NovelToon NovelToon
Menikahi Perempuan Gila?

Menikahi Perempuan Gila?

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kyky Pamella

"menikah, atau kamu kami coret dari daftar pewaris?"
"tapi dia gila mah,"
.........
Narendra meradang saat jalinan kasihnya selama bertahun-tahun harus kandas dan berakhir dengan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya.
Reyna, putri konglomerat yang beberapa tahun belakangan di isukan mengidap gangguan jiwa karena gagal menikah adalah perempuan yang menjadi istri Narendra.
tak ada kata indah dalam pernikahan keduanya, Naren yang belum bisa melepas masa lalunya dan Rayna yang ingin membahagiakan keluarga nya di tengah kondisi jiwanya, saling beradu antara menghancurkan atau mempertahankan pernikahan.
apakah Naren akhirnya luluh?
apakah Rayna akhirnya menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyky Pamella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MPG_24

semua yang ada di ruangan membeku sepersekian detik, mencerna apa yang baru saja di katankan Ardi.

Narendra seketika bangkit dari tempat duduknya, alisnya bertaut, lalu tangannya refleks merogoh saku celana, menarik ponsel dengan gerakan kasar.

“Sial…” desisnya pelan. “Kenapa gue bisa lupa ngecas.” Naren meruntuki kebodohannya sendiri

Tak menunggu lama, Narendra berbalik dan langsung berlari keluar ruangan. Langkahnya panjang dan terburu-buru, napasnya terdengar berat. Ardi, Bagas, dan Bayu segera menyusul di belakangnya.

“Lo mau ke mana?” teriak Bagas.

“Balik,” jawab Narendra singkat tanpa menoleh.

“Udah, biar gue aja yang nyetir,” Bayu mendahului, meraih kunci mobil dari tangan Narendra.

Narendra hanya mengangguk. Dalam kondisi seperti ini, ia tahu betul Bayu adalah pilihan paling tepat. Skill mengemudi Bayu sudah tak perlu diragukan—mantan raja balap liar sejak SMP, mafia jalanan yang hafal denyut aspal. Lagi pula, Narendra tak ingin sendirian. Jika sesuatu benar-benar terjadi pada Rayna, ia butuh orang-orang yang bisa berdiri di sisinya.

“Ar, lo bawa mobil sendiri. Buat backup,” titah Bayu tegas.

Tak sampai lima menit, dua mobil melesat meninggalkan area parkir. Mesin meraung, membelah jalanan kota Solo yang mulai padat. Lampu-lampu kota memantul di kaca jendela, sementara di dalam mobil, suasana sunyi terasa mencekik.

Begitu ponselnya terhubung ke kabel charger, Narendra langsung menekan nama Rayna. Nada sambung terdengar, lalu terputus.

Di luar jangkauan. Ia mencoba lagi, berulang kali. tapi sama saja. Pesan demi pesan dikirim. Semua hanya centang satu.

“Gimana? Bisa?” tanya Bagas yang duduk di samping Naren di kursi penumpang

“Gak,” jawab Narendra lirih. ekspresi panik tidak bisa lagi Naren sembunyikan

Wajahnya pucat pasi. Rahangnya mengeras menahan kecemasan yang perlahan berubah menjadi ketakutan. Entah sejak kapan Rayna memiliki tempat sebesar ini di hidupnya, atau mungkin hanya sekedar rasa bertanggung jawab. Ia sendiri juga tak bisa menjelaskannya. Namun membayangkan Rayna menangis dengan suara bergetar saja sudah cukup membuat kepalanya terasa mau pecah.

Mobil berhenti di parkiran Agonda Residents. Begitu mesin mati, Narendra langsung melompat keluar dan berlari menuju unitnya yang terletak di lantai paling atas itu. Langkahnya seolah tak menyentuh lantai, saking cepatnya dia berlari

Klik.

Pintu terbuka setelah ibu jari kanannya menempel di layar fingerprint.

