NovelToon NovelToon
Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:238k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

"Oh My God!! Pasti aku bermimpi, siapa pria tampan itu? Kenapa mukanya mirip sekali dengan aktor idolaku, Luhan?"

"Sebaiknya jaga matamu, Cinta Su!!"

"Doakan saja semoga hatiku tidak goyah, lagipula siapa yang bisa menolak seorang Tuan Muda dari keluarga kaya raya, apalagi wajahnya sangat tampan dan mirip idolaku, Luhan. Bukankah kita sebanding, apalagi banyak yang mengatakan jika aku mirip dengan Jessica Jung!!"

Cinta adalah putri bungsu dari keluarga "Su" sejak kecil dia jatuh cinta pada seniornya yang bernama Steven, namun kedatangan pria tampan dari keluarga Qin menggoyahkan perasaan Cinta untuk sang senior.

Cinta terjerat pesona dan kelembutan si Tuan Muda yang terkenal dingin dan arogan. Mampukah Cinta mempertahankan perasaannya pada Steven, atau justru dia benar-benar berpaling pada Aiden?

Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling Terbuka

Steven berdiri diambang jendela kamarnya sambil merentangkan kedua tangannya. Kedua matanya dia tutup rapat-rapat. Meskipun dia sangat takut menghadapi kematian. Tapi dia tidak akan ragu untuk terjun bebas ke bawah sana detik ini juga.

Apakah Steven frustasi karena hati Cinta sudah berpaling pada yang lain? Maka jawabnya adalah Iya.

Steven sangat menyesali atas apa yang dulu pernah dia lakukan pada Cinta. Jika saja dia tidak gengsi dan mau mengakui perasaannya ketika Cinta masih mengejarnya. Pasti saat ini mereka berdua sudah bahagia bersama. Tapi yang terjadi justru malah sebaliknya.

Dengan lirih kemudian dia berkata. "Cinta, selamat tinggal, aku mencintaimu. Sampai jumpa di Keabadian!!"

-

Cinta dan Aiden berjalan-jalan di sekitar Villa. Banyak sekali hal-hal menarik yang bisa mereka temukan di sana. Bagi Aiden, pemandangan seperti ini sudah sangat biasa, tapi tidak bagi Cinta. Ini justru sangat luar biasa.

Cinta dan Aiden kemudian berhenti di sebuah danau buatan. Mereka duduk disebuah batu besar di pinggiran danau. Cinta mencelupkan kedua kakinya pada air danau yang jernih. Terasa dingin dan sejuk.

"Kak Ai, apa kau sering datang kemari?" Ucap Cinta memecah keheningan. Dia sangat penasaran.

Aiden mengangguk. "Tempat ini menyimpan seribu kenangan yang tidak mungkin bisa aku lupakan seumur hidupku. Maaf Cinta, tapi aku tidak bisa menyembunyikan darimu jika sebelumnya aku sudah pernah jatuh cinta dan terikat sebuah hubungan dengan orang lain."

"Aku dan dia sudah masuk ke tahap yang sangat serius setelah tiga tahun berpacaran, kemudian kami memutuskan untuk bertunangan. Aku pikir akan memiliki akhir yang bahagia dengannya. Tapi takdir malah berkehendak lain. Dia meninggal sebelum pertunangan kami."

"Dia mengalami kecelakaan dan sempat mengalami koma sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Yang aku sesalkan, kenapa dia harus pergi sebelum aku membahagiakannya." Aiden menutup matanya. Mencoba menghalau cairan bening yang menggenang di pelupuk matanya.

"Jatuh cinta dan mengukir kenangan memang sangat mudah. Tapi melupakannya yang sulit. Aku tidak akan memaksa Kak Ai untuk melupakannya, apalagi itu adalah bagian dari masa lalu mu yang berharga."

"Kau tidak marah ataupun cemburu?"

"Untuk apa? Percuma saja aku marah ataupun cemburu. Jika orang yang aku cemburui sudah tidak ada."

"Cinta, kau memang wanita yang luar biasa. Aku bahagia memilikimu, Sayang. Aku berjanji akan selalu menyayangi dan melindungi mu. Aku sudah dua kali merasakan sakitnya kehilangan, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi."

Cinta berhambur ke dalam pelukan Aiden. Dan meyakinkan padanya jika semua akan baik-baik saja. Dirinya baik-baik saja meskipun sudah mengetahui mengenai masa lalu suaminya.

"Bisa tidak, kita tidak usah membahas yang sedih-sedih. Lagipula kita berlibur bukan untuk menciptakan air mata, tapi untuk bersenang-senang."

"Siapa yang sedih. Aku hanya ingin lebih terbuka padamu. Aku tidak ingin terjadi salah paham dikemudian hari jika kau tidak tau tentang masa laluku."

Cinta tersenyum lebar. Wanita itu kembali berhambur ke dalam pelukan suaminya. "Kak Ai, aku mencintaimu." Wanita itu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Aiden.

"Aku juga, sangat-sangat mencintaimu."

Aiden melepaskan pelukan Cinta. Kemudian bibirnya bergerak menuju bibir wanita itu. Dan selanjutnya bibir mereka saling bertemu dan memagut. Sensasi luar biasa Cinta rasakan ketika lidah Aiden memagut lidahnya. Tak jarang mereka juga saling bertukar Saliva.

Jari-jari lentik Cinta mencengkram lengan Aiden yang terbuka. Kakinya terasa lemas dan nyari saja bertransformasi menjadi jelly, jika saja Aiden tidak memeluk pinggulnya dengan erat.

