NovelToon NovelToon
Magic Love

Magic Love

Status: tamat
Genre:Romansa Modern / Cintapertama / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:127k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Bagaimana jadinya jika seorang perempuan yang berpenampilan tidak menarik bisa membuat seorang CEO tampan jatuh cinta? Yang awalnya membenci jadi cinta, seolah ada kekuatan magic yang membutakan matanya. Kemampuan gadis itu sungguh membuat sang pria terpedaya.

"Jadilah kekasihku! Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau." Itulah tawaran yang diberikan oleh Juno kepada Aruna Rhea. Gadis yang berpenampilan kampungan, tetapi berhasil membuat Juno mabuk kepayang.

Siapa sangka ada rahasia di balik penampilan Aruna, yang membuat Juno kesulitan mendapatkan cintanya.

#Sequel dari novel 'My Lovely Idiot Husband'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginterogasi

...***...

Aruna melanjutkan langkahnya menuju ruangan divisi keuangan. Kebetulan di sana Dena sudah duduk manis dengan kaca kecil di tangan kiri dan stik lipstik di tangan kanannya. Perempuan itu sedang sibuk melukiskan pewarna merah itu di bibirnya yang sexy.

"Selamat pagi, Bu Dena." Dena terkesiap mendengar sapaan Aruna, sampai lipstik yang dia pakai melewati batas hingga ke pipi.

"A–Aruna." Dena jadi gagap, menatap Aruna dengan kedua mata yang mengerjap gugup.

"Kenapa, Bu? Lihat aku kayak lihat hantu," sindir Aruna.

"Bu Dena lipstiknya lintas rel." Indira yang baru masuk ke ruangan langsung berkomentar sambil tertawa kecil. Dena kelabakan dan langsung menarik tisu dari tempatnya, kemudian menghapus noda lipstik yang keluar dari jalur lintasannya.

Aruna berjalan anggun menuju kubikelnya. Ia menghunuskan tatapan sinis pada Dena. Aura predator seolah muncul dari balik tatapan itu. Dena sampai menelan ludahnya yang terasa kelat ketika menatap balik Aruna.

"Kenapa kamu lihat aku kayak gitu?" Dena bertanya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Lama-lama melihat tatapan Aruna membuatnya semakin salah tingkah.

"Nggak apa-apa, aku lagi suka lihatin make-up Bu Dena hari ini. Cantik banget, ya!" seru Aruna dengan senyuman pelik. "Oh, iya. Hari ini presiden direktur kita akan datang, kan? Dia mau mengadakan rapat internal direksi. Apa itu benar?" tanya Aruna lagi.

Dena mendelikkan mata. "Iya," jawabnya cepat.

"Oh, kenapa aku baru tahu tadi pagi saat menuju ke sini, ya? Bu Dena tahu dari kapan?" Pertanyaan Aruna seolah sengaja menyudutkan Dena.

Waktu di perjalanan menuju ruangannya tadi. Aruna tidak sengaja mendengar percakapan karyawan lain tentang rapat tidak terencana bersama dengan presiden direktur mereka. Ia bahkan tidak tahu itu. Di situ Aruna jadi curiga. Apakah dirinya sengaja tidak diberi tahu, dan apakah insiden semalam terjadi karena sengaja ingin membuatnya terlambat menghadiri rapat itu, atau tidak bisa hadir sama sekali? Tentu saja kecurigaannya tertuju pada Dena sebagai pelakunya. Namun, dirinya tidak mempunyai cukup bukti untuk mengungkapkan perbuatan rekan kerjanya itu secara langsung.

Aruna duduk sambil bersandar di sandaran kursi dan melipat tangannya di depan dada. Kepalanya sedikit mendongak, agar bisa melihat sosok Dena yang duduk di kubikel depannya dengan jelas. "Gimana semalam pestanya tanpa aku? Apa menyenangkan?" Aruna terus-terusan melontarkan pertanyaan sindiran. Agar Dena bisa mengungkapkan perbuatannya lewat tingkahnya yang gugup sendiri. Semakin perempuan itu salah tingkah, semakin Aruna yakin untuk menebak pelakunya.

