***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naga Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Tumpahan Kopi
Tanpa di duga Fatir benar - benar menurunkan suhu ruangan. Tentunya tindakan tersebut membuat Mary tidak bisa memahaminya.
Apakah ketua baru benar - benar impoten seperti yang dirumorkan?
Ataukah ketua baru seorang Gay sehingga nalurinya mengalami penolakan terhadap wanita?
Ribuan pertanyaan tidak membuat Mary menemukan jawabannya.
Sekarang, karena suhu ruangan benar - benar lebih dingin dari sebelumnya. Mary mengambil remote kontrol AC dari tangan Fatir. Dia dengan cepat mengembalikan suhu ruangan kembali.
"Ketua, suhu rendah. Tidak baik untuk kulit wanita..." Kata Mary dengan tersenyum.
"Maaf, aku tidak tahu!..." Jawab Fatir.
Mendengar ini, membuat Mary sangat frustasi. Namun dia tidak menyerah untuk menyenangkan ketua baru.
Menyebalkan!
Mary tidak menyerah berjalan semakin dekat dengan Fatir. Dia mengelilingi meja dan menyadarkan pantat besarnya pada meja tersebut.
Dua trik sebelumnya, benar - benar tidak berhasil. Maka dia harus menggunakan langkah terakhir.
Fatir yang berusaha untuk tetap tenang, mulai goyah. Dia melirik paha putih salju yang begitu dekat dengannya. Tindakan Mary semakin berani, dia bahkan tidak tanggung - tanggung dalam tindakan selanjutnya.
Saat dia bergerak semakin dekat dengan Fatir. Pantat besarnya tanpa sengaja menyentuh cangkir kopi panas yang ada di atas meja dan begitu dekat dengan Fatir.
"Kach!..."
Cangkir kopi yang ada di atas meja dengan perlahan tumpah dan menimpa celana yang Fatir kenakan. Tentunya kopi panas tersebut langsung mengguyur Joni agung yang tertidur.
"Ah!..."
Fatir berteriak, dia merasakan bagian bawahnya kebakaran. Tentunya kopi panas tersebut langsung membasahi pangkal paha dan membuat celananya basah kuyup.
"Ketua, Maaf... Aku tidak sengaja..." Kata Mary dengan panik.
Dia dengan cepat mengambil tisu yang ada di dekatnya. Kemudian mengusap dengan lembut pada joni agung yang terbakar oleh kopi panas.
"Tidak apa - apa..." Jawab Fatir seolah akan menangis kapan saja.
Teman baiknya dimandikan dengan kopi panas. Bagaimana dia tidak kesal?
Ini hari pertama, dirinya masuk kantor. Tujuannya mengalami kehidupan kantor sebagaimana mestinya, tetapi musibah telah menimpanya.
Benar - benar kesialan yang hakiki!
"Okey, Nona Mary, kamu bisa tentang dan tidak perlu mengelapnya..." Fatir berniat menghentikan tindakan Mary yang sudah mengambil tisu. Tetapi dia terlambat, karena Mari sudah bertindak dengan sukarela.
"Ah!..." Fatir mencoba untuk tetap bertahan. Sentuhan lembut tangan Mary membuatnya melayang di angkasa.
Walaupun dia berusaha untuk menenangkan joni agung. Namun rangsangan yang Mary berikan telah membuat joni agung membengkak.
"Ya ampun... Aku benar - benar ceroboh!..." Kata Mary dengan terusan menerus membelai joni agung yang terkurung dan membengkak.
Ceroboh matamu! Jelas - jelas kamu melakukannya dengan sengaja. Pikir Fatir dengan kesal.
"Nona Mary, biarkan aku saja yang melakukannya sendiri!..." Kata Fatir dengan menggertakan giginya saat dia menahan belaian lembut Mary.
"Tidak - tidak, Akulah yang bersalah karena menumpahkannya..." Mary tidak menghentikan tindakannya. Dia ingin melihat apakah Fatir benar - benar impoten seperti yang dirumorkan.
"Ah!..." Fatir benar - benar tidak bisa menahannya lagi. Joni agung siap meledak kapan saja.
Sebagai seorang atasan, tentunya Fatir ingin menjadi ketua yang baik. Dia tidak ingin menjadi penjahat kelamin, dia murni ingin menjadi pria biasa dengan satu istri sah di rumah.
Sedangkan para pelakor yang membuat antrian panjang. Itu bisa dipikirkan nanti.
Situasi saat ini seperti yang ada di film jav yang pernah di lihatnya. Dan ujung - ujungnya, Seorang atasan harus memberikan hukuman kepada sekertaris yang tidak kompeten seperti Mary.
