NovelToon NovelToon
Ujung Ombak Di Kaki Senja

Ujung Ombak Di Kaki Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Bad Boy / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:460.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

"Kamu, Istriku! Namamu Senja, Aku ingat itu."

Naurally Senja Hafidza. Seorang santri Wati yang pernah mondok di salah satu pesantren dekat pesisir Pangandaran. Merasa terkejut tatkala seorang pria berwajah tampan namun berambut gondrong dan berpenampilan bak berandal, yang memang pernah la temui beberapa kali di pantai tempat ia menghafal Al-Qur'an ketika sore hari. Tiba-tiba hadir di depannya dan mengakui bahwa Senja adalah Istrinya.

"Maaf, kita baru beberapa kali bertemu dan dalam ketidak sengajaan. Mana mungkin saya adalah Istri Saudara."

Sedangkan di posisi laki-laki tersebut, yaitu Keindra Alif Hibridzi, saat ini ia sedang mengalami amnesia, pasca bangun dari koma, akibat kecelakaan motor beberapa bulan yang lalu. Di dalam ingatannya, hanya menyisakan seorang nama saja yaitu Senja. Parahnya lagi, di ambang halusinasinya, Senja adalah seseorang yang pernah ia nikahi dan saat ini adalah Istri Sah nya.

UJUNG OMBAK DI KAKI SENJA. Mari mulai baca saja, Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Symbol Huruf K.S

Dua bulan kemudian,

Kei, sudah resmi menjabat CEO dari H.Z corp. Sedangkan Senja, sudah hampir dua bulan ini sibuk melayani Kei sebagai istri juga sibuk dengan perkuliahan.

Siang itu Kei sedang di kantornya, membaca berkas-berkas kerjasama dengan perusahaan lain.

"Ka! yang ini masukkan ke daftar hitam dulu, gue masih menyelidiki seluk-beluk perusahaan ini."

"Baik! ada lagi?"

"Tiga perusahaan ini, tolong di pending dulu hingga dua Minggu kedepan, perusahaan mereka ada masalah dengan Bank!" ujar Kei.

"Ok!"

"Yang lain ACC!"

"Segera di proses Bos!"

Sedang asik bicara masalah perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya. Tiba-tiba saja mereka di ganggu oleh ketukan pintu dari arah luar.

"Masuk!" suara Kei.

Masuklah seorang perempuan dengan beberapa berkas di tangannya.

"Selamat siang, Pak!"

"Siang! siapa kamu?" tanya Kei, pasalnya orang di depannya asing baginya.

"Perkenalkan, saya Alina! sekretaris Anda Pak!" jawab perempuan tersebut yang bernama Alina.

Kei tidak menanggapi apapun!

"Ka, telepon Bang Willy! tanyakan mengenai perempuan ini!" pinta Kei dengan suara dingin.

"Baik, Bos!" Arka segera menelpon Willy untuk menanyakan tentang sekretaris baru tersebut. Setelah beberapa detik bicara, Arka segera mengakhiri pembicaraan dengan Willy.

"Bang Willy yang mengirimkan Nona Alina ini Bos! untuk meringankan pekerjaan kita. Bang Willy meminta maaf jika tidak bicara dulu, dia sedang ke UK bersama Bapak!" ujar Arka.

"Baik! selamat bergabung dengan perusahaan kami, Nona! silakan kembali ke tempat Anda!" ucap Kei.

"Terima kasih Pak! saya akan bekerja dengan baik." Alina pun memberikan berkas yang ia bawa, lalu pamit dari ruangan Kei.

"Waktunya makan siang Ka! antar menjemput Senja. Sudah reservasi restoran kan?" tanya Kei setelah Alina keluar ruangan.

"Baik Bos! sudah!"

"Ya ampun Ka! lama-lama lu gak asik, sudah mirip Bang Willy, kaku! mana lu yang dulu?" tanya Kei.

"Hem, tuntutan perkerjaan Bos!" jawab Arka.

"Ka! walaupun lu kerja sama gue sebagai Asisten, tapi lu tuh masih sahabat gue, partner kerja, bukan bawahan gue!"

"Ya iyalah bukan bawahan lu Bos! bawahan lu mah yang di dalam Celana, cuma Senja yang bisa lihat," Arka tertawa.

"Eh si kampret!"

"Sorry Bos! gue keluar dulu mau nyiapin mobil!" Arka masih tertawa. Kei melemparkan sebuah map kosong ke arah Arka sembari senyum-senyum.

