NovelToon NovelToon
Ngumbara Cinta

Ngumbara Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nafi'

Semua yang terjadi dalam kehidupan ini tidak pernah luput dari pengalaman masa lalu. Angin bertiup dan musim pun berganti, Andhra telah mencari jati diri yang entah dimana akan dia temui.

Kehidupan suram di masa lalu membuat hatinya dipenuhi oleh dendam.

Ozan yang selalu menemani, juga ada
keluarga yang selalu memberi, adik tiri yang berselimut mendung derita. Andhra mendapatkan semuanya bukan tanpa alasan.


Hingga masanya cinta masa lalu hadir dan membuat hidup Andhra berwarna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26 Kemarahan Ozan

Sebuah amplop coklat telah sampai di tangan penguasa kedua.

"Apa ini?" Sudah mulai membukanya, tapi seperti biasa, tetap bertanya.

"

. Membuka bagian ujungnya, lalu mengeluarkan sesuatu dari sana.

Dia berbuat ulah lagi. Sampai kapan dia akan terus saja menggerogoti Andhra.

"Apa Tuan tahu semua ini?" Ozan mengangkat amplop itu.

"Saya tidak bisa memastikan Bos. Tapi sepertinya ada satu orang lagi yang membuntuti wanita itu. Dan sepertinya, kerjanya lebih rapi daripada saya. Maaf!" Ozan menaikkan sudut bibirnya.

Kurasa dia orang suruhan Andhra.

"Kurasa, kau harus belajar lebih pandai daripada dia!" Ozan menepuk bahu bawahannya.

"Akan aku pastikan Tuan Andhra hidup dengan tenang. Tidak akan aku biarkan orang lain menyakitinya."

"Aku mengandalkan dirimu. Dan seperti biasa, kau akan mendapatkan bonus." Menunjuk dengan amplop di tangannya. "Bagaimana perkembangan di PT Indochick? Apa sudah ketemu siapa pelakunya."

Beberapa saat pria itu terdiam, sebelum mendapatkan sebuah panggilan masuk.

"Tuan! Sepertinya inilah kabar yang Anda tanyakan tadi!" Ozan bergeming sejenak.

"Angkatlah!"

Memberi kode untuk mengeraskan suara.

Bos, kami sudah mendapatkan pelakunya. Dia telah dibayar oleh seorang bernama Hasma.

"Kirimkan buktinya."

"Bukti terkirim Tuan!" Darah Ozan terasa mendidih menjadi gumpalan amarah yang siap dimuntahkan Kapan saja.

Masih punya nyali wanita itu.batin Ozan.

"Bereskan mereka." Ozan sudah tidak tahan lagi. Memukul meja dengan begitu keras, hingga pria yang berada di hadapannya pun enggan untuk bicara lagi. Segera mematikan telepon dengan sedikit gemetar.

"Kau...! Jangan biarkan wanita itu bisa menghirup udara dengan baik. Tidak ada ampun lagi setelah ini. Biarpun Andhra sendiri yang memintanya."

"Siap laksanakan!" Ozan memberi kode agar orang itu segera berlalu.

Ozan mengatur nafasnya, kemudian mengambil ponsel guna  menghubungi Mella.

"Kau cepatlah kemari!" Menutup ponsel tanpa menunggu jawaban. "Aku akan memberimu pelajaran dengan sesuatu yang tidak akan pernah kau duga."

Ozan menumpuk dokumen dimejanya. Tak berapa lama, pintu di ketuk dari luar.

"Kau sudah datang? Baiklah Mella, tugasmu adalah mempelajari semua dokumen ini dan buat salinannya. Satu jam lagi serahkan kepadaku."

"Tapi Pak? Bukankah itu sudah ...?"

"Kau berani melawanku sekarang? Atau kau bekerja di sini hanya untuk melawanku dan Andhra?"

"Kumohon Ozan, berhentilah bicara seperti itu? Aku bekerja ka..."

"Kerjakan jika begitu."

Tatapan Ozan begitu mengerikan kali ini. Apa yang telah terjadi? Mengapa aku memiliki firasat yang buruk saat ini.

"Mengapa masih bengong di sana? Kapan selesainya jika seperti itu?" Ozan membanting tubuhnya ke kursi, hingga memutar.

