NovelToon NovelToon
Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Petualangan Fantasi-Penyeberangan dunia lain / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Chicklit / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:410k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lien Machan

Sin Yoona, seorang prajurit perempuan satu-satunya di kesatuan. Saat ini ia sedang melaksanakan tugas negara, yaitu mengupayakan pembebasan para tawanan yang di sandera oleh musuh di wilayah perbatasan negara.

Dia dan rekan lainnya terus menggempur pertahanan musuh sampai berhasil melumpuhkan mereka dan menyelamatkan para tawanan.

Namun apa yang terjadi? Saat mereka sudah berhasil, sebuah bom meledak sebelum mereka kembali ke negaranya. Akibatnya, Sin Yoona dan sebagian prajurit lainnya tewas seketika terkena ledakan bom yang sengaja di pasang musuh.

Sin Yoona merasa dia sudah mati. Tapi, kejadian yang menimpanya di medan perang seolah mimpi baginya. Dia terbangun di tempat yang asing dan dengan identitas berbeda.

Apakah Raja neraka sengaja membangkitkan jiwanya lagi karena berbelas kasih padanya? Tapi, kenapa harus di tubuh yang lemah seperti ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemukan!

Trang ... trang ... crash ... jleb ...

Suara pedang terdengar saling membentur. Bahkan, pedang tersebut tak berhenti terayun dan menebas setiap musuh dihadapannya sampai menggores serta menusuk tubuh musuh.

"Aaaaaaaaaaaaa," teriak kesakitan dari para bandit yang berhasil terkena tebasan Zhaoling, Liu Wei dan juga Yu Xuan sampai mereka tumbang ke tanah dan mati.

Namun, tak berhenti disitu. Pedang mereka terus sibuk menebas semua yang menghalau langkah mereka.

Tiga lawan dua puluh. Perbandingan yang tak seimbang, membuat mereka terkepung. Tapi, itu tak membuat ketiganya gentar. Tangan yang masih memegang erat pedang segera mengayun kearah para bandit dengan cepat dan lebih kuat.

Musuh mulai tumbang satu persatu akibat serangan mereka. Tapi bukannya selesai, mereka malah dibuat semakin kewalahan karena musuh yang bertambah jumlahnya.

Sial

"Bagaimana ini? Apa kita pergi saja?" tanya Yu Xuan kepada kedua temannya.

Melihat situasi yang tak menguntungkan bagi mereka, Zhaoling segera mengangguk pertanda setuju. Dia tak bisa bersikap egois dan membahayakan kedua temannya. Apalagi, saat ini Guru Luo sudah berdiri dihadapan mereka. Walaupun ketiganya tak mungkin akan dikenali karena memakai penutup wajah, tapi tetap saja Guru Luo akan bisa menangkap mereka dengan mudah dan membuka penutup wajah mereka. Sebelum itu terjadi, mereka harus bergegas pergi.

Perlahan, ketiganya mundur dan menatap sekeliling untuk mencari cela agar bisa kabur. Tapi sebelum itu terjadi, Guru Luo menggerakkan tangan ke depan seperti membentuk suatu jurus.

Benar saja! Sebelum Zhaoling sadar akan pergerakan tangan Guru Luo, tiba-tiba tekanan kuat menuju kearah mereka dengan kencang. Zhaoling yang tersadar berteriak dengan keras. "Menghindar!" tapi semua itu terlambat. Tubuh mereka terjengkang kebelakang seperti terdorong benda besar, sampai mereka jatuh dengan keras ke tanah.

Wuuuuusshhh .... braaakkk

"Argh," ketiganya sontak memegang dada mereka dengan kesakitan.

Sebelum mereka berdiri, tiba-tiba sekantung serbuk melayang mengenai wajah mereka dan membuat mereka tak bisa melihat keadaan sekeliling. Lambat laun, kesadaran mereka mulai menghilang dan mereka pun pingsan tanpa perlawanan.

"Hahaha!" tawa ejekan menggema dari mereka yang berdiri dengan sombong. "Rasakan kau," cetus mereka lagi.

Guru Luo perlahan berjalan mendekat, kemudian berjongkok dihadapan mereka bertiga. "Aku penasaran. Siapa mereka bertiga ini? Jika dilihat dari cara memakai pedang, sepertinya aku mengenal mereka!" ujarnya seraya menyentuh penutup wajah yang mereka kenakan.

Saat wajah satu orang terbuka, mata Guru Luo seketika membelalak. Gegas ia membuka penutup wajah dua orang lagi. "Sudah ku duga." sudut bibirnya terangkat sedikit melihat ketiga pemuda yang terbaring dihadapannya. "Astaga. Ini adalah hari keberuntunganku. Aku menunggu sekian lama untuk menyingkirkan anak ini. Tapi, sepertinya Dewa membuat keberuntungan bagiku sekarang. Jangan salahkan aku tak berbelas kasih pada kalian! Cucu Pendekar Tapak Naga sendiri yang mengantarkan nyawanya bahkan membawa kedua temannya padaku. Aku bisa apa selain membunuhnya?"