Kei ingat kata-kata Arka tentang bawahan di dalam celana, maka ingat pula akan Senja. Tadi pagi Senja teriak-teriak dan jingkrak- jingkrak di kamar mandi karena ada kecoak. Hingga handuknya lepas dan pemandangan indah pagi, Kei bisa melihat bawahan Senja tanpa sensor walaupun hanya beberapa detik.

**

Kei sudah berada di depan kampus tempat Senja kuliah.

"Aku di depan, Sayang!"/ Kei

Tring!

Notifikasi pesan masuk di ponsel Senja. Lalu Senja yang sedang mengobrol dengan beberapa teman sekelasnya segera melihat Chat di teleponnya.

Senja tersenyum begitu ia lihat siapa yang mengirimkan chat.

"Aku segera keluar, Ay!"/ Senja.

Pesan tersampaikan kepada Kei dan nampak telah di baca.

"Em...teman-teman, aku pulang dulu yah, suami ku sudah di depan menjemput Aku." pamit Senja.

"Yah! koq cepat sekali di jemputnya." Protes salah satu teman Senja.

"Ia nih Naura! baru juga ngobrol!" ujar teman lainnya.

"Yah gimana dong! sudah di jemput!" Senja merapikan buku-bukunya, dengan tersenyum. "Gini deh, Insya Allah! besok, kalian aku traktir makan, kebetulan honor aku dari rancangan gaun pengantin kemarin, sudah masuk! gimana?" tanya Senja.

"Ok deh Naura!" ucap serempak teman-teman Senja.

Senja membantu mendesain gambar untuk gaun pengantin Syar'i di butik kenalan Mami Kei, satu rancangan yang di pesan hingga di beli, maka Senja akan mendapatkan honor dari penjualan sesuai kesepakatan.

Fashion Design, adalah jurusan kuliah Senja. Kei sempat tertawa, karena tidak menyangka Senja yang jebolan pesantren dan Hamilul Qur'an justru memilih kuliah yang tidak ada hubungannya dengan keagamaan.

Alasan Senja, ia miris melihat fashion saat ini banyak yang berhijab namun, lekukan tubuh masihlah terlihat, ia ingin mengajak para perempuan agar bisa modis dan modern namun, dengan tidak mempertontonkan lekuk tubuh apalagi aurat. Alasan yang masuk akal bagi Kei.

"Assalamu'alaikum, Ay!" sapa Senja dengan mengecup tangan kanan Kei saat telah masuk ke dalam mobil dan duduk di sisi Kei.

"Wa'alaikum salam, Sayang!" balas Kei dengan mengecup kening Senja.

"Nunggu lama, Ay?"

"Tidak kok! peluk Aku!" pinta Kei. Senja sempat melirik ke arah Arka di balik kemudi.

"Ekhem!" Arka berdehem. "Lalat jadi saksi!" sindir Arka dengan sedikit batuk.

"Kampret lu mah! bukan lalat!" Arka mengekeh. Kei dengan cueknya memeluk Senja.

"Malu, Mas!" bisik Senja.

"Biarkan! agar dia iri lalu cepat kawin." balas Kei.

"Nikah, Ay!"

"Oh ia, nikah! lah kalau kawin mah dah sering ya Ka?" Kei tertawa.

"Enak aja! ganteng ganteng gini gue masih perjaka tingting. Tar nikah dulu baru kawin, Elu juga yang dah nikah belum kawin." ledek Arka.

"Setidaknya gue dah gak suci."

Kei tambah tertawa. Namun ia segera diam saat melihat raut wajah Senja murung.

"Maaf, Sayang! kita hanya bercanda." Kei berbisik di telinga Senja sembari mengecupnya, membuat Senja menggeliat karena geli dan desiran lain pada tubuhnya.

"Hem, aku ngerti!" Senja tersenyum, Kei makin memeluk erat Senja.

"Bacakan satu surah pendek untuk ku!" Pinta Kei, dengan tersenyum lembut dan menatap Senja penuh kasih sayang. Ibu jarinya mengelus halus pipi Senja yang nampak makin cantik, Senja melakukan perawatan di salon Muslimah karena ajakan sang Mami. Wajah Senja makin putih mulus dan nampak merona tanpa makeup sekalipun.

"Tentu, Ay!" Senja melafal Basmallah lalu, ia membacakan sebuah surah Ayat suci Al-Qur'an dengan merdunya, hingga Kei memejamkan mata untuk meresapi Ayat tersebut. Arka pun di buat takjub oleh suara merdu Senja.