“Rayna....Na!”

Suara Narendra menggema, berulang kali memanggil nama itu sambil menyusuri setiap sudut rumah. Dapur kosong. kolam renang sunyi. Kamar tidur rapi tanpa penghuni.

Bagas, Bayu, dan Ardi berpencar, melakukan hal yang sama. Namun hasilnya nihil. Rayna tidak ada di rumah.

“Coba lo telepon lagi,” perintah Bayu.

Narendra menekan nomor itu sekali lagi. Gagal.

“Tetap gak bisa,” katanya putus asa.

“Hubungi temen-temennya,” sambung Bayu.

Narendra terdiam, menatap layar ponselnya yang gelap.

“Jangan bilang…” Bayu menoleh tajam. “Lo gak punya nomor temen-temennya Rayna. Atau lebih parah, lo gak tahu siapa aja temen-temennya?!”

Diam. perkataan Bayu seratus persen benar.

“Gila,” umpat Bayu. “Skill suamiable lo bener-bener parah.”

Narendra menghela napas kasar. Jemarinya gemetar saat menekan nomor lain.

“Mau nelpon siapa?” tanya Bagas.

“Mas Raka,” jawab Narendra singkat.

Belum sempat nada sambung terdengar lama, Bagas merebut ponsel itu dan mematikannya.

“ada gila-gilanya ya lo. Nelpon ipar lo sekarang? Kalau dia juga gak tahu Rayna di mana, lo bisa abis di jadiin tumbal proyek. Dia bisa mikir lo gak becus jaga adeknya.”

Ucapan itu seperti palu godam yang menghantam kepala Narendra. Dadanya makin sesak. ketakutan nya memuncak.

“Aku cek ke rumah mamah Fani langsung aja, Mungkin Rayna di sana.” putus Naren

Mobil kembali melaju, kali ini dengan kecepatan lebih tinggi. Jalanan seakan tak cukup cepat mengejar rasa takut di dada Narendra.

“Ren,” suara Bagas terdengar lebih rendah. “Harusnya lo bisa bertindak preventif. Sambungin pendeteksi lokasi HP Rayna ke HP lo. Lo mungkin ngerasa gak cinta, tapi semua orang tahu dia istri lo. Musuh-musuh lo ngelihat Rayna sebagai mangsa empuk buat jatuhin lo dari dalam. Kalau kejadian kayak gini, lihat siapa yang paling kelabakan.”

Narendra menutup mata sejenak.

“Gue janji,” katanya pelan. “Setelah ini gue konekin lokasi HP Rayna ke HP gue.”

“Jangan janji ke Bagas,” potong Bayu. “Buktiinnya dengan tindakan lo, "

Tiga puluh menit terasa seperti tiga jam. Hingga akhirnya mereka tiba di rumah utama keluarga Rusdiantoro.

Jantung Narendra serasa berhenti saat melihat sebuah Lamborghini Aventador terparkir di halaman.

itu mobil Rayna.

Rasa lega seketika memenuhi rongga dadanya. begitu kuat hingga membuat lututnya seketika lemas. Bahas segera menopang tubuh kekar sohibnya itu

“Selamat sore, Pak.”

Para pengawal dan pelayan menunduk hormat saat melihat Narendra datang dengan wajah tegang.

“Istri saya ada di dalam?” tanyanya cepat.

“Ada Pak," jawab mereka kompak

begitu sampai di dalam, suasana seketika hening tak seperti biasanya. tidak ada suara hangat Fani yang menyambut, atau suara lembut Fatma yang tengah bergurau dengan Rayna.

"Istri saya di mana Bik?" tanya Naren saat maid menghampiri dirinya

"Non Rayna ada di kamar Non Fatma, Pak.” jawabnya dengan wajah tegang

Narendra bergegas menaiki tangga. Pintu kamar Fatma terbuka lebar.

