NovelToon NovelToon
Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Pelakor / CEO / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Alyssa hidup dalam pernikahan yang hancur bersama Junior, pria yang dulu sangat mencintainya, kini menolaknya dengan kebencian. Puncak luka terjadi ketika Junior secara terang-terangan menolak Niko, putra mereka, dan bersikeras bahwa anak itu bukan darah dagingnya. Di bawah satu atap, Alyssa dan Niko dipaksa berbagi ruang dengan Maureen, wanita yang dicintai Junior dan ibu dari Kairo, satu-satunya anak yang diakui Junior.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Junior berjalan ke meja dan mengambil sesuatu dari laci kabinet. Sebuah kertas dan sebuah pulpen. Alyssa menelan ludah berkali-kali, jantungnya berdegup tak terkendali di dalam dada.

"Tandatangani. Tandatangani surat perceraian ini dan pergi dari rumah ini." Junior mengulurkan kertas itu ke hadapannya. Alyssa menatapnya dengan mata memohon sambil menggeleng berulang kali.

"Aku tidak mau berpisah denganmu…" suara Alyssa serak. "…tolong, sayang."

"Heii, lepaskan Kekasihku. pernikahan kalian sudah selesai. Dari dulu dia ingin menikah denganku, tapi karena kamu, penghalang sialan, kami tidak bisa menikah!" sela Maureen, namun matanya tak lepas dari Junior.

"Jadi kamu benar-benar ingin menceraikanku? Kamu sudah tidak mencintaiku lagi? aku sangat mencintaimu, Junior. Aku benar-benar mencintaimu. Dan aku masih berharap kamu memberi kesempatan pada anakmu… tolong, pikirkan Niko saja. Niko saja. Tidak apa-apa bukan aku. Tolong terima dia. Dia anakmu. Aku tidak mau dia tumbuh tanpa seorang ayah," pintanya sambil berlutut dan menggenggam tangan Junior.

Rahang Junior bergetar saat menatap Alyssa. Ia tidak langsung menjawab. Ekspresi gelap menyelimuti wajah mereka berdua.

"Dan sekedar memberitahumu…" Maureen melangkah mendekat dan berdiri di depan Alyssa. Dunia Alyssa runtuh saat melihat apa yang ditunjukkan perempuan itu, sesuatu yang tak pernah ia sangka diberikan Junior. "…kami sudah bertunangan."

Sebuah cincin. Cincin pertunangan di jari Maureen.

Dengan air mata mengalir, Alyssa menatap Junior sambil terus menggeleng.

"K-kamu sudah melamarnya?"

Mengapa? Mereka masih sah sebagai suami istri. Mengapa Junior melakukan itu?

"Junior, jawab aku. Apa yang dia katakan itu benar? Begitu saja semuanya berakhir? Bukankah aku satu-satunya? Bukankah kamu mencintaiku?" Ia mungkin terlihat menyedihkan di hadapan Maureen, namun rasa sakit di dadanya jauh lebih menyiksa.

"Sejak kamu mengkhianatiku, aku melupakan fakta bahwa aku pernah mencintaimu dan bahwa kamu istriku, Alyssa. Suka atau tidak, kamu akan menandatangani surat ini. Aku ingin segera menghapus nama keluargaku dari namamu." Junior meletakkan kertas itu di depan Alyssa lalu membelakanginya. "Besok aku akan mengambilnya. Jika kamu tidak menandatanganinya, kamu akan berurusan denganku. Dan untuk menjawab pertanyaanmu, ya, aku yang memberikan cincin itu pada Maureen. Aku ingin menikah dengannya dan mendedikasikan hidupku untuknya bersama anak kami. Kamu sudah tidak punya tempat di hatiku."

Junior menarik Maureen masuk ke kamar mereka. Surat perceraian itu basah oleh air mata Alyssa.

Bagaimana nasibnya dan anaknya?

"A-aku tidak percaya dia begitu saja membuang perasaannya padaku…"

Dengan langkah tertatih, Alyssa kembali ke kamarnya bersama Niko. Pandangannya tertuju pada tanda tangan Junior di atas namanya. Ia terus menyeka wajahnya sambil masuk ke kamar mandi. Rasa jijik pada diri sendiri muncul saat ia teringat bagaimana Junior memanfaatkan tubuhnya malam ini.