"Masih ingin lanjut?" Ucap Aiden sambil mengusap sisa liur di bibir Cinta.

Cinta menggeleng. "Nanti saja setelah tiba di Villa. Aku masih ingin bermain-main di sini, airnya sangat sejuk dan menyegarkan." Tuturnya.

"Baiklah, terserah kau saja." Aiden tersenyum sambil mengacak pelan rambut panjang Cinta.

Tiba-tiba Cinta melepas rompi bertudung yang Aiden pakai. "Kak Ai, sebaiknya lepas saja rompi mu ini." Pintanya dan membuat Aiden mengernyit bingung

"Untuk apa?" Aiden menatap Cinta penasaran.

"Sudah, jangan cerewet, lepas saja." Pintanya sekali lagi. Aiden menurut saja dan melepas rompi hitam bertudung itu dari tubuhnya, dan hanya menyisakan singlet putih yang melekat pas di tubuhnya.

"Cinta apa yang kau lakukan?" Kaget Aiden saat melihat Cinta yang tiba-tiba saja masuk ke dalam air, entah apa yang sebenarnya dia pikirkan.

Cinta tidak menjawab dan hanya tersenyum tiga jari, menunjukkan deretan giginya yang putih. Senyum misterius tersungging di bibirnya. Dan tiba-tiba saja...

Byurrr...

Cinta mencipratkan air ke arah Aiden. Dan sekarang dia tau kenapa istrinya yang bar-bar ini sampai memintanya melepas pakaian segala. Dan inilah alasannya.

"Yakk!! Cinta Qin, apa yang kau lakukan?! Hentikan, kau membuatku basah." Seru Aiden melayangkan protesnya. Alih-alih berhenti, Cinta malah melanjutkan aksinya dan terus saja mencipratkan air itu ke tubuh Aiden.

"Kak Ai, bukankah ini sangat menyenangkan?!" Seru Cinta sambil tersenyum lebar. Dia terus saja mencipratkan air ke wajah Aiden, bahkan dia tidak mau berhenti meskipun Aiden sudah memintanya.

"Cinta!!"

"Hahaha..."

"Kau benar-benar ya!!" Kedua mata Cinta membelalak saat melihat Aiden tiba-tiba melompat ke dalam air. Akibatnya sekujur tubuhnya pun ikut basah kuyup, bahkan air itu masuk ke dalam hidung mata dan telinganya.

"Kak Ai!!!"

"Satu sama, Nona." Aiden menyeringai, menatap Cinta penuh kemenangan.

Cinta mencerutkan bibirnya. Sekarang malah dia yang basah kuyup, dan jika dilihat, Cinta malah mirip dengan seekor tikus yang baru saja kecemplung di dalam got. "Kau menyebalkan!!" Wanita itu menghentakkan kakinya kesal.

Aiden mendengus geli. Bukankah seharusnya dirinya yang marah. Tapi kenapa sekarang malah Cinta yang marah? Dan bukan Aiden namanya jika tidak tau bagaimana caranya mengatasi kemarahan istri tercintanya ini.

Aiden menarik tengkuk Cinta dan meraup bibir tipis itu dengan bibirnya. Mel*mat dan memagut serta mengecap bibir atas-bawah bergantian. Mimik muka Cinta pun tidak seperti tadi lagi, dia terlihat lebih ceria.

Cinta melompat ke dalam gendongan Aiden dan melingkari pinggulnya dengan kedua kakinya. Ciuman mereka yang semula lembut berubah menjadi ciuman panas yang menuntut.

Aiden membawa Cinta ke tepian danau tanpa melepaskan ciumannya. Kemudian dia mendudukkan Cinta di atas batu yang mereka duduki tadi. Ciuman mereka semakin dalam dan menuntut, tak jarang lidah mereka saling membelit dan saling bertukar Saliva.

Dan Aiden baru mengakhiri ciumannya saat melihat nafas Cinta yang mulai naik turun tak beraturan. Pria itu menyeringai. "Masih saja payah, padahal sudah berkali-kali diajari." Ujarnya. Cinta mempoutkan bibirnya. Sekali lagi Aiden mengatakan kalimat yang membuatnya kesal setengah mati.

Dengan lantang dia berteriak di telinga Aiden."ITU KARENA AKU MASIH BELUM BERPENGALAMAN!!" Aiden langsung meringis. Mengusap telinganya yang terasa berdengung karena ulah Cinta.

"Cinta!!"

"Wlekkk.. Rasakan!!" Cinta beranjak dari hadapan Aiden dan pergi begitu saja.

"Gadis Bar-Bar, tunggu!!"

-

Bersambung.

1
Uty Shity Sara
Luar biasa
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
😁😁
Elly Rasmanawati
di villa keadaan sdh tdk aman,mendingan pulang aja cin......
Elly Rasmanawati
baru menyimak tapi sdh berkenan dihati... ditunggu up selanjutnya....
sella surya amanda
lanjut
Ellnara: TAMAT!!!
total 1 replies
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Jeissi
ga usah nyalahin orang lain, semua itu karena kesalahan kamu sendiri 😏
Jeissi
🤣🤣🤣🤣🤣
Jeissi
tuh kan benar bukan kakek kandung aiden, tapi malah sok berkuasa... dih...
Jeissi
Aiden keren 😎
Jeissi
jangan² bukan kakek aslinya aiden lagi, kok kayaknya mencurigakan sih 😏
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Elly Rasmanawati
baru menyimak.....
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Kania Rahman
bagus banget ceritanya Thor 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!