Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.
El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.
Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.
Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?
Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mempercepat Perjodohan
Saat melihat El sudah keluar dari ruang rawat inapnya. Aditya langsung menyuruh Bu Asih agar mendekat. Dan ingin meminjam ponsel suami Bu Asih yang tadi sempat di berikan ke istrinya sebelum kembali ke rumah.
Untung saja dia sudah menghafalkan nomer telepon sahabatnya untuk berjaga-jaga kalau hal semacam ini terjadi.
"Halo.. Dengan siapa ini?" tanya Michael saat telepon sudah tersambung. Karna saat melihat di ponselnya tidak ada nama yang tertera.
"Ini aku Aditya, ada hal penting yang ini aku bicarakan padamu," ucap Aditya dengan suara lemahnya.
"Ada apa denganmu Dit? Kenapa suaramu begitu lirih?"
"Aku tidak papa. Hanya sakit jantungku kambuh dan sekarang aku sedang di rawat di rumah sakit."
"Aku akan kesana sekarang Dit. Kirimkan aku alamat rumah sakitnya," ucap Michael hendak mematikan telepon.
"Jangan sekarang, aku hanya ingin meminta bantuan padamu."
"Apa Dit? Apa yang bisa aku bantu? Katakanlah. Aku akan berusaha semampuku untuk membantumu."
"Bisakah kamu mempercepat perjodohan anak-anak kita?" tanya Aditya setelah hening beberapa saat.
"Kenapa memangnya?" tanya Michael.
"Aku hanya takut tidak memiliki kesempatan lagi menyaksikan saat putriku menikah," ucap Aditya dengan air mata yang sudah terlihat di sudut matanya.
"Jangan berkata seperti itu Dit. Kamu akan sembuh. Kita akan sama-sama menyaksikan anak-anak kita menikah. Dan melihat cucu-cucu kita tumbuh besar kelak."
"Sebenarnya ada hal lain yang membuatku ingin mempercepat perjodohan ini."
"Apa Dit?"
Aditya menceritakan semua tentang putrinya dan kekasihnya. Dia juga menceritakan yang terjadi pagi tadi saat melihat wajah lebam putrinya. Dan setelah mencari tahu ternyata disebabkan oleh kekasihnya Leo. Michael yang mendengarnya pun ikut merasa geram. Bagaimana bisa seorang pria bisa setega itu memukul seorang gadis lemah.
Aditya mematika teleponnya saat Michael sudah menyetujui perjodohan anak-anak mereka di percepat. Dia sedikit merasa lega, setidaknya jika putrinya sudah menikah dengan putra Michael, dia bisa pergi dengan tenang menyusul mendiang istrinya. Dia yakin Kennan akan menjaga putrinya dengan baik dan yang terpenting tidak akan pernah main tangan. Apalagi dia sudah lama mengenal keluarga Michael yang sangat baik. Bukankah ada pepatah yang mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
***
"Where are you boy?" tanya Michael saat telepon sudah tersambung ke putranya.
"On the way back home Dad. Why?" tanya Kennan. Karna tidak seperti biasanya Daddy nya menelpon jika bukan karna ada hal penting.
"Baiklah. Daddy tunggu di rumah." Michael mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban putranya.
Kennan menautkan kedua alisnya. Dia merasa heran dengan sikap papanya akhir-akhir ini. Namun karna tak mau ambil pusing dia pun melajukan mobilnya dengan santai. Dia ingin menikmati akhir dari weekendnya agar besok bisa semangat kembali melakukan rutinitasnya sebagai seorang CEO perusahaan kontruksi.
"Kenapa lama sekali?" tanya Michael saat melihat putranya masuk ke dalam rumah.
"Tadi macet Dad," ucap Kennan berkilah.
"Dad and Mom ingin bicara denganmu di ruang keluarga." Michael berjalan menuju ruang keluarga kemudian di ikuti Kennan yang mengekor di belakangnya.
"Ada apa Dad Mom?" tanya Kennan saat dia sudah mendudukan tubuhnya di sofa ruang keluarga.
"Dad ingin kamu menikah besok?" ucap Michael dengan santainya sambil menatap putranya.