"Hahaha!" Semua orang tertawa keras dengan perkataan Guru Luo. "Jangan ditunda lagi, Tuan. Eksekusi langsung!" teriak mereka lagi.

Guru Luo mengangguk setuju dengan perkataan mereka. Bagaimanapun, hal ini yang sudah ditunggunya beberapa tahun lalu. Kesempatan yang langka ini tak boleh disia-siakan bukan?

"Baiklah. Kita gantung mereka di alun-alun kota agar semua orang takut kepada kita! Kita tunjukan pada rakyat, bahwa yang melawan kita akan mengalami hal serupa. Aku juga ingin supaya si tua Lon itu merasakan kesedihan atas kehilangan cucunya." ujarnya dengan penuh kebencian.

Mereka bergegas mengangkat tubuh Zhaoling, Liu Wei, dan Yu Xuan ke pusat kota untuk dieksekusi. Namun, sebelum mereka sampai ke kota, suara kuda terdengar berlarian kearah mereka. Tak jauh dari posisi mereka saat ini, pasukan berkuda dari kerajaan sedang melewati hutan tersebut. Karena panik, tubuh ketiganya disembunyikan di semak-semak belukar dekat pohon besar. Mereka lekas bersembunyi guna menghindari pasukan kerajaan yang pasti sedang mencari mereka.

Saat mereka bersembunyi, prajurit menemukan salah satu dari mereka. Sehingga, mereka berlari menuju pegunungan kembali untuk menghindari kejaran para prajurit dan melupakan ketiga pemuda yang akan dieksekusi itu.

Cahaya sang mentari menyilaukan mata. Namun, ketiga pemuda yang tergeletak lemah tak berdaya itu tak sedikitpun membuka mata akibat serbuk racun pelumpuh syaraf yang dilemparkan Guru Luo tadi malam.

Tak jauh dari sana, terlihat dua gadis kecil berlarian di hutan itu. Mereka seperti menghindar dari kejaran seseorang. Terdengar dari langkah dan suara ketakutan keduanya, mereka sepertinya sangat ketakutan.

"Ayo, bersembunyi disini saja!" ajak salah satu dari gadis itu.

"Nona, aku takut! Bagaimana jika mereka menemukan kita disini? Kita pasti dihukum karena telah kabur dari pengawasan Tuan Moheng!" ujarnya dengan nada bergetar.

Gadis yang dipanggil Nona tersebut baru sadar. Jika kakak tirinya tahu bahwa mereka kabur, pasti hukuman yang didapat akan jauh lebih buruk. "Ashu, kau benar! Lalu, kita harus apa?" Ia pun bertanya dengan kebingungan.

Setelah berpikir cukup lama. Akhirnya, mereka memutuskan kembali ke tempatnya berasal. Sebelum melangkah, kaki Nona menginjak sesuatu dan membuatnya terjengkang ke belakang dengan keras. Anehnya, walaupun ia mendarat di tanah cukup keras, tapi bokongnya tak merasakan sakit sedikitpun. Malah yang berteriak bukan dirinya, melainkan yang berada dibawahnya. Karena saat ini, Nona mendarat diperut seseorang.

"Uuugghhh," ringisan keluar dari mulut seseorang yang tak sengaja diduduki Nona.

Gegas ia berdiri karena terkejut mendengar ringisan seorang pria. "Siapa itu?" bertanya dengan panik sambil menjauh. Karena tertutupi kain serta dedaunan, wajah pria itu tak terlihat sama sekali.

Melihat pria itu bangkit, kedua gadis itu bergegas lari karena ketakutan sambil berteriak. "Maafkan aku, Tuan. Aku tak sengaja!"

Zhaoling yang saat itu merasakan pusing di kepalanya segera menggeleng-geleng sambil mengerjapkan mata. Tangannya memegangi kepala yang terasa berdenyut sambil menajamkan pendengaran saat kedua gadis itu berlari dan berteriak.

Matanya menyipit menatap kearah kedua gadis yang berlari menjauh dari posisinya saat ini. Karena gadis itu, ia bisa sadar kembali dari pengaruh racun pelumpuh syaraf sementara yang Guru Luo lemparkan.

Jika saja terlambat untuk bangun, maka dapat dipastikan bahwa mereka tak kan bisa bangun lagi selamanya. Karena, pengaruh serbuk pelumpuh syaraf akan berakibat fatal jika si korban tidak bangun selama dua belas jam. Lebih tepatnya akan mati secara perlahan. Maka dari itu, Zhaoling sangat bersyukur ada orang yang menemukan mereka di sana.

