Nur Hayati, seorang gadis Desa yang sudah memasuki usia 36 tahun, namun belum mau menikah, karna Ia harus merawat Ayahnya yang sedang sakit .
Namun, kehadiran Baim, pemuda berusia 20 tahun, yang tiba-tiba menikahinya membuat perubahan dalam hidup Nur.
"Mbak Nur, jangan kawatir, Aku tidak akan meminta hak ku sebagai suami sebelum Mbak mengijinkannya" Ujar Baim.
"Ya iya lah, Aku kan tidak tahu siapa kamu, mendadak datang dan mendadak juga menikahiku, pokoknya , malam ini kamu tidur di ruang tamu, di Dipan itu, sama seperti malam tadi kamu tidur disana " Nur menunjukkan tempat tidur Baim yang baru saja menjadi suaminya itu, sementara Baim hanya bisa menelan Salivanya, sebab Dipan kecil di ruang tamu itu hanya beralaskan tikar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafidza Asyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Mantan
(Pov Nadia)
Setelah bercerai dari Mas Arman, Aku merasa pemasukanku berkurang, masalah Rangga sih sudah di jamin sama Mas Arman, ya meskipun tigapuluh persennya untuknya dan tujuh puluh persen nya Aku gunakan untuk kebutuhan pribadiku. Sedangkan Papaku hanya seorang ASN, yang gajinya tak seberapa menurutku. Mau kerja, Aku hanya punya ijazah SMA. Karna, dulu waktu kuliah Aku belum kelar, malah nikah muda sama Mas Arman.
Niatnya sih dulu nikah muda, karna Aku takut kehilangan Mas Arman yang menurutku sudah sangat tepat untuk hidupku, karna selain tampan Dia juga mapan, apalagi Dia seorang Dokter yang sukses. Wajar lah jika dulu Aku jadi bucin banget sama Dia.
Tapi setelah satu tahun lebih menjalin pernikahan dengan nya, Aku merasa sudah tidak kuat bersamanya. Ternyata Dia pelit dan suka ngatur-ngatur, Aku kan masih muda, cantik, ****, ya wajar jika Aku masih ingin menikmati masa mudaku, Hangout sama teman-teman, shoping bareng dan nyalon bareng.
Realita memang tidak seindah Ekspestasi, Aku di suruh harus manut pada nya, di suruh nyusuin anak, juga ngurusin anak, Ya ampun...bisa rusak Badanku nanti jika nyusui anak, dengan melahirkan saja sudah membuat tubuhku sedikit berubah, apalagi di suruh menyusui. Semua peraturan nya benar-benar membuatku stres.
Kamipun sering bertengkar, Aku jadi merasa menyesal menikah dengan nya.
Saat Aku mengunjungi Mas Arman di Rumah sakit, Aku melihat Dia sedang memberi perhatian berbeda pada pasien nya, dan Aku gunakan kesempatan itu sebagai bahan untuk menggugat nya di pengadilan Agama sebagai perselingkuhan, agar dalam proses perceraianku, Rangga bisa berada dalam asuhanku. Kan lumayan.
Untuk saat ini saja Rangga di jatah 5 juta perbulan dan nanti jika Rangga sudah sekolah, uang bulanan dari Mas Arman akan ditambah, Aku memang cerdik.
Setelah menjadi janda, Aku benar-benar merasa bebas meski pemasukan sudah berkurang dan berasa masih Abg lagi, ya iyalah secara Aku memang masih muda, sekarang usiaku 25 tahun, wajahku masih secantik dulu saat Aku jadi idola di sekolah maupun di Kampus, jadi tidak sulit bagiku untuk mendapatkan suami yang kaya raya, toh tak perlu ijazah, yang penting cantik, kayak Aku.
Dan syukur nya setahun belakangan ini, Aku sudah menemukan orang yang tepat , Dia adalah Mas Suryo, Dia seorang presdir, di sebuah perusahaan di Jakarta , mapan, tampang nya lumayan ganteng dan gagah di usianya yang sudah memasuki kepala empat, dan yang paling penting dari itu, Dia sangat loyal, apa saja yang Aku minta pasti dikasih.
Meski Dia menikahiku secara sirri, tapi Dia sangat memperhatikan semua kebutuhanku tanpa perhitungan, tidak seperti Mas Arman.
Selain itu Aku sekarang Aktif sebagai selebgram, folowerku lumayan banyak, Aku sering mendapat tawaran endros, tujuanku bukan untuk uang, tapi lebih ke popularitas saja, toh uang dari Mas Suryo sudah lebih dari cukup.
Sore ini, di sebuah cafe, Aku ada janji bertemu dengan temanku, Boy, seorang fotografer, Dia menawariku menjadi modelnya,
"Okelah, Aku terima, tapi honor nya sip, kan !"
"Masalah itu , percaya deh sama gua, ! Pokoknya lo terima beres !"
"Oke , deal ! Kalau begitu, Aku cabut duluan, Ada janji lain soal nya" pamitku pada Boy setelah berjabatan tangan.
"Yo i, " ucap Boy yang sedikit cuek melihat ku keluar dari cafe dan Aku menuju parkiran untuk menunggu taxi online pesananku. Kemana-mana, Aku memang masih pakai jasa taxi online, sebenarnya pingin sih beli mobil, tapi masih belum berhasil merayu Mas Suryo untuk membelikanku mobil, jadi terpaksa harus bersabar dulu.