"What? Yang benar saja Dad? Lelucon macam apa ini?" tanya Kennan tak menyangka dengan apa yang di ucapakan Dad nya.
Apakah Dad salah makan? Memang apa yang di makan hari ini? Aku jadi penasaran. Kenapa Dad tiba-tiba menyuruhku menikah.
"Dad sedang tidak bercanda. Ini benar-benar serius boy," ucap Michael dengan wajah yang serius.
Kennan menatap Mommy nya dan hanya di balas anggukan. Yang berarti apa yang di ucpakan Dad nya sangat serius dan bukan lagi sebuah candaan agar dirinya tertawa.
"Tapi Megan masih di luar negeri Dad. Bagaimana bisa aku menikah besok. Bahkan aku belum melamarnya sama sekali," ucap Kennan bingung.
"Kamu tidak akan menikah dengan kekasihmu. Karna Dad sudah menyiapkan pendamping hidupmu."
"Dad... aku gak mau. Aku hanya akan menikah dengan orang yang aku cintai."
"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu Kennan. Dia gadis yang sangat baik. Dad yakin dia akan menjadi istri yang tepat untukmu."
"Aku gak mau Dad. Jangan paksa aku."
"Kalau kamu tidak mau, itu berarti kamu siap kehilangan hakmu sebagai pewaris tunggal keluarga Mallory. Dan kamu bisa tinggalkan posisi kamu sebagai CEO mulai sekarang."
"Aku tidak peduli jika harus kehilangan segalanya, asalkan aku tidak kehilangan orang yang sangat aku cintai." Kennan beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya dia tidak peduli lagi dengan warisan dan semua harta milik Daddy nya. Baginya harta bisa di cari, tapi dimana lagi di menemukan orang yang mencintainya dengan tulus. Sedangkan sekarang dia sudah memilikinya. Dia tidak akan melepaskan Megan selamanya. Kennan yakin dengan kepandaian dan kemampuannya, dia bisa mendirikan perusahaan yang lebih besar dari yang papanya miliki saat ini.
"Kalau kamu tidak mau menikah dengan Edelweiss, jangan pernah menganggap Mom and Dad sebagai orang tuamu lagi," ucapan Mira berhasil membuat Kennan menghentikan langkahnya. Dia membalikan tubuhnya dan menatap Mommy nya yang saat ini juga sedang menatap dirinya. Kennan tidak menyangka jika Mommy nya bisa berkata seperti itu kepadanya.
Dan apa? Dia harus menikah dengan Edelweiss. Itu berarti dia harus menikahi sekertaris culunnya itu? Yang benar saja. Apa kedua orang tuannya sudah tidak waras.
"Maafin Kennan Mom. Tapi Kennan tidak bisa. Kennan yakin suatu saat nanti Mommy akan mengerti kenapa Kennan mengorbankan semua ini demi Megan." Setelah berkata seperti itu Kennan melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
"Bagaimana ini sayang? Kennan tidak mau menikah dengan Edelweiss. Apa yang harus kita katakan pada Aditya?" tanya Mira.
"Mom tenang aja. Kita tunggu sampai nanti waktu makan malam. Dad yakin seratus persen dia akan merubah keputusannya," ucap Aditya dengan pandangan mata masih melihat putranya yang sedang menaiki tangga.
"Semoga saja Kennan benar-benar merubah keputusannya sayang. Aku sudah sangat menyukai Edelweiss. Aku hanya ingin dia yang menjadi menantuku. Dan hanya dia yang menjadi istri dari putraku. Aku tidak ingin Megan yang menempati posisi itu di keluarga kita," ucap Mira.
"Kamu tenang saja honey. Aku berjanji akan mewujudkan keinginanmu menjadikan putri Aditya sebagai menantu kita. Dan akan aku pastikan wanita ja**** itu tidak akan pernah memiliki putra kita selamanya. Apapun caranya aku akan membuat Kennan membuka matanya dan mengetahui siapa Megan sebenarnya," ucap Michael. "Aku akan menghubungi Aditya terlebih dahulu agar dia tidak khawatir dan bisa sedikit bersabar menunggu kita membujuk Kennan," ucap Michael lagi.
.
.
.
Reader... jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Agar author lebih semangat up nya🤭
gimn Megan thort