"Siapa gadis itu? Aku harus berterima kasih karena dia membuatku sadar kembali walaupun dengan cara tak sengaja!" gumam lirih Zhaoling. Dia pun segera membangunkan kedua temannya agar tidak terlambat sadar.

"Nona Xin'er, tunggu aku!" hanya itu yang Zhaoling dengar saat keduanya sudah menjauh.

"Jadi, namanya Xin'er?" Zhaoling tersenyum karena mengetahui nama gadis yang menolongnya tadi. "Jika kita bertemu lagi, aku akan membalas kebaikanmu dengan caraku, Xin'er!" tekad Zhaoling.

Semenjak itu, Zhaoling terus mencari gadis bernama Xin'er di wilayah kerajaan. Baik itu di kota ataupun di desa. Tapi, gadis yang bernama Xin'er itu tak bisa ia temukan.

Dia pun sengaja datang ke hutan itu, namun tetap tak menemukan gadis yang bernama Xin'er. Dia hanya tahu nama dan tidak pernah melihat wajahnya. Jadi, jika mereka berpapasan di jalan, Zhaoling tak kan pernah mengenalinya.

Sampai saat dirinya mendengar percakapan Zhaohan dan pengawalnya yang mengatakan bahwa mereka akan ke kediaman Perdana Mentri Yun untuk menjerat gadis bodoh, Nona keempat bernama Xin'er. Barulah Zhaoling mengingat gadis yang menyelamatkannya.

Walaupun tak yakin, tapi dia tetap harus menemui Xin'er ini. Terlebih, Zhaohan akan berbuat buruk pada gadis lugu itu. Selain memiliki hubungan dekat dengan Perdana Mentri, Zhaoling pun berniat membalas budi Xin'er dengan cara menyelamatkannya dari niat buruk kakak tirinya.

Saat bertemu dengan gadis itu, Zhaoling merasa cukup tertarik. Dari kabar yang di dengar, bahwa Xin'er itu hanya gadis bodoh, polos, dan lugu. Tapi, faktanya berbeda dengan apa yang didapatkan Zhaoling. Xin'er bukan gadis biasa yang mudah ditindas. Melihat karakternya, gadis itu bersifat keras dan tak mau diatur.

Dia akan cenderung melawan jika perkataan orang lain tak sesuai dengan hatinya. Maka dari itu, Zhaoling memutuskan untuk melindungi gadis ini.

"Semoga gadis itu yang sedang aku cari!"

Itulah mengapa Zhaoling bersikeras ingin menikah dengan Xin'er. Selain karakteristik yang dimiliki, Zhaoling pun jujur sangat menyukai Xin'er karena kecantikannya.

1
Nayira Azzahra
terlalu bodoh,buat apa reinkarnasi KLO hal kyk gitu aja g bisa d imbangi,buat apa juga ilmu bela diri????? sungguh aku kecewa 😔😔😔😔😔
Olan moro
mantap.. 👍👍👍
Wan Trado
serius nih namanya chibai..?? 🤣
Siti S
Luar biasa
Machan: makasih bintang 5 nya, kak Siti🥰
total 1 replies
Sarah Arami
seru
Machan: 🥰 makasih bintang 5 nya, kak Sarah🤗
sehat dan bahagia selalu🙏
total 1 replies
ira kasih
happy ending yeeyy...💕
makasih thor.. semoga selalu sehat dan semangat membuat karya baru
Machan: amiiin, makasih doanya kak Ira. doa terbaik juga untukmu🥰
untuk karya baru masih update fantasi pria, klo berkenan silahkan baca. tinggal klik profil othor😁 tapi klo mau genre sama belum rilis, mungkin setelah selesai yang ongoing🙏
total 1 replies
RIA SARI
semua cerita sama y ....
Albuddin
ceritanya muter" terus
Machan: mungkin othor lupa lagi nyemil gangsing makanya muter"🤣
total 1 replies
Aryanti
karyanya hilang entah kemana😭😭😭

bikin patah hati aja
Endri Yani
kok g nyambung
Aryanti
link pemesanannya donk kak🥺🙏
jesica jesi
bagus
Machan: makasih
total 1 replies
nurul istiqomah
apik
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
Ending yg indah..best
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
penuh drama..begitu sulit...
Littlefairy Bundle
aku nggak mau teruskan LG. bosan dgn karekter xin'ernya yg bodoh
Pengagum setia: kalau ga mau baca gausah maksain apalagi tidak like,kasihan othornya capek mikir cape nulis
total 1 replies
Mami Mara
dna??? jaman kerajaan? typo ya thor?
Mami Mara
kan???? q bru mikir, pasti ada yg komen gini? 🤣🤣🤣
Machan: 😁😁😁 maaf bikin keselek
total 1 replies
Lina Octavianti
Luar biasa
Machan: makasih kakak😊
total 1 replies
Machacy
Mungkin ada baiknya, "mengecilkan suaramu saja," apa lgi ini jaman kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!