NovelToon NovelToon
YANG MULIA, MOHON JANGAN PAKSA AKU !

YANG MULIA, MOHON JANGAN PAKSA AKU !

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam / Reinkarnasi
Popularitas:408
Nilai: 5
Nama Author: Bunga_Persik98

Ye Ning, putri sah Menteri Sayap Kiri, hanya ingin membangun kerajaan bisnis, mengumpulkan kekayaan, dan membawa kemakmuran bagi keluarganya. Namun semua menjadi berantakan ketika Tuan Muda Bai datang dan mengacaukan rencananya. Di saat yang sama, Putra Mahkota Li Yan, pria yang dahulu menolak perjodohan dengannya, tiba-tiba berkata bahwa ia akan menceraikan istrinya.

Di antara ambisi, cinta, dan pengkhianatan, Ye Ning harus memilih: tetap menjadi wanita pebisnis yang bebas atau terjerat dalam permainan politik yang mengancam keselamatan keluarganya.

Mampukah Ye Ning melindungi orang-orang yang dicintainya ketika dua pria paling berpengaruh di kekaisaran mulai menginginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga_Persik98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 PERNYATAAN YANG MENGGEMPARKAN

Setelah peristiwa menegangkan di tempat eksekusi itu, Ye Ning memilih untuk tidak keluar dari kediaman sama sekali. Suasana di kediaman keluarga Xiao kini jauh lebih sunyi. Ayah dan kakaknya sekarang memilih untuk bertindak rendah hari dan juga waspada.

Namun, kesunyian itu sedikit terusik oleh surat dari wilayah perbatasan. Mengetahui bahwa Ye Ning dibawa Zhilan untuk menerobos Kota Terlarang, Jenderal Wen Hao, menjadi murka. Di dalam suratnya, yang ditujukan kepada Kediaman Xiao dan Adipati Zhao Sang Jenderal memaki Zhilan hingga "sepuluh ribu kata."

Semua orang hanya menerima surat tersebut dengan lapang dada dan Zhilan tentu saja mendapatkan hukuman dari Istana. Karena tindakannya yang terang-terangan melanggar aturan, menerobos istana dan mengacungkan senjata kepada Hakim pengadilan. Akhirnya ia dijatuhi hukuman cambuk sebanyak tiga puluh kali. Mendengar itu Ye Ning sedikit khawatir, namun ia tidak pergi menjenguknya. Hanya sebotol salep luka terbaik yang ia kirimkan melalui Ah Yao pelayannya. Entah kenapa, setelah kejadian di kediaman Junwang dan tempat eksekusi, Ye Ning mendadak merasa canggung jika harus berhadapan dengan pemuda itu.

Di sisi lain, ada hal yang lebih mengganggu pikiran Ye Ning, sikap Putra Mahkota Li Yan yang mendadak berubah. Setelah keluarga Xiao terbebas dari malapetaka,, Li Yan selalu mengirimkan pesan dan meminta untuk bertemu. Ye Ning tahu, bahwa ia tidak bisa selalu menolak ajakan tersebut. Mengacuhkan keinginan seorang Pangeran sama saja dengan menghina keluarga kekaisaran.

Namun, ada rasa takut yang menyelinap di hatinya. Meskipun ia merasa cukup pemberani, tetapi jika untuk menghadapi anggota keluarga kekaisaran harus berpikir ribuan kali. Salah melangkah, dirinya dan keluarganya bisa bernasib seperti keluarga Yang Guifei.

Sementara itu, badai politik di ibu kota kini mulai mereda. Pelaku utama di balik kasus korupsi ransum militer yang sempat menyeret keluarga Xiao telah diangkap. Dalang sebenarnya ternyata adalah ayah dari Selir Mulia Yang (Guifei), Perdana menteri Yang Fu Gui. Hukuman yang dijatuhkan pun sangat kejam dan tanpa ampun. Seluruh klan keluarga Selir Yang diusir dari ibu kota, gelar kebangsawanan mereka dicabut sepenuhnya. Dan semua pria dalam keluarga tersebut dieksekusi mati. Sementara itu, kaum wanita, anak-anak, dan para pelayan diasingkan ke daerah perbatasan yang tandus.

Nasib Selir Yang juga tidak begitu baik, Beliau langsung diasingkan ke dalam Istana Dingin. Hanya tiga hari setelah dikurung di sana, Selir Yang dikabarkan meregang nyawa dikarenakan bunuh diri.

Mendengar kabar tersebut, Ye Ning hanya diam dan merenung. Ia kemudian menghabiskan waktu dengan berbaring di dalam kamarnya selama berhari-hari, gelisah dan memikirkan jika hal tersebut menimpa keluarganya mungkin hari ini ia menangis darah.