Aku sudah tidak kuat jika begini Andhra. Kau terlalu baik.

Ozan memikirkan sesuatu, mengambil ponselnya kemudian mengirim pesan kepada seseorang. Notif masuk dengan cepat. Ozan berdiri sambil menyambar satu berkas di meja.

Ruangan Mella.

"Untuk apa data sebanyak ini? Apakah ini perlu? Padahal pekerjaanku masih begitu banyak." Mella menatap malas tumpukan berkas di hadapannya.

"Semangat Mella. Kapan selesainya jika hanya kau pandangi."

Waktu berlalu dengan begitu sulit. Pekerjaan yang dia lakukan selama berjam-jam, letih dan tenaga habis terkuras untuk tetap bersabar. Tetap saja hanya kesalahan yang terlihat.

"Ini apa? Bisa kerja nggak sih. Ini salah! Perbaiki lagi." Tanpa dilihat atau bahkan di sentuh. Mella tahu itu.

"Mengapa aku merasa, kau sengaja menyiksaku seharian ini, Zan? Apa salahku." Mella mulai tidak kuat lagi menahan penderitaan yang dia hadapi.

"Kau adalah karyawan, sudah seharusnya bekerja, bukan"

"Tapi ini keterlaluan! Kau menyuruhku mengerjakan sesuatu yang menurutku itu tidak penting untuk aku kerjaan. Sedangkan pekerjaan ku hari ini sudah cukup banyak, Zan!"  Protes Mella.

"Apa itu pekerjaanmu? Mengeluh dan membuat masalah." Ketus Ozan kemudian tersenyum sinis.

"Apa maksudmu?"

"Tidak usah berpura-pura. Kau pikir, aku tidak tahu. Kau menyuruh orang untuk menyabotase pengiriman barang oleh PT Indochick. Apa tujuanmu kali ini? Tahta, harta, atau nyawa Andhra lagi. Cukup sudah semua itu Mel, kau tidak akan lagi, bisa menyentuh Andhra. Tunggulah kehancuranmu."

"Aku tidak mengerti dengan apa yang baru saja kau katakan! Aku juga tidak melakukan semua apa yang kau tuduhkan itu."

"Ternyata benar. Wanita sepertimu hanyalah rubah beracun yang tidak akan pernah bisa insyaf. Percuma saja Andhra memberimu kesempatan. Racun tetaplah racun, mana bisa berubah jadi susu." Tatapan jijik penuh kebencian menyesakkan dada. Mella menjadi begitu rapuh dan hancur oleh fitnah.

"Ozan, percayalah kepadaku. Aku tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu. Andhra sudah memberiku kesempatan."

"Pandai kau bersilat lidah. Tentu saja, kau adalah ular, selama lidahmu bisa bergerak, kau akan menjilat apa saja yang kau anggap bermanfaat bagimu. Racunmu tidak pernah habis!"

"Cukup Zan! Cukup! Aku selama ini menerima segala tuduhanmu. Diam dan mendengarkan, tapi kali ini kau keterlaluan." Meledak juga sebak dada yang sedari tadi ditahan oleh Mella.

"Keterlaluan?" Ozan berdiri kali ini. "Siapa yang keterlaluan di sini? Hah! Aku lupa darimana dirimu itu dilahirkan. Didikan dan gen jahatnya, tentu saja semua itu mengalir dalam darahmu. Racun!"

"Cukup Ozan! CUKUP!" Mella menutup kedua telinganya, untuk apa coba. Percuma. Semua telah dia dengar! Andai waktu bisa berputar, dia memilih untuk tuli, kata jahat Ozan benar-benar menghancurkan hatinya.

"Jangan menuduhku lagi!" Mella merosot ke lantai. Dia mengacak rambutnya frustasi.

"Menuduh?" Ozan berjongkok kali ini, mencengkeram kuat dagu Mella, hingga pemiliknya meringis.

Sakit ini tidak sebanding dengan hatiku yang hancur sebab ucapanmu, Zan. Tega!

"Wanita Ular, sudah berapa kali ku peringatkan, jangan sentuh Andhra."