Fatir memikirkan tentang hukum apa yang pantas dia berikan. Namun dia tidak berani memutuskannya.
"Maafkan aku... Aku tidak bermaksud untuk menyenggol cangkir kopinya!..." Kata Maaf dari Mary benar - benar tidak menyenangkan Fatir.
Saat ini, Mary sedang membungkuk di depan Joni agung dengan posisi tangan terus mengelapnya.
Bahaya! Benar - benar bahaya!
"Tidak! Sungguh tidak apa - apa..." Jawab Fatir dengan panik.
"Ketua, aku harus bertanggung jawab..." Mary masih bersikukuh dengan tindakannya.
"Sungguh tak masalah! Aku saja yang mengeringkannya..." Sambil menahannya, Fatir ingin menghentikan tindakan Mary.
"Tidak, Aku tidak ingin membuat masalah untuk ketua baru pada hari pertama bekerja!..." Jawab Mary.
Sial, Mengapa wanita ini begitu keras kepala! Dia terus menerus menyentuh area itu. Pikir Fatir dengan panik.
Jika joni agung ngambek dan dia membutuhkan pelampiasan. Itu akan sangat merepotkan bagi Fatir.
"Ugh!.."
Ini, buruk. Jika karyawan lain melihat tindakan kita berdua! Hasilnya akan lebih merepotkan lagi.
"Tolong hentikan ini!..." Kata Fatir dengan tidak kuat lagi.
Mary benar - benar terkejut dengan ukuran tidak biasa milik Fatir. Dia benar - benar senang karena ketua baru tidaklah impoten seperti rumor yang dia dengarkan.
Namun, saat dia melihat milik Fatir yang berdenyut - denyut seperti akan meledak kapan saja. Mary tidak tahu harus berbuat bagaimana.
"Ketua, temanmu kemasukan roh jahat. Aku akan membantumu untuk mengeluarkannya!..." Kata Mary dengan ekspresi serius.
"Tidak, jangan lakukan itu..." Sayangnya, tindakan Fatir sudah terlambat.
"Duarrrrr..."
Saat ini, resleting celananya terbuka dan memperlihatkan joni agung yang menjulang tinggi.
"Ahhhh!..." Mary berteriak ketakutan.
Roh jahat, benar - benar tidak dapat terkontrol lagi. Pada awalnya dia terkejut dan ketakutan. Namun mengingat semua ini kesalahannya, dia berusaha untuk tetap tenang.
Ukuran joni agung sungguh di luar pemahaman Mary. Namun dia siap untuk melakukan tugasnya sebagai bawahan yang baik.
"Ketua, Jangan mencegahku untuk mengeluarkan roh jahat..."
Melihat Mary yang begitu serius, Fatir hanya bisa mempercayai Sekertarisnya yang sangat cantik.
Mary melakukan berbagai macam ritual yang dia ketahui dari beberapa film jav yang pernah ditontonnya.
"Ahhhh!..."
Sentuhan lembut mungkin cukup nyaman, namun tidak dapat membuat roh jahat keluar dengan cepat.
Mary tidak kehabisan akal. Dia menggunakan payudara kembar dan besar miliknya, tidak berhenti di sana. Dia memberikan pijatan, himpitan hingga hisapan tertentu.
"Ahhhh!..."
Lebih dari satu Jam berlalu, Roh jahat berhasil di keluarkan dengan cepat.
"Nona Mary, kamu meminumnya!..." Tanya Fatir dengan tidak percaya.
Rasanya, dirinya baru saja melihat film jav secara live. Dia benar - benar bertemu dengan kondisi yang mengharuskan sekertaris Mary menghisap roh jahat melalui joni agung.
"Gulp... gulp..." Mary benar - benar meminumnya. Dia mengambil tisu untuk mengelap mulutnya kemudian menjawab.
"Ketua bisa tenang, Mengeluarkan roh jahat. Adalah tanggung jawabku sebagai seorang sekertaris!..." Jawab Mary dengan tersenyum indah.
Melalui kejadian hari ini. Mary akhirnya memahami jika ketua baru sangatlah luar biasa. Sayang sekali dia tidak merasakannya dengan menggunakan tubuhnya.
Namun teknik hisapannya yang begitu amatir dapat mengeluarkan roh jahat dan melepaskan dirinya dari rasa bersalah dan tanggung jawab.
Fatir yang melihat tindakan Mary hanya bisa menghela nafas. Walaupun sensasi berada di dalam mulut wanita cantik sangatlah luar biasa. Namun hal tersebut menjadi yang pertama untuk Fatir.
Jika dia ketagihan setelah ini, maka itu akan sangat berbahaya!
Bersambung...