NovelToon NovelToon
Mencintai Gadis Indigo

Mencintai Gadis Indigo

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Berondong / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: La-Rayya

Kehidupan ala Barat ++


Bagaimana jadinya jika kau jatuh cinta pada seorang gadis yang bisa melihat masa depan?

Bertemu dengannya pertama kali langsung merubah hidup Ryuga. Ia begitu tertarik dengan penampilan Yumi, gadis yang sering membawa payung berwarna hitam kemanapun ia pergi meski hari terlihat begitu cerah.

Amanda Yumi, seorang gadis yang bisa melihat masa depan. Namun, ia sendiri tak bisa melihat masa depan akan berapa kali ia jatuh cinta. Termasuk dengan hadirnya cinta yang diberikan Ryuga Oliver kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Bertemu Mantan

Setelah Ryu selesai menceritakan semuanya kepada Bu Hana, mereka berdua pun menjadi terdiam. Ryu tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Bu Hana dan dia pun merasa gugup hanya karena berpikir bagaimana jika Yumi akan diberitahu oleh Bu Hana tentang masalah yang terjadi.

Tok tok tok...

Akhirnya Yumi pun tiba, dengan wajahnya yang menunjukkan bagaimana dia begitu khawatir kepada Ryu.

"Maaf karena sudah menelpon anda secara tiba-tiba dan meminta anda untuk datang kemari. Tapi seperti yang anda lihat, Ryuga telah memukuli seseorang di kampus ini. Jadi kami meminta anda untuk menjadi wali Ryu, karena anda orang yang lebih tua dari dirinya." Ucap Bu Hana.

"Apakah dia akan dihukum? Apakah dia akan dikeluarkan dari kampus ini? Saya akan membuat permintaan maaf secara langsung kepada korban dan melakukan apapun yang bisa dilakukan. Tapi tolong biarkan Ryu untuk tetap belajar di kampus ini." Balas Yumi dengan wajah yang masih terlihat panik.

"Tidak, sebenarnya ini bukan masalah yang besar. Ini hanya perkelahian antar mahasiswa. Tapi jika pihak sana memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum, maka kami tidak punya pilihan lain selain mengurus nya agar tuntas." Ucap Bu Hana lagi.

"Lalu bisakah saya bertemu pihak korban? Apakah anda sudah berbicara dengan mereka?" Tanya Yumi lagi.

"Aku sudah menghubungi wali dari mereka dan aku pikir mereka akan segera datang kemari."

"Bisakah saya mengetahui apa alasan dibalik masalah ini? Saya tahu benar bahwa Ryu bukanlah tipe orang yang bisa memulai pertengkaran. Jadi saya sedikit bingung saat ini." Yumi menatap Ryu yang terus menunduk.

"Sebenarnya masalah ini juga melibatkan anda..."

"Bu Hana, maaf tapi anda tidak perlu mengatakan apapun lagi. Saya akan menjelaskan semuanya kepada Yumi saat kami pulang ke rumah nanti."

Ryu memotong ucapan Bu Hana sebelum dia dapat mengatakan tentang apa yang dikatakan Ryu tadi mengenai foto yang beredar dan rumor yang menyebar di kampus.

Saat Yumi tengah menandatangani beberapa berkas dari kampus, Yuna dan seorang pria yang terlihat lebih tua darinya masuk ke dalam ruangan itu.

"Bu Dekan, Tomi tidak akan pernah bisa datang kemari saat ini karena luka yang dia terima cukup parah. Jadi saya dan kakak saya hadir di ruangan ini akan mewakilinya sebagai wali dari Tomi." Ucap Yuna saat dia berjalan masuk ke dalam ruangan dan duduk bersebelahan dengan Ryu dan Yumi.

"Baiklah, kalau begitu aku akan mulai mendengarkan penjelasan dari mu." Ucap Bu Hana dengan melipat tangannya di dada dan melihat kearah dua orang yang baru datang ke dalam ruangan itu.