Ozan teriris saat mengatakannya. Bagaimana hubungan dua saudara ini begitu rumit.

"Bukan! Aku bu-bukan begitu." Mella menangis tersedu-sedu. Ozan yang tidak tega akhirnya memilih melampiaskan amarahnya pada meja kerja.

"Keluar! KELUAR AKU BILANG!" Masih belum juga beranjak. Ozan mencengkeram bahu Mella dan melemparnya keluar pintu.

"Ozan!"

Tubuh Mella terhuyung tepat mendarat pada dada Andhra.

"Mel, sebaiknya kamu pulang!"

Suara lembut Andhra membuat amarah Ozan kembali tersulut. Mella hanya mengangguk lemah. Menyeret kakinya melangkah pergi.

Hancur semuanya.

"Dia tidak pantas untuk kau kasihi Ndhra!"

"Ozan! Ikutlah denganku."

Tidak baik aku membiarkan Ozan dengan persepsinya sendiri. Kasihan Mella jika hal ini tetap dibiarkan terus menerus.

Perdebatan itu cukup memakan waktu. Bahkan Mella yang berdiri di hadapan pintu, seperti patung karena shock.

Seburuk itukah aku di mata Ozan? Mella pergi dengan derai air mata.

"Ozan, tidak baik kau menuruti nafsu. Terkadang kita harus mengendalikannya agar apa kita perbuat tidak salah kaprah. Jangan sampai perbuatanmu saat ini kau sesali di lain waktu nanti."

Maksudnya? Malas berdebat, Ozan memilih diam, duduk berhadapan dengan Andhra dengan wajah di tekuk.

"Perlu diketahui, bahwa sebenarnya Memamg tidak bersalah selama ini. Dia hanya dijadikan boneka hidup." Sayang sekali, Ozan sudah jengah.

"Ozan, apa kau sudah tidak menghargai ku lagi?" Ozan terkesiap. "Baiklah, sepertinya memang begitu."

"Tidak! Jangan lakukan itu!" Ozan memeluk erat sahabatnya. Pantas saja banyak yang salah paham tentang status Andhra, Ozan agresif sih.

"Lepas!"

"Tidak! Maafkan aku dulu."

"Lepas!"

"Tidak! Janji dulu! Kau memaafkan aku."

"Pesankan aku makanan!"

"Dengan senang hati!" Ozan segera melaksanakan perintah.

"Becek Sapi dan gudek. Jangan lupa nasi liwet."

"Menu aneh apakah itu?"

Andhra hanya tersenyum menanggapi.

To be Continued

Sepertinya pernah ada menu itu di warung pinggir jalan. Saat itu, saat dimana semua menu habis. Tinggallah nasi liwet, becek sapi dan gudek. Kami tetap saja memesan bahkan makan sangat lahap sampai pemilik warung menyuruh kami pulang.

1
Keyboard Harapan
keren
Keyboard Harapan
semangat kakak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
wadduh...
ozan dilema donk,mw nolong yg mana dulu...
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
kapan Anggun palsu dapat karmanya
R.F
semangat synk
R.F
bru up lg
R.F
semangat kak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
anggun bukannya si hasna ya,yg udah operasi plastik?
aq agak amnesia😊😊😊
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
waddduuhh...ceroboh nya Ryoki
Nafi' thook: huum. ...nggak ngerti apa kalau selama ini dia diawasi
total 1 replies
𝓓𝓮𝓪
next salam my husband is master devil
𝓓𝓮𝓪
salam ceo kejam pilihan papa
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
aq tahu apa yg Alan n cewek itu lakukan....
abis malam jumatan khan
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖: hahahhahahaaha
total 2 replies
Yukity
semangat 🆙😍
Yukity
Hai Thor mampir nih..
Salam dari
SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
IG: Saya_Muchu
semangat update thor
Hum@yRa Nasution
aku mampir kak...

🙏🙏🙏

salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏 by. Sri Ghina Fithri
Nafi' thook: terima kasih, Kak
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
semoga pernikahan Andhra n Rossi lancar ya...
Nafi' thook: amiin, terima kasih 😊
total 2 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
lanjuuuuuttt
Lee
Semangat lanjut up lgi ka othor..
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
siapa????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!