NovelToon NovelToon
Ayo Nikah!

Ayo Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:302.8k
Nilai: 5
Nama Author: Widiamnd

"Ayo kita nikah!" Perkataan yang Adera Danialvoa sesali dalam hidupnya.

Perkataan yang membuat hidupnya berubah dengan terpaksa menikah dengan pria yang tidak ia kenal sebelumnya yang bernama Regan Galendra Mahardika.

Akan kah Adera bisa lepas dari Regan? Atau mungkin dia terjebak dalam tahanan hati Regan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widiamnd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25: Meresahkan

Regan menidurkan Adera diatas ranjang dengan hati-hati. Gadis itu setelah memuntahkan pelangi ke bajunya dan langsung tertidur lelap. Regan menatap wajah Adera yang tertidur, dia tidak menyangka akan melihat tingkah imutnya saat mabuk.

Regan terkekeh. Dia menyingkirkan rambut Adera yang menutupi wajah cantiknya. Seandainya Adera mengingatnya dimasa lalu, awal mereka bertemu pertama kalinya ditaman waktu itu. Tapi mustahil mengetahui Adera lemah dalam mengingat sesuatu.

Regan menjauh dari Adera, dia harus membersihkan tubuhnya dan menganti bajunya yang sudah kotor dan bau muntahan istrinya itu.

Di dalam kamar mandi Regan membuka semua bajunya dan dia berjalan ke shower, membuka kerannya. Kedua tangannya menyentuh tembok kamar mandi sambil menikmati tetesan air yang jatuh ke tubuhnya.

Seandainya Adera tahu siapa dirinya. Apakah Adera akan mencintainya? Pikirnya. Dia mengenal Adera, Adera adalah gadis yang pelupa juga tidak peka. Namun apakah Adera tidak memiliki kepingan ingatannya di dalam kepalanya?

Regan mengacak-ngacak rambutnya yang basah. Adera benar-benar meresahkan baginya.

Setelah selesai mandi dan memakai kaos polos dengan celana boxing, Regan keluar dari kamar mandi. Dia menatap Adera yang masih tertidur diatas ranjang. Tidurnya nyenyak sekali, sampai Regan tersenyum melihat wajahnya yang damai itu.

Regan mendekati Adera diranjang. Dia akan menggantikan baju Adera supaya Adera lebih nyaman lagi tidurnya. Perlahan-lahan dengan gerakan lembut, Regan melepaskan gaun dari tubuh Adera. Memang sedikit kesulitan karna takut-takut Adera terbangun namun akhirnya berhasil juga, gaun itu terlepas dari tubuh Adera.

Mata Regan melotot kala melihat tubuh Adera hanya tinggal baju dalamnya saja. Tidak, dia tidak boleh berpikir mesum dikeadaan begini. Regan menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun dia seakan tidak tahan dengan tubuh setengah telanjang Adera.

Dia ingin sekali menerkamnya, namun otak sehatnya tidak membiarkan itu. Dia tidak mau menerkam Adera dalam keadaan begini, dia ingin menerkam Adera jika Adera tersadar bukan dalam keadaan begini.

Adera sangat meresahkan. Itulah gambaran Adera sekarang dimata Regan. Dengan segera, Regan memakaikan Adera baju tidur dengan pelan-pelan dan juga dengan sangat hati-hati.

Setelah sudah memakaikan Adera baju tidur walau cuma atasannya saja, Regan langsung menidurkan tubuhnya diranjang tepatnya disebelah Adera. Regan memandangi wajah terlelap Adera dari dekat, hari ini Adera banyak mengejutkannya.

Mengingat kejadian Adera mabuk tadi, Regan tersenyum-senyum sendiri. Baginya orang mabuk itu merepotkan namun kalau Adera yang mabuk tadi, itu menggemaskan.

"Selamat tidur, tuan putri." Gumam Regan. Dia menutup matanya, bergabung dengan Adera kealam mimpi.

......................

Keesokan paginya, Adera membuka matanya. Dia mengerjab-ngerjabkan matanya berulang kali untuk memperjelas penglihatannya. Kepalanya agak sedikit pusing karna kejadian tadi malam.