Chun Tang, masuk ke kamar dan menyerahkan surat undangan beramplop emas. Undangan perjamuan musim gugur untuk menikmati bunga krisan dari Putri Mahkota Sun Ling?

Setelah membaca undangan tersebut, kepala Ye Ning semakin pusing. Urusannya dengan Putra Mahkota Li Yan saja belum selesai, kini istrinya justru datang mengundang, seolah siap mengajaknya bertempur di medan perang sosial para wanita.

Apakah sebaiknya tidak usah datang saja? pikir Ye Ning bimbang. Tetapi jika ia menolak bagaimana kalau itu malah menyinggung Putri Mahkota dan mempersulit Ye Ning untuk bernapas di ibu kota? Pikiran Ye Ning berputar hebat untuk mencari jalan keluar. Pada akhirnya dan tanpa daya ia terpaksa pergi menghadiri undangan tersebut.

**Villa Peristirahatan Putra Mahkota**

Ye Ning tidak datang sendirian. Ia pergi bersama sahabat karibnya sejak kecil, Lu Wan, yang merupakan putri dari Menteri Keuangan. Begitu mereka melangkah memasuki taman perjamuan, Ye Ning menyadari bahwa area tersebut sudah dipenuhi dengan para gadis bangsawan. Begitu melihat kehadiran Ye Ning, para wanita itu seketika mulai saling berbisik seolah-olah sedang membicarakan dirinya.

Rumor di ibu kota selalu menyebar secepat angin, Cerita roman picisan yang dibuat-buat tentang dirinya bahkan sudah mulai terdengar di berbagai sudut restoran dan rumah hiburan. Topik hangat terbaru kini berjudul "seorang wanita bangsawan dengan dua pria pemujanya". Ye Ning tentu saja tahu rumor miring itu, namun ia memilih pura-pura tidak tahu.

Di tengah taman, pandangan Ye Ning mendadak bertemu dengan Putri Mahkota Sun Ling. Ye Ning maju dan membungkuk hormat, "Salam kepada Yang Mulia Putri Mahkota." Sang Putri Mahkota sama sekali tidak membalas sapaannya. Wanita agung itu hanya melayangkan senyum tipis, sebelum akhirnya memalingkan muka dan melanjutkan obrolannya bersama bangsawan lain.

Tindakan itu membuat Ye Ning merasa kikuk bersama Lu Wan. Demi menghentikan kecanggungan yang menyesakkan, Ye Ning lalu menarik Lu Wan untuk berjalan ke sudut taman yang lebih sepi.

"Maafkan aku, Wanwan. Gara-gara aku, kau jadi ikut terkena imbasnya," ucap Ye Ning penuh rasa bersalah.

Lu Wan tersenyum dan menepuk pelan tangan Ye Ning, dan mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan itu.

Mereka berdua pun menikmati bunga krisan yang sedang mekar di taman. Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita istana mendekati Ye Ning dengan langkah kecil, dan berbisik pelan meminta Ye Ning untuk segera datang ke Paviliun Air yang terletak di ujung taman. Ye Ning langsung tahu bahwa pesan rahasia itu berasal dari Putra Mahkota Li Yan.

Untuk menghindari fitnah yang bisa memperburuk keadaan, Ye Ning mengajak Lu Wan untuk ikut bersamanya. Sesampainya di sekitar area Paviliun Air, Ye Ning meminta Lu Wan untuk menunggu dari jarak yang agak jauh, namun tetap dapat melihat interaksinya dengan jelas dengan Li Yan.

Ye Ning berjalan menyusuri jembatan kayu dan menghampiri sosok Li Yan yang sudah berdiri membelakanginya di paviliun tersebut.

"Salam, Putra Mahkota," sapa Ye Ning formal,

Li Yan kemudian berbalik, melangkah maju dan menarik pergelangan tangan Ye Ning sedikit mendekat, lalu langsung berkata "Ah Ning, aku akan menceraikan Sun Ling."

Mendengar pernyataan yang kelar dari mulut sang Putra Mahkota, Ye Ning tersedak terbatuk tanpa sadar. Ia menatap pria itu dengan pandangan terkejut tak percaya. Li Yan? Apakah karena koma kemarin, otaknya jadi tidak berfungsi dengan benar?

1
Marini Dewi
menarik
BUNGA PERSIK: Terima kasih atas supportnya ya 😍.. Aku senang sekali
total 1 replies
BUNGA PERSIK
Ini karya baru, mohon dukungannya. Maaf kalau masih agak berantakan, beneran masih newbie. 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!