Novel ini mendapat JUARA HARAPAN LOMBA YOU ARE A WRITER SEASON 6
Terima kasih atas dukungannya.
_
_
Blurb :
Akibat kesalahpahaman, Xena Fathari memilih bercerai dengan suaminya yang bernama Evan Dimitri. Gadis itu meninggalkan tanah kelahirannya dengan membawa luka hati. Bagaimana tidak? seorang wanita datang dan mengaku mengandung anak Evan. Hingga saat kembali, Xena tidak bisa menghindari pertemuannya dengan pria itu lagi.
Karena sebuah situasi, Xena terpaksa mengungkit keinginan Evan satu tahun lalu yang memintanya menjadi istri selama 40 hari.
Kini semua terbalik, Xena yang meminta Evan menjadi suaminya selama 40 hari. Akankah Evan bersedia menerima tawaran Xena?
cover by Tiadesign_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Pagi harinya Xena bangun dengan sedikit malas, dia mengusap muka dan melirik ponselnya yang sudah mati kehabisan daya. Terlalu lelah, gadis itu bahkan tidak mengganti baju atau pun mencuci muka.
Beranjak dari ranjang, Xena mendekat ke nakas untuk mengisi daya ponselnya. Tanpa menyisir, dia gelung rambutnya sambil berjalan keluar kamar, menuju lantai bawah untuk mengambil minum di dapur.
Baru saja kakinya menapaki anak tangga terakhir, dia mendengar suara ribut di teras rumah, karena penasaran Xena pun mendekat. Netranya membeliak mendapati Evan yang mengenakan pakaian bersepeda sudah berlutut di bawah kaki Hari tak ada wibawa-wibawanya sama sekali.
“Ayolah Pa! biarkan Xena tinggal bersamaku lagi, aku berjanji akan menjaganya, aku tidak akan menyakiti hatinya lagi, aku janji,” bujuk Evan.
Belum juga Xena bisa menerima keadaan yang terjadi, sebuah mobil pick up masuk ke halaman rumah. Seorang pria turun dari sana dengan dandanan ala orang timur tengah. Evan yang masih berlutut pun menoleh heran, hingga Hari mendorong sedikit bahunya menjauh dan mendekat ke pria itu.
“Ah … sial!” umpat Evan. Ia memilih berdiri karena jurus mengiba memelasnya tidak bisa menaklukkan hati Hari.
“Mbah Lambet, itu dia putri saya yang terkena pelet. Nah … itu laki-lakinya yang melet, dia malah datang ke sini,” ucap Hari.
Xena bingung bahkan mengerjab-ngerjabkan mata. Ia tak percaya Papanya memanggil dukun gobal gabul ke rumah. Evan tak gentar, meski pria yang dipanggil mbah Lambet itu mendekat lalu menatap aneh kepadanya.
Evan malah merapatkan tubuh dan berbisik ke telinga pria paruh baya itu. “Pulang lah Pak, katakan pada mertua saya bahwa putrinya memang jatuh cinta dan cinta mati ke saya, nanti saya antarkan sapi ke rumah bapak, ini kartu nama saya.” Evan secara diam-diam membuka tas pinggangnya lalu menempelkan kartu nama ke tangan dukun itu.
Terang saja Mbah Lambet kaget, matanya berubah berbinar mendengar tawaran Evan.
“Kalau Bapak berkata kami tidak boleh terpisahkan, saya akan memberi satu ekor sapi lagi, tapi jika Bapak menolak, saya akan melaporkan Anda ke polisi. Orang seperti Bapak pasti hanya penipu yang memanfaatkan ketakutan orang lain.”
Dukun abal-abal itu menoleh Hari yang sedang bingung dengan tingkahnya yang malah berbisik-bisik dengan Evan.
Mendapati situasi konyol di pagi hari seperti ini, Xena pun murka. Terlebih papanya malah percaya pada dukun dan menunjukkan kemusyrikan tingkat tinggi.
“Anda sebaiknya pergi, sudah cukup Anda menipu papa saya dengan ilmu yang anda miliki.”
Xena meraih lengan mbah Lambet dan menariknya hingga ke dekat pintu mobil pick up milik pria itu. Ia bahkan membukanya dan melotot, meminta pria itu lekas naik ke dalam mobil dan pergi.
“Pergi!” bentak Xena dengan bola mata yang masih menonjol.
Hari yang bingung mendekat untuk mencegah. Ia meminta dukun itu untuk membantunya dulu sebelum pergi. “Mbah jangan pergi! anak saya gimana?”
Mbah Lambet menatap Evan yang bersidekap dada berdiri di teras, alis mata pria itu naik turun memberi kode agar dia tidak macam-macam dan lebih baik melakukan perintahnya tadi.
“Ini susah, susah sekali. Dukun yang dipakai menantumu itu jauh lebih kuat,” ucap Mbah Lambet asal-asalan.
“Haduh … terus bagaimana?” Hari kebingungan.
“Papa apa-apaan sih? masih percaya sama dukun palsu kek dia.” Muka Xena kesal dan semakin garang.
“Biarkan saja putrimu! jika bersama pria itu, dia akan mendapat kebahagiaan bahkan ketenaran. Mimpi-mimpinya akan terwujud satu persatu dan usahamu akan semakin lancar. Sapimu akan banyak yang bunting di saat yang hampir bersamaan.”
“Benarkah?” tanya Hari.
“Papa!” bentak Xena sambil mengguncang lengan Hari untuk menyadarkan. Ia malu, sangat malu hingga bingung harus menyembunyikan di mana kemaluaannya. Tingkah konyol papanya di depan Evan membuat Xena mati gaya.
“Benar, dia pria yang baik. Putrimu beruntung mendapatkan pria itu.”
Evan menganggukkan kepala, menepuk dada jumawa lalu memulas smirk di bibir. "Evan dilawan."
_
_
_
_
Like
Komen
bagi hadiah 🥰
jangan ngembek terus, jadi kayak Zoya kamu.
di nyanyiin sendiri lagi...
jagal JD kayak sapi om...