“Na.” panggil nya dengan suara bergetar. ada rasa lega begitu melihat sosok yang beberapa menit lalu membuat ia cemas setengah mati, kini berdiri sehat wal afiat di hadapannya

Rayna yang berdiri di dekat ranjang langsung menoleh. Begitu mata mereka bertemu, Rayna berlari dan menjatuhkan kepalanya di dada Narendra.

“Mas…” Tangisnya pecah.

Tanpa sadar, kedua tangan Narendra mendekap tubuh Rayna erat, meskipun ia masih bingung dengan apa yang terjadi

“Hey… kamu kenapa? Ada apa?” suaranya melembut. “Mbak Fatma kenapa?” Naren baru sadar, jika sang ipar tampak tidak baik-baik saja

Di atas ranjang, Fatma terbaring dengan mata terpejam. Seorang dokter memeriksanya, sementara beberapa pelayan berdiri cemas.

Rasa lega di hati Narendra bercampur ngilu. Wajah Rayna sembab, kelopak matanya bengkak, hidungnya memerah.

“Maaf ya, tadi handphone aku mati. Habis baterai,” ucap Narendra, mengelus punggung Rayna yang naik turun karena tangis.

“Mas Raka, Mas…” Rayna terisak.

“Mas Raka kenapa?” Narendra mendorong tubuh Rayna pelan agar bisa menatap wajahnya.

“Mas Raka kecelakaan, Mas.” lirih Rayna yang membuat napas Naren seketika tercekat.

“Innalillahi…Kecelakaan di mana? Keadaannya sekarang gimana?”

“Di Bandung. Tadi pagi. Dia ke sana buat cek anak cabang perusahaan. Aku gak tahu keadaannya sekarang. Nomor yang nelpon Mbak Fatma gak bisa dihubungi lagi. Mbak Fatma langsung pingsan setelah dengar kabarnya. jadi aku gak sempet tanya gimana gimananya,"

“Aku harus gimana, Mas?” Rayna mencengkeram kemeja Narendra kuat. “Kalau Mas Raka kenapa-napa…”

Narendra kembali menarik Rayna ke dalam pelukannya.

“Sst… jangan ngomong gitu. Istigfar. Kita husnuzon. Mas Raka pasti baik-baik aja.”

Ia mengelus tengkuk Rayna lembut, menyalurkan ketenangan yang sebenarnya juga hampir habis di dalam dirinya.

“Yang angkat telepon tadi siapa?”

“Saya, Pak,” jawab seorang pelayan. “Awalnya Non Fatma, tapi beliau pingsan.”

“Yang nelpon siapa?”

“Polisi lalu lintas, Pak. Beliau bilang mobil Pak Raka menabrak pembatas jalan. Sekarang dibawa ke RSUD Bandung.”

“Ada buktinya?”

Pelayan itu menyerahkan ponsel. Sebuah foto terpampang di layar—mobil ringsek, hancur nyaris tak berbentuk. Narendra mengusap wajahnya dengan kasar.

“Mas…” Rayna sudah terkulai lemas di dekapannya

“Stt... cup, udah jangan nangis lagi. aku bakal ke Bandung sekarang juga," ucap Naren tegas. seolah mengerti posisinya sebagai satu-satunya laki-laki yang bisa di andalkan di keluarga sang istri

Rayna terdiam, menatap suaminya—laki-laki yang sebulan lalu terasa begitu jauh, kini berdiri sebagai sandaran paling kokoh dan garda terdepan

"Dok, gimana keadaan mbak Fatma dan bayi di dalam kandungannya ?" tanya Naren pada dokter yang memeriksa Fatma

"pak Naren tenang saja, bu Fatma dan si jabang bayi baik-baik saja beliau pingsan karena syok saja" jawab sang dokter

"Dokter Nia ini salah satu dokter pribadi keluarga Rusdiantoro mas" Rayna mengenalkan dokter yang tengah memeriksa Fatma pada Narendra