Besok ia akan mencoba memohon lagi. Junior mabuk malam ini, tidak berpikir jernih. Mungkin saat sadar, ia akan menarik kembali ucapannya. Namun bayangan cincin pertunangan Maureen terus menghancurkan harapannya.

Cemburu. Sakit. Ingin rasanya mencekik perempuan itu.

Alyssa berbaring di samping Niko. Setidaknya ada satu hal yang membuatnya bertahan, anaknya. Niko adalah sumber kekuatannya, sandaran hidupnya, cahaya di tengah gelapnya pengorbanan yang ia jalani.

***

Tak ada yang bisa menyalahkannya jika tubuh Junior saja mampu membuatnya jatuh berkali-kali.

Pukul empat pagi, Alyssa bangun untuk menyiapkan sarapan suaminya. Wajahnya tampak kosong saat menatap dirinya di cermin. Niko baru masuk sekolah siang nanti, jadi ia belum membangunkannya.

Di tengah tangga, Alyssa menatap rumah besar itu, rumah yang telah ia tempati hampir enam tahun. Jika ia harus pergi, ia tahu betul betapa ia akan merindukan rumah itu. Dan lebih dari segalanya, ia akan merindukan Junior.

Pagi itu, air mata menjadi sarapannya. Ia menyiapkan masakan dan mulai memasak. Pukul 05.30 Junior akan keluar, rapi dengan setelan jas bisnisnya.

Setelah memasak, Alyssa masuk ke kamar Junior, kamar tempat mereka bercinta semalam. Di sanalah ia menyetrika pakaian suaminya. Junior masih sangat muda ketika menjadi CEO bisnis perhiasan keluarganya. Hotel dan resort milik mereka tersebar di berbagai kota di Indonesia dan berbagai negara, terkenal dengan pelayanan dan kemewahannya.

Junior adalah pria cerdas, salah satu miliarder termuda di negeri ini. Namun demi warisan sang kakek, ia diwajibkan menikah.

Usai menyetrika, Alyssa meletakkan pakaian itu di atas ranjang. Saat keluar, pintu kamar Maureen terbuka. Junior muncul tanpa baju, rambut acak-acakan. Tatapan mereka bertemu tanpa emosi. Alyssa menunduk menghindari tatapan dingin itu.

Namun, ia tetap tampan. Tubuh Alyssa bereaksi tanpa ia kehendaki.

"Selamat pagi, sayang," ucapnya pelan.

"Apa bagusnya pagi ini?" jawab Junior dingin lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintu.

Tak apa. Ia tetap tampan.

Alyssa menyiapkan kopi untuknya. Syukurnya, Junior selalu menghabiskan masakan yang ia buat, tak pernah mengeluh.

Saat Junior turun hanya mengenakan celana boxer, Alyssa refleks terbatuk. Tubuh suaminya berkilau, jelas menonjol di balik kain tipis.

"Apa? Jangan tatap tubuhku," ucap Junior ketus.

"M-maaf."

"Kamu sudah menandatangani suratnya?" tanyanya sambil duduk di meja makan.

"Junior… kenapa kita harus bercerai? Bagaimana dengan Niko?"

"Kenapa aku harus menerima anak yang bukan darah dagingku?" alis Junior menyatu.

Alyssa duduk di sampingnya dan menggenggam tangannya. "Ulang tahunnya bulan depan. Tolong… setidaknya hari itu saja. Buat dia merasa punya ayah."

Junior menarik tangannya. "Kairo satu-satunya anakku. Minta belas kasihan pada pria yang menyentuhmu. Jijik."

Air mata Alyssa jatuh.

"Tidak ada pria lain. Hanya kamu…"

"Pembohong. Pergi sebelum aku memberikan makanan ini ke anjing."

Ia tetap bertahan. "Tolong, Junior. Kasihan Niko."