**

Senja dan Kei sudah berada di dalam restoran. Ruang Vip Kei pilih. Arka sudah kembali ke kantor. Kei akan pulang bersama Senja di jemput supir Sang Mami.

"Mas, mengapa harus di tempat semewah ini, hanya untuk makan Siang?" tanya Senja. Pasalnya semenjak ia tinggal di Jakarta, Kei selalu memberikan fasilitas terbaik.

Belum lagi Kei dan orang tuanya selalu memanjakan Senja dari mulai makanan hingga pakaian dan pekerjaan. Senja tidak di perkenankan memegang pekerjaan sedikit pun kecuali hanya sekedar membuatkan makanan atau minuman ringan untuk Kei, itupun Senja yang memaksa.

"Karena ini tempat yang pantas untuk mu! aku ingin kamu selalu bahagia selama menikah denganku, hingga kamu lupa bagaimana caranya menangis. Aku percaya bahwa, sumber rezeki dan keberkahan ku ada dalam kebahagiaan istri ku!" ujar Kei, membuat Senja berkaca-kaca.

Senja merasa tidak adil terhadap suaminya. Tidak pernah menuntut lebih darinya, kini malah banyak memberikan hal lebih untuknya.

"Ayank! terima kasih," Senja memeluk Kei, Senja berani melakukannya karena tidak ada orang di ruangan tersebut selain dirinya dan Kei.

"Terima kasih kembali Sayang ku!" Kei membalas pelukan Senja. "Aku punya hadiah untuk mu! design berlian terbaru dan belum aku publish! ini limited edition, jikapun ada yang sama, tidak akan ada ukiran nama kita berdua di dalamnya."

Kei merogoh kantong jasnya. Lalu ia mengeluarkan sebuah kotak kecil. Cincin dengan batu berlian ber-design unik di atasnya.

Kei menyematkannya pada jari Senja. "Lihat, cantik!" ujar Kei.

Senja mengamati cincin tersebut dengan tersenyum. Lalu ia kecup pipi Kei dan Kei memajukan bibirnya. "Ish, malu nanti ada yang melihat."

"Tidak Sayang! para waiters akan masuk jika ku panggil." Ujar Kei, akhirnya Senja mau mengecup bibir Kei. Namun, dasar Kei yang iseng, ia menarik bibir Senja hingga kecupan kecil itu berubah makin dalam.

"Mas! jahil deh," pekik Senja dengan nafas tersengal. Kei hanya mengekeh dengan menjilat bibirnya sendiri bagai sedang makan es krim.

"Manis sekali." goda Kei dengan tersenyum. Membuat Senja malu. "Sini, aku perlihatkan ukiran nama kita di dalam berlian ini."

Kei, mengajak Senja duduk dengan bersebelahan. Lalu ia mengeluarkan senter kecil mirip korek api, dan ia menyalakan kamera ponselnya.

"Nih Sayang! jika ini di senter memakai senter khusus ini dari arah samping dan lalu di sorot kamera tanpa blitz. Maka akan muncul dengan jelas ukiran Symbol nama kita berdua," Ujar Kei, ia mempraktekkan apa yang ia katakan.

Betul saja, Senja tercengang, nampaklah sebuah ukiran Indah Symbol huruf K.S yang di gabungkan dan nampak jelas di dalam kamera. Huruf kapital itu berwarna Hijau dan seperti memancarkan cahaya. Padahal bila di lihat sekilas dengan mata telanjang, cincin itu mirip cincin biasa dengan ukiran permata di atasnya.

"Masya Allah, bagus sekali Mas!"

"Suka?"

"Suka, sekali!"

"Alhamdulillah, kalau kamu mengijinkan, aku akan membuat cincin initial dengan ukiran berbeda dan bentuk berlian berbeda untuk dipasrkan. Dengan edisi terbatas dan lima puluh persen dari hasil penjualan akan aku sumbangkan di badan amal.

"Aku Setuju!" tanpa banyak kata Senja langsung menyetujuinya. Kei mengecup tangan Senja berkali-kali sebagai bentuk kebahagiaannya.

Akhirnya Kei memanggil Waiters untuk menghidangkan makanan. Makan siang pun di warnai obrolan ringan seputar pekerjaan Kei dan perkuliahan Senja.

**

Di Australia.

Seorang wanita cantik bertubuh ramping nan seksi dengan gaya pakaian cukup terbuka, nampak duduk tenang menikmati waktunya di sebuah cafe. Sepertinya sedang menunggu seseorang.

Tidak berapa lama datanglah dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan.