"Kami tadi hanya sedang mengobrol di dalam ruangan kelas yang kosong. Ketika dia tiba-tiba masuk kedalam menendang pintu dan dengan wajahnya yang penuh amarah langsung menyerang Tomi dengan membabi buta, bahkan dia juga merusak ponsel milih Tomi dengan melemparnya ke lantai dan terus menginjaknya berulang kali." Ujar Yuna.

"Apakah dia juga menyerang mu?" Tanya Bu Hana lagi.

"Tidak, tapi dia hampir memukuli saya saat dia melempar ponsel itu. Saya menjadi begitu trauma dengan apa yang saya lihat. Pria itu sangat jahat." Ucap Hana seraya mengusap air mata palsunya dan membuat cerita itu berlebihan.

"Apa kamu tahu alasan kenapa dia sampai menyerang Handy?" Tanya Bu Hana.

"Mungkin karena dia cemburu kepada Tomi." Jawab Yuna penuh percaya diri.

"Maaf sebelumnya, tapi aku pikir Ryu bukanlah tipe orang yang seperti itu saat dia cemburu. Dan bisakah aku bertanya, apa hubunganmu dengan Ryu?" Ucap Yumi tiba-tiba berbicara dan nada suaranya terdengar begitu berbeda dari suaranya yang biasa terdengar lembut.

"Aku ini mantan kekasihnya dan dia belum bisa menerima fakta bahwa aku tidak menyukainya lagi. Itulah alasan kenapa dia sampai memukuli Tomi karena aku berpacaran dengan Tomi sekarang."

"Kenapa kau begitu percaya diri tentang hal itu? Apakah kau yakin bahwa kau tidak melakukan apapun yang membuat mereka menjadi bertengkar?"

"Hei, kau pikir siapa kau itu hingga ikut campur ke dalam urusan para mahasiswa ini?" Ucap kakak Yuna.

Kakak Yuna yang ikut berbicara itu terasa seperti dia tengah menantang Yumi untuk bertengkar.

"Aku adalah wali dari Ryuga, dan aku tahu dia jauh lebih baik dari kalian. Sekarang beritahu aku apa yang dilakukan Tomi dan yang kau lakukan kepada Ryu saat ini?" Balas Yumi dengan wajah tenang.

"Cukup, kau harus berhenti mengintimidasi adikku. Bisakah kau menerima bahwa anak itu bersalah dan yang harus dia lakukan hanya meminta maaf kepada kami?" Teriak kakak Yuna.

"Tidak, aku tidak akan minta maaf. Jika aku tidak tahu apa alasan sebenarnya dari masalah ini, maka untuk apa aku dan Ryu sampai harus meminta maaf kepada kalian." Ucap Yumi dengan suara yang tetap tenang awalnya namun saat diminta untuk meminta maaf, suaranya berubah menjadi begitu agresif.

"Kau masih saja menyebalkan sama seperti dulu. Kenapa kau selalu menganggap kami lah orang yang bersalah dan membela anak itu. Apakah anak itu adalah pacar baru mu, hah?"

Kali ini kakak Yuna malah terlihat menyimpan dendam pada Yumi.

"Itu tidak ada sangkut pautnya dengan masalah yang ada di sini. Apa hubunganku dengan Ryu, sama sekali tidak ada urusannya dengan mu. Jadi berhentilah merubah topik pembicaraan. Dan selain itu dari apa yang aku dengar, bahwa pria yang kau bela itu adalah orang yang selalu membully dan mengancam para mahasiswa juga staf yang bekerja di kampus ini."

"Tapi kau tidak punya bukti apapun. Bahkan jika kau mencarinya dari ponselnya, ponsel itu sudah dirusak oleh Ryu." Ucap Yuna tersenyum penuh percaya diri dan melihat kearah Yumi seolah dirinya sudah memenangkan semuanya.

"Kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum melawan anak itu. Jika kau tidak mau memohon permintaan maaf kepada kami bahkan kau seharusnya berlutut dan bersimpuh untuk memohon pengampunan kepada kami." Ucap kakak Yuna seraya melihat kearah Yumi dengan wajah penuh arogansi.

