"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.
"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sean Absurd
BRUK
"Aduh..kalau jalan hati hati donk!"
"Maaf saya enggak sengaja, kotor yah." Ucap Andrew yang tak sengaja menabrak seorang wanita saat tengah memegang segelas kopi di tangannya hingga kopi itu tumpah ke baju wanita itu.
Ketika Bella mendongak rupanya Andrew, dokter kandungan yang memeriksanya. "Loh, bu Arabella?" Ucap Andrew.
"Maaf ya saya enggak sengaja, gimana kalau kita ke toko baju di atas saya ganti bajunya dengan yang baru." Lanjut Andrew.
"Hai dok, eum enggak usah deh. Untung aku belum meledak nih, rupanya dokter Andrew." Sahut Arabella dengan tersenyum manis.
Kebetulan Arabella tengah meeting bersama klien di sebuah restorant di dalam mall. Dan suaminya tidak ikut menemani karena harus mengurus sesuatu bersama daddy-nya. Bella sendiri di temani Jay asistennya.
"Jangan donk, kita beli aja yang baru yah. Dan...sepertinya kamu lagi sibuk." Tutur Andrew sambil menoleh ke arah meja di depannya.
Bella sempat di panggil oleh orang yang duduk disana. "Oh iya itu klien ku, bu Mina. Kita lagi meeting untuk acara pernikahan anaknya." Bella memberikan kartu namanya pada Andrew.
"Wow, jadi bu Arabella designer."
"Panggil Bella aja, kayaknya umur kita enggak beda jauh."
Hati Andrew berbunga bunga melihat senyum manis Arabella. Akhirnya Bella setuju untuk membeli baju baru. Bu Mina dan Jay juga ikut bersamanya.
"Kalian cocok loh, tapi sayang mbak Bella udah menikah." Celetuk bu Mina.
Bella dan Andrew tersenyum kikuk mendengarnya. Berbeda dengan Jay yang mendelik tajam anak boss-nya ini. Tanpa Bella sadari, Jay memotretnya diam diam. Namun tidak akan ia serahkan pada Dave ataupun Dariush.
"Hmm jadi mau yang mana?" Tanya Andrew mengalihkan perhatiannya.
"Yang ini deh simple warnanya juga lucu." Tunjuk Bella pada midi dress selutut berwarna lilac.
"Cantik, sama seperti orangnya." Ucap Andrew tersenyum hangat pada Bella.
Senyuman kecil terbit di bibir Bella. "Gombal."
"Ck... Lebay banget." Gerutu Jay dalam hatinya.
Selesai urusannya dengan Andrew, kini Bella dan Jay melanjutkan meeting bersama bu Mina. Cukup lama mereka meeting hingga menjelang sore. Sampai Dariush menyusul Bella ke mall itu ditemani Fabio dan Sean.
"Loh kamu ada disini?" Tanya Bella heran.
Untung saja bu Mina sudah pulang sepuluh menit yang lalu. "Hmm, istriku terlalu lama sudah sore sayang. Ayo kita pulang." Ucap Dariush.
"Natasha mana?" Celetuk Sean pada Bella.
"Dia di butik bersama klien tenang saja. Oh iya Sean lebih baik kamu jangan terus menginap di tempat Natasha. Kalian kan belum menikah, tidak baik pandangan orang." Lirih Bella.
"Aku akan menikahinya, betul kan Dariush?" Sahut Sean sambil menatap kakaknya.
Bella menoleh pada suaminya untuk meminta penjelasan. Anggukan dari Dariush menjawab semuanya. "What!!" Sontak Bella tercengang.
"Ayo pulang kita bicarakan di rumah." Ucap Dariush sambil menggenggam tangan istrinya dan berjalan duluan.
Yah! Bella kini di kawal empat pria tampan sekaligus di dalam mall. Suaminya, dua asistennya juga iparnya. Begitu banyak mata memandang ke arahnya.
"Aku masih ingin makan." Rengek Bella di pelukan suaminya.
"Hmm kita makan dulu, mau makan apa sayang?" Tanya Dariush.
"Mau makan kamu."
"Of course! Karena aku sangat lezat untuk kamu santap sayang." Ucap Dariush dengan mengedipkan satu matanya.