"Hai, sini!" panggil si perempuan cantik itu.

"Hai Rhailla!" perempuan itu adalah Rhailla, yang katanya tunangan Kei.

"Hai, Lira, Erza! apa kabar?"

"Kami baik!" jawab keduanya. Lalu mereka duduk.

"Bagaimana?" tanya Rhailla.

Sebelum menjawab, Lira dan Erza saling pandang. "Kei memang telah kembali ke Jakarta. Namun, dia sudah berubah. Yang aku dengar, Kei sudah menjadi CEO H.Z corp, pergerakan Kei terbatas sepertinya, kami berdua tidak dapat menemui Kei." Jawab Erza.

"Bahkan, Kei seperti tidak mengenali kami, saat beberapa waktu lalu berpapasan di sebuah Mall, dia bersama seorang wanita berkerudung dan juga seorang laki-laki sebayanya." Sambung Lira.

"Masa sih Kei seperti itu? lalu siapa wanita itu?" tanya Rhailla.

"Kami pun tidak tahu siapa wanita itu, yang pasti dia cantik! dan tangan Kei nampak bertautan dengan tangan perempuan tersebut. O yah! tampilan Kei juga saat ini jauh berbeda. Tidak ada lagi kesan urakan. Dia berpenampilan layaknya pengusaha muda pada umumnya, modis dan Fashionable." timpal Lira kembali.

"Hem, kok bisa Kei memegang tangan perempuan itu? siapa dia?... Kei, aku amat merindukan mu, senyuman mu! suara mu! ah Kei." ujar Rhailla dengan tersenyum.

"Dua Minggu lagi aku pulang ke Jakarta. Di sini pekerjaan ku sudah rampung dan kalau semuanya lancar, aku mendapatkan tawaran untuk menjadi model berlian limited Edition namun, aku belum tahu dengan perusahaan perhiasan mana!" terang Rhailla.

Ternyata Rhailla ini adalah seorang model. Dari mulai model pakaian hingga model perhiasan. "Ok, semoga pekerjaan kamu lancar Rha!" ucap Lira dan Erza.

"Thanks," senyum Rhailla.

"Tapi, sebaiknya jangan mengganggu Kei, Rha! sudah, lebih baik kamu ikhlaskan Kei dan carilah pengganti Kei." pinta Lira.

"Entahlah Lir, aku belum bisa move on dari Kei, tapi akan ku coba." balas Rhailla.

"Ok!" jawab Lira, Lalu mereka melanjutkan percakapan ke hal lainnya.

***

Dua Minggu kemudian.

Senja baru saja hendak pulang dari kampus, ia telah di tunggu Kei di parkiran. Namun, Senja di tabrak seorang Mahasiswi lainnya.

Bruk!

Buku yang Senja pegang pun terjatuh.

"Astaghfirullah'aladzim!" pekik Senja.

"Ya Allah Maaf Kak! aku tidak sengaja!" ucap si Mahasiswi tersebut, merasa tidak enak hati.

"Tidak apa-apa," Senja segera membungkuk untuk mengambil bukunya. Mahasiswi itu pun ikut membantu. Sepertinya ia anak baru yang sedang di pelonco para senior.

Itu nampak dari pakaian yang warna warni, hijab dengan berbagai pita yang di tempel memakai peniti, lengkap dengan name tag, bertuliskan kambing imut. Ini Memang tahun ajaran baru, maka dari itu para senior sedang giat-giatnya melaksanakan ospek.

"Ini bukunya Kak! Loh, Kak Naura?" pekik Mahasiswi tersebut.

"Hooo, Masya Allah Syabie!" Pekik Senja pula dengan raut terkejut namun, tersenyum ceria pada akhirnya.

"Masya Allah Kak! dunia begitu sempit! kita kok bisa bertemu di sini!" ujar gadis yang di panggil Syabie tersebut.

"Kamu...?"

"Aku ikut Kakakku dan kuliah di sini, Kak! Alhamdulillah Kakakku memilki pekerjaan bagus dengan gaji yang cukup! maka dari itu aku di bawanya kemari dan kuliah di sini," jawab cepat Syabie.

"Jurusan apa?" tanya Senja.

"Kedokteran Kak!" jawab Syabie.

"Alhamdulillah! O yah maaf, kapan-kapan kita bicara lagi, Kak Naura sudah di tunggu Suami Kakak di parkiran!" pamit Senja.

"Silakan Kak! Alhamdulillah, jadi Kakak sudah menikah?" Aku turut bahagia atas pernikahannya Kak! sudah berapa lama?" ujar Syabie.