"Menyenangkan apanya. Baru jam sembilan, udah pulang aja. Kata Bu Dena, Bu Arunanya juga udah pulang duluan. Jadi ngapain kita ngadain pesta tanpa pemeran utama." Celetukan Indira membuat kedua mata Dena membulat sempurna, lalu melebarkan senyuman terpaksa ketika pandangannya beralih pada Aruna yang masih menatapnya.

"Aku semalam melihatmu pulang dengan seorang laki-laki. Aku lihat dari arah belakang dia lagi gendong kamu menuju ke arah parkiran. Makanya aku pikir dia itu pacar kamu." Dena berkelit sambil menampilkan senyuman palsunya.

"Wah ... romantis banget, sih, ngajak pulangnya! Sampe digendong gitu." Indira merasa terkesan, ia menopangkan telapak tangan pada kedua pipinya sambil membayangkan.

Aruna berdecak. Rasa curiga semakin merebak dalam dadanya, tetapi dirinya tidak punya bukti apa-apa. Tiba-tiba saja bayangan Juno dengan ucapannya melintas dalam ingatan Aruna. Dia ingat lelaki itu berkata, jika kafe dan bar itu adalah miliknya. Sepertinya dia bisa mendapatkan bukti dari lelaki itu.

Aruna menghentikan interogasinya. Ia memutuskan untuk mengirimkan pesan WhatsApp kepada Juno untuk meminta bantuan pada lelaki tersebut.

...***...

Juno yang sedang kasmaran tidak pernah melepaskan senyuman dari bibirnya. Disepanjang perjalanan menuju kantor, sampai kini ia sudah berada di gedung kantornya, senyuman itu masih tetap sama. Beberapa karyawan yang melihat perubahan mimik wajah Juno jadi saling beradu pandang, bahkan beberapa di antara mereka langsung bergosip ria. Apa yang terjadi dengan CEO mereka? Raut wajah yang sangat jarang Juno tampilkan. Biasanya lelaki itu selalu terlihat serius dan juga ketus. Kali ini, semua karyawan yang berpapasan dengannya diberikan senyum tulus.

Hal itu tidak luput dari perhatian Kezia. Sekretaris cantik itu merasa heran dengan sikap atasan sekaligus temannya itu. Dia pun menyusul Juno ke ruangannya. Sekalian ingin memberikan berkas yang harus ditandatangani oleh Juno.

"Kelihatannya kamu lagi senang, Jun? Senyum terus dari tadi." Kezia mulai kepo.

Juno mendongak dari berkas yang sudah selesai dibubuhi tanda tangannya, lalu menyerahkannya pada Kezia. "Senyum terus salah, cemberut terus juga salah. Aku harus gimana?" cetus Juno sambil tersenyum mengejek.

"Bukan gitu. Nggak biasanya, loh." Kezia memicing. Menilik adanya keanehan pada tatapan mata Juno yang terlihat lebih cerah dari biasanya. Apalagi saat lelaki itu mendapatkan notifikasi pesan di ponselnya. Senyuman Juno semakin mengembang saja setelah membaca pesan tersebut.

"Pesan dari siapa, sih? Seneng banget kayaknya?"

Juno mendongak menatap Kezia, "Kepo," katanya.

Kezia mendesah pasrah. Lelaki itu memang tidak pernah terbuka kepadanya.

"Oh, iya, Zee. Aku mau berkas perjanjian kerja sama dengan perusahaan Suryafood di revisi ulang. Perusahaan kita akan memperpanjang kontrak kerja sama dengan mereka selama lima tahun."

"Apa? Yang benar saja! Perusahaan mereka sedang terpuruk. Sudah bagus kamu memperpanjang kerja sama selama dua tahun waktu itu." Kezia terkesiap. Selama ini Juno begitu teliti dalam menyetujui kerja sama dengan sebuah perusahaan. Apalagi perusahaan itu sedang mengalami kemunduran dalam penjualan hasil produksi. Profit yang didapatkan dari kerja sama sebelumnya pun tidak maksimal. Dikarenakan masalah internal terdahulu menjadikan arus kas perusahaan Suryafood menjadi tidak stabil, jadi bekerja sama dengan perusahaan tersebut sebenarnya tidak ada untungnya sama sekali.

"Ini perusahaan siapa?"

"Kamu."

"Pimpinannya siapa?"

"Kamu juga."

