Season1
Dita merupakan gadis cantik yang selalu di kucilkan keluarga nya, di saat pesta ulang tahun saudari tirinya bernama Sheila menjebaknya dengan mencampurkan obat perangsang di minuman Dita.
Nathan, seorang Ceo tampan yang banyak di kagumi oleh kaum hawa. Nathan yang menderita mysophobia yang alergi jika di dekati oleh wanita maupun di sentuh.
Sahabat nya bernama Daniel prihatin akan phobia Nathan hingga nekat memberi obat dan menyewa seorang pemuas nafsu.
Season ke 2
Menceritakan kehidupan dan perjalanan cinta dari twins L. Al yang gila dengan pekerjaan dan juga perfeksionis, sementara El kebalikan dari itu.
Lea, adik dari twins L yang sangat manja dengan IQ standar. Dia sangat mengagumi wajah pria yang berparas tampan, hingga banyak pria yang salah paham dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Riko melihat jelas wajah Nathan yang tersentak kaget, "apa kamu tidak mengingatnya?"
"Aku tidak mengingat apa pun mengenai malam itu. "
"Jika kamu tidak percaya, lihat saja rekaman Cctv di waktu itu. Aku pergi dulu, semoga kamu mengingatnya, " Riko menepuk pelan bahu Nathan dan pergi meninggalkan tempat itu.
Pikiran Nathan melayang saat mencerna semua penuturan Riko sang rekan bisnisnya, dia melangkahkan kaki menuju kamar dengan langkah gontai. Pikiran kacau berkecamuk, berusaha mengingat kejadian di malam itu.
Nathan mendekati sebuah cermin besar sembari melihat dirinya, "Aaargh....kenapa aku tidak mengingat apa pun, " Nathan yang mengepalkan tangan di sudut meja sembari memukul cermin di depannya.
Serpihan dari cermin itu menggores tangannya hingga berdarah, darah yang menetes tak membuat nya merasakan sakit, dia berusaha mengingat kejadian waktu itu tapi nihil.
Dia mengusap wajahnya dengan kasar sembari membuka laptop yang tak jauh darinya, mengutak-atik layar laptop. Nathan berusaha meretas rekaman Cctv saat kejadian malam itu.
Hampir 30 menit berkutat dengan layar laptor, pencarian itu selesai saat dia berhasil mendapatkan rekaman Cctv hotel.
"Dapat, " gumamnya yang membesarkan pupil matanya.
Nathan memutar rekaman itu, sebuah bukti terkuak. Bahwa, dia melakukan hubungan cinta satu malam.
Deg
"Ternyata benar, " lirihnya pelan.
Nathan melihat seorang gadis berjalan memegangi kepala dengan kedua tangannya. Memasuki kamarnya setelah 5 menit di susul olehnya yang juga merasakan pusing di kepala. Gadis itu keluar dengan keadaan yang berantakan, sembari mengusap wajahnya. Yang di yakini Nathan, jika gadis itu menangis.
Nathan mendengus kesal yang ingin melihat gadis itu, "siapa wanita itu? di rekaman Cctv wajahnya tidak terlalu jelas. "
Nathan memikirkan dan berusaha mengingat kembali kejadian 6 tahun yang lalu. Dia sangat meyakini, ada orang yang menjebaknya.
Dia melemparkan tubuhnya di kasur empuk milik hotel sembari menatap langit-langit kamar, "aku sangat yakin, jika ada yang menjebakku. Siapa pun orang nya, aku tidak akan mengampuni nya dengan sangat mudah, " batinnya.
Nathan mengambil benda pipih yang berlogo apel di gigit dari kantong celananya, mencari nama di kontak dan menghubunginya.
"hallo."
"Hem, carikan aku informasi 6 tahun lalu, di hotel Nusa"
"Baik tuan. "
"Dan carikan siapa dalang yang memberiku obat perangsang. "
"Akan kami lakukan, tuan. "
Nathan mematikan sambungan telfon dan terlelap dengan tidurnya.
***
Seorang wanita mengetuk pintu dengan berkas yang berada di tangannya.
"Masuk" sahut pria itu tanpa menoleh, seorang wanita datang dengan membawa berkas mengenai permintaan sang atasan.
"Ini tuan, saya sudah membawa berkas-berkas data yang telah anda minta, " wanita itu menyerahkan sebuah berkas dan menyodorkan di hadapan atasannya.
"Apa ini sudah detail?"
"Sudah tuan! saya pamit undur diri. Permisi, " wanita itu keluar dari ruangan atasannya.