Yumi dan kaka Yuna saling menatap satu sama lain. Ekspresi keduanya memancar kebencian yang mendalam. Sampai akhirnya ada 2 orang masuk ke dalam ruangan itu. Mereka adalah dua orang dosen, Pak Angga dan Pak Sandy yang tengah memegang ponsel rusak dan sebuah ponsel baru.

"Ponsel rusak yang kau beritahukan kepada kami itu sebagai bukti itu sebenarnya adalah milikmu Yuna, bukan begitu?" Ucap Pak Angga seraya berjalan ke samping Ryu.

"Memangnya kenapa jika itu ponsel itu memang milikku?" Ucap Yuna dengan wajah yang berubah merah karena rasa percaya dirinya yang menghilang begitu saja.

"Kami sudah melihat semua isi data dan konten dari ponsel lainnya yang merupakan milik Tomi yang sebenarnya. Dan ternyata semua isi datanya adalah merupakan beberapa foto dari orang-orang yang berbeda dari kampus kita yang semuanya tersebar di forum kampus. Dan saat kami menginvestigasi semua orang yang fotonya ada di dalam data itu, mereka semua mengakui bahwa mereka memang dibully dan diancam oleh Tomi." Ujar Pak Andi menjelaskan.

"Oh, akhirnya aku bisa mendapatkan bukti tentang semua kesalahan yang dilakukannya di kampus ini, bukan begitu?" Ucap Bu Hana akhirnya memecah kebisuannya sendiri setelah sejak tadi terus mendengar argumen dari orang-orang yang ada di dalam ruangan.

"Tapi bagaimana dengan serangan anak itu kepada Tomi, dan juga trauma yang dia buat kepada adikku?" Ucap kakak Yuna mulai menunjuk ke arah Ryu dengan jarinya.

"Baiklah, jika kau masih bersikeras untuk memproses semua ini ke jalur hukum melawan siswa dari kampus kami, kami tidak punya pilihan lain. Maka kami juga akan membuat laporan kriminal melawan Tomu dengan semua korban yang ikut bersama kami untuk menyerahkan semua bukti dari kasus yang berbeda. Dan mungkin jika kau tidak beruntung, kau juga akan terlibat sebagai orang yang membantu pelaku tindak kriminal." Ucap Pak Angga lagi.

Ryu tidak pernah merasa senang dan sepuas ini untuk melihat dekan dan dosennya membela dirinya. Seumur hidupnya Ryu tidak akan pernah melupakan hari ini. Semua yang terjadi di dalam ruang dekan ini membuat Ryu melupakan masalah yang menimpanya beberapa menit yang lalu.

"Kalian semua bisa keluar sekarang. Dan ngomong-ngomong Ryuga, bisakah kau tetap berada disini beberapa menit lagi. Kita butuh bicara."

Semua orang lalu keluar ruangan, kecuali Ryu. Dan Ryu sudah tidak merasa gugup lagi karena dia menyadari bahwa Bu Hana adalah orang yang baik dan tahu bagaimana untuk bekerja dengan baik.

Setelah selesai berbicara dengan Bu Hana, Ryu akhirnya tetap diberikan hukuman dengan diskors dari kampus selama satu minggu karena dia tetap melanggar aturan kampus karena menyakiti seseorang. Ryu lalu keluar dari dalam ruangan dan berharap bisa bertemu Yumi di kampus tapi Yumi sudah tidak ada di depan ruang dekan.

'Apakah dia memang sudah pergi?' pikir Ryu.

Ryu lalu berjalan mengelilingi kampus untuk melihat apakah Yumi masih ada di suatu tempat, ketika akhirnya dia mendengar suara Yumi tengah berbicara dengan seseorang di taman.

"Kau masih saja bajingan sama seperti dulu." Ucap Yumi dengan suara yang masih terdengar begitu tajam sama seperti saat dia berbicara di dalam ruangan tadi pada pria itu.