"Ya, udah. Kerjain! Aku pemilik perusahaan ini, aku juga yang punya wewenang atas semua aset dan uangnya. Kenapa kamu yang pusing?" Kezia kalah bicara dengan pernyataan sang penguasa di perusahaan tersebut.

"Oke, Pak Juno yang berkuasa." Kezia menekankan kata-katanya. Juno terkekeh mendengarnya.

Kezia merengut sebelum dirinya berbalik dan hendak pergi dari ruangan Juno. Namun, sebelum dirinya mencapai pintu, langkahnya terhenti ketika mendengar Juno berbicara pada seseorang lewat panggilan teleponnya. Sepertinya dia baru saja menghubungi seseorang ketika Kezia berbalik badan.

"Halo, Aruna. Apa kamu begitu merindukan aku? Sampai kamu mengajak aku bertemu, padahal baru satu jam yang lalu, loh, kita bertemu."

Sebelah tangan Kezia mengepal kuat, sementara sebelah tangan lainnya memeluk erat berkas yang dia bawa. Perkataan Juno barusan membuat hatinya begitu panas dan jengkel. Apalagi mendengar nama Aruna disebut oleh lelaki itu. Jadi, perempuan itu yang menyebabkan keanehan pada sikap Juno hari ini.

Kedua bahu Kezia naik turun menahan rasa sesak yang menyerang bagian dalam dadanya. Sekali lagi, dia harus bertarung dengan kebenciannya terhadap keberadaan Aruna. Kenapa perempuan itu selalu hadir membayangi kebahagiaannya? Tidak bisakah dia membiarkan Kezia mendapatkan apa yang dia inginkan? Rasa cinta dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya, harus berlabuh terlebih dahulu pada diri Aruna. Lalu, sampai kapan dirinya harus mengalah pada perempuan itu? Batin Kezia bergejolak penuh kebencian. Haruskah dia mengalah pada perempuan itu lagi?

...***...

Coba tebak readers, sebenarnya ada hubungan apa antara Aruna dan Kezia. Yuk, kasih komentarnya 🙏🤗

Kasih like, vote, sama giftnya juga 😍

1
Rini Resman
Aruna mau dipamerin ke ortu Juna dg penampilannya yg asli, cantiik
Rini Resman
Ternyata Aruna sangat cantiiiik...
Rini Resman
Yg liat bos Juno dong..
Ros Yusmiasih
siapa lagi kl bukan kezia 😂😂😋
Fitri Riyani
Luar biasa
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak. 🙏😍
Jika berkenan mampir di karyaku yang lain, ya 🥰
total 1 replies
bunda syifa
si Juno ini polos apa bodoh sih, apa cuma mau negesin k Kezia klo dia beneran suka sama Aruna dan gc pernah tertarik sama Kezia
bunda syifa
bukan nya situ yg ngambil kasih sayang bapaknya si Aruna
bunda syifa
Luar biasa
Ran Aulia
terimakasih author , ceritanya bagus, romantis , saya suka tutur bahasa di cerita ini 😍😍😍😍

semangat ya author 👍👍👍👍
ditunggu karya selanjutnya 💪💪💪💪
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih, Kak 🥰
total 1 replies
murniati cls
minta bantuan aja sm juno
murniati cls
dia udah ada rasa sm Juno tp Krn egonya itu loh
murniati cls
mgkn mrka udah nikah punya ank,n papanya dijodohin SM mamanya Aruna,mknya mama Aruna LBH baik mglah
murniati cls
syg Juno,dia orgnya baik,
Murniyati: namanya hampir sama🤭
total 2 replies
Smiling 🙆
Juno
istri nya suga
asal bukan melamar aja c😊😊😊
istri nya suga
yang jdi juno nya sapa
spil pemeran juno nya 😊😊
istri nya suga: udah di follback dek 🥰🥰🥰🥰🥰🥰 idola ku💜💜💜💜💜
total 4 replies
istri nya suga
manusia munafik
istri nya suga
biasa manuasia² yang selalu merasa diri nya lebih dari manusia lain nya
manusia kaya dena ini banyak di dunia nyata
istri nya suga
sensi amat bu 😂😂😂
istri nya suga
betty lapea kaya nya penampilan aruna kaya gitu😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!