Mengkisahkan seorang bernama Kikan yang wanita yang mencintai Pria Introvert,Tapi Cinta nya seperti bertepuk sebelah tangan,karena pria itu tidak menunjukan rasa suka dan ketertarikan pada Kikan.
Tapi sebuah kejadian membuat mereka akhirnya bersatu, tapi tentu saja tidak membuat Kikan merasa di cintai setelah memiliki nya,tapi ia merasa sangat jauh meski mereka sangat dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 - Mengajak Kikan Jalan
Keesokan harinya.
Kikan sedang duduk membaca majalah di ruang keluarga, tiba-tiba di hampiri oleh Jerry yang duduk di samping nya.
Kikan melihat Kaki Jerry yang tampak nya sudah baik-baik saja. "Kaki kakak sudah sembuh?." Tanya Kikan.
"Sudah, ada suster cantik dan baik yang selalu rawat kakak, tentu saja akan cepat sembuh nya."Balas Jerry tersenyum.
"Gak usah gombal dech kak, engak ada orang nya juga disini."Ucap Kikan.
"Iya-iya, aku tahu."Balas Jerry.
"Oh iya. Kata Nayla kita akan liburan ke Bangka, kamu sudah tahu??" Tanya Jerry.
"Udah lah kak, cuman mau ngomong dulu sama Mama, Papa, nih juga lagi nungguin Papa dan Mama pulang."Balas Kikan.
"Moga aja nanti liburan di sana kamu ketemu ya sama cowok yang bisa buat kamu gantiin Evan di hati kamu."Ucap Jerry tersenyum mengoda adik nya.
Kikan menghela nafas, karena seolah tak ada habisnya kakak nya menggodanya dengan nama Evan, Laki-laki yang mencoba tidak Ingin Kikan ingat di dalam hati nya.
"Udah ah, mau kekamar aja."Ucap Kikan lekas berdiri.
Namun baru beberapa langkah, Bu Rina dan Pak Faris masuk dari pintu utama.
"Mama. Papa."Sapa Kikan.
"Ini sayang, kue pesanan kamu."Ucap Bu Rina memberikan sebuah cake blackfores pesanan Kikan.
"Makasih Ma."Balas Kikan.
"Oh iya ma, Rencana Liburan yang Kikan cerita kemarin, Kami rencana berangkat Minggu depan, mama papa jadi kan ikut?." Ujar Kikan.
"Oh iya, jadi dong, lagian sudah lama kita tidak berlibur bersama kan."Jawab Bu Sri dan Kikan mengiyakan.
"Kakak kamu ikut juga kan?." Tanya Pak Faris.
"Ikut dong pa, apa lagi ada Nayla."Ucap Kikan tersenyum sembari menoleh ke arah Jerry. Jerry yang mendengar pun hanya tersenyum sembari membaca majalah yang tadi di baca oleh Kikan.
Saat msreka sedang berbicara tiba-tiba Pembantu mereka mendekati Kikan.
"Non Kikan, di luar ada teman Non Kikan mencari Non Kikan."Ucap pembantu memberitahu Kikan.
"Siapa Bi?." Tanus Kikan.
"Kalau gak salah namanya Aldo Non."Balas Bibi.
"Oh ya udah Bi."Balas Kikan.
"Siapa Kikan?." Tanya Pak Faris.
"Teman Pa."Balas Kikan.
"salah satu pejuang cinta nya Kikan pa." Saut Jerry.
"Kakak." Bu Rina dan Pak Faris tersenyum mengeleng-gelengkan kepala melihat Jerry yang selalu saja mengoda Kikan.
"Udah ya Ma, Pa, Kikan mau ke depan dulu."Ucap Kikan dan kedua orang tua nya mengangguk.
"Jerry, Jerry, kamu ini selalu saja mengoda adik kamu."Ucap Bu Sri.
"Iseng aja Ma."Balas Jerry.
"Lalu kamu kapan mau melamar Nayla, Masa masih mau pacaran, kalau sudah merasa cocok yang di nikahi, Papa dan Mama kan sudah tidak sabar mau menimang cucu dari kamu."Tanya Pak Faris sembari menepuk pundak Jerry.
Jerry tersipu malu dan tersenyum. "Secepatnya sih pa."Balas Jerry.
•••
Sementara di luar.
Kikan menghampiri Aldo yang berdiri di dekat tangga.
"Aldo, kenapa disini, ayo masuk!." Sapa Kikan.
"Gak apa-apa, aku sebentar aja kok disini."Balas Aldo.
"Oh, iya, kenapa?." Tanya Kikan.
"Aku mau ajak kamu jalan, kamu mau gak?." Tanya Aldo.
"Kemana?." Tanya Kikan heran.
"Gimana kalau kita nyantai di cafe tempat favorit aku dan Evan, mau gak?." Balas Aldo.
"Oh, boleh, tapi aku ganti baju dulu ya."Ucap Kikan dan Aldo tersenyum mengangguk.
"Yes."Aldo kegirangan saat Kikan mau ia ajak pergi jalan.
Setelah Kikan selesai bersiap, Ia pun berangkat bersama Aldo untuk bersantai di cafe, karena Kikan juga merasa bosan di rumah, dan ia pun mengiyakan ajakan dari Aldo.
Saat sampai di cafe tempat Aldo dan Evan biasanya berkumpul, mereka duduk dan memesan makanan. "Tempatnya bagus Ya Do."Ucap Kikan.
"Iya dong, makanya aku ajak kamu kesini."Balas Aldo dan tersenyum saat melihat senyum manis Kikan.
"Do, kenapa sih?, kok liatin aku begitu banget?."Tanya Kikan sembari memegangi wajah nya, barang kali ada yang salah.
"Engak kok, siapa suruh kamu Cantik Kikan."Ucap Aldo dan membuat Kikan tersenyum mengeleng-gelengkan kepala nya.
"Kamu gak ngantor?." Tanya Kikan.
"Ngantor dong, aku kan bos nya, jadi bebas."Balas Aldo.'
Dari sisi lain, Tanpa Kikan sadari, di sana juga ada Evan yang sedang duduk bersama Joan dan Klain nya yang membahas kerjaan, Evan melihat Kikan dan Aldo mengobrol sembari tertawa.
"Van."
"Evan."Panggil Joan menyadarkan Evan dari lamunan. Joan melihat ada Aldo dan Kikan ternyata berada disini juga.
"Iya."
"Fokus dong Van, kamu mikirin apa sih?." Tanya Joan agak kesal, namun ia tak menampak kan sekali.
"Gak apa-apa."Balas Evan membuang nafas berat dan kembali membuka lembaran kertas yang ia pegang.
"Ngapain Aldo bawa Kikan kesini?." Batin Evan.
Tempat dan Cafe ini adalah tempat favorit Evan dan Aldo, Evan dan Aldo selalu mengajak Klain nya ke cafe ini untuk membahas kerjaan, karena tempat nya yang sejuk, bebas polusi karena banyak nya perpohonan dan terlihat sangat asri.
hari minggu, Evan ke kantor ya?