Saat Adera ingin menggerakan tubuhnya, dia merasakan sebuah tangan melingkar diperutnya. Dia merasa seseorang memeluknya dari belakang bahkan dia sampai merasakan hebusan nafas dibelakang lehernya.

Tidak mungkin kan itu orang lain? Itu Regan kan yang memeluknya sekarang? Adera berpikir negative kalau yang memeluknya sekarang adalah orang jahat. Jika iya, kemana Regan?

Adera menggelengkan kepalanya mengusir pikiran negativenya. Pasti itu Regan, karna yang tinggal diapartemen ini dan tidur satu ranjang dengannya adalah Regan, tidak mungkin orang asing. Namun kenapa Adera merasa kalau detak jantungnya jadi tidak stabil saat dia tahu kalau yang memeluknya itu adalah Regan?

Tidak, tidak boleh begini. Kalau kelamaan Adera akan mati muda detik ini juga karna detak jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya itu. Tidak boleh, bagaimana caranya pun Adera harus terlepas dari pelukan Regan.

Dengan gerakan pelan-pelan, Adera mulai memindahkan tangan Regan dari perutnya namun pergerakan Adera membuat Regan terganggu. Dia semakin memeluk Adera dari belakang bahkan lebih dekat dari sebelumnya.

Adera menghebus nafasnya gusar. Bagaimana cara agar bisa keluar dari pelukan buaya?

"Jangan pergi." Gumam Regan yang terdengar seperti meracau dibelakang telinga Adera.

Adera terdiam. Dia ingin Regan melepaskannya, namun mendengar dia meracau begitu, Adera jadi tidak tega membangunkannya. Posisi Adera sekarang serba salah. Adera mengigit bibir bawahnya. Dia sudah tidak tahan terus-terusan begini. Jantungnya bisa saja meledak akibat terus berdetak cepat.

Akhirnya Adera berupaya akan mencoba membangunkan Regan. Toh, sekarang sudah siang jadi tidak masalahkan membangunnya?

"Regan, bangun." Adera menepuk-nepuk pipi Regan dibelakang lehernya.

Tepukan Adera dipipinya rupanya membangun Regan dari mimpi indahnya. Regan membuka matanya perlahan. Dia masih memeluk Adera, enggan untuk melepaskannya.

"Jam berapa sekarang?" Tanya Regan dengan suara orang baru bangun tidur. Serak-serak basah dan itu membuat suaranya menjadi terdengar seksi ditelinga Adera.

"J-jam sembilan." Jawab Adera, pipinya memanas seakan terbakar. "Lepasin dong, Gan. Gue mau mandi." Kata Adera berusaha lepas dari Regan.

Bukannya melepaskannya Regan malah makin memeluknya dengan erat sampai dada Regan menyentuh punggung Adera. "Gak mau." Tolaknya.

Adera benar-benar bisa sakit jantung kalau begini terus. "G-gue mau mandi. Plis, lepasin." Adera memohon dengan nada melas.

"Gue lepasin, kalo lo mulai sekarang berhenti ngomong pake gue-lo ke gue."

Adera mendengus. Sulit baginya melakukannya.

"Lo ngomong sama Ratih sama Dito biasa aja tuh. Pake aku-kamu, sok imut banget. Giliran sama suami lo, kurang ajar." Kata Regan.

"I-itukan karna terbiasa."

"Yaudah mulai sekarang juga harus terbiasa pake aku-kamu. Gue itu suami lo bukan temen lo. Ngerti gak!"

"I-iya ngerti."

"Kalo gitu mulai sekarang. Gue pengen denger sampe lo terbiasa. Baru gue lepasin lo."

"Lepasin dulu dong." Pinta Adera.

"Gak." Tolak Regan.

Adera pasrah. "Iya, aku kamu. Udahkan, lepasin." Rengek Adera meminta agar Regan melepaskannya.

"Apaan begitu."

"Yaudah bikin perjanjian aja lah kita." Ucap Adera, mengusulkan perjanjian pada Regan.

