia menuntut suaminya segera menemukan anak mereka. Setelah mendapat gambar terkini Azka, Fiona semakin menggila dan tak bisa kontrol emosinya. Mungkin kelewat cemas karena melihat anaknya tidur di tempat yang kotor tersebut. Apalagi kelihatan separuh wajah Azka yang sudah seperti anak tak terurus berhari-hari. Azka yang tampan dan kulitnya bersih jadi penuh debu dan wajahnya sangat kotor.

"Kamu punya kuasa ... Kamu punya uang yang banyak bukan? Tolong ... Lakukan apapun itu, bawa Azka pulang ... Jangan biarkan anak kita menderita di luar sana. Aku mohon ... Kembalikan anak aku," Fiona menarik-narik jas Arga. Ia meratap, menuntut dan memohon-mohon pada sang suami, entah dengan cara apapun, pokoknya anak mereka harus segera kembali.

Arga yang melihat Fiona tidak stabil emosinya, ia mencengkram bahu Fiona.

"Fiona. Lihat ... lihat aku. Bersabarlah, kita pasti berkumpul lagi."

"Kapan?? Kapan??? Lakukan sesuatu ... Jangan diam saja!"

Arga menghela napas panjang, bukan diam saja. Dia juga sudah mengerahkan segala cara untuk menemukan anak mereka. Hanya saja belum ada hasil. Sepertinya penculik ini memiliki backing an orang kuat.

"Sabarlah! Aku pastikan akan membawa Azka pulang," ucap Arga kemudian melepaskan kedua bahu Fiona.

Arga masuk ruang kerjanya, dia kemudian membuka brankas, mengambil sebuah senjataa kemudian menyembunyikan di tubuhnya. Sepertinya, kali ini dia juga akan turun langsung sendiri.

...****************...

Pukul 1 dini hari

Di sebuah pelabuhan yang sepi, karena bukan pelabuhan utama.

Berkat kiriman foto tadi pagi, tim Arga bisa sedikit melacak keberadaan Azka. Meskipun belum tentu 100 persen. Setidaknya ada sedikit jejak yang bisa ditelusuri.

Dinginnya malam tak membuat tenaga profesional yang Arga kerahkan mundur. Bersama dengan mereka, Arga turun langsung ke lapangan. Sampai mereka menemukan sebuah gudang tua yang sama persis seperti gambar di dalam foto terakhir Azka.

Sayangnya, tempat itu sudah kosong. Namun, masih tersisa jejak-jejak sebelumnya. Sepertinya baru beberapa saat ditinggalkan. Artinya orang-orang itu belum jauh. Mereka kemudian kembali menyusuri sekitaran. Sebagian menyebar ke dermaga, sebagian lagi ke arah semak belukar menuju hutan.

...----------------...

"Lepaskan ... Turunkan aku!" oceh Azka sedikit serak karena suaranya hampir habis.

Anak itu meronta-ronta saat digendong di salah satu bahu penculik. Ia akan dibawa ke kapal. Sebagian lagi lari ke hutan untuk mengelabuhi orang-orang.

"Diam! Atau aku tenggelamkan ke laut!" desis penculik.

Azka tetap meronta-ronta, kakinya menendang sampai penculik kesal dan menurunkan dengan kasar.

"Anak nakal! Berani kau melawan! Baik! Akan aku ceburkan ke laut yang dingin ini!" ancamnya sambil menarik lengan Azka dengan kasar.

Azka melawan, karena anak kecil, tenaganya juga kurang, akhirnya dia cuma mengigit lengan penculik itu. Sampai penculik itu mengibaskan tangannya karena digigit.

"Anak siaalannn!" gertaknya marah.

Azka langsung lari, meskipun larinya tak seberapa. Penculik tersenyum garang, mengikuti Azka dari belakang. Karena mau jalan santai pun pasti terkejar.

"Anak nakal!" desis penculik sambil memeriksa tangannya.

Setelah melihat tangan, penculik menatap ke depan, dilihatnya Azka sudah tidak kelihatan, justru seseorang menodongkan sesuatu tepat ke arah jidatnya dan bersambung.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Eva Tigan
Melepas rindu ala suami istri ya memang harus Menyatu ..baru lah Fiona rela melepas suaminya pergi😄
Threeanie
mau ngapain Ga gesper dillepas 🙈🤭
Asyatun 1
lanjut
Jasmine
nanti hamil lagi🤭🤭🤭
Dien Elvina
pertemuan yg sangat mengharukan ..gimana Fiona gak terus²:an meneteskan air mata..la mereka sdh 5;tahun gak bertemu ..tapi semoga setelah Arga membereskan semua kekacauan yg d sebabkan keluarga nya , mereka bisa berkumpul lg 🤭
ɴᴏᴠɪ
ow ow siapa dia maen peluk² aja 😄😄
Noona Han
weh weh weh demit🤣
ken darsihk
Alhamdulillah mereka bisa berkumpul lagi Fiona Arga ❤❤
Arsyad Algifari.
baru tau ada karya baru ka sept👍👍👍
Sept September: heheheh 🤭
total 1 replies
Arsyad Algifari.
baru tau ada karya baru ka sept👍👍👍
Sekti Ibue'BilFa
lanjut Mak sep😍
Sept September: siap grakkk 💪
total 1 replies
Dien Elvina
Fiona diam membeku dan bersambung 😂 cie yg dpt pelukan dari yg terkasih ..pasti deg² ser 😅
Sept September: semriwingggggggg🤭🤭🤭🤭🤭🤣
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Sept September: siapp👍👍👍👍💪
total 1 replies
Attaya Zahro
Fiona seketika diam karena digantung Kak Sept 😂😂😂
Attaya Zahro: Lanjuut kak 😍😍
total 2 replies
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya Arga ingat siapa dirinya semoga segera ketemu keluarga kecil sekarang sudah ada baby bia🥰🥰🥰🥰
ɴᴏᴠɪ
yes akhirnya om Arga inget lagi sama istri dan anaknya ♡♡
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Ineke Susanti
Luar biasa.. bagus kak
ken darsihk
Ya memang sebaik nya seperti itu sembunyikan kebenaran nya kalau kamu sudah sembuh dari amnesia mu
Tapi jangan gegabah mamah Sasmita yng pegang kendali , keselamatan Fiona dan anak 2 mu jadi taruhan nya 😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!