Junior membanting garpunya. "Aku ulangi, Alyssa Asveil Brixton. Aku bukan ayah anakmu. Dia hasil pengkhianatanmu. Aku tidak akan pernah mengakuinya."

"Junior!" Alyssa hendak mengejar, namun mereka terdiam saat melihat seorang anak berdiri di depan meja makan, terisak pelan.

"Niko…"

"Daddy…" suara anak itu bergetar. "Tolong terima aku… aku akan jadi anak baik. Aku ingin punya Daddy. Mereka mengejekku karena aku tidak punya ayah…"

Alyssa jatuh terduduk.

"Please, Junior…" pintanya lirih.

Junior berlutut di depan Niko.

"Aku bukan ayahmu."

Hati Alyssa hancur.

"Tapi Daddy adalah ayahku… Mommy bilang aku lahir dari cinta. Kenapa Daddy tidak mau menerimaku?"

Junior berdiri. "Kamu tidak akan pernah menjadi anakku."

Alyssa memeluk Niko erat saat Junior pergi.

"Mommy… aku bukan anak Daddy?" tangis anak itu.

"Tidak, Nak. Daddy-mu adalah Daddy Junior. Mommy akan terus berusaha."

Niko mengangguk lemah.

"Aku berharap Daddy tidak akan membuatku membencinya selamanya…"

Kata-kata itu menghantui pikiran Alyssa.

1
kalea rizuky
menye menye alisya males dahh
kalea rizuky
pergi jauh alisya enak aja qm sama anak mu cm di jadiin cadangan doank dih laki goblokkk
Asyatun 1
lanjut
Oma Gavin
waduh ini yg koma istri edgar jgn seneng dulu kamu maureen hbs ini giliran edgar yg akan menghabisi mu dan hans
Anonymous
LEMAH AMAT 🤣
Asyatun 1
lanjut
Anonymous
Alyssa mental Slime
Ma Em
Alyssa bulatkan tekadmu pergilah ke Amerika lbh baik Alyssa dan anak2 tinggal di Amerika , Alyssa hrs bisa melupakan Junior emang Junior tetaplah papanya Niko dan Cecil itu tdk akan ada yg bisa menggantikannya , aku tdk sukanya sama Alyssa tetap saja lemah dan bodoh msh saja TDK bisa move on dari Junior sama saja Alyssa dipakai tambah lumayan sama Junior dulu dicaci dihina dan diusir dibuang seperti sampah tapi Alyssa sdh melupakan momen itu .
Ma Em
Alyssa akhirnya kamu emang selalu kalah dari Maureen kamu yg bodoh Alyssa msh saja percaya sama Junior , Junior tetap saja memprioritaskan Kairo daripada Niko , lbh baik kamu lupakan Junior lbh baik kamu keluar negeri lagi jgn tinggal di indonesia lagi lupakan Junior carilah kebahagiaanmu dan anak2 Alyssa .
Asyatun 1
lanjut
Adinda
Alysa tolol udah dibuang,difitnah direndahkan masih mau bertahan
Adinda
wanita tolol udah dibuang kayak sampah masih saja bodoh
kalea rizuky
kapok goblok sih jd orang menyia nyiakan anak dan istri demi anak haram
Oma Gavin
nah bener kan kairo bukan anak junior sudah jelas dari kelakuan nya mirip maureen kamu saja yg oon bin goblok junior selama ini kamu hanya dimanfaatkan maureen jelas" selingkuh dgn hans kamu masih saja ngga test DNA udah dari awal kamu ragu wajah ngga ada miripnya dgn kamu masih saja kamu pertahankan, semoga kamu juga ditinggalkan sama alyssa dan niko, cecil biar komplit penderitaan mu junior
Anonymous
ole ole balikan... DASH DASH OHRANGER
Anggrenioi
okeee
Anita Rahayu
cerita kamu memuakkan dan jenuh thor karakter cowo gk tegas dan plin plan begitu juga dgn cweknya gk sukalah bacanya
kalea rizuky
Alisa lemah lembek tolol lawan bodoh
kalea rizuky
sekali lacur ttep lacur
kalea rizuky
klo balik q ksih rating jelek. ini. novel liat aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!