Di parkiran, Tiba-tiba ada mobil yang berhenti tak jauh dari tempatku berdiri, bagiku mobilnya itu tidak terlalu mewah sih, tapi lumayan juga. Saat pengemudinya turun, Aku tertegun, pemiliknya ternyata masih muda, gagah dan tampan.
Tapi, tunggu!! bukankah Dia Alfin !? Aku terkesiap, mengucek - ngucek mataku, memastikan Aku tidak salah lihat. Ternyata benar, Dia adalah Alfin, sekarang Dia lebih gagah, lebih menawan dan mapan, beda banget dari saat Dia masih jadi pacarku.
Iya, dulu Dia sangat bucin padaku, apa yang ku minta pasti dituruti, meski sebenarnya Dia belum mapan, maka nya Aku memilih kakak nya yang lebih mapan waktu itu.
Aku menyembunyikan diriku agar tidak terlihat oleh nya, Aku ikuti Dia tanpa sepengetahuannya, ternyata Dia masuk ke cafe dan menemui beberapa orang, Aku duduk di meja yang tak jauh darinya dan pura-pura memesan minuman sambil menutup wajahku dwngan buku menu. Mereka tampak membicarakan hal yang sangat serius.
Satu jam berlalu, mereka tampak membubarkan diri. Aku tetap memantau nya dari arah yang tidak terlihat oleh Alfin, astaga , sekarang Boy yang menghampirinya, mereka tampak akrab.
Aku tak sabar ingin segera menemui Alfin, Akupun segera menghampirinya, duduk di kursi di meja mereka.
"Hai Alfin, Apa Kabar?"sapaku pada nya yang selama satu jam ini menunggu untuk bisa menyapanya.
"Nadia, kamu dari tadi disini? Bukankah kamu sudah pulang tadi ?" Boy malah menanyai ku, Aku kan malu sama Alfin. Dia tampak bingung dengan ucapa Boy.
"Iya Hai juga, kabarku baik !" Jawab nya tampak biasa.
"Selama ini kamu kemana? Kok tiba-tiba menghilang ?oh iya, urusanmu dengan Alfin sudah selesai, boleh kami bicara berdua?" Aku menanyai Alfin, kemudian menanyai Boy, agar Dia membiarkan Kami berdua.
"Tidak perlu, biarkan Boy tetap disini, Aku malah tidak mau jika kita hanya berdua !" Alfin malah melarang Boy pergi.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku, kemana pergi kamu selama ini?" Tanyaku lagi.
"Aku sedang menjemput jodohku, sekarang istri dan anakku juga ikut ke Jakarta, kenapa emang nya?" Apah, jawaban Alfin membuatku tidah suka.
"Owh kamu sudah menikah , kalau begitu selamat !" Aku menyalaminya, tapi Dia tidak menyambutnya, kesel Aku jadinya.
"Kamu pergi dari rumah bukan karna Aku menikah dengan kakakmu kan?" Tanyaku lagi.
"Oh iya ya, Aku lupa, bagaimana kabar keponakanku, Dia sehat kan, kenapa kau tidak membawa nya?" Huh...Alfin malah menanyakan Rangga.
"Rangga sehat, Dia sedang bersama nenek nya" jawab ku.
"Alfin, selama ini kamu ada dimana dan sekarang kerja apa kok, tadi kayak nya sedang meeting " tanyaku lagi.
"Saya ada di Surabaya, Saya cuma iseng aja ketemu mereka "jawab Alfin ogah-ogahan tanpa melihat ke arahku.
"Oh iya Boy, sebaiknya kita bicarakan urusan kita kapan-kapan saja ya, sekarang, Aku ada urusan, Aku cabut duluan ya !"pamit Alfin tanpa memperdulikan Aku.
"Oke Bro !"
"Alfin ! Tunggu ! Aku belum selesai ngomong !"Aku benar-benar merasa kesal, dicuekin gini.
"Sudahlah Nad, biarkan Dia pergi, Dia sudah bahagia dengan anak dan istrinya !" Timpal Boy.
"Kamu tahu istrinya? Dan apa pekerjaan nya sekarang, tadi kok kayak sedang meeting dengan orang penting ?" Tanyaku pada Boy.
"Dia kesini rencananya mau buka cabang butik nya yang sudah terkenal di Surabaya "
"Apahhh ? Butik?? Berarti sekarang Dia sukses dong !"Aku terperangah mendengar jawaban Boy.
"Oh iya, kalau nanti butuh model, kamu rekomendasikan Aku ya ?" Ujar ku
"Model Pakaian syar'i ? , memang kamu mau , ?"
"Owh, butik nya khusus pakaian muslimah . Hmmm gakpapa deh, "
"Aku kan cuma fotografer, yang nentuin kan Dia nya "
"Oh iya, Aku minta nomer nya Alfin dong !"pintaku.
"Maaf, itu privasi " Boy menolak.
"Aku mohon, Dia itu kan mantan adik ipar Aku, kalau aku ada perlu tentang keponakannya gimana, ?"
"Tapi..."Boy terlihat ragu.
"Ku mohon Boy"
"Baiklah !"Akhirnya Boy menyerah.
ngakak deh aku nya sendiri😁
dpt brondong
Kasian