"Ide bagus." Regan menyetujuhinya.

"Kalo lo ngelanggar perjanjiannya dimana lo harus ngomong sama gue pake aku-kamu, lo bakal berakhir.." Regan mendekatkan bibirnya ke telinga Adera. "Di ranjang." Sambung Regan membuat Adera meneguk slivanya susah payah.

"Y-yah! Emang lo gak pernah salah ngelakuin sesuatu? Kasih keringanan dong." Protes Adera.

Regan berdecak. "Oke, kalo lo ngulangin kesalahan yang sama sampai sepuluh kali, lo liat apa yang gue lakuin diranjang."

Adera benar-benar merinding mendengarnya. Walaupun memang kewajibannya melayani Regan, tetap saja dia tidak bisa membayangkannya jika dia dibawa ke ranjang dipaksa melayaninya. Atau mungkin Regan akan melakukan kekerasan padanya? Tidak-tidak, Adera tidak bisa membayangkan itu.

"O-oke, gue setuju. Sekarang lepasin gue."

"Kesempatan lo tinggal delapan kali lagi."

"Lah kok gitu?" Protes Adera.

"Lo udah ngulangin kesalahan yang sama dari beberapa menit yang lalu."

"Kan belum dimulai."

"Kata siapa, gue mulai dari tadi."

Adera menggeram kesal. "Yaudah, iya. Dimulai sekarang. Sekarang lepasin plis, gue ralat aku mau ke kamar mandi." Pinta Adera.

"Tinggal tujuh kali." Regan melepaskan pelukannya dan begitu Regan melepaskannya Adera langsung berlari ke kamar mandi dengan buru-buru.

"Inget, kesempatan lo tinggal tujuh kali lagi!" Regan teriak membuat Adera yang mendengarnya di dalam kamar mandi mendengus kesal.

Di dalam kamar mandi, Adera menepuk-nepuk pipinya yang masih memanas. Kenapa Regan selalu memainkannya begini? Ya ampun, detak jantungnya pun belum kembali normal.

Berbeda dengan Adera, Regan yang masih berada diatas ranjang tersenyum-senyum sendiri. Senyumnya selalu mengembang ketika bersama Adera.

"Meong!" Milk melompat keatas ranjang dengan mengeong sambil menghampiri papanya ralat Regan maksudnya.

Regan langsung membawa Milk ke dalam pelukannya, dia mengangkat tubuh Milk dan Milk pun tidak memberontak. "Milk, kamu siap punya adik?" Kata Regan pada Milk dan Milk hanya mengeong saja.

1
deejah
tor ini ga mau lanjut apa ceritanya? otor sehat?
xzyyy
Thor ini udh 1 bln,bnran g lanjut ceritanya ap gmna
next dong
Nabila
ceritanya bagus tapi sayang thornya ga lanjutin
deejah
up thor.. udah seminggu loh ini..... tampilkan yang hot2 udah lama ini
deejah
rasain lu dera makanya jgn panasan jadi orang, nyesel emang belakangan
kay-kay
thor kmana aja...?
aku kira regan dan adera gk akn hadir lagi.. soalnya author up nya lm bggggtttttttt....
Mas Ujang Kasep Salim
jangan lama2 dong thor updatenya
Anggi Angga
😙😙😙
kay-kay
lanjuuuuttttt
Putu Agus Valentino
lanjut terus thor
dealove
lanjut thor
Putu Agus Valentino
lanjut thor!
tapi jangan kelamaan sya udh nungguin nih abis ceritanya seru banget
Dravia Hastuti
lama banget thor up.nya
kay-kay
hmpir 3 minggu loh thor...
masa up nya cm 1 😢😢
dealove
ayo lagi thor
Putu Agus Valentino
kok gk up lagi thorr?
ini sya udah nunggu lama lho!
Sumarni Al Fa
modus kira2 regan
kay-kay
modus nih regan...
dito kasih ide nya bagus bgt😁😁
dealove
lagi dong thor, nunggunya lama nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!