"Alhamdulilla, sudah Hampir delapan bulan, Sya! ini nomor telepon Kakak! kamu hubungi saja ya, nanti bisa janjian bertemu," ujar Senja sembari menulis nomor teleponnya di dalam secarik kertas dan memberikannya pada Syabie.

"Terima kasih! tentu Kak!"

Akhirnya setelah saling cipika cipiki merekapun berpisah. Syabie masuk kembali ke area kampus dan Senja menghampiri Kei di parkiran.

"Kok lama, Sayang?" tanya Kei saat Senja masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingnya.

"Maaf Ay! baru saja aku bertemu adik Kobong ku! ketika di pesantren!" jawab Senja.

"Siapa?" tanya Kei.

"Namanya Syabie!" jawab Senja. Arka yang sudah menjalankan mobil, diam diam ia menyimak. Kei yang mendengar nama orang itu langsung diam.

"Hei Ay! Syabie itu perempuan, nama aslinya Sabrina." Senja tahu Kei cemburu.

"Sungguh?" Kei langsung sumringah setelah Senja mengangguk dengan pasti dan tersenyum.

"Sabrina?" gumam Arka, "Apakah Sabrina si lesung pipi dan gadis imut itu? ah, ada banyak Sabrina di Indonesia ini. Lagi pula dia di Bandung!" batin Arka, hingga ia lupa pada dua insan halal di belakang, yang sedang berbuat nakal menggunakan bibir mereka dan di tutupi map berukuran lebar.

Bersambung...

1
Renesme
Baguuus 👍👍👍
Heryta Herman
hahaha..batal deh mas kei mesra"an sama ayank senja gara" tamu bulanan...
Heryta Herman
selalu saja ada orang ke tiga/pelakor,dlm cerita/novel..apapun genre nya...
bikin nge drop dan malas bacanya...
walau ujung cerita nya bahagia...
Gladys Aira
Luar biasa
Balqis Adzraa
Bagus 👍 banget ceritanya,, sukses terus
Ukhty fillah
👍👍
Follow Author.IG: rosenoor_193
Good
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow Author.IG: rosenoor_193: 🙏🙏🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
Sulaiman Efendy
GK ADA CERITA KHUSUS BUAT ANAK2 MEREKA KAH THOR, SERU KYAKNYA KLO OTHOR BUAT CRITA ANAK2 MREKA..
Follow Author.IG: rosenoor_193: ada sih tapi belum ada waktu nulisnya 🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
PERASAAN YG HAMIL DLUAN SYABIE, KOQ MLH SNJA YG LHIRAN DLU...
Sulaiman Efendy
ITU PASTI KERJAA ILLA..
Sulaiman Efendy
HADIAH SPCIAL SENJA PASTI AKN BRIKAN HAQ SUAMI ATAS DIRINYA.
Sulaiman Efendy
PACAR ALIAS KUTEK WILL😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
QYANA HRS CERITA KE ETHAN TTG KLICIKAN ILLA..
Sulaiman Efendy
DLU KEI CINTA QYANA, TTPI QYANA CINTA MA ETHAN, GK NYANGKA BANGET...
TERNYATA QYANA BKN 11-12 DGN RHAILLA, TTPI 1-100,, SEMUANYA ULAH LICIK ILLA RUPANYA..
Sulaiman Efendy
QYANA DN RHAILLA SMA SAJA TUU, 11-12..
BETUL KATA SENJA, MASA KLO UDH NIKAH MSH NONGKRONG DI CLUB BRSAMA LKI2 YG BKN MAHRAMNYA, MMG HRS DISELIDIKI...
Sulaiman Efendy
UNTUNG ADA ALINA YG BERITAHU...
Sulaiman Efendy
SYABIE DI JODOHIN MA ARKA AZA TUUU..

KOQ KEI PELUKAN MA RILLA, ADA APA...??
Sulaiman Efendy
SEBENARNYA PALING MALAS KLO BCA CERITA ADA ORG2 MASA LALU KDUA PASANGN YG BRPOTENSI GANGGU KBAHAGIAAN TOKOH DI CERITA..
Rina Susilowati
ceritanya bagus bener..singkt tapi banyk pelajaran yg diperik.. terima kasih ka ROS SY BERHARAP ADA SQUEL DARI ANAK KE , ARKA , ETHAN DAN WILI..PASTI KEREN
Follow Author.IG: rosenoor_193: Terima kasih Akak. Nanti di pikirkan ya 🤗🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!