'Itu kan kakaknya Yuna.'

"Dan kau masih saja membuat aku sakit kepala setiap kali aku bertemu dan melihat wajahmu itu. Apa kau selalu mengajari setiap laki-laki yang kau punya untuk memukuli seseorang kapanpun mereka merasa cemburu hah? Itu semua sama seperti dulu ketika anak itu juga yang terobsesi kepadamu itu datang kepadaku dan langsung memukuli aku."

"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan." Balas Yumi.

"Apakah kau bahkan tahu bagaimana aku mencoba bertahan dari pukulan berandalan itu? Aku bahkan sampai masuk rumah sakit selama satu bulan dan seluruh reputasi ku hancur karena dirimu dan teman kurang ajar mu itu."

"Jordan, berhentilah bicara seolah hanya kau satu-satunya orang yang terluka akan kejadian di masa lalu. Kau juga menyakitiku, kau merusak segalanya yang aku punya. Dulu aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku, tapi pada akhirnya ternyata kau hanya bermain-main dengan perasaanku."

"Aku tidak perduli, dan kenapa jika aku memang mempermainkan perasaan mu? Kau juga tetap saja bersenang-senang dengan ku bukan? Kau bahkan menyukai ciumanku. Jadi berhentilah bertingkah seperti seorang gadis puber yang ditolak cintanya." Ejek Jordan.

Plakk....!!!

Sebuah tamparan keras dan penuh kemarahan mendarat di pipi Jordan dari tangan Yumi.

"Aku seharusnya sudah melakukan ini sejak dulu." Ucap Yumi penuh emosi.

Plak...!!!

Dan sebuah tamparan lagi di pipi sebelah kiri sebelum akhirnya Yumi berjalan pergi.

"Anak yang bernama Ryuga itu.... Apa kau pikir dia akan mencintaimu selamanya? Bangunlah dari mimpimu. Dia hanya bermain-main denganmu dan hanya menginginkan sosok seorang ibu seperti mu. Hahaha."

"Diam lah, kau tidak tahu apapun." Teriak Yumi

Yumi melanjutkan langkahnya pergi sampai dia sudah ada di dekat mobilnya lalu masuk kedalam mobil. Sementara Ryu masih berdiri di tempatnya dia mengintip tadi dan bersembunyi. Sampai akhirnya dia mendengar ponselnya berdering dan dia melihat bahwa itu adalah panggilan dari Yumi.

"Apakah kau sudah selesai berbicara dengan dekan? Apa kau mau mengantar mu pulang ke rumahmu?" Tanya Yumi.

"Tidak usah. Aku masih perlu untuk mengambil barang-barang ku dan meminta seseorang untuk mencatat semua pelajaran yang ada saat aku menjalani hukuman skors selama satu minggu ini." Balas Ryu.

"Baiklah kalau begitu, jangan lupa untuk mampir di klinik ku siang nanti jika kau mau. Daah."

Sambungan telepon terputus.

"Wah, wah, wah. Lihat siapa yang berdiri disini."

Ryu hampir saja meloncat ketakutan saat dia mendengar seseorang berbisik di belakangnya. Ryu begitu terkejut dan dia melihat kebelakang, dia mendapati sosok Jordan yang merupakan kakak dari mantan kekasihnya dan mantan kekasih dari kekasihnya sekarang.

"Apa yang kamu inginkan dariku?" Ucap Ryu melangkah mundur menjauh dari Jordan.

"Kau tidak perlu takut begitu. Aku hanya ingin kau meminta maaf karena sudah bertingkah buruk kepada adikku."

"Aku tidak perlu melakukan itu." Balas Ryu.

"Oh ayolah, kau tidak bisa bertingkah begitu menjengkelkan kepadaku." Ucap Jordan tersenyum dan berjalan mendekat lalu berbisik di telinga Ryu. "Tidakkah kau penasaran dengan masa lalu Yumi?"

