Menikah untuk balas dendam?
Pernikahan yang diawali sebuah kesalahan, pernikahan yang didasari sebuah pembalasan membuat trauma dan rasa takut dialami oleh sang pengantin bernama Alina.
Rasa cinta menjadi rapuh dan berubah menjadi ketakutan, sampai ketika kebenaran terungkap, jika sang pengantin tidak melakukan kesalahan apapun.
Penyesalan dan kesedihan menggerogoti hati Barata, akan tetapi dia tetap tak mau melepaskan Alina dari genggamannya.
Jangan lupa follow ig author ya: @anak_kost_joy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anak Kost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau monster
***
"Ternyata kau disini, apakah sudah puas main petak umpet nya? apakah sudah puas bermain dengan selingkuhan mu istriku?" suara yang rasanya seperti pedang menusuk dalam.
Menusuk dan mengerikan, tetapi disaat yang sama hati bodoh yang salah tempat merindukan nya.
Setelah mendengar suara yang ia kenali itu, Alina tidak berani melihat ke belakang, dia bergetar hebat dan tubuhnya menjadi kaku.
“Sayang, apakah kau kira mengasut sahabatku bisa menyelamatkanmu? Mau lari kemanapun kau, aku pasti bisa menyelamatkanmu,” bisik Barata sembari merangkul Alina dari belakang.
“Srek!”
Alina langsung melepaskan tangan Barata dengan paksa, lalu ia berjalan mundur dengan tenaganya yang tersisa.
“Kau sebenarnya mau apa dariku? aku tahu kau sangat membenciku tapi kenapa kau bisa sangat tega menyiksaku? Aku bilang aku tidak melakukannya kau tidak percaya padaku,"
"Barata, ku mohon lepaskan saja aku ya, atau kau bisa membunuhku saja, aku sudah tidak bisa menerima perlakuan itu apalagi darimu, aku tidak mau melihat kedua orang itu menarik rambutku, melukai aku padahal aku tidak mengenal mereka, setiap malam aku bermimpi buruk karena itu, jika kau melanjutkan ini aku mungkin tidak akan bisa hidup lagi, tolong lepaskan aku!” teriak Alina mengeluarkan semua rasa sakitnya.
Walau dia tahu kata-katanya tidak akan berpengaruh tetapi dia tidak ingin kembali ke mansion mengerikan itu lagi, dia tidak mau bertemu kedua pelayan mengerikan yang menyiksanya itu.
Selama Alina berbicara, Barata melihat ekspresinya, wajahnya yang pucat lalu pergelangan tangannya yang dibalut dengan perban.
“Tak … Tak … Tak!”
Barata melangkah dengan cepat lalu meraih tangan Alina.
“Apa yang kau lakukan? ada apa dengan ini?” bentak Barata melihat perban itu, dia langsung tahu jika Alina pasti baru melakukan percobaan bunuh diri.
“Heh, kau tidak usah peduli hal kecil seperti ini, ini belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang kau lakukan Barata, berhenti pura-pura peduli dan lepaskan saja aku! aku bilang biarkan aku pergi!” dengan sekuat tenaga Alina memberontak, mendorong Barata dengan sekuat tenaga dan tetap berusaha melepaskan dirinya.
"Bagaimana aku bisa membiarkan istriku pergi? apakah kau lupa kau sudah menjadi istriku? diam saja dan ikuti aku pulang!" geram Barata menarik tangan Alina yang satunya lagi, yang tidak dibalut dengan perban.
Alina yang memang masih lemah tidak bisa apa-apa, dia mengikuti langkah kaki Barata yang tidak cepat malah lambat seraya menangis tersedu-sedu.
"Masuk!" ketus Barata membuka pintu mobilnya yang ada di sekitar rumah Lucas itu.
"Tidak mau!" balas Alina menahan tangisnya yang tiada henti.
"Aku hitung sampai tiga!" geram Barata berdecak kesal.
"Satu ... dua ... ti!"
"Monster, kau monster jika kau tahu kebenarannya aku tidak akan mau memaafkan mu!" ketus Alina selalu saja bisa tunduk dengan kearoganan Barata ini.
***
Akhirnya Alina duduk didalam mobil, diikuti Barata yang duduk di sampingnya.
"Lucas tidak bersalah! dia hanya kasihan padaku dan ...."
"Berhenti memanggilnya! Lucas Lucas Lucas!!! sesuka itu kah kau padanya?! dan satu lagi ya, jika kau berani menyakiti dirimu sendiri lain kali, aku akan menarik investasi ku di perusahaan ayahmu dan membiarkan nya bangkrut!" suara yang lagi-lagi terdengar dalam dan memekik, matanya tajam melihat Alina seolah mencari sesuatu.
Sedangkan Lucas yang sedang bersama Ben dan lelaki asing itu sedang membicarakan sesuatu.
"Ben, kau tahu kan Tuan mu menjadi sangat gila!" seru Lucas pada Ben.
Ben yang tidak ingin menghina tuannya hendak pergi tanpa menjawab hanya meninggalkan lelaki yang sedang diikat itu tinggal bersama Lucas.
"Apakah ada pesan untuk Tuan Barata?" seru Ben dengan senyuman kakunya.
"Cih! kau pun tidak berubah! masih sok kaku! katakan pada Tuan mu, aku akan datang padanya saat aku menemukan bukti kuat! dan membawa Alina, saat itu aku akan memastikan dia menceraikan Alina! dan dia tidak akan memiliki hak lagi padanya! yah, dia juga pasti tahu aku tidak akan menyerah!" geram Lucas mengepal tangannya kuat sekali.
"Baik Tuan Lucas, saya mohon pamit!" jawab Ben pada Lucas yang sedang uring uringan karena marah tidak bisa melakukan apapun saat ini.
Mau bagaimana pun ucapan Barata benar, jika Alina masih berstatus istri Barata, yang artinya Lucas belum bisa melakukan apapun sebelum buktinya ada.
***
Jangan lupa di like dan berikan saran membangun nya ya, dan follow IG author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana. 🥰
Terimakasih
Terima kasih utk karyanya Kak & sehat2 slalu 🙏🏼💐💪🏼🤗
pola pikir pria egois adalah mereka melaknat pebinor tapi memuja dan lembut pada pelakor
begitu juga
pola pikir wanita egois adalah mereka melaknat pelakor tapi memuja dan lembut pada pebinor
dan fakta walau kalian selalu bela diri dengan mengatakan novel hanya karya, hanya halu, hanya fiktif, mau apapun itu novel adalah hasil dari pola pikir novelis itu sendiri