"iya" jawab Narendra singkat

"kamu jaga mbak Fatma ya, jaga diri kamu juga. sekarang aku bakal pergi ke Bandung buat jemput mas Raka"

"Makasih ya mas, maaf ngrepotin" air mata Rayna terus mengalir

"Hey, keluarga kamu keluarga aku juga. udah nangisnya matanya udah sampek bengkak kayak gitu" Naren mengusap air mata Rayna dengan ibu jarinya

"Aku jalan sekarang ya" pamit Narendra

"kamu hati-hati ya, hanphone nya jangan sampai mati, pokoknya kalau aku telfon harus cepet diangkat" pesan Rayna berulang kali

membayangkan jika sampai kecelakaan itu juga terjadi pada Narendra membuat dada Rayna semakin sesak dan di penuhi rasa ketakutan

"Iya, aku jalan ya..Assalamu'alaikum" ucap Narendra sambil mengelus pucuk kepala Rayna

"Wa'alaikum salam" jawab Rayna seraya mencium punggung tangan kanan Narendra

Tangisnya pecah kembali. tangannya tergerak mengelus perut Fatma.

“Papah… jangan ajak Mas Raka pergi dulu, bagaimana nasib anak ini nanti jika terlahir tanpa papahnya. dunia ini berat tanpa ada papah di dalamnya,"

Di sudut kamar, Mbok Darmi menatap Rayna penuh iba.

“Berdoa, Non,” ucapnya lembut. “Insyaallah den Naren akan membawa den Raka pulang dengan selamat.”

1
Shinta Apriyani
Alhamdulillah...mmng sdh seharusnya Naren..bgtu ijab kabul..hapus dan tutup semua masa lalunya👍👍
Isti Qomah
cerita nya tanggung
Kyky Pamella: sabar next part ya kak ☺
total 1 replies
Rika Pulungan
up
Kyky Pamella: sudah dong ☺
total 1 replies
Shinta Apriyani
👍👍
kalea rizuky
cerai aja Reyna laki bloon
Kyky Pamella: sabar kak 🤭
total 1 replies
Wina Yuliani
aku harus apa? mau sedih tp malah pengen ngakak, tp takut dosa sih 😁
Kyky Pamella: ngakak aja kak, aku temenin 🤣🤣
total 1 replies
kalea rizuky
harusnya ketauan biar raka tau kelakuan adek. ipar nya
Kyky Pamella: sabar kak, nanti tamat kalau langsung ketahuan 😁
total 1 replies
kalea rizuky
cweknya oon baru gini di ewe mau dih GIBLOK
kalea rizuky
suami goblok ya di buang ya kali di piara soryy ya Thor MC mu menye menye
kalea rizuky
goblok harusnya biarin aja mama mu tau kelakuan mantu yg dia pilih. oon
kalea rizuky
laki goblok
Atin Supriatin
mampir
Wina Yuliani
eng ing eng di gantung nih kita, kayak jemuran yg gk kering kering
plisss dong kk author tambah 1 lagi
Nurhartiningsih
woilahhh ..knp rayna??
lovina
kirain cwenya hebat taunya luluh jg bego...pasaran ceritanya..kirain beda..bkn hasil dari otak author haisl baca2 novel lain🤣, dan ini semua para author lakukan..
PanggilsajaKanjengRatu: coba baca punya aku kak, Siapa tau gak pasaran🤭 judulnya “Cinta Yang Tergadai ” ada juga soal cinta virtual yang berhasil ke pelaminan “Akara Rindu dalam Penantian”
total 1 replies
Nurhartiningsih
baru awal baca udah nyesek
Wina Yuliani
seru.... ceritanya ringan tp bikin gereget, penasaran, ada sedih tp ada manis manisnya juga, gaskeun lah pokonya mah 👍👍👍👍
Wina Yuliani
rayna yg di kasih kartu aku yg ikut kelepek2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!