"Tidak, kau tidak perlu mengatakan apapun. Aku lebih baik mendengarkan itu secara langsung darinya."

Ryu berdiri tegak setelah dia mendorong Jordan menjauh darinya.

"Tapi seperti yang aku lihat, kau sepertinya bahkan tidak tahu apa kemampuan khusus yang dimilikinya."

"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan."

"Benar kan! Dia bahkan tidak memberitahu kepadamu tentang hal itu. Apakah dia memang mempercayai dirimu?"

Ryu tahu bahwa Jordan hanya mencoba untuk memprovokasi dirinya dan Ryu tidak ingin terpancing dan terlibat lebih lama lagi mengobrol dengan Jordan. Jadi Ryu berbalik menjauh dari Jordan bahkan sebenarnya di dalam hati Ryu, dia begitu terganggu dengan apa yang dikatakan Jordan.

"Katakan saja kepadanya, apa kemampuan khusus yang kau punya. Dan lihat saja, kau akan melihat bagaimana reaksi dari Yumi." Ucap pria itu saat Ryu berjalan menjauh darinya.

'Kemampuan khusus Yumi? Apa sebenarnya kemampuan khusus yang dimiliki olehnya itu? Dia tidak pernah memberi tahu aku tentang hal itu. Tapi jika aku tidak salah waktu itu saat pertama kali kami berteman dia pernah ingin mengatakan sesuatu kepadaku, tapi aku menghalangi nya.'

Ryu mencoba mengingat kembali sampai awal pertama kali mereka bertemu.

'Bagaimana mungkin aku bisa melupakan tentang pertemuan pertama kami saat aku begitu penasaran tentang dirinya yang tampak aneh saat hujan turun saat itu.'

"Amanda Yumi bukanlah orang biasa." Teriak Jordan lagi.

Ryu langsung berjalan dengan begitu cepat sampai dia akhirnya berlari secepat mungkin sampai dia tiba ke klinik Yumi. Ryu benar-benar ingin berbicara banyak dengan Yumi tentang semuanya. Saat Ryu masuk melewati pintu depan, dia tiba-tiba pusing dan penglihatan nya menjadi gelap untuk beberapa detik. Kemudian saat penglihatan nya kembali lagi, dia melihat nomor aneh yang melayang di depannya.

97%

'Kemungkinan akan patah hati.' Sebuah suara terdengar di dalam kepala Ryu.

Bersambung....

1
Yani Cuhayanih
Apakah thor indigo juga seperti aku
blush.and.ochre
thor up lgi dan kurangin typo yaaa
saltsanddanmoothies
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
BeijingBand
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
Pai Konyol
Rasanya kaya terombang ambing bacanya! Aku bener-bener merasa seperti nyata!
El
lanjut 👍
El
lanjut Thor, ceritanya bagus mski klihatannya sdkit pmbaca sih 🤦🏻‍♀️ pkoknya smangat thor jgn smpai gantung ya critanya 👍
virshere ads
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
booksand peonies
lh kok smpe sini,,,??? thor mna lanjutanx,,,kok kgk ad juga hari updatex,,,?
infinite soul
Lha aku digantung窶ヲ aku tunggu next chapnya kak!
junemoment
Maaf ya thor kalau kita teriakin buat up bab terus pdhl author yg mikir.. soalnya emg aku nunggu bgt lanjutannya
Wajah Boneka
Ah, lanjutannya gimana nih? Aku udah kepo pake banget huhu
Diambil Oleh Anggur
yah mana sambungannya thor :( rasanya kaya putus sama doi
Zizi Suartini
Biasanya sebelum tidur aku baca-baca dulu cerita di NT dan cek-cek karya favoritku udah up belum‾ seneng deh Thor! Makasih karena udah berkarya‾
El
beh nakal jg ya Yumi 😁
El
meweek 😭
El
menjadi indigo itu ada baik ada juga buruknya
El
bagus ceritanya thor 👍
El
waaah, cerita baru lagi. sepertunya bakal seru. aku mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!