"Aissshh kalian ini... Kata katamu sudah pasaran Dariush!" Celetuk Sean sambil mendengus sebal.
"Hahaha." Semua yang ada di dalam mobil menertawakan celetukan Sean yang aneh.
-
-
-
"Temanku sedang membuat kamar untuk anak kita sayang. Jadi saat kita pulang ke sana kebutuhan untuk anak kita sudah siap." Ucap Dariush panjang lebar.
Namun Bella tak menjawabnya. Ia memandang keindahan wajah suaminya. Sejak ia hamil, Dariush sedikit bawel dari biasanya. Bella tertawa kecil melihat celotehan suaminya ini.
"Ternyata...mafia tampan ini bisa juga cerewet." Sahut Bella dengan tertawa sumringah.
"Hmm...itu semua karena aku mencintaimu sayang."
"Aku juga sayang, mencintai mafia tampan."
Keduanya saling memagut memadu kasih di dalam kamar. Rasa cinta Dariush pada Arabella semakin besar setiap harinya. Ditambah rasa ke khawatirannya pada istrinya amat besar.
"Argh... thank you babe, kamu mau apa hmm? Mobil? Rumah? Atau mansion mungkin, sebutkan." Ucap Dariush dengan penuh cinta.
"Aku hanya butuh kamu di sisi ku." Lirih Bella.
"Don't cry babe... Aku akan selalu di sisi mu, kita akan selalu bersama. Besok kita belanja kebutuhan mu, karena sebentar lagi kita akan kembali ke Italy." Kata Dariush.
"Hmm baiklah! Tapi kita harus pamitan pada orang tuaku. Mereka pasti kesepian aku tidak disini."
"Akhir bulan ini kita akan menggelar acara pernikahan kita. Aku dan orang tuamu sudah menyiapkannya dengan matang." Lanjut Dariush.
Selesai dengan ritualnya, mereka terlelap malam itu dengan indah. Tentunya Dariush mendekap tubuh sang istri yang ringkih dan menciumi seluruh wajahnya.
"I love you Arabella."
-
-
Pagi menyoroti kamar pasangan ini, setelah pergulatannya tadi malam Bella malas sekali untuk bangun. Lain halnya dengan suaminya yang sudah meregangkan ototnya di balkon kamarnya.
Langkah pelan Dariush mendekati istrinya yang masih terlelap. Jemarinya membelai lembut wajah teduh Arabella. Senyum simpul nan indah terukir jelas di wajah Dariush.
Merasa ada yang menyentuhnya Bella pun melenguh membuka matanya perlahan. Samar samar ia melihat wajah suaminya, juga tubuh suaminya yang belum memakai baju sama sekali. Hanya mengenakan celana panjang saja.
"Morning babe, aku belum membuat kan mu sarapan! Karena kamu melarangku keluar tanpa baju." Sapa Dariush dengan tersenyum hangat.
Bella tersenyum kecil menanggapi celotehan suaminya di pagi hari. "Kita sarapan bersama orang tuaku yah. Kamu kan harus izin untuk membawaku pergi." Ucapnya.
"Oke nyonya Cassano. Apa kamu masih ingin mencicipi tubuh indah ku?" Tutur Dariush dengan menggoda dan menindih lagi istrinya juga menciumi leher istrinya yang sangat candu baginya.
"Hmm... Sepertinya sangat lezat aaahh."
Pertempuran panas dipagi hari membuat hawa di kamar itu semakin panas meskipun ac di dalam kamar itu sangat dingin.
Selesai dengan itu mereka mandi bersama tanpa ada penyatuan lagi. Keduanya bersiap siap untuk ke bawah sarapan bersama.
Saat di bawah Sean sudah ada di sana bersama orang tua Bella. "Hai kakak ipar, pendeta akan datang jam sepuluh." Ucap Sean.
"Maksud mu?" Tanya Bella penasaran.
"Aku dan Natasha akan menikah hari ini. Ayo Jay kita jemput calon istriku, bye kakak ipar." Jawab Sean sambil melengos melewati Bella.
Bola mata Bella membulat mendengar perkataan adik iparnya yang absurd. "Tidak perlu kaget sayang, begitulah kelakuan adik iparmu." Celetuk Dariush.
"Sarapan dulu lalu kita ke gereja." Ucap Dave.