Pria itu membuka berkas dan meneliti dan mencermati seluruh data yang telah dia dapatkan, "aku prihatin dengan keadaan mu, bagaimana kamu bisa bertahan dengan kerasnya kehidupan, merawat anak sekaligus bekerja. Lama-lama aku bisa gila kerena mu, Dita! kamu mandiri dan juga cantik, " ujar pria itu yang melihat foto Dita dengan kedua putra kembarnya. Yah, dia adalah Randa Atmaja. Dia meminta sekretaris nya mencari tau semua tentang Dita kecuali malam kelam yang hanya jadi rahasia Dita.
Randa berusaha mendekati Dita dan juga twins L, dengan begitu dia akan mendapatkan hati dari sang wanita pujaannya.
"Ayo bu, kita berkemah ke alam bebas pasti seru, " ucap El yang menatap sang ibu dengan penuh harapan.
"Lain kali saja ya, pekerjaan ibu menumpuk di butik, " tolak Dita.
"Alihkan pekerjaan ibu kepada asisten itu, " rengek Al.
"Sayang, tidak boleh begitu."
"Kenapa? bukan kah ibu menggaji mereka? " sahut El.
"Ehem, " suara deheman, membuat twins L berhenti merengek dan menatap asal suara.
Pria tampan dengan senyuman menghiasi wajahnya, membuat twins L menatap pria itu dengan memutarkan kedua bola matanya.
"Hai, " ucap Randa menyapa.
"Hai, kamu di sini? " jawab Dita.
"Iya, aku dengar mereka ingin berkemah. Bagimana jika aku menemani kalian, di alam bebas sangat tidak aman"
"Kami bisa menjaga diri, " ketus El.
"El, bersikap lah dengan sopan kepada orang yang lebih tua, " Dita menatap El dengan tajam.
"Hehe.... maaf bu, lidah El terpeleset, " jawabnya El yang menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal, sedangkan Al menatap sang adik dengan gelengan kepala.
"Tidak usah, aku tidak ingin membuatmu kerepotan, " tolak Dita.
"Aku tidak merasa di repotkan, " Twins L menatap Randa sembari menyelusuri dari ujung rambut hingga di ujung kaki.
Al dan El saling melirik satu sama lain dengan senyuman yang menghiasi wajah yang menggemaskan, lebih tepatnya tersenyum smirk.
"Ayo lah ibu, bahkan paman itu juga ingin ikut menemani kita, " bujuk twins L yang menatap Dita dengan puppy eyes miliknya.
"Hah, mereka terlihat menggemaskan dengan tatapan itu, aku jadi tak tega, " batin Dita yang sudah luluh, dia mengangguk mengiyakan perkataan Al dan juga El.
"Horee.... yippee, " sahut twins L yang bersorak gembira. Randa terpaksa melempar semua beban pekerjaan terhadap sekretaris Perempuan nya, dan menikmati acara perkemahan yang sangat sederhana. Tapi di luar itu, Randa sangat bahagia bisa berdekatan dan menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati.
Di malam harinya, mereka duduk mengelilingi api unggun. Twins L memasukkan sesuatu ke dalam minuman dingin milik Randa.
Randa yang terus saja menatap wajah cantik Dita, meminum minuman dingin hanya sekali teguk hingga tandas. Al dan El berusaha menahan tawanya yang sebentar lagi akan meledak, karena hasil perbuatan mereka yang mencampurkan obat pencuci perut kedalam minuman dingin milik Randa.
Bunyi kentut itu terdengar sangat nyaring, hingga membuat sang empunya tidak bisa menahan. Twins L berpura-pura mencari asal suara yang nyaring itu, "Al, apa kamu mendengarnya tadi? "
"Hem, sangat nyaring, " sahut Al.
"Seperti suara angin yang terjepit, " ujar El yang menatap Randa. Karena tidak bisa menahan bau yang menyengat itu, membuat Dita dan twins L menutup hidung sembari melirik Randa.
"Paman, apakah kamu tidak mencium ini, baunya sangat dasyat dan juga menyengat, " Al berusaha menggoda Randa yang sangat malu hingga tidak bisa melihat wajahnya sendiri.
"Sialan, kenapa perutku sangat mulas? dan juga kentut ini membuatku kehilangan wajah di hadapan pujaan hatiku, " batinnya seraya memegang perut.
"Hem, sepertinya aku harus ke toilet." Randa pergi dengan terburu-buru, lagi dan lagi suara nyaring itu keluar membuat Al dan El ber tos ria.
"Paman itu tidak sopan, kentutnya juga bau. Apa yang dia makan hingga bau nya seperti bangkai ikan, " sewot El.
"Benar, aku bahkan hampir muntah. "
"Sudah, jangan bicarakan orangnya, " lerai Dita.